Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia. Patofisiologi dan faktor risiko yang terkait dengan jenis kelamin berbeda. Sekitar 80% dari perbedaan terkait usia ini disebabkan oleh profil risiko kardiovaskular yang merugikan pada pria di usia dini akibat faktor-faktor seperti merokok, hipertensi, dan diabetes. Namun, wanita cenderung memiliki beban penyakit dan disabilitas yang lebih tinggi setelah dekade kelima kehidupan, hal ini karena transisi menopause dan hilangnya efek kardioprotektif dari hormon seks estrogen.
Dengan adanya perbedaan profil risiko dan perubahan fisiologis antara laki-laki dan perempuan tersebut, sangat penting untuk melakukan analisis statistik yang dapat mengidentifikasi perubahan simultan dalam berbagai indikator kesehatan kardiovaskular. Oleh karena itu, menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) menjadi relevan karena teknik ini memungkinkan untuk menguji secara bersamaan pengaruh jenis kelamin terhadap sejumlah variabel kardiovaskular. Metode multivariat ini tidak hanya menunjukkan perbedaan pada masing-masing indikator, tetapi juga menunjukkan pola umum yang merepresentasikan interaksi fisiologis yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Statistika deskriptif merupakan metode pengolahan dan penyajian data yang bertujuan untuk menggambarkan, merangkum, serta menjelaskan karakteristik suatu objek penelitian berdasarkan data sampel maupun populasi. Data bisa disajikan dalam bentuk gambar atau diagram yang lebih mudah dipahami atau dibaca. Melalui analisis ini, informasi penting seperti pola, kecenderungan, dan sifat dasar data dapat diidentifikasi sehingga memberikan gambaran awal yang berguna dalam memahami fenomena yang diteliti sebelum dilakukan analisis lanjutan.
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan simultan di antara dua atau lebih variabel dependen terhadap beberapa variabel independen. Tujuan dilakukan analisis MANOVA adalah untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan antara kelompok dalam beberapa variabel dependen. MANOVA berguna ketika ada beberapa variabel respons yang cenderung berkorelasi (Binus, 2023). MANOVA dapat dibagi menjadi MANOVA satu arah dan MANOVA dua arah (desain faktorial). Terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam pengujian MANOVA antara lain data pada variabel bebas harus berdistribusi normal multivariat dan adanya kesamaan matriks varians kovarians antar kelompok/populasi.
Multivariat adalah metode yang digunakan untuk mengetahui apakah beberapa variabel dalam populasi berdistribusi normal atau tidak. Salah satu metode untuk menguji normalitas multivariat adalah uji mardia, yang digeneralisasi dari uji normalitas univariat yang didasarkan pada skewness (kemiringan) dan kurtosis (keruncingan). Hipotesis uji normalitas multivariat adalah sebagai berikut:
H0 : Data berdistribusi normal multivariat
H1 : Data tidak berdistribusi normal multivariat
Kriteria keputusan : Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Uji homogenitas matriks varians kovarians dapat dilakukan menggunakan Uji Box’s M. Uji ini sensitif terhadap penyimpangan normalitas multivariat dan ketidaknormalan distribusi data, sehingga hasil pengujian yang tidak signifikan terjadi bukan karena matriksnya sama, tetapi karena asumsi normalitas multivariat tidak dipenuhi. Oleh karena itu, sebelum menginterpretasikan hasil uji penting untuk mengetahui apakah data amatan memenuhi asumsi normalitas multivariat. Hipotesis uji normalitas multivariat adalah sebagai berikut:
H0 : \(\Sigma\) 1 = \(\Sigma\) 2 = … = \(\Sigma\)n = 0
H1 : minimal terdapat satu \(\Sigma\)i \(\neq\) 0 ; i = 1,2,…,n
Kriteria keputusan : Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Berikut adalah hipotesis uji MANOVA:
H0 : \(\tau\) 1 = \(\tau\) 2 = … = \(\tau\)n = 0
H1 : minimal terdapat satu \(\tau\)i \(\neq\) 0 ; i = 1,2,…,n
Kriteria keputusan : Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Terdapat beberapa statistik uji dalam MANOVA sebagai berikut:
Pillai’s Trace, statistik uji yang digunakan ketika asumsi homogenitas matriks kovarians antar kelompok tidak terpenuhi, ukuran sampel relatif kecil, atau ketika hasil antar variabel menunjukkan ketidakkonsistenan. Statistik ini dianggap paling robust terhadap pelanggaran asumsi.
