Indonesia merupakan negara berkembang yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki kondisi geografis yang strategis. Namun, setelah lebih dari tujuh dekade merdeka, Indonesia masih menghadapi permasalahan utang negara. Pemerintah kerap menggunakan utang sebagai sumber pembiayaan pembangunan, yang menyebabkan jumlah utang terus meningkat. Pada tahun 2023, total utang Indonesia tercatat mencapai Rp8.144,69 triliun, sehingga isu utang menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan beban ekonomi dan ketergantungan fiskal dalam jangka panjang.
Berdasarkan kondisi tersebut, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penambahan utang negara agar kebijakan pemerintah dapat dikontrol secara lebih efektif. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan PDB, PDB tahun sebelumnya, dan rasio utang terhadap PDB tahun sebelumnya terhadap besarnya penambahan utang tahunan negara Indonesia.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari artikel yang ditulis oleh Sulantari, dkk. (2024) yang diterbitkan dalam Unisda Journal of Mathematics and Computer Science dengan judul “Analisis Regresi Linier Berganda untuk Memodelkan Faktor yang Mempengaruhi Nilai Penambahan Utang Tahunan Negara Indonesia”. Artikel tersebut menggunkan data dari BPS Indonesia dan Kementrian Keuangan Indonesia. Artikel tersebut dapat diakses melalui laman https://doi.org/10.52166/ujmc.v10i1.6631
Data yang digunakan berjumlah 19 observasi dengan periode tahunan mulai dari tahun 2005 hingga 2023. Berdasarkan data tersebut, penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel dependen berupa penambahan utang tahunan negara Indonesia, serta variabel independen yang meliputi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), PDB Indonesia tahun sebelumnya, dan rasio utang terhadap PDB pada tahun sebelumnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap besarnya penambahan utang tahunan negara Indonesia.
Exploratory Data Analysis (EDA) dilakukan untuk memahami karakteristik data, melihat pola hubungan antar variabel, serta mengidentifikasi kecenderungan dan potensi permasalahan pada data sebelum dilakukan pemodelan regresi linier berganda.
library(car)
## Warning: package 'car' was built under R version 4.4.3
## Loading required package: carData
## Warning: package 'carData' was built under R version 4.4.3
library(lmtest)
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.4.3
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.4.3
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
library(readxl)
url <- "https://docs.google.com/uc?export=download&id=16ef8RciYQvHPf5F56WUVpOB-yMB44rf9"
temp <- tempfile(fileext = ".xlsx")
download.file(url, temp, mode = "wb")
DATAKOMSTAT <- read_excel(temp)
DATAKOMSTAT[] <- lapply(DATAKOMSTAT, function(x) {
if (is.character(x)) as.numeric(x) else x
})
str(DATAKOMSTAT)
