Kasus
Analisis MDS digunakan untuk melihat pola kedekatan antar objek. Pada kasus ini, objek yang dianalisis adalah 10 kota yang memiliki beberapa indikator numerik.
Tujuan
Mengetahui kota mana yang memiliki karakteristik mirip berdasarkan indikator yang digunakan.
Data
Data yang dibangkitkan secara acak di R dengan 10 objek (kota) dan 4 variabel numerik, misalnya:
- Indeks Pelayanan
- Indeks Infrastruktur
- Indeks Lingkungan
- Indeks Kepuasan
## Loading required package: plotrix
## Loading required package: colorspace
## Loading required package: e1071
##
## Attaching package: 'smacof'
## The following object is masked from 'package:base':
##
## transform
set.seed(123)
data_kota <- data.frame(
Pelayanan = runif(10, 60, 90),
Infrastruktur = runif(10, 55, 85),
Lingkungan = runif(10, 50, 80),
Kepuasan = runif(10, 65, 95)
)
rownames(data_kota) <- paste("Kota", 1:10)
data_kota## Pelayanan Infrastruktur Lingkungan Kepuasan
## Kota 1 68.62733 83.70500 76.68618 93.89073
## Kota 2 83.64915 68.60002 70.78410 92.06897
## Kota 3 72.26931 75.32712 69.21520 85.72116
## Kota 4 86.49052 72.17900 79.82809 88.86402
## Kota 5 88.21402 58.08774 69.67117 65.73841
## Kota 6 61.36669 81.99475 71.25591 79.33388
## Kota 7 75.84316 62.38263 66.32198 87.75379
## Kota 8 86.77257 56.26179 67.82426 71.49224
## Kota 9 76.54305 64.83762 58.67479 74.54543
## Kota 10 73.69844 83.63511 54.41341 71.94877
## Kota 1 Kota 2 Kota 3 Kota 4 Kota 5 Kota 6 Kota 7
## Kota 2 22.180373
## Kota 3 14.353057 14.748250
## Kota 4 22.069930 10.627696 18.293840
## Kota 5 43.377941 28.738183 30.837446 28.973972
## Kota 6 17.234597 28.953960 14.432120 29.864050 38.466505
## Kota 7 25.530186 11.752480 13.886487 19.823793 25.833660 26.257225
## Kota 8 40.775064 24.375202 27.896747 26.444436 6.475299 37.160618 20.581824
## Kota 9 33.425847 22.767571 19.086425 28.378377 19.500164 26.568829 15.474397
## Kota 10 31.674070 31.589435 21.905179 35.027297 33.685873 22.202984 29.118381
## Kota 8 Kota 9
## Kota 2
## Kota 3
## Kota 4
## Kota 5
## Kota 6
## Kota 7
## Kota 8
## Kota 9 16.468844
## Kota 10 33.170635 19.655517
Nilai jarak yang kecil menunjukkan kemiripan karakteristik antar kota. Kota 5 dan Kota 8 memiliki tingkat kemiripan tertinggi, sedangkan Kota 1 relatif berbeda dibandingkan beberapa kota lain seperti Kota 5 dan Kota 8. Secara umum, kota-kota dapat dikelompokkan berdasarkan kedekatan jaraknya, yang kemudian divisualisasikan lebih jelas melalui peta MDS dua dimensi.
## [,1] [,2]
## Kota 1 -20.9172328 5.82359527
## Kota 2 -0.9948664 11.43856080
## Kota 3 -8.1534814 0.02655391
## Kota 4 -1.7987034 14.87041110
## Kota 5 21.6089929 -1.15992130
## Kota 6 -15.5572023 -9.05468268
## Kota 7 2.0249271 4.75044534
## Kota 8 19.5884358 1.36513538
## Kota 9 8.3233535 -8.65467836
## Kota 10 -4.1242231 -19.40541945
Secara keseluruhan, hasil MDS menunjukkan adanya beberapa kelompok kota dengan karakteristik yang mirip, serta beberapa kota yang memiliki karakteristik unik. Pemetaan ini memudahkan identifikasi pola kedekatan antar kota secara visual dan dapat digunakan sebagai dasar analisis lanjutan.
plot(mds_cmd,
type = "n",
main = "Plot MDS Kota (Classical MDS)",
xlab = "Dimensi 1",
ylab = "Dimensi 2")
text(mds_cmd, labels = rownames(data_kota), col = "blue")Kota yang berdekatan pada plot memiliki karakteristik yang mirip, sedangkan kota yang berjauhan menunjukkan perbedaan karakteristik. Kota 5 dan Kota 8 tampak paling mirip karena posisinya sangat berdekatan, sementara Kota 10 berada cukup jauh dari kota lain sehingga menunjukkan karakteristik yang paling berbeda.
## [1] 0.08171339
Pola kedekatan antar kota pada metode SMACOF konsisten dengan Classical MDS. Kota 5 dan Kota 8 kembali menunjukkan kemiripan yang tinggi, sedangkan Kota 10 tetap terpisah dari kota lainnya, menandakan perbedaan karakteristik yang cukup signifikan.
Secara umum, baik Classical MDS maupun SMACOF menghasilkan pola kedekatan antar kota yang konsisten. Perbedaan utama terletak pada skala dan tata letak visual, di mana SMACOF memberikan representasi yang lebih teroptimasi melalui minimisasi nilai stress. Konsistensi posisi relatif antar kota menunjukkan bahwa hasil pemetaan cukup reliabel dan dapat digunakan untuk interpretasi lebih lanjut.