Roy’s Largest Root, statistik uji yang hanya digunakan ketika asumsi homogenitas matriks kovarians terpenuhi. Uji ini menitikberatkan pada akar karakteristik terbesar, sehingga peka terhadap perbedaan utama yang muncul pada satu kombinasi linear variabel respons.
Wilks’ Lambda, statistik uji yang digunakan jika terdapat lebih dari dua kelompok pada variabel independen dan asumsi homogenitas matriks kovarians terpenuhi. Statistik ini mengukur proporsi variasi yang tidak dijelaskan oleh model.
Hotelling’s Lawley Trace, statistik uji yang digunakan ketika jumlah kelompok variabel independen lebih dari dua. Uji ini memperhitungkan keseluruhan jumlah akar karakteristik untuk menilai perbedaan multivariat antar kelompok secara keseluruhan.
Uji kesejajaran profil digunakan untuk menguji hipotesis apakah garis profil antar-kelompok memiliki kemiringan dan bentuk yang serupa, sehingga perbedaan pola pada variabel dependen dapat diidentifikasi secara signifikan. Berikut adalah hipotesis uji kesejajaran profil. Hipotesis uji kesejajaran profil adalah sebagai berikut:
H0 : C\(\mu_1\) = C\(\mu_2\)
H1 : C\(\mu_1\) \(\neq\) C\(\mu_2\)
Kriteria keputusan: Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Uji keberimpitan profil digunakan untuk menilai apakah profil antar-kelompok bertemu pada titik yang sama atau berbeda secara signifikan, sehingga dapat diketahui ada tidaknya perbedaan dalam posisi perpotongan profil. Hipotesis uji keberimpitan profil adalah sebagai berikut:
H0 : 1’\(\mu_1^2\) = 1’\(\mu_2^2\)
H1 : 1’\(\mu_1^2\) \(\neq\) 1’\(\mu_1^2\)
Kriteria keputusan: Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Uji ini berfungsi untuk menguji apakah terdapat perbedaan tingkat atau rata-rata antar-kelompok pada satu variabel dependen, sehingga dapat menentukan apakah kelompok memiliki level yang sama atau berbeda secara signifikan. Hipotesis uji kesamaan profil adalah sebagai berikut:
H0 : C\(\mu\) = 0
H1 : C\(\mu\) \(\neq\) 0
Kriteria keputusan: Tolak H0 jika p-value < \(\alpha\)
Data yang digunakan data sekunder yang bersumber dari Kaggle dengan link sebagai berikut: https://www.kaggle.com/code/prthmgoyl/neuralnetwork-heart-disease-dataset/input
Dari dataset tersebut dipilih tiga variabel dependen yang berkaitan dengan kondisi kardiovaskular, yaitu tekanan darah saat istirahat (trestbps), kadar kolesterol (chol), dan detak jantung maksimum (thalach) dengan dua variabel independent yaitu laki-laki dan Perempuan (jenis kelamin). Data yang diambil sebanyak 80 pengamatan. Ingin diketahui apakah terdapat perbedaan profil kardiovaskular antara laki-laki dan perempuan berdasarkan ketiga indikator tersebut. Berikut data yang digunakan
library(readxl)
library(MVN)
library(MVTests)
##
## Attaching package: 'MVTests'
## The following object is masked from 'package:datasets':
##
## iris
library(profileR)
## Loading required package: ggplot2
## Loading required package: RColorBrewer
## Loading required package: reshape
## Loading required package: lavaan
## This is lavaan 0.6-20
## lavaan is FREE software! Please report any bugs.
Penjelasan:
library() digunakan untuk memuat package yang
diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi di dalamnya
library(readxl) : memuat package
readxl yang digunakan untuk membaca file excel ke dalam
R.library(MVN) : memuat package MVN
yang digunakan untuk uji asumsi normalitas dari satu atau beberapa
kelompok data.library(MVtests) : memuat package
MVtests yang digunakan untuk uji statistik data
multivariat, dalam kasus ini digunakan untuk pengujian homogenitas
matriks kovarians antara 2 atau lebih kelompok data.library(profileR) : memuat package
profileR yang digunakan untuk membuat profil data dan
analisis eksploratifdata_awal <- read_excel("C:/Users/user/Downloads/Heart.xlsx", sheet="Data2")
View(data_awal)
Penjelasan:
Menggunakan fungsi read_excel untuk membaca file excel
yang terletak di Lokasi C:/Users/user/Downloads/Heart.xlsx
dan disimpan dalam variabel data_awal.
