1. Pasar bersifat aktif dan tidak stagnan
Hampir tidak ditemukannya kondisi tetap baik pada data historis, analisis 10 hari, maupun steady state menunjukkan bahwa harga aset jarang berada dalam kondisi diam.
Implikasi bisnis: strategi wait and see kurang efektif. Pelaku pasar perlu respons cepat karena perubahan harga terjadi hampir setiap periode.
2. Jangka pendek ada peluang rebound, tapi jangka panjang lebih berisiko
Dalam jangka pendek, baik kondisi turun maupun tetap memiliki peluang cukup besar untuk berpindah ke kondisi naik. Namun, hasil steady state justru menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, probabilitas berada pada kondisi turun lebih besar dibandingkan naik.
Implikasi bisnis:
Cocok untuk trading jangka pendek dan ini mengidentifikasikan bahwasanya kurang ideal untuk hold jangka panjang tanpa manajemen risiko
3. Momentum naik tidak sepenuhnya stabil
Meskipun kondisi naik memiliki peluang bertahan yang cukup besar, probabilitas pembalikan ke kondisi turun juga tinggi.
Implikasi bisnis:
Saat harga naik, profit taking(mengambil keuntungan pasar) menjadi strategi rasional dan juga hindari asumsi bahwa tren naik akan bertahan lama karna tren naik dan turun tidak jauh beda probrabilitasnya
4. Penurunan harga membuka peluang masuk pasar (entry point)
Probabilitas transisi dari kondisi turun ke kondisi naik relatif tinggi, menunjukkan adanya kecenderungan pemulihan harga setelah penurunan.
Implikasi bisnis:
Strategi buy on dip relevan dalam konteks ini