1+5
## [1] 6
4-6
## [1] -2
8*2
## [1] 16
81/9
## [1] 9
x <- 5
x
## [1] 5
y = 3
y
## [1] 3
77 -> z
z
## [1] 77
EXO <- 12
exo <- 9
EXO
## [1] 12
exo
## [1] 9
getwd()
## [1] "C:/Users/kakak/Downloads"
x = 5
y = 8i
z = 22.9
class(x)
## [1] "numeric"
class(y)
## [1] "complex"
class(z)
## [1] "numeric"
lulus <- TRUE
class(lulus)
## [1] "logical"
nama <- "Afi"
nama
## [1] "Afi"
class(nama)
## [1] "character"
teks <- "Statistika dan Sains Data"
nchar(teks)
## [1] 25
nama_depan <- "Fitria"
nama_panggilan <- "Afi"
paste(nama_depan, nama_panggilan)
## [1] "Fitria Afi"
paste0(nama_depan, nama_panggilan)
## [1] "FitriaAfi"
paste(nama_depan, nama_panggilan, sep = "_")
## [1] "Fitria_Afi"
teks <- "Belajar Sains Data"
substr(teks, start = 1, stop = 7)
## [1] "Belajar"
substring(teks, first = 9)
## [1] "Sains Data"
substring(teks, first = 9, last = 13)
## [1] "Sains"
angka <- c(1, 2, 3, 4, 5)
angka
## [1] 1 2 3 4 5
nama <- c("Cema", "Cila")
nama
## [1] "Cema" "Cila"
lulus <- c(TRUE, FALSE)
lulus
## [1] TRUE FALSE
bilangan <- seq(1, 10, by = 5)
bilangan
## [1] 1 6
rep(c(1, 2, 3), times = 3)
## [1] 1 2 3 1 2 3 1 2 3
rep(c(1, 3, 5), each = 3)
## [1] 1 1 1 3 3 3 5 5 5
pendidikan <- factor(c("RA", "MTS", "MA", "RA"))
pendidikan
## [1] RA MTS MA RA
## Levels: MA MTS RA
pendidikan <- factor(c("RA","MTS","MA"), levels=c("RA","MI","MTS", "MA"), ordered=TRUE)
pendidikan
## [1] RA MTS MA
## Levels: RA < MI < MTS < MA
matriksA <- matrix(1:4, nrow = 2, ncol = 2)
matriksA
## [,1] [,2]
## [1,] 1 3
## [2,] 2 4
matriksB <- matrix(1:4, nrow = 2, ncol = 2, byrow = TRUE)
matriksB
## [,1] [,2]
## [1,] 1 2
## [2,] 3 4
matriksC <- matrix(1:9, nrow = 3, ncol = 3)
matriksC[1, 2]
## [1] 4
matriksC[1, ]
## [1] 1 4 7
matriksC[ , 2]
## [1] 4 5 6
matriksC[c(2, 3), ]
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 2 5 8
## [2,] 3 6 9
v1 <- c(5, 10, 15, 20)
v2 <- c(25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60)
arr <- array(c(v1, v2), dim = c(4, 4, 3))
arr
## , , 1
##
## [,1] [,2] [,3] [,4]
## [1,] 5 25 45 5
## [2,] 10 30 50 10
## [3,] 15 35 55 15
## [4,] 20 40 60 20
##
## , , 2
##
## [,1] [,2] [,3] [,4]
## [1,] 25 45 5 25
## [2,] 30 50 10 30
## [3,] 35 55 15 35
## [4,] 40 60 20 40
##
## , , 3
##
## [,1] [,2] [,3] [,4]
## [1,] 45 5 25 45
## [2,] 50 10 30 50
## [3,] 55 15 35 55
## [4,] 60 20 40 60
class(arr)
## [1] "array"
dim(arr)
## [1] 4 4 3
nama <- c("Cema", "Cila", "Ciko", "Loopy", "Jack")
umur <- c(1, 2, 3, 4, 5)
hewan <- c("Kucing", "Kucing", "Kucing", "Anjing", "Anjing")
df <- data.frame(Nama = nama, Umur = umur, Hewan = hewan)
df
## Nama Umur Hewan
## 1 Cema 1 Kucing
## 2 Cila 2 Kucing
## 3 Ciko 3 Kucing
## 4 Loopy 4 Anjing
## 5 Jack 5 Anjing
df$Nama
## [1] "Cema" "Cila" "Ciko" "Loopy" "Jack"
df$Umur
## [1] 1 2 3 4 5
df$Hewan
## [1] "Kucing" "Kucing" "Kucing" "Anjing" "Anjing"
df$Nama
## [1] "Cema" "Cila" "Ciko" "Loopy" "Jack"
df$Umur
## [1] 1 2 3 4 5
df$Hewan
## [1] "Kucing" "Kucing" "Kucing" "Anjing" "Anjing"
df[, 1]
## [1] "Cema" "Cila" "Ciko" "Loopy" "Jack"
df[, c(1, 3)]
## Nama Hewan
## 1 Cema Kucing
## 2 Cila Kucing
## 3 Ciko Kucing
## 4 Loopy Anjing
## 5 Jack Anjing
df[2, ]
## Nama Umur Hewan
## 2 Cila 2 Kucing
df[3, 2]
## [1] 3
df[, "Hewan"]
## [1] "Kucing" "Kucing" "Kucing" "Anjing" "Anjing"
df[, c("Nama", "Umur")]
## Nama Umur
## 1 Cema 1
## 2 Cila 2
## 3 Ciko 3
## 4 Loopy 4
## 5 Jack 5
nama <- "Cema"
nilai <- c(88, 99, 98)
matriks_nilai <- matrix (1:6, nrow = 2)
array_nilai <- array(1:8, dim = c(2, 2, 2))
df_animals <- data.frame(
nama = c("Cema", "Cila", "Loopy"),
umur = c(1, 2, 3),