y1 <- as.matrix(data_awal$`Trestbps`, nrow=80, ncol=1)
y2 <- as.matrix(data_awal$`Cholesterol`, nrow=80, ncol=1)
y3 <- as.matrix(data_awal$`Thalach`, nrow=80, ncol=1)
perlakuan <- as.matrix(data_awal$`Gender`, nrow=80, ncol=1)
data=data.frame(perlakuan,y1,y2,y3)
data
## perlakuan y1 y2 y3
## 1 Female 138 294 106
## 2 Female 100 248 122
## 3 Female 112 149 125
## 4 Female 132 341 136
## 5 Female 118 210 192
## 6 Female 118 210 192
## 7 Female 140 308 142
## 8 Female 120 244 162
## 9 Female 106 223 142
## 10 Female 135 252 172
## 11 Female 120 209 173
## 12 Female 145 307 146
## 13 Female 136 319 152
## 14 Female 180 327 117
## 15 Female 120 244 162
## 16 Female 160 360 151
## 17 Female 130 330 169
## 18 Female 132 342 166
## 19 Female 178 228 165
## 20 Female 146 278 152
## 21 Female 150 283 162
## 22 Female 140 241 123
## 23 Female 146 278 152
## 24 Female 120 215 170
## 25 Female 160 164 145
## 26 Female 120 215 170
## 27 Female 174 249 143
## 28 Female 140 268 160
## 29 Female 108 267 167
## 30 Female 124 209 163
## 31 Female 138 236 152
## 32 Female 128 303 159
## 33 Female 140 197 116
## 34 Female 122 213 165
## 35 Female 145 307 146
## 36 Female 140 417 157
## 37 Female 150 240 171
## 38 Female 150 240 171
## 39 Female 130 256 149
## 40 Female 170 225 146
## 41 Male 125 212 168
## 42 Male 140 203 155
## 43 Male 145 174 125
## 44 Male 148 203 161
## 45 Male 114 318 140
## 46 Male 160 289 145
## 47 Male 120 249 144
## 48 Male 122 286 116
## 49 Male 140 298 122
## 50 Male 128 204 156
## 51 Male 124 266 109
## 52 Male 140 211 165
## 53 Male 140 185 155
## 54 Male 104 208 148
## 55 Male 130 233 179
## 56 Male 130 256 142
## 57 Male 120 169 144
## 58 Male 130 131 115
## 59 Male 160 269 112
## 60 Male 129 196 163
## 61 Male 150 231 147
## 62 Male 125 213 125
## 63 Male 138 271 182
## 64 Male 128 263 105
## 65 Male 128 229 150
## 66 Male 120 258 147
## 67 Male 120 249 144
## 68 Male 140 226 178
## 69 Male 135 203 132
## 70 Male 117 230 160
## 71 Male 138 175 173
## 72 Male 120 188 139
## 73 Male 140 217 111
## 74 Male 140 217 111
## 75 Male 120 193 162
## 76 Male 130 245 180
## 77 Male 152 212 150
## 78 Male 154 232 164
## 79 Male 130 204 202
## 80 Male 100 299 125
Penjelasan
Tiap kolom variabel dependen pada data_awal dimasukkan
ke dalam matriks melalui fungsi
y1 <- as.matrix(data_awal$Trestbps, nrow=80, ncol=1)
seterusnya sampai pada variabel Thalach dengan
masing-maisng 75 baris dan 1 kolom. Begitu pun pada variabel dependen
Gender.
data=data.frame(perlakuan,y1,y2,y3) menggabungkan
matriks-matriks tersebut ke dalam sebuah data frame yang disebut
data. Data frame ini dapat digunakan untuk
analisis statistik selanjutnya.