## tibble [19 × 6] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
## $ Tahun : num [1:19] 2005 2006 2007 2008 2009 ...
## $ Total Utang RI (Trilliun Rp): num [1:19] 1313 1302 1389 1637 1591 ...
## $ Penambahan Utang RI : num [1:19] 13.8 -11 87.2 247.3 -46 ...
## $ Pertumbuhan PDB : num [1:19] 5.6 5.5 6.3 6.1 4.5 6.1 6.5 6.23 5.78 5.01 ...
## $ PDB RI Tahun Lalu : num [1:19] 2303 2730 3338 3957 4954 ...
## $ Rasio Utang Tahun Lalu : num [1:19] 0.564 0.481 0.39 0.351 0.33 0.283 0.262 0.244 0.24 0.262 ...
summary(DATAKOMSTAT)
## Tahun Total Utang RI (Trilliun Rp) Penambahan Utang RI
## Min. :2005 Min. :1302 Min. : -46.0
## 1st Qu.:2010 1st Qu.:1659 1st Qu.: 109.2
## Median :2014 Median :2609 Median : 260.4
## Mean :2014 Mean :3472 Mean : 354.8
## 3rd Qu.:2018 3rd Qu.:4516 3rd Qu.: 506.5
## Max. :2023 Max. :8041 Max. :1295.3
## Pertumbuhan PDB PDB RI Tahun Lalu Rasio Utang Tahun Lalu
## Min. :-2.000 Min. : 2303 Min. :0.2400
## 1st Qu.: 5.015 1st Qu.: 5284 1st Qu.:0.2680
## Median : 5.170 Median : 9084 Median :0.2940
## Mean : 4.992 Mean : 9727 Mean :0.3312
## 3rd Qu.: 5.940 3rd Qu.:14213 3rd Qu.:0.3920
## Max. : 6.500 Max. :19588 Max. :0.5640
Berdasarkan analisis statistik deskriptif data periode 2005–2023, total utang negara Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai minimum Rp1.302 triliun, maksimum Rp8.041 triliun, dan rata-rata Rp3.472 triliun, sementara penambahan utang tahunan bersifat fluktuatif dengan nilai terendah -Rp46 triliun, tertinggi Rp1.295,3 triliun, dan rata-rata Rp354,8 triliun per tahun. Pertumbuhan PDB berada pada kisaran -2,00% hingga 6,50% dengan rata-rata 4,99%, yang menunjukkan adanya kontraksi ekonomi pada tahun tertentu meskipun secara umum perekonomian tetap tumbuh. Nilai PDB RI tahun lalu meningkat dari Rp2.303 triliun hingga Rp19.588 triliun dengan rata-rata Rp9.727 triliun, mencerminkan pertumbuhan skala ekonomi nasional. Sementara itu, rasio utang terhadap PDB berada pada rentang 0,24 hingga 0,564 dengan rata-rata 0,331, yang menunjukkan bahwa meskipun utang negara meningkat, tingkat rasio utang masih berada pada batas yang relatif terkendali.
Berdasarkan hasil pada periode 2005–2023, penambahan utang negara Indonesia menunjukkan pola yang fluktuatif namun cenderung meningkat, dengan lonjakan tajam pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan penambahan utang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan kebutuhan fiskal pemerintah.
Hasil scatter plot menunjukkan bahwa PDB RI tahun lalu memiliki hubungan positif yang cukup kuat terhadap penambahan utang, artinya semakin besar ukuran ekonomi, semakin besar pula penambahan utang. Sementara itu, pertumbuhan PDB memiliki hubungan negatif, di mana ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, penambahan utang justru cenderung menurun. Adapun rasio utang tahun lalu menunjukkan hubungan yang lemah terhadap penambahan utang.
Korelasi antar variabel pada regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pola hubungan antar variabel, menilai kelayakan variabel independen, sehingga model regresi yang dibentuk lebih valid.
cor(DATAKOMSTAT[, 3:6])
## Penambahan Utang RI Pertumbuhan PDB PDB RI Tahun Lalu
## Penambahan Utang RI 1.0000000 -0.79058637 0.7726520
## Pertumbuhan PDB -0.7905864 1.00000000 -0.4588239
## PDB RI Tahun Lalu 0.7726520 -0.45882389 1.0000000
## Rasio Utang Tahun Lalu -0.1824640 0.04290796 -0.2075735
## Rasio Utang Tahun Lalu
## Penambahan Utang RI -0.18246402
## Pertumbuhan PDB 0.04290796
## PDB RI Tahun Lalu -0.20757354
## Rasio Utang Tahun Lalu 1.00000000
Berdasarkan matriks korelasi, PDB RI tahun lalu memiliki korelasi positif kuat (r = 0,7726), pertumbuhan PDB berkorelasi negatif kuat (r = -0,7905), sedangkan rasio utang berkorelasi sangat lemah (r = -0,1824) terhadap penambahan utang. Korelasi antar variabel independen relatif rendah sehingga tidak mengindikasikan adanya multikolinearitas yang kuat. Oleh karena itu, variabel-variabel tersebut layak digunakan dalam analisis regresi linier berganda.
Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen. Model regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
\[ Y = \beta_0 + \beta_1 X_1 + \beta_2 X_2 + \beta_3 X_3 + \varepsilon \]
dengan keterangan: - \(Y\) :
Penambahan Utang RI
- \(X_1\) : Pertumbuhan PDB
- \(X_2\) : PDB RI Tahun Lalu
- \(X_3\) : Rasio Utang Tahun
Lalu
- \(\beta_0\) : Konstanta
- \(\beta_1, \beta_2, \beta_3\) :
Koefisien regresi
- \(\varepsilon\) : Galat (error)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen.
Hipotesis uji simultan dirumuskan sebagai berikut:
\[ H_0 : \beta_0 = \beta_1 = \beta_2 = 0 \]
\[ H_1 : \text{minimal terdapat satu } \beta_i \neq 0 \]
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individu (parsial) terhadap variabel dependen.
Hipotesis uji parsial dirumuskan sebagai berikut:
\[ \begin{aligned} H_0 &: \beta_1 = 0 \\ H_1 &: \beta_1 \neq 0 \end{aligned} \]
\[ \begin{aligned} H_0 &: \beta_2 = 0 \\ H_1 &: \beta_2 \neq 0 \end{aligned} \]
model <- lm(`Penambahan Utang RI` ~
`Pertumbuhan PDB` +
`PDB RI Tahun Lalu` +
`Rasio Utang Tahun Lalu`,
data = DATAKOMSTAT)
summary(model)
coef(model)
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah residual pada model regresi linier berganda berdistribusi normal sehingga model regresi layak digunakan untuk pengujian statistik.
Hipotesis :
H0 = Residual berdistribusi normal
H1 = Residual tidak berdistribusi normal
Kriteria Uji
Jika p-value > 0,05,maka H0 diterima
Jika p-value < 0,05,maka H0 ditolak
shapiro.test(residuals(model))
Asumsi non multikolinieritas dilakukan untuk membuktikan ada atau tidak korelasi antara variabel bebas. Asumsi dapat diperhitungkan dengan nilai VIF (Variance Inflation Factor).
Hipotesis :
H0 = Tidak terjadi multikolinieritas
H1 = Terjadi multikolinieritas
Kriteria Uji
Jika nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0,10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
Jika nilai VIF ≥ 10 atau nilai Tolerance ≤ 0,10, maka terjadi multikolinearitas.
vif(model)
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah varians residual bersifat konstan pada seluruh nilai variabel independen.
Hipotesis :
H0 = Tidak terjadi heterokedastisitas
H1 = Terjadi Heterokedastisitas
Kriteria Uji
Jika p-value > 0,05,maka H0 diterima
Jika p-value < 0,05,maka H0 ditolak
bptest(model)
Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara residual pada satu periode dengan residual pada periode lainnya.
Hipotesis :
H0 = Tidak terjadi autokorelasi
H1 = Terjadi autokorelasi
Kriteria Uji
Jika p-value > 0,05,maka H0 diterima
Jika p-value < 0,05,maka H0 ditolak
dwtest(model)
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen bersifat linier.
Hipotesis :
H0 = Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen bersifat linier
H1 = Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen tidak linier
Kriteria Uji
Jika p-value > 0,05,maka H0 diterima
Jika p-value < 0,05,maka H0 ditolak
resettest(model)
plot(model, which = 1)
model <- lm(`Penambahan Utang RI` ~
`Pertumbuhan PDB` +
`PDB RI Tahun Lalu` +
`Rasio Utang Tahun Lalu`,
data = DATAKOMSTAT)
summary(model)
##
## Call:
## lm(formula = `Penambahan Utang RI` ~ `Pertumbuhan PDB` + `PDB RI Tahun Lalu` +
## `Rasio Utang Tahun Lalu`, data = DATAKOMSTAT)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -299.84 -66.41 4.04 93.48 190.32
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 6.172e+02 2.176e+02 2.836 0.012510 *
## `Pertumbuhan PDB` -1.007e+02 2.106e+01 -4.783 0.000242 ***
## `PDB RI Tahun Lalu` 3.158e-02 7.402e-03 4.267 0.000676 ***
## `Rasio Utang Tahun Lalu` -2.015e+02 3.978e+02 -0.507 0.619851
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 144.9 on 15 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.8406, Adjusted R-squared: 0.8087
## F-statistic: 26.37 on 3 and 15 DF, p-value: 3.139e-06
coef(model)
## (Intercept) `Pertumbuhan PDB` `PDB RI Tahun Lalu`
## 617.17208002 -100.72808591 0.03157953
## `Rasio Utang Tahun Lalu`
## -201.51751257
Berdasarkan hasil analisis tersebut Model regresi linier berganda yang diperoleh adalah:
\[ \hat{Y} = 617{,}17 - 100{,}72X_1 + 0{,}0315X_2 - 201{,}51X_3 \] - Konstanta sebesar 617,17 menunjukkan nilai penambahan utang ketika seluruh variabel independen bernilai nol. Koefisien Pertumbuhan PDB bernilai negatif, sedangkan PDB RI Tahun Lalu bernilai positif. Sementara itu, Rasio Utang Tahun Lalu memiliki pengaruh negatif
menunjukkan nilai F-statistic sebesar 26,37 dengan p-value 3,139×10⁻⁶ (< 0,05), sehingga H0 ditolak. Artinya, Pertumbuhan PDB, PDB RI Tahun Lalu, dan Rasio Utang Tahun Lalu secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Penambahan Utang RI.
