BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas pembangunan sumber daya manusia di setiap daerah. Perbedaan jumlah satuan pendidikan antarprovinsi menunjukkan adanya variasi kapasitas layanan pendidikan yang perlu dipahami secara mendalam. Ketimpangan tersebut dapat memengaruhi pemerataan akses belajar dan peluang pengembangan masyarakat. Oleh karena itu, analisis berdasarkan data jumlah sekolah per provinsi menjadi langkah penting untuk melihat pola dan kebutuhan wilayah. Pemikiran ini sejalan dengan urgensi pemerataan dalam perencanaan pendidikan (Suryadi & Tilaar, 2010).
Data mengenai jumlah SD, SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi per provinsi dapat dimanfaatkan untuk memahami karakteristik wilayah berdasarkan ketersediaan fasilitas pendidikan. Penggunaan metode statistik seperti hierarchical clustering memungkinkan pengelompokan provinsi yang memiliki kesamaan dalam struktur pendidikannya. Teknik ini membantu memetakan wilayah secara lebih objektif dan memberikan gambaran mengenai kelompok provinsi dengan kondisi pendidikan yang serupa. Analisis berbasis data ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan strategis di sektor pendidikan. Hal ini sejalan dengan pentingnya penggunaan data kuantitatif dalam manajemen pendidikan (Fattah, 2009).
Hasil klasterisasi provinsi diharapkan mampu menunjukkan kelompok wilayah yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan fasilitas pendidikan. Informasi tersebut dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan pemerataan sarana pendidikan agar lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil pengelompokan dapat digunakan untuk analisis lanjutan terkait faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi ketersediaan fasilitas pendidikan. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pendidikan nasional. Pandangan ini sejalan dengan pentingnya analisis data dalam evaluasi dan perencanaan pendidikan (Arifin, 2017).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian ini, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian sebagai berikut.
- Bagaimana pola distribusi jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi di setiap provinsi di Indonesia tahun 2024?
- Bagaimana hasil pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan kesamaan jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan menggunakan metode cluster hierarki?
- Bagaimana karakteristik masing-masing cluster provinsi yang terbentuk berdasarkan hasil analisis cluster hierarki?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penelitian ini sebagai berikut.
- Mendeskripsikan pola distribusi jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan pada setiap jenjang pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia tahun 2024.
- Mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan kesamaan jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan menggunakan metode cluster hierarki.
- Mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik masing-masing cluster provinsi berdasarkan hasil pengelompokan yang diperoleh.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut.
- Memberikan gambaran pengelompokan data multivariat berdasarkan tingkat kemiripan objek melalui penerapan metode cluster hierarki.
- Menjadi contoh penerapan analisis cluster hierarki dengan berbagai ukuran jarak dan metode linkage dalam mengkaji struktur dan pola data.
- Memberikan referensi metodologis dalam pemilihan kombinasi ukuran jarak dan metode linkage yang optimal berdasarkan evaluasi koefisien siluet.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Standarisasi Data
Standarisasi data merupakan proses mengubah skala variabel agar memiliki satuan yang sebanding, terutama ketika variabel memiliki rentang nilai berbeda. Hal ini penting karena metode cluster berbasis jarak sangat dipengaruhi oleh perbedaan skala antar variabel (Santoso, 2019). Tanpa standarisasi, variabel bersatuan besar akan mendominasi perhitungan jarak.
Menurut (Supranto, 2009), metode yang paling umum digunakan adalah Z-score standardization, di mana data diubah berdasarkan rata-rata dan standar deviasi. Perlu ditegaskan bahwa standarisasi dilakukan untuk memperoleh nilai yang terpusat pada nol dan memiliki variasi seragam.
Adapun rumus standarisasi Z-score adalah sebagai berikut:
\[
Z_i = \frac{X - \bar{X}}{s}
\] dengan:
- \(X\) : nilai asli
- \(\bar{X}\) : rata-rata
variabel
- \(s\) : standart deviasi
2.2 Ukuran Jarak
Ukuran jarak merupakan komponen utama dalam analisis cluster karena menentukan tingkat kemiripan antar objek. Dua objek dikatakan semakin mirip apabila jarak antar keduanya semakin kecil (Widarjono, 2015). Terdapat beberapa ukuran jarak yang umum digunakan, yaitu Euclidean, Manhattan, dan Mahalanobis. Setiap ukuran jarak memiliki karakteristik dan sensitivitas yang berbeda terhadap skala variabel dan hubungan antarvariabel. Penggunaan ukuran jarak yang tepat menjadi penting agar struktur cluster yang terbentuk dapat merepresentasikan hubungan multivariat secara akurat (Kusnadi, 2018).
2.2.1 Jarak Euclidean
Jarak Euclidean merupakan ukuran jarak paling umum dalam ruang
multidimensi dan dihitung berdasarkan akar kuadrat dari jumlah selisih
kuadrat antar variabel. Jarak ini sensitif terhadap perbedaan skala
sehingga sering digunakan setelah proses standarisasi data (Santoso,
2019). Adapun rumus jarak Euclidean sebagai berikut. \[
d_{ij} = \sqrt{\sum_{k=1}^{p} (x_{ik} - x_{jk})^2}
\] dengan:
- \(d_{ij}\) : jarak Euclidean antar
objek ke-i dan objek ke-j
- \(x_{ik}\) : nilai objek
ke-i pada variabel ke-k
- \(p\) : jumlah variabel
2.2.2 Jarak Manhattan
Jarak Manhattan digunakan untuk menghitung jarak berdasarkan jumlah
selisih absolut antar variabel. Jarak ini kurang sensitif terhadap nilai
ekstrem sehingga lebih stabil ketika digunakan pada data yang mengandung
variabel bervariasi besar (Kusnadi, 2018). Adapun rumus jarak Manhattan
sebagai berikut. \[
d_{ij} = \sum_{k=1}^{p} \lvert x_{ik} - x_{jk} \rvert
\] dengan:
- \(d_{ij}\) : jarak Euclidean antar
objek ke-i dan objek ke-j
- \(x_{ik}\) : nilai objek
ke-i pada variabel ke-k
- \(p\) : jumlah variabel
2.2.3 Jarak Mahalanobis
Jarak Mahalanobis digunakan untuk mempertimbangkan korelasi antar
variabel sehingga lebih tepat digunakan ketika variabel saling berkaitan
secara statistik (Tampubolon, 2017). Jarak ini mengukur kedekatan
menggunakan struktur kovarians data. Adapun rumus perhitungan jarak
Mahalanobis sebagai berikut. \[
D_{ij} = \sqrt{(x_i - x_j)' \, S^{-1} \, (x_i - x_j)}
\] dengan:
- \(D_{ij}\) : jarak Mahalanobis antara
objek ke-i dan objek ke-j
- \(x_{i}\) : vektor data berukuran 𝑝×1
untuk objek ke-i
- \(x_{j}\) : vektor data berukuran 𝑝×1
untuk objek ke-j
- \(S^{-1}\) : matriks invers dari
kovarians data
2.3 Metode Clustering Hierarki
Metode clustering hierarki merupakan teknik pengelompokan data yang dilakukan secara bertingkat, baik melalui pendekatan penggabungan (agglomerative) maupun pemisahan (divisive) (Suliyanto, 2014). Pada pendekatan agglomerative yang paling umum digunakan, proses diawali dengan menganggap setiap objek sebagai satu cluster, kemudian secara bertahap digabungkan sesuai jarak atau kemiripan antar objek hingga membentuk satu cluster besar. Metode ini tidak membutuhkan penentuan jumlah cluster di awal sehingga memberikan fleksibilitas dalam eksplorasi struktur data. Tujuan diterapkannya clustering hierarki adalah untuk mengidentifikasi struktur pengelompokan secara alami, memahami pola kedekatan antar objek, serta memperoleh representasi visual berupa dendrogram. Selain itu, metode ini bermanfaat karena memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses penggabungan cluster pada berbagai tingkat jarak sehingga memudahkan peneliti dalam menilai stabilitas cluster (Kurniawan, 2020).
Pada clustering hierarki, perhitungan jarak antar cluster dilakukan
berdasarkan prinsip pemilihan dua cluster dengan jarak minimum sesuai
metode linkage yang digunakan. Secara umum, jarak antar cluster pada
langkah ke-t dapat dituliskan sebagai: \[
D(C_i, C_j) = \min_{x \in C_i,\; y \in C_j} d(x, y)
\] dimana:
- \(D(C_i, C_j)\) : jarak antara
cluster \(C_{i}\) dan cluster \(C_{j}\)
- \(d(x, y)\) : jarak antara objek
x dan objek y
Rumus tersebut menggambarkan proses fundamental bahwa pemilihan cluster yang digabungkan didasarkan pada jarak atau ukuran kedekatan tertentu antar unit data atau antar cluster.
2.4 Metode Linkage
Metode linkage merupakan aturan untuk menghitung jarak antara dua cluster setelah penggabungan terjadi. Perbedaan metode linkage akan menghasilkan struktur cluster yang berbeda karena setiap metode memiliki cara sendiri dalam menilai jarak antar cluster (Kurniawan, 2020). Pemilihan metode linkage sangat penting karena hasil akhir pengelompokan dapat berubah secara signifikan, terutama pada data multivariat.
2.4.1 Single Linkage
Single linkage menentukan jarak antar cluster berdasarkan jarak
minimum antar objek pada dua cluster yang berbeda. Metode ini cenderung
membentuk cluster panjang dan ramping karena penggabungan berlangsung
selama terdapat dua objek yang sangat dekat. Adapun rumus untuk
menghitung jarak dengan metode linkage adalah sebagai berikut. \[
D(C_i, C_j) = \min_{x \in C_i,\; y \in C_j} d(x, y)
\] dimana:
- \(D(C_i, C_j)\) : jarak antara
cluster \(C_{i}\) dan \(C_{j}\)
- \(d(x, y)\) : jarak antara objek x
dan y
2.4.2 Complete Linkage
Complete linkage menggunakan jarak maksimum antar objek dari dua
cluster. Metode ini menghasilkan cluster yang lebih kompak dibandingkan
single linkage karena cluster hanya digabungkan ketika keseluruhan
anggotanya memiliki jarak relatif kecil. Rumusnya adalah: \[
D(C_i, C_j) = \max_{x \in C_i,\; y \in C_j} d(x, y)
\] dimana:
- \(D(C_i, C_j)\) : jarak antara
cluster \(C_{i}\) dan \(C_{j}\)
- \(d(x, y)\) : jarak antara objek x
dan y
2.4.3 Average Linkage
Average linkage menggunakan rata-rata jarak antar seluruh objek pada
dua cluster yang berbeda. Pendekatan ini berada di antara single maupun
complete linkage dan memberikan hasil yang lebih stabil karena
mempertimbangkan semua informasi jarak (Widarjono, 2015). Rumusnya
yaitu: \[
D(C_i, C_j) = \frac{1}{|C_i| |C_j|}
\sum_{x \in C_i} \sum_{y \in C_j} d(x, y)
\] dimana:
- \(D(C_i, C_j)\) : jarak antara
cluster \(C_{i}\) dan \(C_{j}\)
- \({|C_i|}\) : jumlah anggota pada
cluster \(C_{i}\)
- \({|C_j|}\) : jumlah anggota pada
cluster \(C_{j}\)
- \(d(x, y)\) : jarak antara objek x
dan y
2.4.4 Ward’s Method
Ward’s method menggabungkan cluster dengan tujuan meminimalkan
peningkatan within-cluster variance. Metode ini cenderung
menghasilkan cluster berjumlah seimbang dan kompak, sehingga banyak
digunakan dalam aplikasi sosial dan pendidikan (Suharjo, 2013). Rumus
kenaikan varians Ward adalah: \[
D(C_i, C_j) = \frac{|C_i| |C_j|}{|C_i| + |C_j|} \, \| \bar{x}_{C_i} -
\bar{x}_{C_j} \|^2
\] dimana:
- \(D(C_i, C_j)\) : jarak antara
cluster \(C_{i}\) dan \(C_{j}\)
- \({|C_i|}\) : jumlah anggota pada
cluster \(C_{i}\)
- \({|C_j|}\) : jumlah anggota pada
cluster \(C_{j}\)
- \(\bar{x}_{C_i}\) : rata-rata vektor
objek pada cluster \({C_i}\)
- \(\bar{x}_{C_j}\) : rata-rata vektor
objek pada cluster \({C_ij\)
2.5 Penentuan Jumlah Cluster
Penentuan jumlah cluster merupakan langkah penting dalam analisis cluster karena menentukan stabilitas dan interpretasi hasil. Pada clustering hierarki, salah satu cara yang digunakan adalah menganalisis dendrogram untuk melihat adanya lonjakan (jump) jarak penggabungan. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa pada titik tersebut penggabungan sudah tidak lagi mengelompokkan objek yang benar-benar mirip sehingga pemotongan pada titik sebelum lonjakan sering dipilih sebagai jumlah cluster optimal (Setiawan, 2012).