lulus = c(TRUE, TRUE, FALSE)
)
my_list <- list(
variabel = nama,
vector = nilai,
matriks = matriks_nilai,
array = array_nilai,
dataframe = df_animals
)
my_list
## $variabel
## [1] "Cema"
##
## $vector
## [1] 88 99 98
##
## $matriks
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 1 3 5
## [2,] 2 4 6
##
## $array
## , , 1
##
## [,1] [,2]
## [1,] 1 3
## [2,] 2 4
##
## , , 2
##
## [,1] [,2]
## [1,] 5 7
## [2,] 6 8
##
##
## $dataframe
## nama umur lulus
## 1 Cema 1 TRUE
## 2 Cila 2 TRUE
## 3 Loopy 3 FALSE
my_list[[1]]
## [1] "Cema"
my_list[[2]]
## [1] 88 99 98
my_list[[3]]
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 1 3 5
## [2,] 2 4 6
my_list[[4]]
## , , 1
##
## [,1] [,2]
## [1,] 1 3
## [2,] 2 4
##
## , , 2
##
## [,1] [,2]
## [1,] 5 7
## [2,] 6 8
my_list[[5]]
## nama umur lulus
## 1 Cema 1 TRUE
## 2 Cila 2 TRUE
## 3 Loopy 3 FALSE
my_list$variabel
## [1] "Cema"
my_list$vector
## [1] 88 99 98
my_list$matriks
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 1 3 5
## [2,] 2 4 6
my_list$array
## , , 1
##
## [,1] [,2]
## [1,] 1 3
## [2,] 2 4
##
## , , 2
##
## [,1] [,2]
## [1,] 5 7
## [2,] 6 8
my_list$dataframe
## nama umur lulus
## 1 Cema 1 TRUE
## 2 Cila 2 TRUE
## 3 Loopy 3 FALSE
my_list[c(2,4)]
## $vector
## [1] 88 99 98
##
## $array
## , , 1
##
## [,1] [,2]
## [1,] 1 3
## [2,] 2 4
##
## , , 2
##
## [,1] [,2]
## [1,] 5 7
## [2,] 6 8
x <- c(1, 2, NA, 7, 3)
is.na(x)
## [1] FALSE FALSE TRUE FALSE FALSE
is.nan(x)
## [1] FALSE FALSE FALSE FALSE FALSE
x1 <- c(1, 2, NaN, NA, 5)
is.nan(x1)
## [1] FALSE FALSE TRUE FALSE FALSE
nilai <- c(10, 20, 30, 40, NA, 50)
sum(nilai)
## [1] NA
mean(nilai)
## [1] NA
sum(nilai, na.rm = TRUE)
## [1] 150
mean(nilai, na.rm = TRUE)
## [1] 30
x <- 1:3
names(x)
## NULL
names(x) <- c("Surabaya", "Semarang", "Jakarta")
x
## Surabaya Semarang Jakarta
## 1 2 3
names(x)
## [1] "Surabaya" "Semarang" "Jakarta"
l <- list("A", 1:5, matrix(1:6, nrow=2), data.frame(num=c(10, 20), huruf=c("a", "b")))
names(l)
## NULL
names(l) <- c("teks", "angka", "matriks", "tabel")
l
## $teks
## [1] "A"
##
## $angka
## [1] 1 2 3 4 5
##
## $matriks
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 1 3 5
## [2,] 2 4 6
##
## $tabel
## num huruf
## 1 10 a
## 2 20 b
names(l)
## [1] "teks" "angka" "matriks" "tabel"
m <- matrix(1:4, nrow=2, ncol=2)
dimnames(m) <- list(c("Baris1", "Baris2"), c("Kolom1", "Kolom2"))
m
## Kolom1 Kolom2
## Baris1 1 3
## Baris2 2 4
colnames(m) <- c("X", "Y")
rownames(m) <- c("A", "B")
m
## X Y
## A 1 3
## B 2 4
nilai <- c(80, 90, 100)
kota <- c("Surabaya", "Semarang", "Jakarta")
df <- data.frame(nilai, kota)
df
## nilai kota
## 1 80 Surabaya
## 2 90 Semarang
## 3 100 Jakarta
names(df) <- c("Skor", "Kota")
row.names(df) <- c("A", "B", "C")
df
## Skor Kota
## A 80 Surabaya
## B 90 Semarang
## C 100 Jakarta
num <- 4
if (num >= 0){
print("Positive")
}
## [1] "Positive"
if (num <= 0){
print("Not Positive Number")
}
num <- -17
if(num > 0){
print("Non Negative")
} else {
print("Negative")
}
## [1] "Negative"
if(num > 0){
print("Non Negative")
}
if(num < 0){
print("Negative")
}
## [1] "Negative"
num <- -17
if (num > 0) {
print("Positive")
} else if (num < 0) {
print("Negative")
} else if (num == 0) {
print("Zero")
}
## [1] "Negative"
angka <- c(17, 10, 2007)
total <- 0
for (nilai in angka){
total <- total + nilai
}
print(paste("Total Penjumlahan =", total))
## [1] "Total Penjumlahan = 2034"
i <- 5
while (i <= 7){
print(paste("Iterasi ke-", i))
i <- i + 1
}
## [1] "Iterasi ke- 5"
## [1] "Iterasi ke- 6"
## [1] "Iterasi ke- 7"
angka <- 1:50
