Frekuensi Berlian Berdasarkan Clarity
ggplot(diamonds, aes(x = clarity)) +
geom_bar(
fill = "#A5D8FF",
color = "white",
linewidth = 0.3
) +
labs(
title = "Jumlah Berlian Menurut Tingkat Kejernihan pada Dataset Diamonds",
x = "Clarity",
y = "Jumlah"
) +
theme_minimal()
Interpretasi:
Grafik ini menunjukkan jumlah berlian pada setiap tingkat
kejernihan.
Terlihat bahwa berlian dengan kejernihan SI1 dan VS2
jumlahnya paling banyak, sedangkan kejernihan I1 dan IF
paling sedikit.
Artinya, di dataset ini berlian dengan kualitas kejernihan menengah
lebih umum ditemukan dibandingkan kualitas yang sangat rendah atau
sangat tinggi.
Jumlah Berlian Berdasarkan Cut dan Color
ggplot(diamonds, aes(x = cut, fill = color)) +
geom_bar(
position = position_dodge(width = 0.8),
width = 0.7,
color = "white",
linewidth = 0.3
) +
scale_fill_manual(values = c(
"#0D3B66",
"#1D4E89",
"#2E6F95",
"#4EA8DE",
"#74C0FC",
"#A5D8FF",
"#D0EBFF"
)) +
labs(
title = "Jumlah Berlian Berdasarkan Potongan dan Warna pada Dataset Diamonds",
x = "Cut",
y = "Jumlah",
fill = "Color"
) +
theme_minimal()
Interpretasi:
Grafik ini membandingkan jumlah berlian berdasarkan kualitas
potongan (cut) dan warna (color).
Secara umum, berlian dengan potongan Ideal dan
Premium muncul lebih banyak dibandingkan potongan
lainnya. Jadi, kebanyakan berlian di data ini kualitas potongannya sudah
bagus. Untuk warna, yang paling sering muncul itu G, E, dan
F, sementara warna J paling jarang. Artinya,
berlian yang paling banyak di pasaran adalah yang potongannya bagus dan
warnanya masih cukup bening, sedangkan yang kualitas potongan dan
warnanya kurang bagus jumlahnya lebih sedikit. —
Proporsi Clarity pada Setiap Cut
ggplot(diamonds, aes(x = cut, fill = clarity)) +
geom_bar(
position = "fill",
color = "white",
linewidth = 0.3
) +
scale_fill_manual(values = c(
"#0D3B66",
"#1D4E89",
"#2E6F95",
"#3F8EFC",
"#4EA8DE",
"#74C0FC",
"#A5D8FF",
"#D0EBFF"
)) +
labs(
title = "Proporsi Tingkat Kejernihan pada Jenis Potongan Berlian (Dataset Diamonds)",
x = "Cut",
y = "Proporsi",
fill = "Clarity"
) +
theme_minimal()
Interpretasi:
Grafik ini menunjukkan perbandingan proporsi tingkat
kejernihan di dalam setiap kategori potongan berlian.
Terlihat bahwa sebagian besar potongan memiliki komposisi kejernihan
yang mirip, dengan kategori SI1, VS2, dan VS1 sering
muncul dalam proporsi cukup besar.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kejernihan menengah cukup umum
ditemukan pada berbagai jenis potongan berlian.
Jumlah Berlian Berdasarkan Color dan Clarity
ggplot(diamonds, aes(x = color, fill = clarity)) +
geom_bar(
color = "white",
linewidth = 0.3
) +
scale_fill_manual(values = c(
"#0D3B66",
"#1D4E89",
"#2E6F95",
"#3F8EFC",
"#4EA8DE",
"#74C0FC",
"#A5D8FF",
"#D0EBFF"
)) +
labs(
title = "Jumlah Berlian Berdasarkan Warna dan Tingkat Kejernihan",
x = "Color",
y = "Jumlah",
fill = "Clarity"
) +
theme_minimal()
Interpretasi:
Grafik ini menunjukkan bahwa jumlah berlian paling banyak ada pada warna
G, E, dan F, yaitu warna yang masih tergolong bening
tapi bukan yang paling sempurna. Warna paling bening
(D) justru jumlahnya lebih sedikit, dan semakin ke
warna H, I, sampai J jumlah berliannya makin
berkurang.
Dari sisi kejernihan, sebagian besar berlian berada di tingkat kejernihan menengah (SI1 dan SI2), bukan yang paling jernih. Berlian dengan kejernihan paling tinggi seperti IF jumlahnya sangat sedikit di semua warna. Artinya, di pasaran lebih banyak berlian dengan kualitas bagus tapi tidak sempurna, sedangkan yang benar-benar sempurna itu langka.