Selain itu, jumlah cluster juga dapat ditentukan menggunakan nilai koefisien siluet. Nilai siluet menunjukkan kualitas pengelompokan dengan membandingkan kedekatan objek terhadap cluster-nya sendiri dibandingkan cluster lainnya. Jumlah cluster yang dipilih umumnya adalah jumlah yang memberikan nilai siluet rata-rata tertinggi, karena nilai yang mendekati 1 menandakan bahwa struktur cluster sudah terbentuk secara jelas (Yuniarti, 2018).
Metode lain adalah memanfaatkan inconsistency coefficient, yaitu ukuran yang membandingkan jarak penggabungan pada suatu level dengan beberapa level sebelumnya. Ketika nilai inconsistency meningkat signifikan, hal tersebut menandai batas alami pemisahan cluster. Dengan demikian, penentuan jumlah cluster tidak hanya mengandalkan visualisasi dendrogram tetapi juga ukuran statistik yang mendukung kestabilannya.
2.6 Evaluasi Cluster
Evaluasi cluster penting dilakukan untuk memastikan bahwa cluster
yang terbentuk memiliki kualitas yang baik dan menggambarkan struktur
data secara valid. Analisis cluster sendiri bertujuan untuk
mengidentifikasi kelompok objek yang memiliki karakteristik serupa
berdasarkan ukuran kedekatan tertentu sehingga proses evaluasi menjadi
penting untuk mengukur seberapa baik objek berada dalam cluster yang
tepat (Widarjono, 2015). Koefisien Silhouette digunakan untuk menilai
kualitas cluster melalui perbandingan rata-rata jarak objek terhadap
cluster-nya sendiri dan jarak objek terhadap cluster terdekat lainnya
(Yuniarti, 2018). Nilai siluet yang tinggi menunjukkan bahwa objek
berada dalam cluster yang tepat, sedangkan nilai negatif menandakan
bahwa objek lebih mirip dengan cluster lain. Rumus koefisien siluet
adalah: \[
s(i) = \frac{b(i) - a(i)}{\max\{a(i),\, b(i)\}}
\] dimana:
- \(a_{i}\) : rata-rata jarak objek ke
cluster asal
- \(b_{i}\) : rata-rata jarak objek ke
cluster tetangga terdekat
Evaluasi menggunakan siluet membantu memastikan bahwa hasil pengelompokan tidak hanya terbentuk secara matematis tetapi juga bermakna secara interpretatif.
2.7 Dendogram
Dendrogram adalah diagram yang menggambarkan proses penggabungan cluster secara bertingkat dalam analisis clustering hierarki. Diagram ini menampilkan penggabungan cluster pada berbagai tingkat jarak sehingga peneliti dapat memahami hubungan antar objek dan struktur pengelompokan secara menyeluruh (Wahyuni, 2016). Dendrogram membantu menvisualisasikan kapan objek atau cluster digabungkan, serta menunjukkan intensitas kedekatan melalui tinggi atau rendahnya cabang penggabungan.
Penggunaan dendrogram memiliki tujuan untuk memberikan gambaran visual yang memudahkan identifikasi jumlah cluster yang sesuai serta membantu dalam memahami pola dan hierarki dalam data. Selain itu, dendrogram bermanfaat dalam menunjukkan objek yang menjadi outlier, cluster yang terlalu besar atau terlalu kecil, dan hubungan kompleks antar objek yang mungkin sulit terlihat hanya dari matriks jarak. Melalui dendrogram, peneliti dapat menentukan titik pemotongan berdasarkan jarak penggabungan yang signifikan sehingga jumlah cluster dapat ditentukan secara objektif dan informatif.
BAB III
DATA
Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Jumlah Desa yang Memiliki Fasilitas Sekolah Menurut Provinsi dan Tingkat Pendidikan Tahun 2024 yang diambil melalui website resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Sumber: [Badan Pusat Statistik Indonesia. (18 Juli 2025). Jumlah Desa yang Memiliki Fasilitas Sekolah Menurut Provinsi dan Tingkat Pendidikan, 2024.]
BAB IV
SOURCE CODE
4.1 Library
Adapun librabry() yang digunakan dalam rangkaian
analisis ini sebagai berikut.
library(readxl)
library(DT)
library(cluster)
library(knitr)
library(kableExtra)
library(stats)
library(graphics)
library(prettydoc)
library(htmltools)library(readxl)digunakan untuk mengimpor data penelitian dari file Excel(.xlsx)ke dalam R.library(DT)digunakan untuk menampilkan data dan hasil analisis dalam bentuk tabel interaktif pada dokumen HTML.library(cluster)digunakan untuk melakukan evaluasi hasil pengelompokan dengan menghitung koefisien siluet guna menilai kualitas cluster yang terbentuk.library(knitr)digunakan untuk membantu proses penyusunan laporan R Markdown, khususnya dalam menampilkan tabel hasil analisis dalam format yang rapi.library(kableExtra)digunakan untuk memperindah tampilan tabel hasil analisis, seperti pengaturan gaya tabel, scroll, dan penekanan baris tertentu.library(stats)digunakan dalam proses analisis statistik, meliputi standarisasi data, perhitungan jarak, dan pembentukan cluster hierarki.library(graphics)dDigunakan untuk visualisasi hasil analisis, khususnya dalam pembuatan dendrogram cluster hierarki.library(prettydoc)digunakan untuk mengatur tampilan dan format output dokumen R Markdown (khususnya HTML) agar lebih rapi dan menarik.library(htmltools)digunakan untuk mengelola dan mengatur elemen HTML pada dokumen R Markdown, seperti pengaturan caption, penambahan elemen HTML, dan pengaturan tampilan tabel atau konten berbasis web.
4.2 Import dan Persiapan Data
4.2.1 Membaca File Excel
Fungsi read_excel() digunakan untuk mengambil data dari
file eksternal dalam format Excel. Hasil pembacaan kemudian disimpan ke
dalam objek data sehingga dapat diolah lebih lanjut.
4.2.2 Mengubah Tipe Data
Kolom PROVINSI diubah menjadi tipe karakter untuk
memastikan tidak dianggap sebagai faktor atau variabel numerik.
4.2.3 Memilih Variabel untuk Clustering
## Warning: Setting row names on a tibble is deprecated.
Variabel numerik yang akan dianalisis diambil dan disimpan dalam
objek X. Nama baris diberi label berdasarkan nama provinsi
untuk memudahkan interpretasi hasil clustering.
4.3 Standarisasi Data
Data dinormalisasi menggunakan fungsi scale() agar
setiap variabel memiliki skala yang setara, sehingga tidak ada variabel
yang mendominasi perhitungan jarak.
4.4 Ukuran Jarak
4.4.1 Jarak Euclidean
Fungsi dist() digunakan untuk menghitung jarak
antar-observasi menggunakan metode Euclidean, yang disimpan dalam objek
d_euclidean .
4.4.2 Jarak Manhattan
Fungsi dist() digunakan untuk menghitung jarak
antar-observasi menggunakan metode Manhattan, yang disimpan dalam objek
d_manhattan .
4.4.3 Jarak Mahalanobis
Fungsi cov() menghasilkan matriks kovarians yang
kemudian disimpan dalam objek S. Dan funsi
solve() digunakan untuk menghitung invers dari matriks S
yang disimpan dalam objek S_inv .
mahalanobis_dist <- function(X, S_inv) {
n <- nrow(X)
D <- matrix(0, n, n)
for (i in 1:n) {
for (j in 1:n) {
diff <- as.matrix(X[i,] - X[j,])
D[i, j] <- sqrt(t(diff) %*% S_inv %*% diff)
}
}
as.dist(D)
}
d_mahalanobis <- mahalanobis_dist(X_scaled, S_inv)Fungsi diatas dibuat untuk menghitung jarak Mahalanobis secara manual
untuk seluruh pasangan observasi. Hasil perhitungan jarak Mahalanobis
disimpan dalam objek d_mahalanobis .
Lalu, dari perhitungan semua jarak diatas, disimpan dalam satu list
dengan objek distance_list untuk memudahkan iterasi pada
langkah clustering.
4.5 Clustering dan Perbandingan Linkage
4.5.1 Menentukan Metode Linkage
Kode diatas digunakan untuk membandingkan kualitas hasil clustering
berdasarkan berbagai kombinasi jarak dan metode linkage, daftar metode
linkage disimpan dalam objek linkages.
4.5.2 Menentukan Banyak Cluster
Objek k digunakan untuk menentukan jumlah cluster yang
akan dibentuk.
4.5.3 Melakukan Clustering dan Evaluasi
hasil <- data.frame()
for (dist_name in names(distance_list)) {
d <- distance_list[[dist_name]]
for (link in linkages) {
hc <- hclust(d, method = link)
cl <- cutree(hc, k = k)
sil <- mean(silhouette(cl, d)[, 3])
hasil <- rbind(
hasil,
data.frame(
Distance = dist_name,
Linkage = link,
Mean_Silhouette = round(sil, 3)
)
)
}
}Objek hasil dibuat sebagai data frame kosong untuk
menyimpan ringkasan evaluasi. Kemudian, melalui perulangan pertama,
setiap jenis jarak pada distance_list diambil satu per
satu, dan di dalamnya dilakukan perulangan kedua untuk mencoba seluruh
metode linkage. Pada setiap kombinasi, fungsi hclust()
membentuk hierarchical clustering, lalu cutree() memotong
dendrogram menjadi 3 cluster. Nilai silhouette rata-rata dihitung untuk
menilai kualitas pembentukan cluster. Hasil setiap kombinasi meliputi
jenis jarak, metode linkage, dan nilai silhouette ditambahkan ke data
frame hasil.
4.6 Kombinasi Terbaik
Objek terbaik digunakan untuk menyimpan kombinasi jarak
dan linkage dengan nilai Mean Silhouette paling tinggi, sehingga
mewakili hasil clustering yang paling optimal.
4.7 Visualisasi Dendogram
hc_best <- hclust(
distance_list[[terbaik$Distance]],
method = terbaik$Linkage
)
plot(hc_best,
main = paste(
"Dendrogram Cluster Hirarki\n",
"Jarak:", terbaik$Distance,
"| Linkage:", terbaik$Linkage
),
xlab = "",
sub = "",
cex = 0.6)
rect.hclust(hc_best, k = k, border = "red")Kode tersebut digunakan untuk membentuk dan menampilkan dendrogram
berdasarkan kombinasi jarak dan metode linkage yang telah dinilai
sebagai yang terbaik pada tahap sebelumnya. Baris pertama menjalankan
hclust() menggunakan jarak yang diambil dari
distance_list sesuai nilai terbaik$Distance,
serta metode linkage yang ditentukan oleh terbaik$Linkage,
sehingga menghasilkan objek cluster hierarki yang paling optimal dan
disimpan dalam hc_best. Selanjutnya, fungsi
plot() digunakan untuk menampilkan dendrogram dari hasil
clustering tersebut, di mana judul grafik dibuat melalui
paste() untuk mencantumkan informasi jarak dan linkage
terbaik agar interpretasi lebih jelas. Parameter lain seperti
xlab, sub, dan cex diatur untuk
memperindah tampilan dendrogram. Terakhir, rect.hclust()
menggambar kotak berwarna merah untuk menandai pembagian cluster
sebanyak k kelompok, sehingga struktur cluster yang
terbentuk terlihat lebih jelas. Menampilkan dendrogram dengan
konfigurasi terbaik ini penting agar pola pengelompokan dapat
divisualisasikan secara akurat dan memberikan gambaran yang kuat tentang
hasil clustering yang paling optimal.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Standarisasi Data
Hasil standarisasi menggunakan metode z-score menghasilkan data dengan skala yang seragam sehingga setiap variabel—jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan tingkat SD, SMP, SMU, SMK, dan Perguruan Tinggi memiliki kontribusi yang seimbang dalam proses pengelompokan. Standarisasi ini penting karena masing-masing jenjang pendidikan memiliki satuan dan rentang nilai yang berbeda, sehingga perlu diseragamkan agar tidak menimbulkan bias pada hasil clustering. Data yang telah distandarkan ini selanjutnya digunakan untuk mengelompokkan provinsi berdasarkan kemiripan ketersediaan fasilitas pendidikan pada tahun 2024. Dengan demikian, cluster yang terbentuk nantinya diharapkan mampu merepresentasikan pola distribusi fasilitas pendidikan antar provinsi secara lebih objektif dan dapat mengurangi pengaruh perbedaan skala antar variabel.