for (i in angka){
if (i > 11 && i && 2 != 0){
print(paste("Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan:", i))
}
}
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 12"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 13"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 14"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 15"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 16"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 17"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 18"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 19"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 20"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 21"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 22"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 23"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 24"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 25"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 26"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 27"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 28"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 29"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 30"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 31"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 32"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 33"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 34"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 35"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 36"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 37"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 38"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 39"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 40"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 41"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 42"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 43"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 44"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 45"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 46"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 47"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 48"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 49"
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 50"
print(paste("Angka genap atau angka <= 10", i))
## [1] "Angka genap atau angka <= 10 50"
angka <- 1:50
for (i in angka){
if (i > 11 && i && 2 != 0){
print(paste("Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan:", i))
break
}
}
## [1] "Angka ganjil pertama yang lebih dari 11 ditemukan: 12"
print(paste("Angka genap atau angka <= 10", i))
## [1] "Angka genap atau angka <= 10 12"
angka <- 1:10
for (i in angka) {
if (i %% 2 != 0) {
next # Lewati angka ganjil
}
print(paste("Angka genap:", i))
}
## [1] "Angka genap: 2"
## [1] "Angka genap: 4"
## [1] "Angka genap: 6"
## [1] "Angka genap: 8"
## [1] "Angka genap: 10"
i <- 1
while (i <= 10) {
if (i %% 2 != 0) {
i <- i + 1
next
}
print(paste("Angka genap:", i))
if (i == 6) {
print("Berhenti di angka 6")
break
}
i <- i + 1
}
## [1] "Angka genap: 2"
## [1] "Angka genap: 4"
## [1] "Angka genap: 6"
## [1] "Berhenti di angka 6"
x <- 1
repeat {
print(x)
x <- x + 1
if (x > 5) {
break
}
}
## [1] 1
## [1] 2
## [1] 3
## [1] 4
## [1] 5
x <- 1
repeat {
if (x == 3) {
x <- x + 1
next
}
print(paste("Angka:", x))
x <- x + 1
if (x > 6) {
break
}
}
## [1] "Angka: 1"
## [1] "Angka: 2"
## [1] "Angka: 4"
## [1] "Angka: 5"
## [1] "Angka: 6"