Joans Henky Servatius Simanullang
52240017
Isnaini Nur Hasanah
52240005
Program Studi Sains
Data
Fakultas Digital, Desain, dan
Bisnis
Institut Teknologi Sains Bandung
Gambaran Umum Hasil Analisis
Berdasarkan hasil Exploratory Data Analysis (EDA), analisis regresi, klasifikasi risiko kredit, klastering nasabah, serta analisis deret waktu, dapat disimpulkan bahwa dinamika kredit dalam dataset perbankan ini dipengaruhi oleh kombinasi antara kapasitas finansial, perilaku keuangan, dan karakteristik risiko nasabah.
Ringkasan Akhir: Integrasi seluruh pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang komprehensif. Pendekatan data-driven mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan objektif, memungkinkan bank mengambil keputusan yang lebih akurat, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan portofolio kredit.
Pola, Tren, dan Hubungan Utama
Pendapatan vs Pinjaman: Hasil EDA menunjukkan pendapatan bulanan dan saldo rekening berhubungan positif dengan besaran pinjaman. Namun, sebaran data yang lebar mengindikasikan bahwa pendapatan bukan satu-satunya faktor penentu; variasi jumlah pinjaman tetap signifikan meski nasabah berada pada kelompok pendapatan serupa.
Determinan Risiko: Analisis korelasi dan klasifikasi memperlihatkan bahwa variabel kualitas keuangan (rasio utang terhadap pendapatan & skor kredit) lebih dominan dalam membedakan risiko gagal bayar. Pendapatan tinggi tidak otomatis menjamin risiko rendah jika dibarengi beban utang besar.
Dinamika Waktu: Analisis deret waktu menunjukkan tren pertumbuhan jangka panjang yang relatif stabil setelah dekomposisi noise. Ini mengindikasikan peningkatan kredit bersifat struktural dan konsisten, bukan sekadar fluktuasi musiman.
Makna Temuan bagi Pengambilan Keputusan Bank
Kesimpulan Utama
Berdasarkan bukti empiris data dan visualisasi:
1. Besaran Pinjaman: Dipengaruhi kombinasi pendapatan,
saldo, dan stabilitas pekerjaan.
2. Risiko Default: Lebih kuat dipengaruhi rasio utang
dan skor kredit dibanding pendapatan absolut.
3. Segmentasi: Mengungkap perbedaan karakteristik
signifikan antar kelompok nasabah.
4. Tren: Penyaluran kredit tumbuh stabil dan terkontrol
secara jangka panjang.
Rekomendasi (Actionable Insights)
Bank disarankan untuk:
1. Indikator Utama: Menjadikan rasio utang dan skor
kredit sebagai parameter utama penilaian risiko.
2. Kebijakan Tersegmentasi: Menentukan limit, tenor,
dan bunga yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing segmen
(hasil klastering).
3. Basis Perencanaan: Memanfaatkan hasil analisis deret
waktu untuk target penyaluran kredit jangka menengah.
4. Pengayaan Data: Menambahkan data histori pembayaran
untuk meningkatkan akurasi model di masa depan.
5. Komunikasi Visual: Menyajikan hasil analisis dalam
visualisasi ringkas bagi pengambil keputusan non-teknis.