5.2 Ukuran Jarak
Setelah data distandarisasi, langkah berikutnya dalam analisis cluster hierarki adalah menghitung jarak antar objek (provinsi). Jarak ini digunakan untuk mengukur tingkat kemiripan antar provinsi berdasarkan variabel jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan. Semakin kecil jarak antar dua provinsi, semakin mirip karakteristiknya dalam hal distribusi fasilitas pendidikan.
5.2.1 Jarak Ecluidan
Hasil perhitungan jarak Euclidean ditunjukkan pada Tabel berikut.| ACEH | SUMATERA UTARA | SUMATERA BARAT | RIAU | JAMBI | SUMATERA SELATAN | BENGKULU | LAMPUNG | KEP. BANGKA BELITUNG | KEP. RIAU | DKI JAKARTA | JAWA BARAT | JAWA TENGAH | DI YOGYAKARTA | JAWA TIMUR | BANTEN | BALI | NUSA TENGGARA BARAT | NUSA TENGGARA TIMUR | KALIMANTAN BARAT | KALIMANTAN TENGAH | KALIMANTAN SELATAN | KALIMANTAN TIMUR | KALIMANTAN UTARA | SULAWESI UTARA | SULAWESI TENGAH | SULAWESI SELATAN | SULAWESI TENGGARA | GORONTALO | SULAWESI BARAT | MALUKU | MALUKU UTARA | PAPUA BARAT | PAPUA BARAT DAYA | PAPUA | PAPUA SELATAN | PAPUA TENGAH | PAPUA PEGUNUNGAN | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ACEH | 0.000 | 1.930 | 1.331 | 0.904 | 1.435 | 0.286 | 1.896 | 0.655 | 2.394 | 2.274 | 2.086 | 6.601 | 4.451 | 2.120 | 6.950 | 1.204 | 2.095 | 1.286 | 0.677 | 1.035 | 1.626 | 1.346 | 1.793 | 2.478 | 1.476 | 1.294 | 0.605 | 1.275 | 2.232 | 2.129 | 1.726 | 1.786 | 2.424 | 2.400 | 2.250 | 2.471 | 2.452 | 2.447 |
| SUMATERA UTARA | 1.930 | 0.000 | 3.049 | 2.575 | 3.214 | 2.050 | 3.701 | 2.047 | 4.187 | 4.060 | 3.671 | 4.756 | 2.604 | 3.848 | 5.059 | 2.240 | 3.855 | 2.895 | 2.027 | 2.817 | 3.425 | 3.181 | 3.558 | 4.276 | 3.237 | 3.083 | 1.580 | 3.080 | 4.033 | 3.902 | 3.529 | 3.563 | 4.232 | 4.202 | 4.054 | 4.277 | 4.250 | 4.258 |
| SUMATERA BARAT | 1.331 | 3.049 | 0.000 | 0.655 | 0.558 | 1.168 | 0.862 | 1.112 | 1.230 | 1.072 | 0.822 | 7.441 | 5.581 | 0.843 | 7.999 | 1.095 | 0.905 | 0.460 | 1.476 | 0.650 | 0.794 | 0.567 | 0.640 | 1.314 | 0.451 | 0.666 | 1.545 | 0.650 | 1.113 | 0.980 | 0.630 | 0.761 | 1.281 | 1.245 | 1.102 | 1.346 | 1.295 | 1.327 |
| RIAU | 0.904 | 2.575 | 0.655 | 0.000 | 0.706 | 0.658 | 1.227 | 0.561 | 1.678 | 1.553 | 1.443 | 7.043 | 5.138 | 1.400 | 7.541 | 0.825 | 1.382 | 0.425 | 0.911 | 0.456 | 0.971 | 0.787 | 1.069 | 1.767 | 0.852 | 0.692 | 1.101 | 0.642 | 1.529 | 1.391 | 1.020 | 1.048 | 1.738 | 1.702 | 1.564 | 1.793 | 1.756 | 1.763 |
| JAMBI | 1.435 | 3.214 | 0.558 | 0.706 | 0.000 | 1.225 | 0.531 | 1.187 | 1.006 | 0.907 | 1.158 | 7.702 | 5.744 | 0.847 | 8.219 | 1.369 | 0.740 | 0.586 | 1.376 | 0.459 | 0.304 | 0.297 | 0.434 | 1.095 | 0.374 | 0.275 | 1.762 | 0.221 | 0.844 | 0.721 | 0.366 | 0.357 | 1.059 | 1.028 | 0.892 | 1.107 | 1.080 | 1.075 |
| SUMATERA SELATAN | 0.286 | 2.050 | 1.168 | 0.658 | 1.225 | 0.000 | 1.715 | 0.418 | 2.213 | 2.096 | 1.950 | 6.679 | 4.595 | 1.949 | 7.072 | 1.031 | 1.914 | 1.057 | 0.519 | 0.824 | 1.429 | 1.181 | 1.605 | 2.300 | 1.306 | 1.095 | 0.665 | 1.071 | 2.050 | 1.936 | 1.542 | 1.581 | 2.252 | 2.225 | 2.078 | 2.299 | 2.277 | 2.273 |
| BENGKULU | 1.896 | 3.701 | 0.862 | 1.227 | 0.531 | 1.715 | 0.000 | 1.696 | 0.523 | 0.464 | 1.085 | 8.181 | 6.203 | 0.554 | 8.719 | 1.820 | 0.333 | 1.035 | 1.853 | 0.931 | 0.368 | 0.556 | 0.270 | 0.606 | 0.524 | 0.663 | 2.252 | 0.672 | 0.350 | 0.295 | 0.254 | 0.246 | 0.552 | 0.532 | 0.395 | 0.591 | 0.578 | 0.564 |
| LAMPUNG | 0.655 | 2.047 | 1.112 | 0.561 | 1.187 | 0.418 | 1.696 | 0.000 | 2.170 | 2.050 | 1.848 | 6.550 | 4.597 | 1.873 | 7.036 | 0.693 | 1.854 | 0.901 | 0.583 | 0.831 | 1.418 | 1.216 | 1.547 | 2.260 | 1.271 | 1.093 | 0.716 | 1.079 | 2.015 | 1.877 | 1.516 | 1.532 | 2.225 | 2.193 | 2.050 | 2.273 | 2.241 | 2.248 |
| KEP. BANGKA BELITUNG | 2.394 | 4.187 | 1.230 | 1.678 | 1.006 | 2.213 | 0.523 | 2.170 | 0.000 | 0.181 | 1.115 | 8.594 | 6.694 | 0.517 | 9.179 | 2.194 | 0.362 | 1.407 | 2.362 | 1.432 | 0.862 | 1.063 | 0.632 | 0.091 | 0.975 | 1.174 | 2.719 | 1.177 | 0.191 | 0.299 | 0.676 | 0.664 | 0.116 | 0.073 | 0.170 | 0.174 | 0.103 | 0.149 |
| KEP. RIAU | 2.274 | 4.060 | 1.072 | 1.553 | 0.907 | 2.096 | 0.464 | 2.050 | 0.181 | 0.000 | 0.946 | 8.451 | 6.574 | 0.352 | 9.041 | 2.049 | 0.237 | 1.269 | 2.274 | 1.333 | 0.808 | 0.964 | 0.509 | 0.249 | 0.854 | 1.091 | 2.583 | 1.090 | 0.227 | 0.239 | 0.563 | 0.588 | 0.246 | 0.198 | 0.147 | 0.322 | 0.244 | 0.307 |
| DKI JAKARTA | 2.086 | 3.671 | 0.822 | 1.443 | 1.158 | 1.950 | 1.085 | 1.848 | 1.115 | 0.946 | 0.000 | 7.843 | 6.150 | 0.614 | 8.516 | 1.593 | 0.857 | 1.110 | 2.262 | 1.423 | 1.277 | 1.174 | 0.873 | 1.163 | 0.938 | 1.329 | 2.239 | 1.332 | 1.121 | 1.015 | 0.966 | 1.096 | 1.156 | 1.119 | 1.034 | 1.219 | 1.145 | 1.230 |
| JAWA BARAT | 6.601 | 4.756 | 7.441 | 7.043 | 7.702 | 6.679 | 8.181 | 6.550 | 8.594 | 8.451 | 7.843 | 0.000 | 3.192 | 8.177 | 1.753 | 6.412 | 8.248 | 7.247 | 6.658 | 7.365 | 7.944 | 7.725 | 7.981 | 8.681 | 7.702 | 7.624 | 6.111 | 7.624 | 8.471 | 8.311 | 7.990 | 8.018 | 8.659 | 8.620 | 8.484 | 8.710 | 8.663 | 8.696 |
| JAWA TENGAH | 4.451 | 2.604 | 5.581 | 5.138 | 5.744 | 4.595 | 6.203 | 4.597 | 6.694 | 6.574 | 6.150 | 3.192 | 0.000 | 6.351 | 3.050 | 4.757 | 6.358 | 5.460 | 4.490 | 5.328 | 5.922 | 5.684 | 6.072 | 6.782 | 5.730 | 5.580 | 4.129 | 5.599 | 6.535 | 6.413 | 6.050 | 6.084 | 6.733 | 6.708 | 6.558 | 6.771 | 6.750 | 6.756 |
| DI YOGYAKARTA | 2.120 | 3.848 | 0.843 | 1.400 | 0.847 | 1.949 | 0.554 | 1.873 | 0.517 | 0.352 | 0.614 | 8.177 | 6.351 | 0.000 | 8.799 | 1.796 | 0.265 | 1.087 | 2.166 | 1.233 | 0.840 | 0.893 | 0.426 | 0.580 | 0.698 | 1.034 | 2.379 | 1.042 | 0.511 | 0.417 | 0.534 | 0.622 | 0.571 | 0.530 | 0.438 | 0.636 | 0.562 | 0.637 |
| JAWA TIMUR | 6.950 | 5.059 | 7.999 | 7.541 | 8.219 | 7.072 | 8.719 | 7.036 | 9.179 | 9.041 | 8.516 | 1.753 | 3.050 | 8.799 | 0.000 | 7.048 | 8.841 | 7.815 | 7.033 | 7.837 | 8.447 | 8.212 | 8.549 | 9.268 | 8.246 | 8.111 | 6.525 | 8.103 | 9.036 | 8.891 | 8.529 | 8.562 | 9.234 | 9.200 | 9.055 | 9.285 | 9.248 | 9.266 |
| BANTEN | 1.204 | 2.240 | 1.095 | 0.825 | 1.369 | 1.031 | 1.820 | 0.693 | 2.194 | 2.049 | 1.593 | 6.412 | 4.757 | 1.796 | 7.048 | 0.000 | 1.858 | 0.864 | 1.264 | 1.189 | 1.644 | 1.457 | 1.594 | 2.281 | 1.383 | 1.388 | 1.015 | 1.372 | 2.081 | 1.915 | 1.615 | 1.647 | 2.265 | 2.223 | 2.093 | 2.322 | 2.268 | 2.305 |
| BALI | 2.095 | 3.855 | 0.905 | 1.382 | 0.740 | 1.914 | 0.333 | 1.854 | 0.362 | 0.237 | 0.857 | 8.248 | 6.358 | 0.265 | 8.841 | 1.858 | 0.000 | 1.104 | 2.087 | 1.156 | 0.665 | 0.792 | 0.319 | 0.444 | 0.650 | 0.916 | 2.401 | 0.924 | 0.298 | 0.196 | 0.418 | 0.447 | 0.416 | 0.378 | 0.255 | 0.470 | 0.417 | 0.464 |
| NUSA TENGGARA BARAT | 1.286 | 2.895 | 0.460 | 0.425 | 0.586 | 1.057 | 1.035 | 0.901 | 1.407 | 1.269 | 1.110 | 7.247 | 5.460 | 1.087 | 7.815 | 0.864 | 1.104 | 0.000 | 1.307 | 0.640 | 0.883 | 0.758 | 0.822 | 1.494 | 0.717 | 0.724 | 1.441 | 0.663 | 1.288 | 1.126 | 0.815 | 0.839 | 1.479 | 1.437 | 1.309 | 1.540 | 1.488 | 1.514 |
