2025/11/04
Data spasial merupakan data yang mengandung informasi lokasi yang menggambarkan posisi dan bentuk fenomena di permukaan bumi. Data ini digunakan untuk memahami pola, distribusi, serta hubungan antarwilayah. Dalam era digital, visualisasi data spasial menjadi metode efektif untuk menyampaikan informasi berbasis lokasi secara menarik dan mudah dipahami. Melalui peta, data yang kompleks dapat diubah menjadi tampilan grafis yang membantu proses analisis dan pengambilan keputusan berbasis wilayah (Aswi et al., 2022).
Bahasa pemrograman R merupakan salah satu alat yang banyak digunakan untuk mengolah dan memvisualisasikan data spasial karena bersifat terbuka (open-source) dan didukung oleh banyak paket analisis. Paket populer seperti sf, tmap, dan ggplot2 memungkinkan pengguna untuk membuat peta tematik dengan fleksibilitas tinggi dan hasil visual yang informatif. Tipe data spasial sendiri terbagi menjadi dua, yaitu data vektor dan data raster. Data vektor mencakup titik, garis, dan poligon yang masing-masing merepresentasikan posisi, hubungan, serta batas wilayah secara geografis (Modul Praktikum, 2025).
Melalui kegiatan praktikum visualisasi data spasial menggunakan R, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dasar, jenis data spasial, serta tahapan dalam pembuatan peta tematik. Kegiatan ini juga melatih kemampuan dalam membaca data spasial, mengatur sistem koordinat, hingga menampilkan hasil analisis dalam bentuk visual yang representatif. Penguasaan teknik ini penting untuk mendukung analisis geospasial yang akurat dan bermanfaat dalam berbagai bidang seperti perencanaan wilayah, lingkungan, serta penelitian sosial dan ekonomi (Meidodga et al., 2023).
Manfaat yang diperoleh melalui penelitian ini, yaitu:
Buatlah peta epicenter gempa bumi di Indonesia pada tahun 2024 (gunakan packages R yang dianggap gampang, setiap praktikan menggambarkan peta provinsi yang berbeda).
Buatlah peta semua provinsi di Indonesia dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap kab/kota (setiap praktikan membuat peta provinsi yang berbeda).
library(sf) # untuk bekerja dengan data spasial (shapefile, koordinat, sf objects)
library(ggplot2) # untuk visualisasi data termasuk peta (paket plotting)
library(dplyr) # untuk manipulasi data (filter, select, mutate, dll)
library(rnaturalearth) # untuk download data batas negara/administratif dari Natural Earth
library(rnaturalearthdata) # menyediakan data bawaan Natural Earth ukuran standar
library(viridis) # menyediakan skema warna yang bagus untuk visualisasi data (ramah colorblind)
library(remotes) # untuk meng-install paket R langsung dari GitHub atau repositori lain
remotes::install_github("ropensci/rnaturalearthhires")
# menginstall dataset Natural Earth dengan resolusi tinggi (lebih detail),
# dipakai jika ingin peta dengan kualitas lebih tinggi daripada rnaturalearth bawaan
data <- read.csv("D:/gempa aceh 2024.csv")
data <- data[, c("time", "latitude", "longitude", "mag", "depth")]
summary(data)
## time latitude longitude mag
## Length:36 Min. :2.563 Min. :94.56 Min. :4.100
## Class :character 1st Qu.:2.801 1st Qu.:95.59 1st Qu.:4.275
## Mode :character Median :3.929 Median :95.84 Median :4.400
## Mean :3.906 Mean :95.88 Mean :4.472
## 3rd Qu.:4.806 3rd Qu.:96.10 3rd Qu.:4.600
## Max. :5.276 Max. :98.18 Max. :5.700
## depth
## Min. : 9.387
## 1st Qu.: 10.000
## Median : 23.587
## Mean : 37.098
## 3rd Qu.: 58.182
## Max. :130.624
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif terhadap 36 data kejadian gempa di Provinsi Aceh tahun 2024, diketahui bahwa gempa terjadi pada wilayah dengan lintang antara 2,56° hingga 5,28° dan bujur antara 94,56° hingga 98,18°, yang menunjukkan persebaran kejadian gempa di sekitar wilayah barat laut Sumatera. Nilai magnitudo gempa berkisar antara 4,1 hingga 5,7 dengan rata-rata sebesar 4,47, sehingga dapat dikategorikan sebagai gempa dengan kekuatan menengah yang umumnya masih dapat dirasakan oleh masyarakat namun jarang menimbulkan kerusakan besar. Kedalaman gempa bervariasi antara 9,39 km hingga 130,62 km dengan rata-rata 37,09 km, menunjukkan bahwa sebagian besar gempa terjadi pada kedalaman dangkal hingga menengah. Secara umum, hasil ini menggambarkan bahwa aktivitas seismik di Provinsi Aceh pada tahun 2024 masih cukup tinggi dan dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik di sekitar wilayah barat Sumatera.