summary(data[,2:4])
## y1 y2 y3
## Min. :100.0 Min. :131.0 Min. :105.0
## 1st Qu.:120.0 1st Qu.:210.0 1st Qu.:139.8
## Median :132.0 Median :238.0 Median :151.5
## Mean :134.2 Mean :244.5 Mean :149.8
## 3rd Qu.:141.2 3rd Qu.:272.8 3rd Qu.:165.0
## Max. :180.0 Max. :417.0 Max. :202.0
Penjelasan
summary digunakan untuk membuat ringkasan statistik pada
kolom 2 sampai 4 yaitu variabel trestbp,
cholesterol,dan thalach.
exists("mvn", where = "package:MVN")
## [1] TRUE
result <- mvn(
data = data_awal,
subset = "Gender",
mvn_test = "mardia",
univariate_test = "AD",
multivariate_outlier_method = "adj",
show_new_data = TRUE
)
summary(result, select = "mvn")
##
## ── Multivariate Normality Test Results ─────────────────────────────────────────
## Group Test Statistic p.value MVN
## 1 Female Mardia Skewness 14.744 0.142 ✓ Normal
## 2 Female Mardia Kurtosis 0.208 0.835 ✓ Normal
## 3 Male Mardia Skewness 10.304 0.414 ✓ Normal
## 4 Male Mardia Kurtosis -0.490 0.624 ✓ Normal
summary(result, select = "univariate")
##
## ── Univariate Normality Test Results ───────────────────────────────────────────
## Group Test Variable Statistic p.value Normality
## 1 Female Anderson-Darling Trestbps 0.447 0.267 ✓ Normal
## 2 Female Anderson-Darling Cholesterol 0.493 0.205 ✓ Normal
## 3 Female Anderson-Darling Thalach 0.700 0.062 ✓ Normal
## 4 Male Anderson-Darling Trestbps 0.444 0.272 ✓ Normal
## 5 Male Anderson-Darling Cholesterol 0.352 0.451 ✓ Normal
## 6 Male Anderson-Darling Thalach 0.357 0.440 ✓ Normal
Penjelasan
exists() memastikan apakah fungsi mvn()
tersedia di dalam package MVN.
mvn() digunakan untuk menguji normalitas
data_awal dengan uji Mardia (Multivariat) dan uji Anderson
Darling untuk menguji normalitas univariat pada masing-masing variabel.
summary() digunakan untuk menyajikan ringkasan hasil dari
tes mvn tersebut.
ujiboxm<-BoxM(data = data_awal[,2:4], data_awal$Gender)
summary(ujiboxm)
## Box's M Test
##
## Chi-Squared Value = 12.11413 , df = 6 and p-value: 0.0595
Penjelasan
BoxM() digunakan untuk menguji homogenitas matriks
kovarians dengan uji Box-M. summary() digunakan untuk
menyajikan ringkasan hasil uji Box’s M.
ujimanova <- manova(cbind(y1,y2,y3)~perlakuan,data=data)
summary(ujimanova, test="Pillai")
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## perlakuan 1 0.15352 4.5946 3 76 0.005212 **
## Residuals 78
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(ujimanova, test="Roy")
## Df Roy approx F num Df den Df Pr(>F)
## perlakuan 1 0.18137 4.5946 3 76 0.005212 **
## Residuals 78
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(ujimanova, test="Wilks")
## Df Wilks approx F num Df den Df Pr(>F)
## perlakuan 1 0.84648 4.5946 3 76 0.005212 **
## Residuals 78
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(ujimanova, test="Hotelling-Lawley")
## Df Hotelling-Lawley approx F num Df den Df Pr(>F)
## perlakuan 1 0.18137 4.5946 3 76 0.005212 **
## Residuals 78
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary.aov(ujimanova)
## Response y1 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## perlakuan 1 437.1 437.11 1.5668 0.2144
## Residuals 78 21761.1 278.99
##
## Response y2 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## perlakuan 1 22145 22144.5 9.4287 0.00294 **
## Residuals 78 183193 2348.6
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response y3 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## perlakuan 1 980 980.00 2.1028 0.151
## Residuals 78 36352 466.05
Penjelasan
manova() digunakan untuk melakukan analisis MANOVA
menggunakan data frame yang telah dibentuk. `summary()
digunakan untuk menyajikan ringkasan hasil uji statistika
Pillai, Roy’s, Wilk’s Lambda, dan
Hotelling.