| NUSA TENGGARA TIMUR | 0.677 | 2.027 | 1.476 | 0.911 | 1.376 | 0.519 | 1.853 | 0.583 | 2.362 | 2.274 | 2.262 | 6.658 | 4.490 | 2.166 | 7.033 | 1.264 | 2.087 | 1.307 | 0.000 | 0.956 | 1.518 | 1.362 | 1.780 | 2.449 | 1.501 | 1.196 | 0.928 | 1.198 | 2.185 | 2.078 | 1.720 | 1.711 | 2.405 | 2.382 | 2.242 | 2.441 | 2.429 | 2.411 |
| KALIMANTAN BARAT | 1.035 | 2.817 | 0.650 | 0.456 | 0.459 | 0.824 | 0.931 | 0.831 | 1.432 | 1.333 | 1.423 | 7.365 | 5.328 | 1.233 | 7.837 | 1.189 | 1.156 | 0.640 | 0.956 | 0.000 | 0.623 | 0.443 | 0.844 | 1.519 | 0.587 | 0.291 | 1.374 | 0.302 | 1.258 | 1.152 | 0.772 | 0.799 | 1.475 | 1.450 | 1.307 | 1.520 | 1.500 | 1.489 |
| KALIMANTAN TENGAH | 1.626 | 3.425 | 0.794 | 0.971 | 0.304 | 1.429 | 0.368 | 1.418 | 0.862 | 0.808 | 1.277 | 7.944 | 5.922 | 0.840 | 8.447 | 1.644 | 0.665 | 0.883 | 1.518 | 0.623 | 0.000 | 0.362 | 0.430 | 0.946 | 0.462 | 0.346 | 1.989 | 0.366 | 0.677 | 0.605 | 0.342 | 0.287 | 0.901 | 0.882 | 0.754 | 0.935 | 0.927 | 0.900 |
| KALIMANTAN SELATAN | 1.346 | 3.181 | 0.567 | 0.787 | 0.297 | 1.181 | 0.556 | 1.216 | 1.063 | 0.964 | 1.174 | 7.725 | 5.684 | 0.893 | 8.212 | 1.457 | 0.792 | 0.758 | 1.362 | 0.443 | 0.362 | 0.000 | 0.514 | 1.146 | 0.288 | 0.252 | 1.729 | 0.269 | 0.894 | 0.813 | 0.429 | 0.510 | 1.088 | 1.068 | 0.919 | 1.132 | 1.117 | 1.107 |
| KALIMANTAN TIMUR | 1.793 | 3.558 | 0.640 | 1.069 | 0.434 | 1.605 | 0.270 | 1.547 | 0.632 | 0.509 | 0.873 | 7.981 | 6.072 | 0.426 | 8.549 | 1.594 | 0.319 | 0.822 | 1.780 | 0.844 | 0.430 | 0.514 | 0.000 | 0.721 | 0.378 | 0.622 | 2.095 | 0.627 | 0.497 | 0.358 | 0.156 | 0.240 | 0.689 | 0.654 | 0.512 | 0.744 | 0.701 | 0.722 |
| KALIMANTAN UTARA | 2.478 | 4.276 | 1.314 | 1.767 | 1.095 | 2.300 | 0.606 | 2.260 | 0.091 | 0.249 | 1.163 | 8.681 | 6.782 | 0.580 | 9.268 | 2.281 | 0.444 | 1.494 | 2.449 | 1.519 | 0.946 | 1.146 | 0.721 | 0.000 | 1.060 | 1.260 | 2.806 | 1.263 | 0.271 | 0.390 | 0.763 | 0.752 | 0.101 | 0.091 | 0.239 | 0.139 | 0.073 | 0.126 |
| SULAWESI UTARA | 1.476 | 3.237 | 0.451 | 0.852 | 0.374 | 1.306 | 0.524 | 1.271 | 0.975 | 0.854 | 0.938 | 7.702 | 5.730 | 0.698 | 8.246 | 1.383 | 0.650 | 0.717 | 1.501 | 0.587 | 0.462 | 0.288 | 0.378 | 1.060 | 0.000 | 0.420 | 1.789 | 0.469 | 0.826 | 0.718 | 0.377 | 0.492 | 1.011 | 0.985 | 0.833 | 1.058 | 1.028 | 1.042 |
| SULAWESI TENGAH | 1.294 | 3.083 | 0.666 | 0.692 | 0.275 | 1.095 | 0.663 | 1.093 | 1.174 | 1.091 | 1.329 | 7.624 | 5.580 | 1.034 | 8.111 | 1.388 | 0.916 | 0.724 | 1.196 | 0.291 | 0.346 | 0.252 | 0.622 | 1.260 | 0.420 | 0.000 | 1.657 | 0.143 | 0.995 | 0.901 | 0.548 | 0.553 | 1.213 | 1.191 | 1.050 | 1.251 | 1.238 | 1.221 |
| SULAWESI SELATAN | 0.605 | 1.580 | 1.545 | 1.101 | 1.762 | 0.665 | 2.252 | 0.716 | 2.719 | 2.583 | 2.239 | 6.111 | 4.129 | 2.379 | 6.525 | 1.015 | 2.401 | 1.441 | 0.928 | 1.374 | 1.989 | 1.729 | 2.095 | 2.806 | 1.789 | 1.657 | 0.000 | 1.646 | 2.567 | 2.441 | 2.049 | 2.112 | 2.766 | 2.735 | 2.587 | 2.821 | 2.787 | 2.796 |
| SULAWESI TENGGARA | 1.275 | 3.080 | 0.650 | 0.642 | 0.221 | 1.071 | 0.672 | 1.079 | 1.177 | 1.090 | 1.332 | 7.624 | 5.599 | 1.042 | 8.103 | 1.372 | 0.924 | 0.663 | 1.198 | 0.302 | 0.366 | 0.269 | 0.627 | 1.263 | 0.469 | 0.143 | 1.646 | 0.000 | 1.003 | 0.903 | 0.541 | 0.537 | 1.218 | 1.193 | 1.055 | 1.259 | 1.244 | 1.227 |
| GORONTALO | 2.232 | 4.033 | 1.113 | 1.529 | 0.844 | 2.050 | 0.350 | 2.015 | 0.191 | 0.227 | 1.121 | 8.471 | 6.535 | 0.511 | 9.036 | 2.081 | 0.298 | 1.288 | 2.185 | 1.258 | 0.677 | 0.894 | 0.497 | 0.271 | 0.826 | 0.995 | 2.567 | 1.003 | 0.000 | 0.184 | 0.522 | 0.504 | 0.240 | 0.218 | 0.151 | 0.285 | 0.260 | 0.244 |
| SULAWESI BARAT | 2.129 | 3.902 | 0.980 | 1.391 | 0.721 | 1.936 | 0.295 | 1.877 | 0.299 | 0.239 | 1.015 | 8.311 | 6.413 | 0.417 | 8.891 | 1.915 | 0.196 | 1.126 | 2.078 | 1.152 | 0.605 | 0.813 | 0.358 | 0.390 | 0.718 | 0.901 | 2.441 | 0.903 | 0.184 | 0.000 | 0.413 | 0.379 | 0.379 | 0.339 | 0.243 | 0.431 | 0.384 | 0.401 |
| MALUKU | 1.726 | 3.529 | 0.630 | 1.020 | 0.366 | 1.542 | 0.254 | 1.516 | 0.676 | 0.563 | 0.966 | 7.990 | 6.050 | 0.534 | 8.529 | 1.615 | 0.418 | 0.815 | 1.720 | 0.772 | 0.342 | 0.429 | 0.156 | 0.763 | 0.377 | 0.548 | 2.049 | 0.541 | 0.522 | 0.413 | 0.000 | 0.208 | 0.725 | 0.694 | 0.551 | 0.781 | 0.747 | 0.751 |
| MALUKU UTARA | 1.786 | 3.563 | 0.761 | 1.048 | 0.357 | 1.581 | 0.246 | 1.532 | 0.664 | 0.588 | 1.096 | 8.018 | 6.084 | 0.622 | 8.562 | 1.647 | 0.447 | 0.839 | 1.711 | 0.799 | 0.287 | 0.510 | 0.240 | 0.752 | 0.492 | 0.553 | 2.112 | 0.537 | 0.504 | 0.379 | 0.208 | 0.000 | 0.724 | 0.692 | 0.569 | 0.769 | 0.742 | 0.735 |
| PAPUA BARAT | 2.424 | 4.232 | 1.281 | 1.738 | 1.059 | 2.252 | 0.552 | 2.225 | 0.116 | 0.246 | 1.156 | 8.659 | 6.733 | 0.571 | 9.234 | 2.265 | 0.416 | 1.479 | 2.405 | 1.475 | 0.901 | 1.088 | 0.689 | 0.101 | 1.011 | 1.213 | 2.766 | 1.218 | 0.240 | 0.379 | 0.725 | 0.724 | 0.000 | 0.054 | 0.181 | 0.084 | 0.054 | 0.080 |
| PAPUA BARAT DAYA | 2.400 | 4.202 | 1.245 | 1.702 | 1.028 | 2.225 | 0.532 | 2.193 | 0.073 | 0.198 | 1.119 | 8.620 | 6.708 | 0.530 | 9.200 | 2.223 | 0.378 | 1.437 | 2.382 | 1.450 | 0.882 | 1.068 | 0.654 | 0.091 | 0.985 | 1.191 | 2.735 | 1.193 | 0.218 | 0.339 | 0.694 | 0.692 | 0.054 | 0.000 | 0.155 | 0.129 | 0.062 | 0.118 |
| PAPUA | 2.250 | 4.054 | 1.102 | 1.564 | 0.892 | 2.078 | 0.395 | 2.050 | 0.170 | 0.147 | 1.034 | 8.484 | 6.558 | 0.438 | 9.055 | 2.093 | 0.255 | 1.309 | 2.242 | 1.307 | 0.754 | 0.919 | 0.512 | 0.239 | 0.833 | 1.050 | 2.587 | 1.055 | 0.151 | 0.243 | 0.551 | 0.569 | 0.181 | 0.155 | 0.000 | 0.245 | 0.204 | 0.230 |
| PAPUA SELATAN | 2.471 | 4.277 | 1.346 | 1.793 | 1.107 | 2.299 | 0.591 | 2.273 | 0.174 | 0.322 | 1.219 | 8.710 | 6.771 | 0.636 | 9.285 | 2.322 | 0.470 | 1.540 | 2.441 | 1.520 | 0.935 | 1.132 | 0.744 | 0.139 | 1.058 | 1.251 | 2.821 | 1.259 | 0.285 | 0.431 | 0.781 | 0.769 | 0.084 | 0.129 | 0.245 | 0.000 | 0.092 | 0.066 |
| PAPUA TENGAH | 2.452 | 4.250 | 1.295 | 1.756 | 1.080 | 2.277 | 0.578 | 2.241 | 0.103 | 0.244 | 1.145 | 8.663 | 6.750 | 0.562 | 9.248 | 2.268 | 0.417 | 1.488 | 2.429 | 1.500 | 0.927 | 1.117 | 0.701 | 0.073 | 1.028 | 1.238 | 2.787 | 1.244 | 0.260 | 0.384 | 0.747 | 0.742 | 0.054 | 0.062 | 0.204 | 0.092 | 0.000 | 0.105 |
| PAPUA PEGUNUNGAN | 2.447 | 4.258 | 1.327 | 1.763 | 1.075 | 2.273 | 0.564 | 2.248 | 0.149 | 0.307 | 1.230 | 8.696 | 6.756 | 0.637 | 9.266 | 2.305 | 0.464 | 1.514 | 2.411 | 1.489 | 0.900 | 1.107 | 0.722 | 0.126 | 1.042 | 1.221 | 2.796 | 1.227 | 0.244 | 0.401 | 0.751 | 0.735 | 0.080 | 0.118 | 0.230 | 0.066 | 0.105 | 0.000 |
Matriks jarak Euclidean tersebut menunjukkan tingkat kemiripan antar provinsi berdasarkan jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan. Semakin kecil jarak antar dua provinsi, semakin mirip pola distribusi fasilitas pendidikannya. Sebaliknya, jarak yang besar menunjukkan bahwa kedua provinsi memiliki karakteristik fasilitas pendidikan yang lebih berbeda.
