Membuat vektor
Buah <- c("Anggur", "Jeruk", "Apel", "Pisang", "Pisang", "Jeruk", "Apel","Jeruk", "Anggur")
Buah
## [1] "Anggur" "Jeruk" "Apel" "Pisang" "Pisang" "Jeruk" "Apel" "Jeruk"
## [9] "Anggur"
str(Buah)
## chr [1:9] "Anggur" "Jeruk" "Apel" "Pisang" "Pisang" "Jeruk" "Apel" "Jeruk" ...
factor_buah <- factor(Buah)
str(factor_buah)
## Factor w/ 4 levels "Anggur","Apel",..: 1 3 2 4 4 3 2 3 1
menggubah vektor menjadi faktor untuk menggubah teks buah biasa menjadi tipe faktor (kategori), sehingga berguna untuk analisis statistik. Struktur datanya menunjukan 4 level atau 4 kategorik unik.
levels(factor_buah)
## [1] "Anggur" "Apel" "Jeruk" "Pisang"
table(factor_buah)
## factor_buah
## Anggur Apel Jeruk Pisang
## 2 2 3 2
sample(1:6, 20, replace = TRUE)
## [1] 5 5 2 6 4 4 6 4 2 3 3 2 4 1 2 6 1 3 3 1
Dataframe dengan kolom Nama dan Nilai (minimal 4 baris). Atur nilai pada kolom Nilai sehingga rata-rata (mean) dari nilai tersebut adalah 96.Selanjutnya, tampilkan ringkasan statistik dari dataframe tersebut menggunakan fungsi summary().
NilaiSiswa <- data.frame(
Nama = c("Nadine","Luna", "Adelia","Steven","Budi"),
Nilai = sample(94:98, 5)
)
NilaiSiswa
## Nama Nilai
## 1 Nadine 98
## 2 Luna 96
## 3 Adelia 95
## 4 Steven 94
## 5 Budi 97
summary(NilaiSiswa)
## Nama Nilai
## Length:5 Min. :94
## Class :character 1st Qu.:95
## Mode :character Median :96
## Mean :96
## 3rd Qu.:97
## Max. :98
Barisan sepanjang 12 elemen dengan aturan berulang +3 → ×2 → −1 dengan nilai awal 4.
B <- numeric(12)
B[1] <- 4
pola <- c("+3", "*2", "-1")
for (i in 2:length(B)) {
aturan <- pola[(i - 2) %% length(pola) + 1]
if (aturan == "+3") B[i] <- B[i-1] + 3
if (aturan == "*2") B[i] <- B[i-1] * 2
if (aturan == "-1") B[i] <- B[i-1] - 1
}
B
## [1] 4 7 14 13 16 32 31 34 68 67 70 140
Fungsi seq() dan rep() di R untuk membentuk satu vektor dengan hasil akhir sebagai berikut:0 0 2 2 4 4 6 6 0 0 2 2 4 4 6 6 0 0 2 2 4 4 6 6
rep(seq(0,6,length=4), each = 2, times = 3)
## [1] 0 0 2 2 4 4 6 6 0 0 2 2 4 4 6 6 0 0 2 2 4 4 6 6
simulasi pelemparan dadu sebanyak 30 kali menggunakan fungsi sample() di R, dengan ketentuan sebagai berikut:
Hasil 0 memiliki peluang kemunculan 45%
Hasil 1 memiliki peluang kemunculan 55%
Gunakan set.seed() agar hasil simulasi dapat direproduksi
set.seed(123)
sample(0:1, 30, replace = TRUE, prob = c(0.45, 0.55))
## [1] 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1
Seorang pemilik UMKM mencatat data penjualan selama beberapa hari. Informasi yang dikumpulkan meliputi Hari, Jumlah Produk Terjual, Harga Satuan, Total Pendapatan. Buat sebuah dataframe dengan keempat kolom tersebut (minimal 4 baris), lalu tampilkan summary().
DataPenjualan <- data.frame(
Hari = c("Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jumat", "Sabtu"),
JumlahProdukTerjual = c(10,13,9,28,22,34),
HargaSatuan = c(35000, 35000, 35000, 35000, 35000,35000),
Total_Pendapatan = c(10,13,9,28,22,34) * c(35000, 35000, 35000, 35000, 35000,35000)
)
DataPenjualan
## Hari JumlahProdukTerjual HargaSatuan Total_Pendapatan
## 1 Senin 10 35000 350000
## 2 Selasa 13 35000 455000
## 3 Rabu 9 35000 315000
## 4 Kamis 28 35000 980000
## 5 Jumat 22 35000 770000
## 6 Sabtu 34 35000 1190000
summary(DataPenjualan)
## Hari JumlahProdukTerjual HargaSatuan Total_Pendapatan
## Length:6 Min. : 9.00 Min. :35000 Min. : 315000
## Class :character 1st Qu.:10.75 1st Qu.:35000 1st Qu.: 376250
## Mode :character Median :17.50 Median :35000 Median : 612500
## Mean :19.33 Mean :35000 Mean : 676667
## 3rd Qu.:26.50 3rd Qu.:35000 3rd Qu.: 927500
## Max. :34.00 Max. :35000 Max. :1190000