Kelompok 7:
Dalam dunia otomotif, performa kendaraan menjadi aspek penting yang dipengaruhi oleh berbagai spesifikasi teknis, salah satunya adalah sistem transmisi dan jumlah gear. Transmisi manual dan otomatis menawarkan keunggulan yang berbeda dalam hal efisiensi bahan bakar dan respons kendaraan. Selain itu, konfigurasi jumlah gear turut memengaruhi distribusi tenaga, akselerasi, serta konsumsi bahan bakar kendaraan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bagaimana interaksi antara jenis transmisi dan jumlah gear mempengaruhi karakteristik performa kendaraan menjadi penting, terutama dalam konteks perancangan dan pemilihan kendaraan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis transmisi (am) dan jumlah gear (gear) terhadap tiga indikator performa utama mobil, yaitu efisiensi bahan bakar (mpg), akselerasi (qsec), dan rasio poros belakang (drat) menggunakan dataset mtcars, yang berisi informasi teknis dari 32 mobil tahun 1970-an. Analisis dilakukan dengan metode Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk menilai efek simultan dari kedua faktor tersebut, didukung oleh uji asumsi dan uji lanjut (post-hoc Tukey HSD) untuk mengidentifikasi kombinasi kelompok yang berbeda signifikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran empiris tentang bagaimana konfigurasi transmisi dan gear mempengaruhi performa kendaraan, yang dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan otomotif dan pengambilan keputusan konsumen.
Statistika Deskriptif merupakan sekumpulan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menyajikan data agar dapat memberikan informasi yang bermanfaat (Walpole, 1990). Statistik deskriptif adalah salah satu cabang dalam ilmu statistika yang berfokus pada teknik untuk mengumpulkan, menyusun, dan menyajikan data hasil penelitian. Cabang ini memiliki peran penting dalam statistika karena bertujuan untuk merangkum serta menyampaikan data dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Statistik deskriptif tidak digunakan untuk menarik kesimpulan atau melakukan generalisasi, melainkan hanya menggambarkan atau memberikan informasi umum tentang data, kondisi, atau fenomena yang diamati.
Pada analisis statistik multivariat, terdapat asumsi mendasar yang perlu dipenuhi, yaitu normalitas multivariat. Asumsi ini menyiratkan bahwa seluruh variabel dependen dalam model multivariat seperti MANOVA, MANCOVA, maupun analisis faktor harus memiliki distribusi normal secara simultan atau bersamaan (Hair et al., 2010).Definisikan multivariat skewness sebagai \(b_{1,k}\) dan kurtosis sebagai \(b_{2,k}\). sehingga didapatkan rumus sebagai berikut. \[ b_{1,k} = \frac{1}{N^2} \sum_{i=1}^N \sum_{i=1}^N g_{ij}^3 \]
\[ b_{2,k} = \frac{1}{N} \sum_{i=1}^N g_{ii}^2 \]
\[ g_{ij} = (x_i - \bar{x}) S^{-1} (x_j - \bar{x}) \]
Dengan hipotesis : H0 : Data berdistribusi normal multivariat H1 : Data tidak berdistribusi normal multivariat
Dalam analisis statistik multivariat, salah satu asumsi penting yang harus dipenuhi adalah homogenitas matriks varians kovarians. Asumsi ini menyatakan bahwa struktur variansi dan kovariansi antar variabel dependen harus seragam (homogen) di seluruh kelompok atau level dari variabel independen (Hair et al., 2010). Untuk menguji syarat ini dapat menggunakan statistik uji Box’s M. Rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut (Gaspersz, 1992). \[ S = \frac{1}{g} \sum_{i=1}^{g} n_i S_i \]
\[ M = \sum_{i=1}^{g} n_i \ln|S| - \sum_{i=1}^{g} n_i \ln|S_i| \]
\[ C^{-1} = 1 - \frac{2p^2 + 3p - 1}{6(p+1)(g-1)} \left( \frac{g}{\sum_{i=1}^{g} n_i} \sum_{i=1}^{g} \frac{1}{n_i} - \frac{1}{g} \right) \]
Dimana \(i = 1, 2, 3, \dots, k\)
Untuk menguji homogenitas matriks varians kovarians, hipotesis dirumuskan sebagai berikut:
\[ H_0 : \Sigma_1 = \Sigma_2 = \dots = \Sigma_K \] (matriks varians kovarian dari variabel dependen bersifat homogen)
\[ H_1 : \text{minimal satu } \Sigma_i \neq \Sigma_j \] (matriks varians kovarian dari variabel dependen bersifat heterogen)
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) adalah salah satu teknik analisis statistik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata lebih dari satu variabel dependen secara simultan berdasarkan satu atau lebih variabel independen kategorik. MANOVA merupakan perluasan dari ANOVA (Analysis of Variance) yang hanya menganalisis satu variabel dependen, sementara MANOVA menganalisis dua atau lebih variabel dependen secara bersamaan (Hair et al., 2010).
Uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) merupakan pengembangan dari ANOVA yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dua atau lebih kelompok terhadap dua atau lebih variabel dependen yang saling berkorelasi (Hair et al., 2010). Jika hasil MANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan, maka perlu dilakukan analisis lanjutan (post hoc test) untuk mengetahui di antara kelompok mana perbedaan tersebut terjadi secara spesifik.
Penelitian ini menggunakan dataset mtcars yang berisi informasi teknis dan performa dari 32 mobil, mencakup berbagai merek dan model. Data mtcars tersedia dalam perangkat lunak RStudio secara bawaan (built-in dataset) dan terdiri dari 11 variabel. Berikut merupakan data mtcars:
library(MVN)
library(biotools)
## Loading required package: MASS
## ---
## biotools version 4.2
# Load dataset
data(mtcars)
mtcars
## mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb
## Mazda RX4 21.0 6 160.0 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4
## Mazda RX4 Wag 21.0 6 160.0 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4
## Datsun 710 22.8 4 108.0 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1
## Hornet 4 Drive 21.4 6 258.0 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1
## Hornet Sportabout 18.7 8 360.0 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2
## Valiant 18.1 6 225.0 105 2.76 3.460 20.22 1 0 3 1
## Duster 360 14.3 8 360.0 245 3.21 3.570 15.84 0 0 3 4
## Merc 240D 24.4 4 146.7 62 3.69 3.190 20.00 1 0 4 2
## Merc 230 22.8 4 140.8 95 3.92 3.150 22.90 1 0 4 2
## Merc 280 19.2 6 167.6 123 3.92 3.440 18.30 1 0 4 4
## Merc 280C 17.8 6 167.6 123 3.92 3.440 18.90 1 0 4 4
## Merc 450SE 16.4 8 275.8 180 3.07 4.070 17.40 0 0 3 3
## Merc 450SL 17.3 8 275.8 180 3.07 3.730 17.60 0 0 3 3
## Merc 450SLC 15.2 8 275.8 180 3.07 3.780 18.00 0 0 3 3
## Cadillac Fleetwood 10.4 8 472.0 205 2.93 5.250 17.98 0 0 3 4
## Lincoln Continental 10.4 8 460.0 215 3.00 5.424 17.82 0 0 3 4
## Chrysler Imperial 14.7 8 440.0 230 3.23 5.345 17.42 0 0 3 4
## Fiat 128 32.4 4 78.7 66 4.08 2.200 19.47 1 1 4 1
## Honda Civic 30.4 4 75.7 52 4.93 1.615 18.52 1 1 4 2
## Toyota Corolla 33.9 4 71.1 65 4.22 1.835 19.90 1 1 4 1
## Toyota Corona 21.5 4 120.1 97 3.70 2.465 20.01 1 0 3 1
## Dodge Challenger 15.5 8 318.0 150 2.76 3.520 16.87 0 0 3 2
## AMC Javelin 15.2 8 304.0 150 3.15 3.435 17.30 0 0 3 2
## Camaro Z28 13.3 8 350.0 245 3.73 3.840 15.41 0 0 3 4
## Pontiac Firebird 19.2 8 400.0 175 3.08 3.845 17.05 0 0 3 2
## Fiat X1-9 27.3 4 79.0 66 4.08 1.935 18.90 1 1 4 1
## Porsche 914-2 26.0 4 120.3 91 4.43 2.140 16.70 0 1 5 2
## Lotus Europa 30.4 4 95.1 113 3.77 1.513 16.90 1 1 5 2
## Ford Pantera L 15.8 8 351.0 264 4.22 3.170 14.50 0 1 5 4
## Ferrari Dino 19.7 6 145.0 175 3.62 2.770 15.50 0 1 5 6
## Maserati Bora 15.0 8 301.0 335 3.54 3.570 14.60 0 1 5 8
## Volvo 142E 21.4 4 121.0 109 4.11 2.780 18.60 1 1 4 2
Dalam penelitian ini, digunakan 5 variabel yang terdiri atas 3 variabel dependen (performansi kendaraan) dan 2 variabel independen (faktor grouping). Berikut adalah definisi operasional dari masing-masing variabel yang digunakan:
mpg (Miles per Gallon)
Menunjukkan efisiensi bahan bakar, dihitung dari jumlah mil
yang dapat ditempuh per galon bahan bakar.
qsec (1/4 Mile Time)
Mengukur waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk menempuh jarak seperempat
mil dari posisi diam.
drat (Rear Axle Ratio)
Merupakan rasio antara putaran drive shaft dengan putaran roda belakang.