5.2.2 Jarak Manhattan
Hasil perhitungan jarak Manhattan ditunjukkan pada Tabel berikut.| ACEH | SUMATERA UTARA | SUMATERA BARAT | RIAU | JAMBI | SUMATERA SELATAN | BENGKULU | LAMPUNG | KEP. BANGKA BELITUNG | KEP. RIAU | DKI JAKARTA | JAWA BARAT | JAWA TENGAH | DI YOGYAKARTA | JAWA TIMUR | BANTEN | BALI | NUSA TENGGARA BARAT | NUSA TENGGARA TIMUR | KALIMANTAN BARAT | KALIMANTAN TENGAH | KALIMANTAN SELATAN | KALIMANTAN TIMUR | KALIMANTAN UTARA | SULAWESI UTARA | SULAWESI TENGAH | SULAWESI SELATAN | SULAWESI TENGGARA | GORONTALO | SULAWESI BARAT | MALUKU | MALUKU UTARA | PAPUA BARAT | PAPUA BARAT DAYA | PAPUA | PAPUA SELATAN | PAPUA TENGAH | PAPUA PEGUNUNGAN | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ACEH | 0.000 | 4.250 | 2.390 | 1.631 | 2.884 | 0.516 | 3.987 | 1.167 | 5.020 | 4.714 | 3.615 | 13.954 | 9.656 | 4.143 | 15.464 | 2.010 | 4.250 | 2.363 | 1.239 | 2.013 | 3.371 | 2.849 | 3.612 | 5.219 | 2.915 | 2.614 | 1.309 | 2.613 | 4.700 | 4.376 | 3.581 | 3.647 | 5.140 | 5.066 | 4.740 | 5.245 | 5.166 | 5.210 |
| SUMATERA UTARA | 4.250 | 0.000 | 6.641 | 5.637 | 7.135 | 4.554 | 8.237 | 4.483 | 9.270 | 8.964 | 7.674 | 9.703 | 5.406 | 8.393 | 11.214 | 4.472 | 8.500 | 6.242 | 4.377 | 6.263 | 7.621 | 7.099 | 7.862 | 9.469 | 7.165 | 6.864 | 3.348 | 6.863 | 8.950 | 8.626 | 7.831 | 7.897 | 9.390 | 9.316 | 8.991 | 9.496 | 9.416 | 9.460 |
| SUMATERA BARAT | 2.390 | 6.641 | 0.000 | 1.403 | 0.724 | 2.141 | 1.596 | 2.266 | 2.629 | 2.324 | 1.646 | 16.344 | 12.047 | 1.752 | 17.855 | 2.169 | 1.859 | 0.914 | 3.025 | 1.176 | 1.267 | 1.076 | 1.221 | 2.829 | 0.830 | 1.172 | 3.293 | 1.020 | 2.309 | 1.985 | 1.191 | 1.257 | 2.750 | 2.675 | 2.350 | 2.855 | 2.776 | 2.819 |
| RIAU | 1.631 | 5.637 | 1.403 | 0.000 | 1.497 | 1.115 | 2.600 | 1.154 | 3.633 | 3.327 | 2.926 | 15.341 | 11.043 | 2.756 | 16.851 | 1.430 | 2.863 | 0.732 | 1.623 | 0.892 | 1.984 | 1.529 | 2.225 | 3.832 | 1.528 | 1.343 | 2.289 | 1.289 | 3.313 | 2.989 | 2.194 | 2.260 | 3.753 | 3.679 | 3.353 | 3.859 | 3.779 | 3.823 |
| JAMBI | 2.884 | 7.135 | 0.724 | 1.497 | 0.000 | 2.581 | 1.102 | 2.651 | 2.135 | 1.830 | 2.290 | 16.838 | 12.541 | 1.694 | 18.349 | 2.663 | 1.365 | 1.217 | 2.757 | 0.871 | 0.547 | 0.610 | 0.836 | 2.335 | 0.654 | 0.448 | 3.787 | 0.376 | 1.815 | 1.491 | 0.751 | 0.763 | 2.256 | 2.181 | 1.856 | 2.361 | 2.282 | 2.325 |
| SUMATERA SELATAN | 0.516 | 4.554 | 2.141 | 1.115 | 2.581 | 0.000 | 3.683 | 0.670 | 4.716 | 4.411 | 3.665 | 14.257 | 9.960 | 3.839 | 15.768 | 1.857 | 3.946 | 1.847 | 1.075 | 1.710 | 3.068 | 2.546 | 3.308 | 4.916 | 2.611 | 2.310 | 1.229 | 2.309 | 4.396 | 4.072 | 3.278 | 3.344 | 4.837 | 4.762 | 4.437 | 4.942 | 4.863 | 4.906 |
| BENGKULU | 3.987 | 8.237 | 1.596 | 2.600 | 1.102 | 3.683 | 0.000 | 3.754 | 1.033 | 0.836 | 1.894 | 17.940 | 13.643 | 1.072 | 19.451 | 3.765 | 0.689 | 2.024 | 3.860 | 1.974 | 0.706 | 1.138 | 0.558 | 1.233 | 1.072 | 1.373 | 4.889 | 1.374 | 0.713 | 0.475 | 0.488 | 0.472 | 1.154 | 1.079 | 0.754 | 1.259 | 1.179 | 1.223 |
| LAMPUNG | 1.167 | 4.483 | 2.266 | 1.154 | 2.651 | 0.670 | 3.754 | 0.000 | 4.787 | 4.481 | 3.790 | 14.187 | 9.889 | 3.910 | 15.697 | 1.314 | 4.017 | 1.759 | 1.150 | 1.780 | 3.138 | 2.616 | 3.379 | 4.986 | 2.682 | 2.381 | 1.461 | 2.380 | 4.467 | 4.143 | 3.348 | 3.414 | 4.907 | 4.833 | 4.507 | 5.013 | 4.933 | 4.977 |
| KEP. BANGKA BELITUNG | 5.020 | 9.270 | 2.629 | 3.633 | 2.135 | 4.716 | 1.033 | 4.787 | 0.000 | 0.305 | 1.721 | 18.973 | 14.676 | 0.877 | 20.484 | 4.798 | 0.770 | 3.028 | 4.893 | 3.007 | 1.649 | 2.171 | 1.408 | 0.200 | 2.105 | 2.406 | 5.922 | 2.407 | 0.320 | 0.644 | 1.439 | 1.372 | 0.230 | 0.151 | 0.297 | 0.379 | 0.185 | 0.328 |
| KEP. RIAU | 4.714 | 8.964 | 2.324 | 3.327 | 1.830 | 4.411 | 0.836 | 4.481 | 0.305 | 0.000 | 1.433 | 18.668 | 14.371 | 0.571 | 20.178 | 4.493 | 0.465 | 2.722 | 4.587 | 2.701 | 1.543 | 1.865 | 1.102 | 0.505 | 1.799 | 2.100 | 5.616 | 2.101 | 0.437 | 0.520 | 1.133 | 1.212 | 0.518 | 0.403 | 0.271 | 0.667 | 0.474 | 0.617 |
| DKI JAKARTA | 3.615 | 7.674 | 1.646 | 2.926 | 2.290 | 3.665 | 1.894 | 3.790 | 1.721 | 1.433 | 0.000 | 17.378 | 13.081 | 0.988 | 18.889 | 3.203 | 1.371 | 2.339 | 4.549 | 2.781 | 2.388 | 2.334 | 1.535 | 1.843 | 1.716 | 2.565 | 4.326 | 2.666 | 1.859 | 1.586 | 1.851 | 1.958 | 1.951 | 1.836 | 1.704 | 2.100 | 1.907 | 2.050 |
| JAWA BARAT | 13.954 | 9.703 | 16.344 | 15.341 | 16.838 | 14.257 | 17.940 | 14.187 | 18.973 | 18.668 | 17.378 | 0.000 | 6.753 | 18.096 | 3.449 | 14.175 | 18.203 | 15.946 | 14.081 | 15.967 | 17.325 | 16.803 | 17.566 | 19.173 | 16.868 | 16.567 | 13.051 | 16.566 | 18.653 | 18.329 | 17.535 | 17.601 | 19.094 | 19.019 | 18.694 | 19.199 | 19.120 | 19.163 |
| JAWA TENGAH | 9.656 | 5.406 | 12.047 | 11.043 | 12.541 | 9.960 | 13.643 | 9.889 | 14.676 | 14.371 | 13.081 | 6.753 | 0.000 | 13.799 | 5.808 | 9.878 | 13.906 | 11.648 | 9.783 | 11.670 | 13.028 | 12.506 | 13.268 | 14.876 | 12.571 | 12.270 | 8.754 | 12.269 | 14.356 | 14.032 | 13.237 | 13.304 | 14.797 | 14.722 | 14.397 | 14.902 | 14.823 | 14.866 |
| DI YOGYAKARTA | 4.143 | 8.393 | 1.752 | 2.756 | 1.694 | 3.839 | 1.072 | 3.910 | 0.877 | 0.571 | 0.988 | 18.096 | 13.799 | 0.000 | 19.607 | 3.921 | 0.383 | 2.151 | 4.125 | 2.275 | 1.656 | 1.602 | 0.857 | 1.076 | 1.228 | 1.964 | 5.045 | 2.002 | 0.871 | 0.669 | 1.119 | 1.239 | 1.061 | 0.946 | 0.814 | 1.210 | 1.023 | 1.159 |
| JAWA TIMUR | 15.464 | 11.214 | 17.855 | 16.851 | 18.349 | 15.768 | 19.451 | 15.697 | 20.484 | 20.178 | 18.889 | 3.449 | 5.808 | 19.607 | 0.000 | 15.686 | 19.714 | 17.456 | 15.591 | 17.477 | 18.835 | 18.313 | 19.076 | 20.683 | 18.379 | 18.078 | 14.562 | 18.077 | 20.164 | 19.840 | 19.045 | 19.111 | 20.604 | 20.530 | 20.205 | 20.710 | 20.630 | 20.674 |
| BANTEN | 2.010 | 4.472 | 2.169 | 1.430 | 2.663 | 1.857 | 3.765 | 1.314 | 4.798 | 4.493 | 3.203 | 14.175 | 9.878 | 3.921 | 15.686 | 0.000 | 4.028 | 1.770 | 2.464 | 2.322 | 3.150 | 2.959 | 3.390 | 4.998 | 2.713 | 2.773 | 2.061 | 2.719 | 4.478 | 4.154 | 3.359 | 3.426 | 4.919 | 4.844 | 4.519 | 5.024 | 4.944 | 4.988 |
| BALI | 4.250 | 8.500 | 1.859 | 2.863 | 1.365 | 3.946 | 0.689 | 4.017 | 0.770 | 0.465 | 1.371 | 18.203 | 13.906 | 0.383 | 19.714 | 4.028 | 0.000 | 2.258 | 4.122 | 2.236 | 1.273 | 1.491 | 0.638 | 0.970 | 1.335 | 1.636 | 5.152 | 1.655 | 0.540 | 0.365 | 0.809 | 0.893 | 0.891 | 0.816 | 0.491 | 0.996 | 0.917 | 0.960 |
| NUSA TENGGARA BARAT | 2.363 | 6.242 | 0.914 | 0.732 | 1.217 | 1.847 | 2.024 | 1.759 | 3.028 | 2.722 | 2.339 | 15.946 | 11.648 | 2.151 | 17.456 | 1.770 | 2.258 | 0.000 | 2.210 | 1.345 | 1.764 | 1.572 | 1.620 | 3.227 | 1.327 | 1.462 | 2.894 | 1.333 | 2.708 | 2.384 | 1.589 | 1.655 | 3.148 | 3.074 | 2.748 | 3.254 | 3.174 | 3.218 |
| NUSA TENGGARA TIMUR | 1.239 | 4.377 | 3.025 | 1.623 | 2.757 | 1.075 | 3.860 | 1.150 | 4.893 | 4.587 | 4.549 | 14.081 | 9.783 | 4.125 | 15.591 | 2.464 | 4.122 | 2.210 | 0.000 | 1.886 | 3.244 | 2.722 | 3.485 | 5.092 | 2.969 | 2.487 | 1.422 | 2.486 | 4.573 | 4.249 | 3.454 | 3.520 | 5.013 | 4.939 | 4.613 | 5.118 | 5.039 | 5.083 |