# konversi jadi sf
gempasf <- st_as_sf(data, coords = c("longitude", "latitude"), crs = 4326)
gempasf
indo <- ne_states(country = "indonesia", returnclass = "sf")
Aceh <- indo %>% filter(name == "Aceh")
ggplot() +
geom_sf(data = Aceh, fill = "grey", color = "pink4") +
geom_sf(data = gempasf, aes(size = mag, color = depth), alpha = 0.7) +
scale_color_viridis(option = "plasma", name = "Kedalaman (km)") +
scale_size_continuous(name = "Magnitudo", range = c(2, 6)) +
labs(
title = "Sebaran Gempa di Provinsi Aceh",
subtitle = "Sumber: USGS",
x = "Longitude", y = "Latitude",
caption = "Visualisasi: ggplot2 + sf"
) +
theme_minimal() +
theme(
plot.title = element_text(face = "bold", size = 14),
legend.position = "right"
)
Gambar peta “Sebaran Gempa di Provinsi Aceh” memperlihatkan lokasi kejadian gempa bumi yang tercatat sepanjang tahun 2024 berdasarkan data dari USGS, dengan visualisasi menggunakan paket ggplot2 dan sf. Peta ini menunjukkan titik-titik gempa yang tersebar di wilayah barat hingga selatan Provinsi Aceh, termasuk di sekitar Pulau Simeulue dan sepanjang pesisir barat Sumatera. Ukuran titik menggambarkan magnitudo gempa, sedangkan gradasi warna menunjukkan kedalaman gempa, di mana warna ungu menandakan gempa dangkal dan warna kuning menunjukkan gempa yang lebih dalam. Dari peta terlihat bahwa sebagian besar gempa di Aceh memiliki magnitudo sedang (sekitar 4,4–5,6) dan kedalaman yang bervariasi, dengan beberapa gempa terjadi cukup dalam di wilayah barat laut Aceh. Pola ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di Aceh pada tahun 2024 masih tergolong aktif, terutama di sepanjang zona subduksi yang membentang di barat Sumatera akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
setwd("D:/peta indo")
Indo_shp<-st_read("gadm41_IDN_2.shp")
head(Indo_shp)
Aceh_shp <- Indo_shp %>% filter(NAME_1 == "Aceh")
Aceh_shp
ggplot() +
# Warna tiap kabupaten berbeda tapi legendanya disembunyikan
geom_sf(data = Aceh_shp, aes(fill = NAME_2), color = "black", size = 0.3, show.legend = FALSE) +
# Titik gempa dengan warna = kedalaman, ukuran = magnitudo
geom_sf(data = gempasf, aes(size = mag, color = depth), alpha = 0.7) +
# Skala warna dan ukuran
scale_color_viridis(option = "plasma", name = "Kedalaman (km)") +
scale_size_continuous(name = "Magnitudo", range = c(2, 6)) +
# Label dan tema
labs(
title = "Sebaran Gempa di Provinsi Aceh",
subtitle = "Sumber: USGS",
x = "Longitude", y = "Latitude",
caption = "Visualisasi: ggplot2 + sf"
) +
theme_minimal() +
theme(
plot.title = element_text(face = "bold", size = 14),
legend.position = "right"
)
