Members

Column

Tim Penyusun Project

Kelompok 8


Joans Henky Servatius Simanullang
52240017

Isnaini Nur Hasanah
52240005

Program Studi Sains Data
Fakultas Digital, Desain, dan Bisnis
Institut Teknologi Sains Bandung

Dataset

Table

Table Cleaned Data

EDA

## Column

Correlation Heatmap

Scatter: Income vs Loan

Boxplot: Balance Distribution

Line Chart: Loan Trend

Histogram: Income Distribution

Regresi

Row

Model Accuracy (R-Squared)

6.4%

Root Mean Squared Error (RMSE)

251

Mean Absolute Error (MAE)

194

Observations

7,361

Row

The Best Model Visualization: Actual vs Predicted Validation

Significant Factors (Model Coefficients)


Klasifikasi

Row

Akurasi (Accuracy)

87.2%

Sensitivity (Recall)

90.6%

Risk Rate (Test Data)

19.8%

Row

Confusion Matrix (Evaluasi Prediksi)

Faktor Penentu Risiko (Odds Ratio)


Klastering

Row

Jumlah Cluster (Optimal K)

3

Metode Segmentasi

K-Means Algorithm

Dominasi Cluster

4,751

Row

Visualisasi Sebaran Segmentasi (PCA Biplot)

Interpretasi & Implikasi Bisnis (Profiling Table)


Time Series

Row

Akurasi Prediksi (MAPE)

15.84%

Root Mean Squared Error (RMSE)

1,430

Model Time Series

ts_data

Row

Forecast: Data Aktual vs Prediksi (6 Bulan ke Depan)

Time Series Decomposition (Trend, Seasonal, Noise)


Insight

Column

1. Gambaran Umum

Gambaran Umum Hasil Analisis

Berdasarkan hasil Exploratory Data Analysis (EDA), analisis regresi, klasifikasi risiko kredit, klastering nasabah, serta analisis deret waktu, dapat disimpulkan bahwa dinamika kredit dalam dataset perbankan ini dipengaruhi oleh kombinasi antara kapasitas finansial, perilaku keuangan, dan karakteristik risiko nasabah.

  • Peran EDA: Sebagai fondasi awal dalam mengidentifikasi distribusi data, variasi antar nasabah, serta hubungan awal antar variabel keuangan.
  • Penguatan Model: Temuan EDA diperkuat melalui model regresi dan klasifikasi yang memberikan bukti kuantitatif terkait faktor penentu besaran pinjaman dan risiko gagal bayar.
  • Perspektif Segmentasi & Waktu: Analisis klastering memberikan perspektif segmentasi nasabah, sementara analisis deret waktu menyajikan konteks makro mengenai pola pertumbuhan penyaluran kredit.

Ringkasan Akhir: Integrasi seluruh pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang komprehensif. Pendekatan data-driven mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan objektif, memungkinkan bank mengambil keputusan yang lebih akurat, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan portofolio kredit.


2. Pola & Tren Utama

Pola, Tren, dan Hubungan Utama

  1. Pendapatan vs Pinjaman: Hasil EDA menunjukkan pendapatan bulanan dan saldo rekening berhubungan positif dengan besaran pinjaman. Namun, sebaran data yang lebar mengindikasikan bahwa pendapatan bukan satu-satunya faktor penentu; variasi jumlah pinjaman tetap signifikan meski nasabah berada pada kelompok pendapatan serupa.

  2. Determinan Risiko: Analisis korelasi dan klasifikasi memperlihatkan bahwa variabel kualitas keuangan (rasio utang terhadap pendapatan & skor kredit) lebih dominan dalam membedakan risiko gagal bayar. Pendapatan tinggi tidak otomatis menjamin risiko rendah jika dibarengi beban utang besar.

  3. Dinamika Waktu: Analisis deret waktu menunjukkan tren pertumbuhan jangka panjang yang relatif stabil setelah dekomposisi noise. Ini mengindikasikan peningkatan kredit bersifat struktural dan konsisten, bukan sekadar fluktuasi musiman.


3. Implikasi Bisnis

Makna Temuan bagi Pengambilan Keputusan Bank

  • Pendekatan Selektif: Temuan menunjukkan bank cenderung menerapkan pendekatan kredit berbasis manajemen risiko. Pendapatan hanyalah indikator awal, namun keputusan akhir lebih dipengaruhi stabilitas keuangan dan kualitas kredit.
  • Risiko = Perilaku: Hasil klasifikasi menguatkan bahwa risiko gagal bayar lebih mencerminkan perilaku (skor kredit) dan struktur keuangan (rasio utang) dibandingkan sekadar besaran gaji.
  • Segmentasi: Penerapan kebijakan kredit yang seragam (“Satu untuk Semua”) berpotensi kurang optimal karena setiap klaster nasabah memiliki profil risiko unik.
  • Perencanaan Strategis: Tren pertumbuhan yang stabil memberikan ruang bagi bank untuk melakukan perencanaan strategis dengan tingkat ketidakpastian yang lebih rendah.

4. Kesimpulan & Rekomendasi

Kesimpulan Utama
Berdasarkan bukti empiris data dan visualisasi:
1. Besaran Pinjaman: Dipengaruhi kombinasi pendapatan, saldo, dan stabilitas pekerjaan.
2. Risiko Default: Lebih kuat dipengaruhi rasio utang dan skor kredit dibanding pendapatan absolut.
3. Segmentasi: Mengungkap perbedaan karakteristik signifikan antar kelompok nasabah.
4. Tren: Penyaluran kredit tumbuh stabil dan terkontrol secara jangka panjang.

Rekomendasi (Actionable Insights)
Bank disarankan untuk:
1. Indikator Utama: Menjadikan rasio utang dan skor kredit sebagai parameter utama penilaian risiko.
2. Kebijakan Tersegmentasi: Menentukan limit, tenor, dan bunga yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing segmen (hasil klastering).
3. Basis Perencanaan: Memanfaatkan hasil analisis deret waktu untuk target penyaluran kredit jangka menengah.
4. Pengayaan Data: Menambahkan data histori pembayaran untuk meningkatkan akurasi model di masa depan.
5. Komunikasi Visual: Menyajikan hasil analisis dalam visualisasi ringkas bagi pengambil keputusan non-teknis.