| KALIMANTAN BARAT | 2.013 | 6.263 | 1.176 | 0.892 | 0.871 | 1.710 | 1.974 | 1.780 | 3.007 | 2.701 | 2.781 | 15.967 | 11.670 | 2.275 | 17.477 | 2.322 | 2.236 | 1.345 | 1.886 | 0.000 | 1.358 | 0.836 | 1.599 | 3.206 | 1.119 | 0.601 | 2.915 | 0.600 | 2.687 | 2.363 | 1.568 | 1.634 | 3.127 | 3.053 | 2.727 | 3.232 | 3.153 | 3.197 |
| KALIMANTAN TENGAH | 3.371 | 7.621 | 1.267 | 1.984 | 0.547 | 3.068 | 0.706 | 3.138 | 1.649 | 1.543 | 2.388 | 17.325 | 13.028 | 1.656 | 18.835 | 3.150 | 1.273 | 1.764 | 3.244 | 1.358 | 0.000 | 0.602 | 0.853 | 1.848 | 0.691 | 0.757 | 4.273 | 0.758 | 1.329 | 1.023 | 0.627 | 0.502 | 1.769 | 1.695 | 1.460 | 1.874 | 1.795 | 1.839 |
| KALIMANTAN SELATAN | 2.849 | 7.099 | 1.076 | 1.529 | 0.610 | 2.546 | 1.138 | 2.616 | 2.171 | 1.865 | 2.334 | 16.803 | 12.506 | 1.602 | 18.313 | 2.959 | 1.491 | 1.572 | 2.722 | 0.836 | 0.602 | 0.000 | 0.944 | 2.370 | 0.618 | 0.489 | 3.751 | 0.530 | 1.851 | 1.531 | 0.732 | 0.938 | 2.291 | 2.217 | 1.891 | 2.396 | 2.317 | 2.361 |
| KALIMANTAN TIMUR | 3.612 | 7.862 | 1.221 | 2.225 | 0.836 | 3.308 | 0.558 | 3.379 | 1.408 | 1.102 | 1.535 | 17.566 | 13.268 | 0.857 | 19.076 | 3.390 | 0.638 | 1.620 | 3.485 | 1.599 | 0.853 | 0.944 | 0.000 | 1.607 | 0.697 | 1.107 | 4.514 | 1.144 | 1.088 | 0.764 | 0.316 | 0.423 | 1.528 | 1.454 | 1.128 | 1.634 | 1.554 | 1.598 |
| KALIMANTAN UTARA | 5.219 | 9.469 | 2.829 | 3.832 | 2.335 | 4.916 | 1.233 | 4.986 | 0.200 | 0.505 | 1.843 | 19.173 | 14.876 | 1.076 | 20.683 | 4.998 | 0.970 | 3.227 | 5.092 | 3.206 | 1.848 | 2.370 | 1.607 | 0.000 | 2.304 | 2.605 | 6.121 | 2.607 | 0.519 | 0.843 | 1.638 | 1.572 | 0.163 | 0.153 | 0.479 | 0.257 | 0.141 | 0.227 |
| SULAWESI UTARA | 2.915 | 7.165 | 0.830 | 1.528 | 0.654 | 2.611 | 1.072 | 2.682 | 2.105 | 1.799 | 1.716 | 16.868 | 12.571 | 1.228 | 18.379 | 2.713 | 1.335 | 1.327 | 2.969 | 1.119 | 0.691 | 0.618 | 0.697 | 2.304 | 0.000 | 0.850 | 3.817 | 0.950 | 1.785 | 1.461 | 0.753 | 0.891 | 2.225 | 2.151 | 1.826 | 2.331 | 2.251 | 2.295 |
| SULAWESI TENGAH | 2.614 | 6.864 | 1.172 | 1.343 | 0.448 | 2.310 | 1.373 | 2.381 | 2.406 | 2.100 | 2.565 | 16.567 | 12.270 | 1.964 | 18.078 | 2.773 | 1.636 | 1.462 | 2.487 | 0.601 | 0.757 | 0.489 | 1.107 | 2.605 | 0.850 | 0.000 | 3.516 | 0.252 | 2.086 | 1.762 | 1.022 | 1.033 | 2.526 | 2.452 | 2.127 | 2.632 | 2.552 | 2.596 |
| SULAWESI SELATAN | 1.309 | 3.348 | 3.293 | 2.289 | 3.787 | 1.229 | 4.889 | 1.461 | 5.922 | 5.616 | 4.326 | 13.051 | 8.754 | 5.045 | 14.562 | 2.061 | 5.152 | 2.894 | 1.422 | 2.915 | 4.273 | 3.751 | 4.514 | 6.121 | 3.817 | 3.516 | 0.000 | 3.515 | 5.602 | 5.278 | 4.483 | 4.549 | 6.042 | 5.968 | 5.643 | 6.148 | 6.068 | 6.112 |
| SULAWESI TENGGARA | 2.613 | 6.863 | 1.020 | 1.289 | 0.376 | 2.309 | 1.374 | 2.380 | 2.407 | 2.101 | 2.666 | 16.566 | 12.269 | 2.002 | 18.077 | 2.719 | 1.655 | 1.333 | 2.486 | 0.600 | 0.758 | 0.530 | 1.144 | 2.607 | 0.950 | 0.252 | 3.515 | 0.000 | 2.087 | 1.763 | 1.059 | 1.034 | 2.528 | 2.453 | 2.128 | 2.633 | 2.553 | 2.597 |
| GORONTALO | 4.700 | 8.950 | 2.309 | 3.313 | 1.815 | 4.396 | 0.713 | 4.467 | 0.320 | 0.437 | 1.859 | 18.653 | 14.356 | 0.871 | 20.164 | 4.478 | 0.540 | 2.708 | 4.573 | 2.687 | 1.329 | 1.851 | 1.088 | 0.519 | 1.785 | 2.086 | 5.602 | 2.087 | 0.000 | 0.351 | 1.119 | 1.053 | 0.440 | 0.402 | 0.240 | 0.546 | 0.466 | 0.510 |
| SULAWESI BARAT | 4.376 | 8.626 | 1.985 | 2.989 | 1.491 | 4.072 | 0.475 | 4.143 | 0.644 | 0.520 | 1.586 | 18.329 | 14.032 | 0.669 | 19.840 | 4.154 | 0.365 | 2.384 | 4.249 | 2.363 | 1.023 | 1.531 | 0.764 | 0.843 | 1.461 | 1.762 | 5.278 | 1.763 | 0.351 | 0.000 | 0.849 | 0.729 | 0.764 | 0.690 | 0.461 | 0.870 | 0.790 | 0.834 |
| MALUKU | 3.581 | 7.831 | 1.191 | 2.194 | 0.751 | 3.278 | 0.488 | 3.348 | 1.439 | 1.133 | 1.851 | 17.535 | 13.237 | 1.119 | 19.045 | 3.359 | 0.809 | 1.589 | 3.454 | 1.568 | 0.627 | 0.732 | 0.316 | 1.638 | 0.753 | 1.022 | 4.483 | 1.059 | 1.119 | 0.849 | 0.000 | 0.328 | 1.559 | 1.485 | 1.159 | 1.664 | 1.585 | 1.629 |
| MALUKU UTARA | 3.647 | 7.897 | 1.257 | 2.260 | 0.763 | 3.344 | 0.472 | 3.414 | 1.372 | 1.212 | 1.958 | 17.601 | 13.304 | 1.239 | 19.111 | 3.426 | 0.893 | 1.655 | 3.520 | 1.634 | 0.502 | 0.938 | 0.423 | 1.572 | 0.891 | 1.033 | 4.549 | 1.034 | 1.053 | 0.729 | 0.328 | 0.000 | 1.493 | 1.419 | 1.130 | 1.598 | 1.519 | 1.563 |
| PAPUA BARAT | 5.140 | 9.390 | 2.750 | 3.753 | 2.256 | 4.837 | 1.154 | 4.907 | 0.230 | 0.518 | 1.951 | 19.094 | 14.797 | 1.061 | 20.604 | 4.919 | 0.891 | 3.148 | 5.013 | 3.127 | 1.769 | 2.291 | 1.528 | 0.163 | 2.225 | 2.526 | 6.042 | 2.528 | 0.440 | 0.764 | 1.559 | 1.493 | 0.000 | 0.115 | 0.400 | 0.167 | 0.098 | 0.138 |
| PAPUA BARAT DAYA | 5.066 | 9.316 | 2.675 | 3.679 | 2.181 | 4.762 | 1.079 | 4.833 | 0.151 | 0.403 | 1.836 | 19.019 | 14.722 | 0.946 | 20.530 | 4.844 | 0.816 | 3.074 | 4.939 | 3.053 | 1.695 | 2.217 | 1.454 | 0.153 | 2.151 | 2.452 | 5.968 | 2.453 | 0.402 | 0.690 | 1.485 | 1.419 | 0.115 | 0.000 | 0.325 | 0.264 | 0.119 | 0.223 |
| PAPUA | 4.740 | 8.991 | 2.350 | 3.353 | 1.856 | 4.437 | 0.754 | 4.507 | 0.297 | 0.271 | 1.704 | 18.694 | 14.397 | 0.814 | 20.205 | 4.519 | 0.491 | 2.748 | 4.613 | 2.727 | 1.460 | 1.891 | 1.128 | 0.479 | 1.826 | 2.127 | 5.643 | 2.128 | 0.240 | 0.461 | 1.159 | 1.130 | 0.400 | 0.325 | 0.000 | 0.505 | 0.426 | 0.469 |
| PAPUA SELATAN | 5.245 | 9.496 | 2.855 | 3.859 | 2.361 | 4.942 | 1.259 | 5.013 | 0.379 | 0.667 | 2.100 | 19.199 | 14.902 | 1.210 | 20.710 | 5.024 | 0.996 | 3.254 | 5.118 | 3.232 | 1.874 | 2.396 | 1.634 | 0.257 | 2.331 | 2.632 | 6.148 | 2.633 | 0.546 | 0.870 | 1.664 | 1.598 | 0.167 | 0.264 | 0.505 | 0.000 | 0.193 | 0.128 |
| PAPUA TENGAH | 5.166 | 9.416 | 2.776 | 3.779 | 2.282 | 4.863 | 1.179 | 4.933 | 0.185 | 0.474 | 1.907 | 19.120 | 14.823 | 1.023 | 20.630 | 4.944 | 0.917 | 3.174 | 5.039 | 3.153 | 1.795 | 2.317 | 1.554 | 0.141 | 2.251 | 2.552 | 6.068 | 2.553 | 0.466 | 0.790 | 1.585 | 1.519 | 0.098 | 0.119 | 0.426 | 0.193 | 0.000 | 0.204 |
| PAPUA PEGUNUNGAN | 5.210 | 9.460 | 2.819 | 3.823 | 2.325 | 4.906 | 1.223 | 4.977 | 0.328 | 0.617 | 2.050 | 19.163 | 14.866 | 1.159 | 20.674 | 4.988 | 0.960 | 3.218 | 5.083 | 3.197 | 1.839 | 2.361 | 1.598 | 0.227 | 2.295 | 2.596 | 6.112 | 2.597 | 0.510 | 0.834 | 1.629 | 1.563 | 0.138 | 0.223 | 0.469 | 0.128 | 0.204 | 0.000 |
Perhitungan jarak Manhattan digunakan untuk mengukur tingkat perbedaan antar provinsi berdasarkan jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan. Jarak ini menghitung total selisih absolut antar nilai setiap variabel, sehingga sensitif terhadap perbedaan nyata pada tiap jenjang pendidikan. Matriks jarak yang dihasilkan menggambarkan seberapa dekat atau jauhnya karakteristik antar provinsi: semakin kecil nilai jarak, semakin mirip pola ketersediaan fasilitas pendidikan di provinsi tersebut, sedangkan jarak yang besar menunjukkan perbedaan yang lebih signifikan. Jarak Manhattan ini kemudian menjadi dasar dalam proses pembentukan cluster pada analisis cluster hierarki, di mana kelompok provinsi dengan kemiripan paling tinggi akan bergabung terlebih dahulu pada dendrogram.