summary.aov() digunakan untuk menyajikan ringkasan hasil
uji anova pada objek ujimanova dengan lebih rinci, sehingga
dapat diketahui perbedaan signifikan kelompok dalam masing-masing
variabel respons.
profil <- pbg(data[,2:4], data[,1], profile.plot = TRUE)
summary(profil)
## Call:
## pbg(data = data[, 2:4], group = data[, 1], profile.plot = TRUE)
##
## Hypothesis Tests:
## $`Ho: Profiles are parallel`
## Multivariate.Test Statistic Approx.F num.df den.df p.value
## 1 Wilks 0.91948735 3.371158 2 77 0.03949223
## 2 Pillai 0.08051265 3.371158 2 77 0.03949223
## 3 Hotelling-Lawley 0.08756255 3.371158 2 77 0.03949223
## 4 Roy 0.08756255 3.371158 2 77 0.03949223
##
## $`Ho: Profiles have equal levels`
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## group 1 4490 4490 13.8 0.00038 ***
## Residuals 78 25370 325
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## $`Ho: Profiles are flat`
## F df1 df2 p-value
## 1 207.033 2 77 1.049554e-31
Penjelasan
pbg() digunakan untuk melakukan analisis profil pada
kolom 2 hingga 4 dari data dan faktor analisisnya adalah kolom pertama
dari data yaitu Gender. profile.plot = TRUE
menunjukkan bahwa akan dihasilkan plot profil pada output.
summary() digunakan untuk menampilkan ringkasan hasil
analisis profil.
Penjelasan
H0 : Data berdistribusi normal multivariat
H1 : Data tidak berdistribusi normal multivariat
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Mardia, diperoleh semua p-value > \(\alpha\) = 0.05 sehingga terima H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa data berdistribusi normal multivariat sehingga asumsi normalitas multivariat setiap perlakuan terpenuhi.
H0 : Data berdistribusi normal univariat
H1 : Data tidak berdistribusi normal univariat
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Anderson Darling, diperoleh semua p-value > \(\alpha\) = 0.05 sehingga terima H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa data berdistribusi normal univariat, sehingga asumsi normalitas multivariat setiap variabel terpenuhi.
H0 : \(\Sigma_1\) = \(\Sigma_2\) = … = \(\Sigma_n\) = 0
H1 : minimal terdapat satu \(\Sigma_i\) \(\neq\) 0 ; i = 1,2,…,n
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Box’s M, diperoleh p-value sebesar 0.0595 > \(\alpha\) = 0.05, sehingga terima H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa dua kelompok data memiliki matriks kovarians yang sama, sehingga asumsi homogenitas matriks kovarians terpenuhi.
H0 : \(\tau_1\) = \(\tau_2\) = 0
H1 : minimal terdapat satu \(\tau_i\) \(\neq\) 0 ; i = 1,2
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Pillai’s Trace, Roy’s Largest Root, Wik’s Lambda, dan Hotelling’s Lawley Trace diperoleh p-value sebesar 0.005212 < \(\alpha\) = 0.05, sehingga tolak H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa jenis kelamin berpengaruh signifikan secara multivariat terhadap tekanan darah, kadar kolesterol, dan detak jantung maksimal.
H0 : \(\tau_1\) = \(\tau_2\) = 0
H1 : minimal terdapat satu \(\tau_i\) \(\neq\) 0 ; i = 1,2
Keputusan:
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, dapat dibuktikan bahwa perbedaan jenis kelamin memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel kadar kolesterol, sedangkan pada variabel tekanan darah dan detak jantung maksimum, perbedaan jenis kelamin tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
H0 : C\(\mu_1\) = C\(\mu_2\)
H1 : C\(\mu_1\) \(\neq\) C\(\mu_2\)
Keputusan:
Berdasarkan hasil output, diperoleh p-value sebesar 0.0395 < \(\alpha\) = 0.05, sehingga tolak H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5% terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa perubahan dalam variabel dependen bergantung pada jenis kelamin. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki efek signifikan terhadap tekanan darah, kadar kolesterol, dan detak jantung maksimum.
