PENDUGAAN PARAMETER DAN UJI HIPOTESIS
Studi Kasus
Kelas A, kelas B, dan kelas C memiliki siswa sebanyak 30 siswa untuk masing-masing kelas. Ketiga kelas ini telah selesai melaksanakan ujian dan nilai ujian sudah dapat diketahui oleh masing-masing siswa dengan rentang 0-100. Kita akan menguji apakah proporsi nilai yang sama dengan atau lebih dari 75 di kelas A lebih tinggi daripada kelas C, dan juga melakukan uji ANAVA pada rata-rata nilai ujian antar kelas.
Data Set
Membangkitkan Data Kelas A, B, dan C dengan Distribusi Beta
## [1] 86 85 72 83 83 81 90 87 86 75 81 83 86 80 93 79 86 89 85 88 87 87 91 78 82
## [26] 89 75 81 85 78
## [1] 92 86 89 85 77 82 82 87 85 78 84 92 88 80 80 81 86 90 90 90 83 87 74 86 87
## [26] 85 89 89 89 86
## [1] 90 85 83 93 76 84 84 90 87 86 89 84 95 94 79 82 90 82 88 88 90 85 86 90 85
## [26] 83 77 83 90 88
Statistika Deskriptif dan Visualisasi
Kelas A
## Mean Kelas A: 83.7
## Median Kelas A: 85
## Variansi Kelas A: 25.11379
## Standar Deviasi Kelas A: 5.011366
Kelas B
## Mean Kelas B: 85.3
## Median Kelas B: 86
## Variansi Kelas B: 20.07931
## Standar Deviasi Kelas B: 4.480994
Kelas C
## Mean Kelas C: 86.2
## Median Kelas C: 86
## Variansi Kelas C: 21.2
## Variansi Kelas C: 4.604346
Uji Proporsi
H0 : Proporsi nilai siswa yang sama dengan atau lebih dari 75 di kelas A tidak lebih tinggi atau sama dengan kelas C
H1 : Proporsi nilai siswa yang sama dengan atau lebih dari 75 di kelas A lebih tinggi daripada kelas C
prop.test(c(sum(kelas_A >= 75), sum(kelas_C >=75)), c(length(kelas_A),length(kelas_C)),alternative = "greater", correct = FALSE)## Warning in prop.test(c(sum(kelas_A >= 75), sum(kelas_C >= 75)),
## c(length(kelas_A), : Chi-squared approximation may be incorrect
##
## 2-sample test for equality of proportions without continuity correction
##
## data: c(sum(kelas_A >= 75), sum(kelas_C >= 75)) out of c(length(kelas_A), length(kelas_C))
## X-squared = 1.0169, df = 1, p-value = 0.8434
## alternative hypothesis: greater
## 95 percent confidence interval:
## -0.08724024 1.00000000
## sample estimates:
## prop 1 prop 2
## 0.9666667 1.0000000
INTERPRETASI: Nilai p-value adalah 0.8434. Nilai ini jauh lebih besar dari tingkat signifikansi yang digunakan (yaitu, 0.05) yang artinya, gagal tolak H0.
Kesimpulan
Kelas A memiliki: mean=83,7; median=85; variansi=25,11379; dan standar deviasi=5,011366
Kelas B memiliki: mean=85,3; median=86; variansi=20,07931; dan standar deviasi=4,480994
Kelas C memiliki: mean=86,2; median=86; variansi=21,2; dan standar deviasi=4,604346
Pada uji proporsi, karena nilai p-value (0.8434) lebih besar dari tingkat signifikansi (yaitu, 0.05) sehingga gagal tolak H0. Ini berarti proporsi nilai siswa yang sama dengan atau lebih dari 75 di kelas A tidak lebih tinggi atau sama dengan kelas C
Pada uji ANAVA, karena nilai p-value (0.12) lebih besar dari tingkat signifikansi (yaitu, 0.05) sehingga gagal tolak H0. Ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai rata-rata di antara ketiga kelas tersebut (Kelas A, B, dan C) secara keseluruhan. Pada Tukey HSD, didapatkan:
- Kelas B vs Kelas A: Nilai p-value (0.389) lebih besar dari 0.05. Tidak ada perbedaan signifikan.
- Kelas C vs Kelas A: Nilai p-value (0.105) lebih besar dari 0.05. Tidak ada perbedaan signifikan.
- Kelas C vs Kelas B: Nilai p-value (0.740) lebih besar dari 0.05. Tidak ada perbedaan signifikan.