5.2.3 Jarak Mahalanobis
Hasil perhitungan jarak Mahalanobis ditunjukkan pada Tabel berikut.| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0.000 | 2.438 | 3.222 | 3.344 | 3.148 | 1.440 | 3.083 | 3.300 | 3.483 | 3.161 | 4.203 | 7.301 | 6.073 | 3.553 | 3.787 | 3.965 | 3.310 | 3.300 | 4.569 | 4.073 | 3.977 | 2.291 | 3.252 | 3.418 | 3.310 | 3.763 | 4.506 | 2.967 | 3.715 | 3.740 | 3.143 | 3.550 | 3.112 | 3.142 | 2.971 | 3.311 | 3.305 | 3.298 |
| 2.438 | 0.000 | 4.515 | 4.014 | 3.080 | 2.247 | 2.822 | 3.023 | 3.459 | 3.411 | 5.051 | 6.378 | 5.404 | 4.027 | 3.540 | 3.788 | 2.968 | 3.369 | 4.406 | 4.731 | 4.104 | 2.804 | 3.366 | 3.379 | 3.746 | 4.001 | 6.100 | 2.902 | 3.886 | 3.637 | 3.758 | 3.223 | 2.959 | 2.999 | 2.957 | 2.804 | 3.068 | 3.104 |
| 3.222 | 4.515 | 0.000 | 2.457 | 3.002 | 2.998 | 2.980 | 3.214 | 2.614 | 2.142 | 2.637 | 5.859 | 6.147 | 1.664 | 4.872 | 2.782 | 2.927 | 3.081 | 4.365 | 2.582 | 3.071 | 2.234 | 2.271 | 2.645 | 1.867 | 2.811 | 2.464 | 3.158 | 2.465 | 2.804 | 1.764 | 3.333 | 2.828 | 2.799 | 2.601 | 3.342 | 2.907 | 2.906 |
| 3.344 | 4.014 | 2.457 | 0.000 | 1.522 | 2.168 | 2.352 | 1.515 | 2.195 | 2.177 | 4.684 | 5.576 | 6.583 | 2.819 | 4.211 | 1.994 | 2.843 | 1.627 | 2.551 | 1.781 | 1.807 | 2.175 | 1.974 | 2.287 | 2.582 | 1.808 | 3.345 | 1.678 | 1.945 | 1.981 | 1.439 | 1.911 | 2.663 | 2.566 | 2.561 | 3.060 | 2.712 | 2.517 |
| 3.148 | 3.080 | 3.002 | 1.522 | 0.000 | 1.846 | 1.037 | 0.604 | 1.227 | 1.503 | 4.627 | 5.514 | 5.974 | 2.532 | 4.451 | 1.753 | 1.723 | 1.389 | 2.339 | 2.314 | 1.445 | 1.522 | 1.209 | 1.279 | 2.205 | 1.554 | 4.496 | 0.464 | 1.345 | 1.037 | 1.396 | 0.510 | 1.527 | 1.443 | 1.537 | 1.751 | 1.556 | 1.308 |
| 1.440 | 2.247 | 2.998 | 2.168 | 1.846 | 0.000 | 2.107 | 1.941 | 2.540 | 2.391 | 4.508 | 6.480 | 5.992 | 3.127 | 3.554 | 2.931 | 2.589 | 2.138 | 3.305 | 3.115 | 2.806 | 1.601 | 2.337 | 2.511 | 2.777 | 2.680 | 4.296 | 1.644 | 2.721 | 2.649 | 2.239 | 2.277 | 2.362 | 2.347 | 2.261 | 2.575 | 2.524 | 2.418 |
| 3.083 | 2.822 | 2.980 | 2.352 | 1.037 | 2.107 | 0.000 | 1.422 | 0.786 | 1.109 | 4.140 | 5.604 | 5.410 | 2.067 | 4.850 | 2.045 | 0.913 | 2.057 | 2.902 | 2.688 | 1.783 | 1.134 | 0.874 | 0.750 | 1.710 | 1.782 | 4.799 | 1.108 | 1.221 | 0.974 | 1.510 | 1.011 | 0.687 | 0.693 | 0.758 | 0.847 | 0.719 | 0.448 |
| 3.300 | 3.023 | 3.214 | 1.515 | 0.604 | 1.941 | 1.422 | 0.000 | 1.641 | 1.912 | 4.908 | 5.195 | 5.835 | 2.838 | 4.100 | 1.753 | 2.074 | 1.506 | 2.069 | 2.308 | 1.497 | 1.821 | 1.550 | 1.712 | 2.438 | 1.598 | 4.514 | 0.704 | 1.650 | 1.365 | 1.680 | 0.835 | 1.955 | 1.876 | 1.955 | 2.132 | 1.966 | 1.738 |
| 3.483 | 3.459 | 2.614 | 2.195 | 1.227 | 2.540 | 0.786 | 1.641 | 0.000 | 0.617 | 3.795 | 5.300 | 5.745 | 1.564 | 5.092 | 1.617 | 0.884 | 1.953 | 3.127 | 2.512 | 1.732 | 1.424 | 0.440 | 0.168 | 1.500 | 1.756 | 4.546 | 1.512 | 0.785 | 0.517 | 1.193 | 1.155 | 0.763 | 0.680 | 0.769 | 1.148 | 0.691 | 0.537 |
| 3.161 | 3.411 | 2.142 | 2.177 | 1.503 | 2.391 | 1.109 | 1.912 | 0.617 | 0.000 | 3.243 | 5.365 | 5.856 | 1.120 | 4.890 | 1.609 | 0.913 | 1.908 | 3.528 | 2.637 | 2.113 | 1.288 | 0.542 | 0.567 | 1.357 | 2.052 | 4.269 | 1.779 | 1.122 | 1.043 | 1.100 | 1.583 | 0.806 | 0.729 | 0.656 | 1.320 | 0.833 | 0.872 |
| 4.203 | 5.051 | 2.637 | 4.684 | 4.627 | 4.508 | 4.140 | 4.908 | 3.795 | 3.243 | 0.000 | 6.232 | 6.689 | 2.360 | 5.850 | 3.966 | 3.511 | 4.462 | 6.480 | 4.961 | 5.055 | 3.688 | 3.630 | 3.729 | 3.233 | 4.835 | 4.762 | 4.834 | 4.078 | 4.205 | 3.735 | 4.785 | 3.606 | 3.620 | 3.431 | 3.927 | 3.659 | 3.893 |
| 7.301 | 6.378 | 5.859 | 5.576 | 5.514 | 6.480 | 5.604 | 5.195 | 5.300 | 5.365 | 6.232 | 0.000 | 7.146 | 5.251 | 5.692 | 4.118 | 5.332 | 5.290 | 6.100 | 5.819 | 5.604 | 5.984 | 5.211 | 5.363 | 5.498 | 5.619 | 6.924 | 5.807 | 5.332 | 5.128 | 5.515 | 5.398 | 5.623 | 5.550 | 5.604 | 5.715 | 5.503 | 5.565 |
| 6.073 | 5.404 | 6.147 | 6.583 | 5.974 | 5.992 | 5.410 | 5.835 | 5.745 | 5.856 | 6.689 | 7.146 | 0.000 | 5.697 | 7.029 | 6.437 | 5.587 | 7.019 | 5.677 | 5.604 | 5.501 | 5.142 | 5.540 | 5.776 | 4.816 | 5.230 | 6.764 | 5.776 | 5.551 | 5.795 | 5.711 | 6.046 | 5.637 | 5.739 | 5.589 | 5.599 | 5.638 | 5.567 |
| 3.553 | 4.027 | 1.664 | 2.819 | 2.532 | 3.127 | 2.067 | 2.838 | 1.564 | 1.120 | 2.360 | 5.251 | 5.697 | 0.000 | 5.235 | 2.128 | 1.633 | 2.796 | 4.263 | 2.917 | 2.763 | 1.866 | 1.382 | 1.551 | 1.188 | 2.597 | 3.974 | 2.776 | 1.737 | 1.915 | 1.596 | 2.634 | 1.677 | 1.667 | 1.499 | 2.120 | 1.681 | 1.803 |
| 3.787 | 3.540 | 4.872 | 4.211 | 4.451 | 3.554 | 4.850 | 4.100 | 5.092 | 4.890 | 5.850 | 5.692 | 7.029 | 5.235 | 0.000 | 4.290 | 4.985 | 3.965 | 5.321 | 5.306 | 5.284 | 4.544 | 4.823 | 5.087 | 5.167 | 5.157 | 5.555 | 4.437 | 5.265 | 5.084 | 4.788 | 4.757 | 5.019 | 4.969 | 4.914 | 5.169 | 5.104 | 5.112 |
| 3.965 | 3.788 | 2.782 | 1.994 | 1.753 | 2.931 | 2.045 | 1.753 | 1.617 | 1.609 | 3.966 | 4.118 | 6.437 | 2.128 | 4.290 | 0.000 | 1.929 | 1.412 | 3.497 | 2.911 | 2.427 | 2.456 | 1.561 | 1.668 | 2.457 | 2.488 | 4.535 | 2.175 | 1.855 | 1.502 | 1.869 | 1.738 | 2.039 | 1.908 | 1.999 | 2.327 | 1.976 | 1.986 |
| 3.310 | 2.968 | 2.927 | 2.843 | 1.723 | 2.589 | 0.913 | 2.074 | 0.884 | 0.913 | 3.511 | 5.332 | 5.587 | 1.633 | 4.985 | 1.929 | 0.000 | 2.229 | 3.732 | 3.261 | 2.485 | 1.563 | 1.046 | 0.746 | 1.767 | 2.462 | 5.071 | 1.928 | 1.597 | 1.309 | 1.860 | 1.626 | 0.389 | 0.403 | 0.487 | 0.556 | 0.308 | 0.625 |
| 3.300 | 3.369 | 3.081 | 1.627 | 1.389 | 2.138 | 2.057 | 1.506 | 1.953 | 1.908 | 4.462 | 5.290 | 7.019 | 2.796 | 3.965 | 1.412 | 2.229 | 0.000 | 3.399 | 3.154 | 2.609 | 2.375 | 1.944 | 1.951 | 2.990 | 2.710 | 4.692 | 1.726 | 2.285 | 1.889 | 2.068 | 1.539 | 2.152 | 2.017 | 2.129 | 2.400 | 2.185 | 2.140 |
| 4.569 | 4.406 | 4.365 | 2.551 | 2.339 | 3.305 | 2.902 | 2.069 | 3.127 | 3.528 | 6.480 | 6.100 | 5.677 | 4.263 | 5.321 | 3.497 | 3.732 | 3.399 | 0.000 | 2.129 | 1.598 | 3.091 | 3.036 | 3.248 | 3.431 | 1.751 | 4.743 | 2.138 | 2.659 | 2.726 | 2.842 | 2.426 | 3.558 | 3.526 | 3.571 | 3.686 | 3.550 | 3.221 |
| 4.073 | 4.731 | 2.582 | 1.781 | 2.314 | 3.115 | 2.688 | 2.308 | 2.512 | 2.637 | 4.961 | 5.819 | 5.604 | 2.917 | 5.306 | 2.911 | 3.261 | 3.154 | 2.129 | 0.000 | 1.258 | 2.361 | 2.245 | 2.655 | 2.156 | 1.047 | 2.882 | 2.313 | 1.796 | 2.257 | 1.588 | 2.580 | 3.078 | 3.043 | 2.971 | 3.465 | 3.092 | 2.826 |
| 3.977 | 4.104 | 3.071 | 1.807 | 1.445 | 2.806 | 1.783 | 1.497 | 1.732 | 2.113 | 5.055 | 5.604 | 5.501 | 2.763 | 5.284 | 2.427 | 2.485 | 2.609 | 1.598 | 1.258 | 0.000 | 1.975 | 1.628 | 1.877 | 2.030 | 0.413 | 4.033 | 1.448 | 1.108 | 1.362 | 1.425 | 1.538 | 2.303 | 2.265 | 2.284 | 2.565 | 2.280 | 1.959 |
| 2.291 | 2.804 | 2.234 | 2.175 | 1.522 | 1.601 | 1.134 | 1.821 | 1.424 | 1.288 | 3.688 | 5.984 | 5.142 | 1.866 | 4.544 | 2.456 | 1.563 | 2.375 | 3.091 | 2.361 | 1.975 | 0.000 | 1.152 | 1.412 | 1.260 | 1.757 | 3.952 | 1.441 | 1.509 | 1.664 | 1.199 | 1.833 | 1.310 | 1.350 | 1.148 | 1.666 | 1.453 | 1.317 |
| 3.252 | 3.366 | 2.271 | 1.974 | 1.209 | 2.337 | 0.874 | 1.550 | 0.440 | 0.542 | 3.630 | 5.211 | 5.540 | 1.382 | 4.823 | 1.561 | 1.046 | 1.944 | 3.036 | 2.245 | 1.628 | 1.152 | 0.000 | 0.522 | 1.187 | 1.563 | 4.171 | 1.458 | 0.698 | 0.678 | 0.862 | 1.294 | 0.929 | 0.869 | 0.827 | 1.377 | 0.920 | 0.782 |
| 3.418 | 3.379 | 2.645 | 2.287 | 1.279 | 2.511 | 0.750 | 1.712 | 0.168 | 0.567 | 3.729 | 5.363 | 5.776 | 1.551 | 5.087 | 1.668 | 0.746 | 1.951 | 3.248 | 2.655 | 1.877 | 1.412 | 0.522 | 0.000 | 1.549 | 1.896 | 4.633 | 1.554 | 0.940 | 0.664 | 1.291 | 1.204 | 0.612 | 0.523 | 0.633 | 1.012 | 0.543 | 0.439 |
| 3.310 | 3.746 | 1.867 | 2.582 | 2.205 | 2.777 | 1.710 | 2.438 | 1.500 | 1.357 | 3.233 | 5.498 | 4.816 | 1.188 | 5.167 | 2.457 | 1.767 | 2.990 | 3.431 | 2.156 | 2.030 | 1.260 | 1.187 | 1.549 | 0.000 | 1.753 | 3.663 | 2.284 | 1.294 | 1.716 | 1.207 | 2.373 | 1.686 | 1.724 | 1.516 | 2.089 | 1.713 | 1.640 |
| 3.763 | 4.001 | 2.811 | 1.808 | 1.554 | 2.680 | 1.782 | 1.598 | 1.756 | 2.052 | 4.835 | 5.619 | 5.230 | 2.597 | 5.157 | 2.488 | 2.462 | 2.710 | 1.751 | 1.047 | 0.413 | 1.757 | 1.563 | 1.896 | 1.753 | 0.000 | 3.749 | 1.516 | 1.098 | 1.472 | 1.261 | 1.730 | 2.278 | 2.256 | 2.223 | 2.576 | 2.275 | 1.969 |
| 4.506 | 6.100 | 2.464 | 3.345 | 4.496 | 4.296 | 4.799 | 4.514 | 4.546 | 4.269 | 4.762 | 6.924 | 6.764 | 3.974 | 5.555 | 4.535 | 5.071 | 4.692 | 4.743 | 2.882 | 4.033 | 3.952 | 4.171 | 4.633 | 3.663 | 3.749 | 0.000 | 4.522 | 4.066 | 4.520 | 3.381 | 4.903 | 4.916 | 4.886 | 4.708 | 5.413 | 4.993 | 4.867 |
| 2.967 | 2.902 | 3.158 | 1.678 | 0.464 | 1.644 | 1.108 | 0.704 | 1.512 | 1.779 | 4.834 | 5.807 | 5.776 | 2.776 | 4.437 | 2.175 | 1.928 | 1.726 | 2.138 | 2.313 | 1.448 | 1.441 | 1.458 | 1.554 | 2.284 | 1.516 | 4.522 | 0.000 | 1.554 | 1.361 | 1.566 | 0.811 | 1.694 | 1.646 | 1.702 | 1.867 | 1.751 | 1.476 |
| 3.715 | 3.886 | 2.465 | 1.945 | 1.345 | 2.721 | 1.221 | 1.650 | 0.785 | 1.122 | 4.078 | 5.332 | 5.551 | 1.737 | 5.265 | 1.855 | 1.597 | 2.285 | 2.659 | 1.796 | 1.108 | 1.509 | 0.698 | 0.940 | 1.294 | 1.098 | 4.066 | 1.554 | 0.000 | 0.627 | 0.857 | 1.373 | 1.452 | 1.408 | 1.407 | 1.823 | 1.406 | 1.164 |