shapiro.test(residuals(model))
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residuals(model)
## W = 0.96257, p-value = 0.6239
Berdasarkan output diatas diperoleh nilai p-value 0.6239 (> 0,05). Artinya residual berdistribusi normal atau H0 diterima.
vif(model)
## `Pertumbuhan PDB` `PDB RI Tahun Lalu` `Rasio Utang Tahun Lalu`
## 1.271264 1.326059 1.048829
Nilai VIF untuk variabel Pertumbuhan PDB (1,27), PDB RI Tahun Lalu (1,32), dan Rasio Utang Tahun Lalu (1,048) seluruhnya kurang dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
bptest(model)
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model
## BP = 0.027918, df = 3, p-value = 0.9988
Hasil uji Breusch–Pagan menghasilkan p-value sebesar 0,9988 (> 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, atau varians residual bersifat konstan (homoskedastis).
dwtest(model)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 2.4569, p-value = 0.672
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Nilai Durbin–Watson sebesar 2,4569 dengan p-value sebesar 0,672 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada residual model regresi. Hal ini menandakan residual bersifat saling bebas antar periode.
resettest(model)
##
## RESET test
##
## data: model
## RESET = 1.6292, df1 = 2, df2 = 13, p-value = 0.2337
plot(model, which = 1)
Berdasarkan plot Residuals vs Fitted, titik-titik residual tersebar
secara acak di sekitar garis nol dan tidak membentuk pola tertentu,
sehingga menunjukkan hubungan yang linier antara variabel independen dan
variabel dependen. Hal ini diperkuat oleh hasil uji RESET yang
menghasilkan p-value sebesar 0,2337 (> 0,05), sehingga H0
diterima.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda terhadap data penambahan utang tahunan Negara Indonesia periode 2005–2023, diperoleh model \[ \hat{Y} = 617{,}17 - 100{,}72X_1 + 0{,}0315X_2 - 201{,}51X_3 \] Hasil uji simultan menunjukkan bahwa variabel Pertumbuhan PDB, PDB RI Tahun Lalu, dan Rasio Utang Tahun Lalu secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penambahan utang negara. Secara parsial, Pertumbuhan PDB berpengaruh signifikan dengan arah negatif, PDB RI Tahun Lalu berpengaruh signifikan dengan arah positif, sedangkan Rasio Utang Tahun Lalu tidak berpengaruh signifikan.
Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi seluruh asumsi yang dipersyaratkan. Residual berdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen, tidak terjadi heteroskedastisitas, serta tidak ditemukan autokorelasi. Selain itu, berdasarkan plot residual dan uji RESET, model telah memenuhi asumsi linearitas dan tidak mengalami kesalahan spesifikasi. Nilai Adjusted R² sebesar 0,8087 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 80,87% variasi penambahan utang tahunan Negara Indonesia, sehingga model regresi yang dibangun dinilai layak dan dapat digunakan untuk analisis serta pengambilan kesimpulan.