Peta “Sebaran Gempa di Provinsi Aceh” ini memperlihatkan distribusi kejadian gempa bumi di wilayah Aceh dengan tambahan batas administratif kabupaten/kota sehingga pola spasialnya dapat diamati dengan lebih jelas. Berdasarkan visualisasi, gempa tercatat tersebar di beberapa wilayah seperti sepanjang pesisir barat Aceh, wilayah tengah, hingga bagian selatan dan pulau-pulau di sekitarnya. Ukuran lingkaran menunjukkan magnitudo gempa yang berkisar antara 4,4 hingga 5,6, sedangkan gradasi warna dari ungu hingga kuning menggambarkan kedalaman gempa, di mana warna ungu menunjukkan gempa dangkal dan warna kuning menunjukkan gempa yang lebih dalam. Dari pola sebaran terlihat bahwa sebagian besar gempa terjadi di wilayah barat Aceh dengan kedalaman dangkal hingga menengah, yang mengindikasikan aktivitas seismik aktif di sepanjang zona subduksi barat Sumatra. Sementara itu, beberapa gempa dengan kedalaman yang lebih besar terdeteksi di bagian timur laut Aceh dan perairan sekitar Pulau Simeulue.
Peta di R dapat dibuat dengan memanfaatkan paket sf dan ggplot2 yang berfungsi untuk mengolah serta menampilkan data spasial secara efisien. Data spasial seperti shapefile dibaca menggunakan fungsi st_read() dari paket sf, kemudian divisualisasikan dengan geom_sf() pada ggplot2 untuk menampilkan bentuk wilayah atau objek spasial. Melalui kombinasi kedua paket tersebut, pengguna dapat menambahkan elemen seperti warna, legenda, dan tema, sehingga peta yang dihasilkan menjadi lebih informatif, menarik, dan mudah dipahami.
Pembuatan peta berbasis data titik spasial di R dilakukan dengan cara mengonversi data koordinat (longitude dan latitude) menjadi objek spasial melalui fungsi st_as_sf() dari paket sf. Setelah proses konversi, data tersebut dapat divisualisasikan menggunakan geom_sf() pada ggplot2 dengan menampilkan titik-titik di atas peta dasar wilayah. Pendekatan ini berguna untuk menggambarkan distribusi lokasi, kejadian, atau hasil pengamatan yang berhubungan dengan posisi geografis.
Berdasarkan peta “Sebaran Gempa di Provinsi Aceh”, dapat disimpulkan bahwa aktivitas seismik di Aceh sepanjang tahun 2024 masih tergolong aktif. Sebagian besar gempa terjadi di wilayah barat hingga selatan Aceh, terutama di sekitar Pulau Simeulue dan sepanjang zona subduksi barat Sumatra. Gempa yang terdeteksi umumnya bermagnitudo sedang (4,4–5,6) dengan kedalaman bervariasi dari dangkal hingga menengah, mencerminkan pengaruh pergerakan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di wilayah tersebut.
Aswi, A., Poerwanto, B., & Sudarmin, D. (2022). Pelatihan Analisis Spasial Menggunakan R Studio. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1). https://journal.matappa.ac.id
Meidodga, I., Syahrin, A., & Putra, R. T. (2023). Pemanfaatan Data Geospasial dalam Mewujudkan Sistem Informasi Pertanahan Multiguna bagi Multipihak. Widya Bhumi, 3(1). https://jurnalwidyabhumi.stpn.ac.id
Modul Praktikum. (2025). Visualisasi Data Spasial dengan R. Program Studi Statistika.