H0 : 1’\(\mu_1^2\) = 1’\(\mu_2^2\)
H1 : 1’\(\mu_1^2\) \(\neq\) 1’\(\mu_1^2\)
Keputusan:
Berdasarkan hasil output, diperoleh p-value sebesar 1.049554e-31 < \(\alpha\) = 0.05, sehingga tolak H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5% terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki efek yang signifikan terhadap tekanan darah, kadar kolesterol, dan detak jantung maksimum.
H0 : C\(\mu\) = 0
H1 : C\(\mu\) \(\neq\) 0
Keputusan:
Berdasarkan hasil output, diperoleh p-value sebesar 0.00038 < \(\alpha\) = 0.05, sehingga tolak H0.
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5% terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa terdapat setidaknya 1 variabel yang menyebabkan kedua kelompok berbeda signifikan. Artinya, pengaruh jenis kelamin menghasilkan rata-rata tekanan darah, kadar kolesterol, dan detak jantung maksimum yang berbeda antara kelompok female dan male.
Pembahasan
Setelah dilakukan analisis MANOVA untuk melihat perbedaan profil kardiovaskular berdasarkan jenis kelamin, seluruh statistik uji multivariat menunjukkan nilai signifikan sehingga hipotesis nol ditolak. Hasil ini mengindikasikan bahwa secara simultan terdapat perbedaan profil kardiovaskular antara laki-laki dan perempuan. Dengan kata lain, ketika seluruh variabel kardiovaskular dipertimbangkan secara bersama-sama, kedua kelompok memiliki rataan vektor yang berbeda secara signifikan.
Untuk mengetahui variabel mana yang berkontribusi terhadap perbedaan tersebut, kemudian dilakukan uji ANOVA pada masing-masing variabel respon. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa hanya variabel Y2, yaitu kadar kolesterol, yang berbeda signifikan antar kelompok. Variabel lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara individual. Hal ini berarti bahwa perbedaan multivariat yang terdeteksi oleh MANOVA terutama disebabkan oleh perbedaan kadar kolesterol antara laki-laki dan perempuan.
Kemudian dilakukan analisis profil untuk melihat pola perbedaan antar variabel respon pada dua kelompok jenis kelamin. Pertama yaitu uji kesejajaran profil bertujuan untuk mengetahui apakah bentuk atau arah profil kedua kelompok sejajar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola perubahan antar variabel respon pada laki-laki dan perempuan tidak sejajar. Dengan demikian, arah kecenderungan tiap variabel kardiovaskular antara kedua kelompok tidak memiliki pola yang sama. Kedua yaitu uji keberhimpitan profil, yaitu pengujian apakah kedua profil berada pada posisi yang sama. Hasil menunjukkan bahwa profil kedua kelompok tidak berhimpit dan memiliki perbedaan level rataan pada setidaknya satu variabel. Ketiga, uji kesamaan profil juga menghasilkan keputusan menolak H_0 sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa bentuk, posisi, dan pola profil kardiovaskular antara laki-laki dan perempuan berbeda secara signifikan.
Berdasarkan pada hasil uji yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan seperti berikut:
Williams, J. S., Wiley, E., Cheng, J. L., Stone, J. C., Bostad, W., Cherubini, J. M., Gibala, M. J., Tang, A., & MacDonald, M. J. (2024). Differences in cardiovascular risk factors associated with sex and gender identity, but not gender expression, in young, healthy cisgender adults. Frontiers in cardiovascular medicine, 11, 1374765. https://doi.org/10.3389/fcvm.2024.1374765
Landler, L., Ruxton, G. D., & Malkemper, E. P. (2022). The multivariate analysis of variance as a powerful approach for circular data. Movement ecology, 10(1), 21. https://doi.org/10.1186/s40462-022-00323-8
Binus (2023). Mengenal ANOVA dan MANOVA
Nabila, H. T. R., & Wulandari, S. P. (2024). ANALISIS PENGARUH JENIS NYERI DADA TERHADAP RATA-RATA TEKANAN DARAH DAN USIA MENGGUNAKAN MANOVA. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran (JUPEJA), 2(2), 38-48.
Nengsih, T. A., Arisha, B., & Safitri, Y. (2022). Statistika deskriptif dengan program R. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.