| 3.740 | 3.637 | 2.804 | 1.981 | 1.037 | 2.649 | 0.974 | 1.365 | 0.517 | 1.043 | 4.205 | 5.128 | 5.795 | 1.915 | 5.084 | 1.502 | 1.309 | 1.889 | 2.726 | 2.257 | 1.362 | 1.664 | 0.678 | 0.664 | 1.716 | 1.472 | 4.520 | 1.361 | 0.627 | 0.000 | 1.204 | 0.897 | 1.217 | 1.129 | 1.244 | 1.507 | 1.132 | 0.906 |
| 3.143 | 3.758 | 1.764 | 1.439 | 1.396 | 2.239 | 1.510 | 1.680 | 1.193 | 1.100 | 3.735 | 5.515 | 5.711 | 1.596 | 4.788 | 1.869 | 1.860 | 2.068 | 2.842 | 1.588 | 1.425 | 1.199 | 0.862 | 1.291 | 1.207 | 1.261 | 3.381 | 1.566 | 0.857 | 1.204 | 0.000 | 1.687 | 1.669 | 1.617 | 1.519 | 2.148 | 1.714 | 1.534 |
| 3.550 | 3.223 | 3.333 | 1.911 | 0.510 | 2.277 | 1.011 | 0.835 | 1.155 | 1.583 | 4.785 | 5.398 | 6.046 | 2.634 | 4.757 | 1.738 | 1.626 | 1.539 | 2.426 | 2.580 | 1.538 | 1.833 | 1.294 | 1.204 | 2.373 | 1.730 | 4.903 | 0.811 | 1.373 | 0.897 | 1.687 | 0.000 | 1.481 | 1.391 | 1.562 | 1.599 | 1.453 | 1.209 |
| 3.112 | 2.959 | 2.828 | 2.663 | 1.527 | 2.362 | 0.687 | 1.955 | 0.763 | 0.806 | 3.606 | 5.623 | 5.637 | 1.677 | 5.019 | 2.039 | 0.389 | 2.152 | 3.558 | 3.078 | 2.303 | 1.310 | 0.929 | 0.612 | 1.686 | 2.278 | 4.916 | 1.694 | 1.452 | 1.217 | 1.669 | 1.481 | 0.000 | 0.153 | 0.240 | 0.530 | 0.202 | 0.397 |
| 3.142 | 2.999 | 2.799 | 2.566 | 1.443 | 2.347 | 0.693 | 1.876 | 0.680 | 0.729 | 3.620 | 5.550 | 5.739 | 1.667 | 4.969 | 1.908 | 0.403 | 2.017 | 3.526 | 3.043 | 2.265 | 1.350 | 0.869 | 0.523 | 1.724 | 2.256 | 4.886 | 1.646 | 1.408 | 1.129 | 1.617 | 1.391 | 0.153 | 0.000 | 0.284 | 0.605 | 0.220 | 0.397 |
| 2.971 | 2.957 | 2.601 | 2.561 | 1.537 | 2.261 | 0.758 | 1.955 | 0.769 | 0.656 | 3.431 | 5.604 | 5.589 | 1.499 | 4.914 | 1.999 | 0.487 | 2.129 | 3.571 | 2.971 | 2.284 | 1.148 | 0.827 | 0.633 | 1.516 | 2.223 | 4.708 | 1.702 | 1.407 | 1.244 | 1.519 | 1.562 | 0.240 | 0.284 | 0.000 | 0.744 | 0.389 | 0.526 |
| 3.311 | 2.804 | 3.342 | 3.060 | 1.751 | 2.575 | 0.847 | 2.132 | 1.148 | 1.320 | 3.927 | 5.715 | 5.599 | 2.120 | 5.169 | 2.327 | 0.556 | 2.400 | 3.686 | 3.465 | 2.565 | 1.666 | 1.377 | 1.012 | 2.089 | 2.576 | 5.413 | 1.867 | 1.823 | 1.507 | 2.148 | 1.599 | 0.530 | 0.605 | 0.744 | 0.000 | 0.511 | 0.669 |
| 3.305 | 3.068 | 2.907 | 2.712 | 1.556 | 2.524 | 0.719 | 1.966 | 0.691 | 0.833 | 3.659 | 5.503 | 5.638 | 1.681 | 5.104 | 1.976 | 0.308 | 2.185 | 3.550 | 3.092 | 2.280 | 1.453 | 0.920 | 0.543 | 1.713 | 2.275 | 4.993 | 1.751 | 1.406 | 1.132 | 1.714 | 1.453 | 0.202 | 0.220 | 0.389 | 0.511 | 0.000 | 0.351 |
| 3.298 | 3.104 | 2.906 | 2.517 | 1.308 | 2.418 | 0.448 | 1.738 | 0.537 | 0.872 | 3.893 | 5.565 | 5.567 | 1.803 | 5.112 | 1.986 | 0.625 | 2.140 | 3.221 | 2.826 | 1.959 | 1.317 | 0.782 | 0.439 | 1.640 | 1.969 | 4.867 | 1.476 | 1.164 | 0.906 | 1.534 | 1.209 | 0.397 | 0.397 | 0.526 | 0.669 | 0.351 | 0.000 |
Perhitungan jarak Mahalanobis digunakan untuk mengukur kedekatan antar provinsi dengan mempertimbangkan korelasi antar variabel fasilitas pendidikan. Berbeda dari Euclidean dan Manhattan, jarak Mahalanobis menyesuaikan perbedaan antar provinsi berdasarkan struktur kovarians sehingga lebih sensitif terhadap hubungan antar jenjang pendidikan. Matriks jarak yang diperoleh menunjukkan tingkat kemiripan pola fasilitas pendidikan antar provinsi nilai kecil menandakan provinsi yang lebih mirip. Jarak ini kemudian menjadi dasar pembentukan cluster pada analisis cluster hierarki.
5.3 Clustering dan Perbandingan Linkage
Pada bagian ini, dilakukan analisis cluster hierarki untuk mengelompokkan provinsi berdasarkan jumlah lembaga pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi. Analisis menggunakan berbagai jenis jarak (Euclidean, Manhattan, Mahalanobis) dan metode linkage (single, complete, average, centroid, ward.D2) untuk menemukan kombinasi yang menghasilkan struktur cluster terbaik. Optimalitas cluster ditentukan dari nilai rata-rata silhouette, di mana nilai yang lebih tinggi menunjukkan cluster yang lebih jelas terpisah dan homogen.| Distance | Linkage | Mean_Silhouette |
|---|---|---|
| Euclidean | single | 0.730 |
| Euclidean | complete | 0.710 |
| Euclidean | average | 0.710 |
| Euclidean | centroid | 0.710 |
| Euclidean | ward.D2 | 0.490 |
| Manhattan | single | 0.738 |
| Manhattan | complete | 0.724 |
| Manhattan | average | 0.724 |
| Manhattan | centroid | 0.724 |
| Manhattan | ward.D2 | 0.537 |
| Mahalanobis | single | 0.539 |
| Mahalanobis | complete | 0.539 |
| Mahalanobis | average | 0.539 |
| Mahalanobis | centroid | 0.539 |
| Mahalanobis | ward.D2 | 0.386 |
Berdasarkan hasil, kombinasi jarak dan linkage tertentu dapat memberikan pengelompokan provinsi yang lebih baik, dan perbedaan metode linkage memengaruhi bentuk cluster meskipun jarak yang digunakan sama. Analisis ini menjadi dasar untuk visualisasi dendrogram dan pemahaman karakteristik setiap cluster provinsi.
5.4 Kombinasi Terbaik
Tabel di bawah menunjukkan kombinasi terbaik dari seluruh percobaan jarak dan linkage yang telah dihitung.| Distance | Linkage | Mean_Silhouette | |
|---|---|---|---|
| 6 | Manhattan | single | 0.738 |
Dari tabel terlihat kombinasi jarak dan linkage tertentu memberikan nilai mean silhouette tertinggi, yang menandakan cluster yang terbentuk lebih jelas terpisah dan lebih homogen. Dengan mengetahui kombinasi terbaik ini, langkah selanjutnya adalah membuat dendrogram dan menambahkan label cluster, sehingga karakteristik tiap kelompok provinsi dapat dianalisis lebih lanjut.
5.5 Visualisasi Dendogram
Pada bagian ini ditampilkan dendrogram sebagai visualisasi dari proses clustering secara hirarki. Dendrogram membantu melihat pola kemiripan antarobjek serta urutan penggabungan klaster, sehingga dapat mendukung analisis dalam penentuan jumlah klaster yang tepat.Dendrogram menunjukkan bagaimana objek-objek dikelompokkan berdasarkan tingkat kemiripannya. Objek yang berada pada cabang yang sama dan menyatu pada ketinggian yang rendah memiliki tingkat kemiripan yang lebih tinggi. Sebaliknya, penggabungan yang terjadi pada ketinggian yang lebih tinggi menggambarkan bahwa objek atau kelompok tersebut memiliki perbedaan yang lebih besar. Jarak atau tinggi penggabungan (height) pada dendrogram merupakan indikator seberapa mirip atau berbeda objek-objek tersebut. Dengan melihat pola percabangan ini, dapat diidentifikasi kelompok-kelompok objek yang cenderung berada dalam satu klaster serta dipahami struktur keseluruhan pengelompokan data. Dendrogram juga membantu menentukan jumlah klaster yang wajar dengan memperhatikan bagian percabangan yang paling jelas terpisah.
BAB VI
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis cluster hierarki terhadap data jumlah desa yang memiliki fasilitas pendidikan di setiap provinsi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik ketersediaan fasilitas pendidikan antarprovinsi. Proses standarisasi data dan evaluasi berbagai kombinasi jarak serta metode linkage menunjukkan bahwa jarak Manhattan dengan metode linkage single merupakan kombinasi terbaik dengan nilai rata-rata silhouette sebesar 0,738, yang menandakan struktur cluster yang kuat dan pemisahan antarcluster yang jelas. Berdasarkan dendrogram, provinsi-provinsi terbagi ke dalam tiga cluster utama yang mencerminkan ketimpangan distribusi fasilitas pendidikan antarwilayah, sehingga hasil pengelompokan ini dapat menjadi dasar dalam mendukung upaya pemerataan pembangunan sarana pendidikan yang lebih tepat sasaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. (2017). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, dan Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fattah, N. (2009). Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kurniawan, A. (2020). Analisis Statistik dengan R. Malang: UB Press.
Kusnadi, H. (2018). Statistika Terapan untuk Ilmu Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Santoso, S. (2019). Menguasai Statistik Multivariat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Setiawan, A. (2012). Pengantar Data Mining: Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: Andi.
Suharjo. (2013). Metode Statistika untuk Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Supranto, J. (2009). Statistik: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.
Suliyanto. (2014). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi.
Suryadi, A., & Tilaar, H. A. R. (2010). Analisis Kebijakan Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tampubolon, M. P. (2017). Analisis Multivariat dengan SPSS. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Wahyuni, S. (2016). Statistik Multivariat. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Widarjono, A. (2015). Analisis Multivariat Terapan dengan Program R. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Yuniarti, D. (2018). Data Mining untuk Penelitian. Bandung: Informatika.