Essentials of Probability

Exercises ~ Week 10

Logo

1 Essentials of Probability

Probabilitas adalah dasar penting dalam statistik karena membantu kita memahami ketidakpastian dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dengan konsep probabilitas, kita bisa menghitung peluang suatu peristiwa, membaca pola data, dan menganalisis fenomena yang terjadi dalam berbagai eksperimen.

Bagian ini membahas konsep-konsep dasar seperti ruang sampel, peristiwa, aturan lengkap, peristiwa independen-independen, peristiwa ekslusif lengkap, serta peluang gabungan. Selain itu, juga dibahas eksperimen binomial yang sering digunakan dalam analisis data. Setiap materi dilengkapi dengan video pembelajaran untuk membantu pemahaman.

2 Fundamental Concept

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Video ini bahas dasar probabilitas, kayak cara ngitung peluang dari sebuah peristiwa. Contohnya, lempar koin sekali peluang kepala itu 1/2. Kalau lempar dua kali, peluang dua kepala jadi 0,25

Video ini jelasin ruang sampel (HH, HT, TH, TT) dan cara pakai itu buat ngitung peluang, misalnya peluang muncul minimal satu ekor itu 0,75

Dijelasin juga dua aturan penting:

  1. Probabilitas selalu antara 0-1
  2. Total semua peluang dalam satu ruang sampel:

2.1 Aturan Probabilitas

\[ \sum P(\text{kejadian}) = 1 \]

Aturan Komplemen:

\[ P(A^c) = 1 - P(A) \]

Atau bentuk lengkapnya:

\[ P(A) + P(A^c) = 1 \]

3 Independent and Dependent

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Dalam video ini dijelasin tentang kejadian independen dan dependen dalam probabilitas.

  1. Kejadian Independen Kejadian independen adalah dua kejadian yang satu tidak mempengaruhi peluang kejadian lainnya.Contohnya: Melempar dadu dan melempar koin. Hasil dadu tidak berpengaruh pada hsil koin.

3.1 Rumus Kejadian Bersamaan (A dan B)

\[ P(A \cap B) = P(A) \times P(B) \]

3.2 Contoh kasus

Peluang muncul angka 5 pada dadu:

\[ P(A) = \frac{1}{6} \]

Peluang muncul kepala pada koin:

\[ P(B) = \frac{1}{2} \]

Maka peluang keduanya terjadi bersamaan:

\[ P(A \cap B) = \frac{1}{6} \times \frac{1}{2} = \frac{1}{12} \]

  1. Kejadian Dependen Kejadian dependen adalah kejadian di mana kejadian pertama mempengaruhi peluang kejadian berikutnya. Ini biasanya tejadi jika pengembalian dilakukan tanpa penggantian

3.3 Contoh Soal: Peluang Tanpa Penggantian

Kita memiliki 10 kelereng (7 hijau dan 3 biru). Ketika 1 kelereng hijau diambil, jumlah total berubah menjadi 9 sehingga peluang berikutnya juga berubah.

Peluang mengambil kelereng hijau terlebih dahulu:

\[ P(\text{Hijau pertama}) = \frac{7}{10} \]

Setelah hijau diambil, tersisa 9 kelereng. Peluang mengambil biru:

\[ P(\text{Biru kedua}) = \frac{3}{9} \]

Maka peluang mengambil hijau lalu biru tanpa penggantian:

\[ P(\text{Hijau lalu Biru}) = \frac{7}{10} \times \frac{3}{9} = \frac{7}{30} \]

4 Union of Events

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Video ini membahas probabilitas Gabungan dengan mengulang konsep dasar seperti ruang sampel dan probabilitas sederhana. Ruang sampel adalah semua kemungkinan hasil dari suatu percobaan. Misalnya, melempar satu dadu menghasilkan 6 kemungkinan, sedangkan dua dadu menghasilkan 36 kemungkinan.

4.1 Probabilitas

Probabilitas dihitung dengan rumus:

\(\displaystyle P = \frac{\text{jumlah hasil yang diinginkan}}{\text{jumlah seluruh hasil}}\)


4.2 Contoh Perhitungan

Probabilitas mendapatkan dua angka enam:

\(\displaystyle P = \frac{1}{36}\)

Probabilitas mendapatkan dua angka genap:

\(\displaystyle P = \frac{9}{36}\)

Probabilitas mendapatkan setidaknya satu angka dua:

\(\displaystyle P = \frac{11}{36}\)


4.3 Kejadian Tumpang Tindih

Ketika dua kejadian saling tumpang tindih, kita perlu melihat irisan \(A \cap B\).

Misalnya, dua angka genap dan setidaknya satu angka dua memiliki 5 kemungkinan:

\(\displaystyle P(A \cap B) = \frac{5}{36}\)


4.4 Kejadian Gabungan

Untuk kejadian gabungan \(A \cup B\), digunakan rumus:

\(\displaystyle P(A \cup B) = P(A) + P(B) - P(A \cap B)\)

Rumus ini mencegah penghitungan ganda pada kejadian yang tumpang tindih.


4.5 Menggunakan Nilai yang Sudah Dihitung

\(\displaystyle P(\text{dua angka genap}) = \frac{9}{36}\)

\(\displaystyle P(\text{setidaknya satu angka dua}) = \frac{11}{36}\)

\(\displaystyle P(\text{irisan}) = \frac{5}{36}\)


4.6 Probabilitas Gabungannya

\(\displaystyle P(A \cup B) = \frac{9}{36} + \frac{11}{36} - \frac{5}{36} = \frac{15}{36} = 0.4167\)


5 Exclusive and Exhaustive

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Dalam video sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa probabilitas kejadian A atau B sama dengan probabilitas kejadian A ditambah probabilitas kejadian B dikurangi probabilitas kejadian A dan B. Jika kejadian A dan B merupakan kejadian yang benar-benar lengkap, maka dengan menggunakan rumus ini kita akan mendapatkan nilai 1.

