env_data <- data.frame(
Kota = c("Jakarta", "Bandung", "Surabaya", "Medan", "Denpasar"),
Polusi = c(85, 70, 78, 65, 55), # indeks polusi udara
Hijau = c(20, 35, 25, 40, 50), # % area ruang hijau
Sampah = c(90, 70, 80, 60, 50), # indeks timbulan sampah
Energi_Renew = c(10, 25, 15, 30, 40) # % energi terbarukan
)
env_data
## Kota Polusi Hijau Sampah Energi_Renew
## 1 Jakarta 85 20 90 10
## 2 Bandung 70 35 70 25
## 3 Surabaya 78 25 80 15
## 4 Medan 65 40 60 30
## 5 Denpasar 55 50 50 40
Visualisasi perbandingan antar-kota berdasarkan indikator lingkungan.
# Plot Library
library(fmsb)
# Format data untuk radar chart
radar_data <- rbind(
max = c(100, 100, 100, 100),
min = c(0, 0, 0, 0),
env_data[,2:5]
)
rownames(radar_data) <- c("Max", "Min", env_data$Kota)
# Plot Spider Chart
radarchart(radar_data,
axistype=1,
pcol=rainbow(5),
plwd=2,
cglcol="grey", cglty=1,
axislabcol="grey", caxislabels=seq(0,100,25), cglwd=0.8,
vlcex=0.8)
legend("topright", legend=env_data$Kota, col=rainbow(5), lty=1, cex=0.8)
Spider Chart memperlihatkan bahwa Jakarta memiliki tingkat polusi dan timbulan sampah tertinggi, sementara Denpasar unggul pada energi terbarukan dan ruang hijau
Visualisasi kontribusi indikator sampah tiap kota.
# Import Library
library(treemap)
# Plot Treemap
treemap(env_data,
index="Kota",
vSize="Sampah", # ukuran kotak berdasarkan sampah
vColor="Hijau", # warna berdasarkan ruang hijau
type="value",
palette="Greens",
title="Treemap Timbulan Sampah & Ruang Hijau Kota")
Treemap menunjukkan bahwa Surabaya dan Jakarta menempati kotak besar karena kontribusi timbulan sampah yang tinggi, sedangkan warna lebih gelap pada Denpasar menandakan ruang hijau lebih besar.
Misalnya hubungan kota dengan isu lingkungan dominan.
# Import Library
library(igraph)
##
## Attaching package: 'igraph'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## decompose, spectrum
## The following object is masked from 'package:base':
##
## union
library(ggraph)
## Loading required package: ggplot2
# Buat edge list (hubungan kota dengan isu utama)
edges <- data.frame(
from = c("Jakarta","Bandung","Surabaya","Medan","Denpasar"),
to = c("Polusi Udara","Ruang Hijau","Sampah","Sampah","Energi Terbarukan")
)
# Buat graf
g <- graph_from_data_frame(edges)
# Visualisasi network
ggraph(g, layout="fr") +
geom_edge_link(color="grey") +
geom_node_point(size=8, color="lightblue") +
geom_node_text(aes(label=name), repel=TRUE) +
theme_void() +
ggtitle("Jaringan Kota & Isu Lingkungan Dominan")
Network Chart menunjukkan bahwa hubungan kota dengan isu dominan menunjukkan Jakarta terkait erat dengan polusi, sementara Denpasar fokus pada energi terbarukan.