#TUGAS 5.9 #SOAL 1 : INCIDENCE RATE

#Data
studi <- 8
totalperson <- 1050

#Menghitung per person year
IRpersonyear <- studi/totalperson
#Menghitung per 1000 person year
IR1000personyear <- IRpersonyear*1000

#Hasil
cat("Incidence Rate penyakit X :",IRpersonyear,"\n")
## Incidence Rate penyakit X : 0.007619048
cat("Incidence Rate Penyakit X per 1000 person years :",IR1000personyear,"\n")
## Incidence Rate Penyakit X per 1000 person years : 7.619048
cat("Artinya dalam setiap 1000 orang yang diamati selama 1 tahun, rata rata terdapat sekitar 7 sampai 8 kasus baru penyakit X")
## Artinya dalam setiap 1000 orang yang diamati selama 1 tahun, rata rata terdapat sekitar 7 sampai 8 kasus baru penyakit X

#SOAL 2 : Cumulative Incidence

#Data
hiper <- 25
populasi <- 500

#Menghitung Cumulative Incidence
CI <- hiper / populasi

#Hasil
cat("Cumulative Incidence :",CI,"\n")
## Cumulative Incidence : 0.05
cat("Artinya sebesar 0.05 atau 5% dari individu yang sehat di awal periode penelitian akan terkena hipertensi dalam 2 tahun pengamatan, menunjukkan resiko rata rata terkena hipertensi")
## Artinya sebesar 0.05 atau 5% dari individu yang sehat di awal periode penelitian akan terkena hipertensi dalam 2 tahun pengamatan, menunjukkan resiko rata rata terkena hipertensi

#SOAL 3 : Prevalensi

#Data
kasus <- 400
populasi <- 20000

#Menghitung Prevalensi
pre <- kasus/populasi
percent <- pre*100

#Hasil
cat("Prevalensi pada kota tersebut : ",pre,"atau",percent,"\n")
## Prevalensi pada kota tersebut :  0.02 atau 2
cat("Artinya terdapat 2% penduduk kota yang hidup dengan diabetes. Angka ini menunjukkan beban penyakit diabetes di masyarakat dan pentingnya mitigasi dan layanan kesehatan")
## Artinya terdapat 2% penduduk kota yang hidup dengan diabetes. Angka ini menunjukkan beban penyakit diabetes di masyarakat dan pentingnya mitigasi dan layanan kesehatan

#SOAL 4 : CI, RR, AR

#Data
rokok <- 40
totalp <- 200

nonrokok <- 15
totalnp <- 300

#Menghitung CI
CIp <- rokok / totalp
CInp <- nonrokok / totalnp

#Menghitung RR
RR <- CIp/CInp

#Menghitung AR
AR <- CIp - CInp

#Hasil
cat("Cumulative Incidence Perokok :",CIp,"\n")
## Cumulative Incidence Perokok : 0.2
cat("Artinya Risiko penyakit paru kronis pada perokok adalah 20%","\n")
## Artinya Risiko penyakit paru kronis pada perokok adalah 20%
cat("Cumulative Incidence Non Perokok :",CInp,"\n")
## Cumulative Incidence Non Perokok : 0.05
cat("Artinya Risiko penyakit paru kronis pada non perokok adalah 5%","\n")
## Artinya Risiko penyakit paru kronis pada non perokok adalah 5%
cat("Relative Risk :",RR,"\n")
## Relative Risk : 4
cat("Perokok memiliki risiko 4 kali lebih besar menderita penyakit paru kronis dibanding non perokok","\n")
## Perokok memiliki risiko 4 kali lebih besar menderita penyakit paru kronis dibanding non perokok
cat("Attributable Risk :",AR,"\n")
## Attributable Risk : 0.15
cat("Artinya 15 dari setiap 100 kasus pada perokok dapat diatribusikan langsung pada kebiasaan merokok")
## Artinya 15 dari setiap 100 kasus pada perokok dapat diatribusikan langsung pada kebiasaan merokok

#SOAL 5 : Odds Ratio

#Tabel
a <- 45
b <- 30
c <- 20
d <- 55

#OR
OR <- (a*d)/(b*c)

#Hasil
cat("Odds ratio :",OR,"\n")
## Odds ratio : 4.125
cat("Artinya individu yang terpapar memiliki 4,13 kali resiko lebih besar untuk terkena penyakit dibanding yang tidak terpapar. Ini menunjukkan hubungan kuat antara paparan dan penyakit.")
## Artinya individu yang terpapar memiliki 4,13 kali resiko lebih besar untuk terkena penyakit dibanding yang tidak terpapar. Ini menunjukkan hubungan kuat antara paparan dan penyakit.

#SOAL 6 : Case Fatality Rate

#Data
kematian <- 10
kasus <- 250

#Menghitung CFR
CFR <- (kematian/kasus)*100

#Hasil
cat("Case Fatality Rate :",CFR,"\n")
## Case Fatality Rate : 4
cat("Artinya setiap 100 orang yang terinfeksi sekitar 4 orang meninggal. Sehingga keparahan penyakit cukup menjadi perhatian, dan penting untuk pengambilan kebijakan darurat.")
## Artinya setiap 100 orang yang terinfeksi sekitar 4 orang meninggal. Sehingga keparahan penyakit cukup menjadi perhatian, dan penting untuk pengambilan kebijakan darurat.