5.1 Rumus probabilitas gabungan:

\[ P(A \cup B) = P(A) + P(B) - P(A \cap B) \]

5.2 Contoh 1 (kejadian lengkap):

\[ P(A) = \frac{11}{36},\quad P(B) = \frac{33}{36},\quad P(A \cap B) = \frac{8}{36} \]

\[ P(A \cup B) = \frac{11}{36} + \frac{33}{36} - \frac{8}{36} = 1 \]

5.3 Contoh 2 (genap dan ganjil):

\[ P(A) = \frac{18}{36},\quad P(B) = \frac{18}{36},\quad P(A \cap B) = 0 \]

\[ P(A \cup B) = \frac{18}{36} + \frac{18}{36} = 1 \]

6 Binomial Experiment

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Video ini menjelaskan konsep pengaturan binomial dan bagaimana menggunakan rumus distribusi binomial untuk menghitung peluang suatu kejadian yang memiliki dua kemungkinan berhasil atau gagal.

Distribusi binomial digunakan ketika suatu percobaan diulang beberapa kali, dan setiap percobaan hanya menghasilkan dua kemungkinan hasil. Untuk dapat disebut sebagai eksperimen binomial, terdapat empat syarat yang harus dipenuhi:

  1. Jumlah percobaan (n) tetap
  2. Setiap percobaan hanya memiliki dua hasil, yaitu berhasil atau gagal
  3. Probabilitas keberhasilan (p) konstan pada setiap percobaan
  4. setiap percobaan bersifat independen, artinya hasil satu percobaan tidak memperngaruhi percobaan lainnya

6.1 Rumus Dasar

Peluang mendapatkan tepat \(k\) keberhasilan dari \(n\) percobaan diberikan oleh:

\[ P(X = k) = {n \choose k} p^{k} (1 - p)^{n - k} \]

dengan:

\[ {n \choose k} = \frac{n!}{k!(n-k)!} \]


6.2 Contoh 1: Melempar Koin 3 Kali

Dicari peluang mendapatkan tepat satu kepala.

  1. Jumlah percobaan \(n = 3\)
  2. Peluang kepala \(p = 0.5\)
  3. Keberhasilan yang dicari \(k = 1\)

\[ P(X = 1) = {3 \choose 1}(0.5)^1(0.5)^2 = 3 \times 0.5 \times 0.25 = 0.375 \]


6.3 Contoh 2: Mengambil Kelereng Dengan Penggantian

  1. Terdapat 10 kelereng: 3 merah muda, 2 hijau, 5 biru.
    Peluang mengambil kelereng hijau:

\[ p = \frac{2}{10} = 0.2 \]

  1. Diambil sebanyak \(n = 5\) kali dengan penggantian.
  2. Dicari peluang tepat 2 kelereng hijau.

\[ P(X = 2) = {5 \choose 2}(0.2)^2(0.8)^3 \]

\[ = 10 \times 0.04 \times 0.512 = 0.2048 \]

7 Binomial Distribution

Klik gambar di bawah untuk membuka video di YouTube:

Video

Distribusi binomial digunakan untuk menghitung probabilitas jumlah keberhasilan dalam sejumlah percobaan independen dengan probabilitas sukses yang tetap.

7.1 Rumus Binomial sederhana

\[ p(x = l) = \binom{n}{k} p^k (1-p)^{\,n-k} \]

  1. \(k\) = jumlah keberhasilan
  2. \(n\) = jumlah percobaan
  3. \(p\) = probabilitas keberhasilan

7.2 Contoh Kasus

  1. Melempar koin 2 kali (n=2) dengan probabilitas kepala (p=0.5)

  2. hasil probabilitas:

    • 0 keberhasilan: 0.25
    • 1 keberhasilan: 0.50
    • 2 keberhasilan: 0.25

7.3 Karakteristik Distribusi Binomial

Parameter - Mean (μ) = n × p - Variance = n × p × (1-p) - Standard deviation = √[n × p × (1-p)]

7.4 Pengaruh Nilai p terhadap Bentuk Distribusi:

  1. p = 0.5: Distribusi simetris
  2. p < 0.5: Distribusi miring ke kanan
  3. p > 0.5: Distribusi miring ke kiri

7.5 Pengaruh Nilai n

Semakin besar n, distribusi binomial semakin mendekati distribusi normal

7.6 Distribusi binomial dapat diaproksimasi dengan distribusi normal jika memenuhi:

  1. n × p ≥ 10
  2. n × (1-p) ≥ 10

8 Kesimpulan

Intinya, semua materi ini ngajarin kita cara ngitung peluang biar ngga asal nebak. Mulai dari peluang dasar, kejadian yang saling ngaruh atau ngga, sampai gimana ngitung peluang kalau kejadian bisa tumpang tindih. Bagian binomial, kita ngitung peluang dari percobaan yang diulang-ulang tapi hasilnya cuma dua yaitu sukses atau gagal. Rumusnya sbeerapa besar kemungkinan sesuatu kejadian muncul beberapa kali. Bnetuk distribusinya juga bisa berubah trgantung nilai p dan jumlah percobaan.

9 Refrensi

https://bookdown.org/dsciencelabs/intro_statistics/Preface.html dan Chat.GPT