Rasio ini memengaruhi distribusi tenaga dan torsi, serta berdampak pada
kecepatan maksimum dan efisiensi tenaga.
gear (Number of Forward Gears)
Menunjukkan jumlah gigi maju yang dimiliki kendaraan, yang memengaruhi
pengaturan kecepatan dan tenaga. Dalam dataset ini terdapat 3 kategori:
3, 4, dan 5 gear.
am (Transmission)
Mengacu pada jenis transmisi kendaraan: 0 = Automatic dan
1 = Manual.
Selanjutnya, variabel grouping dikonversi menjadi tipe faktor agar dapat diperlakukan sebagai variabel kategorik pada uji MANOVA.
mtcars$am <- factor(mtcars$am, labels = c("Automatic", "Manual"))
mtcars$gear <- factor(mtcars$gear)
Untuk memahami karakteristik awal data, berikut disajikan statistik deskriptif dari variabel yang digunakan, yaitu mpg, qsec, drat sebagai variabel dependen, serta am dan gear sebagai variabel grouping.
summary(mtcars[, c("mpg", "drat", "qsec", "gear", "am")])
## mpg drat qsec gear am
## Min. :10.40 Min. :2.760 Min. :14.50 3:15 Automatic:19
## 1st Qu.:15.43 1st Qu.:3.080 1st Qu.:16.89 4:12 Manual :13
## Median :19.20 Median :3.695 Median :17.71 5: 5
## Mean :20.09 Mean :3.597 Mean :17.85
## 3rd Qu.:22.80 3rd Qu.:3.920 3rd Qu.:18.90
## Max. :33.90 Max. :4.930 Max. :22.90
Asumsi ini mengharuskan bahwa data variabel dependen mengikuti distribusi normal multivariat dalam setiap kelompok yang dibentuk oleh kombinasi variabel grouping (am dan gear). Uji yang digunakan adalah Royston’s Test melalui fungsi mvn() dari paket MVN.
# Uji normalitas multivariat (gabungan variabel dependen)
mvn(mtcars[, c("mpg", "qsec", "drat")], mvnTest = "royston", multivariatePlot = "qq")
## $multivariateNormality
## Test H p value MVN
## 1 Royston 5.520747 0.1382174 YES
##
## $univariateNormality
## Test Variable Statistic p value Normality
## 1 Anderson-Darling mpg 0.5797 0.1207 YES
## 2 Anderson-Darling qsec 0.2363 0.7693 YES
## 3 Anderson-Darling drat 0.7180 0.0550 YES
##
## $Descriptives
## n Mean Std.Dev Median Min Max 25th 75th Skew
## mpg 32 20.090625 6.0269481 19.200 10.40 33.90 15.4250 22.80 0.6106550
## qsec 32 17.848750 1.7869432 17.710 14.50 22.90 16.8925 18.90 0.3690453
## drat 32 3.596563 0.5346787 3.695 2.76 4.93 3.0800 3.92 0.2659039
## Kurtosis
## mpg -0.3727660
## qsec 0.3351142
## drat -0.7147006
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji normalitas multivariat menggunakan Royston’s Test, diperoleh nilai p-value untuk masing-masing variabel sebagai berikut:
Karena seluruh nilai p-value (0.138)> (0.05), maka keputusan yang diambil adalah gagal menolak H0, yaitu data berdistribusi normal.
Kesimpulan:
Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa residual atau kombinasi ketiga variabel dependen (mpg, drat, dan qsec) memenuhi asumsi normalitas multivariat. Dengan demikian, asumsi normalitas dalam analisis MANOVA terpenuhi.
Asumsi ini mengharuskan bahwa matriks varians-kovarians dari ketiga variabel dependen adalah homogen antar grup kombinasi dari am dan gear. Uji yang digunakan adalah Box’s M Test.
# Uji homogenitas varians-kovarians antar grup kombinasi am-gear
mtcars$am_gear <- interaction(mtcars$am, mtcars$gear)
boxM(mtcars[, c("mpg", "qsec", "drat")], grouping = mtcars$am_gear)
##
## Box's M-test for Homogeneity of Covariance Matrices
##
## data: mtcars[, c("mpg", "qsec", "drat")]
## Chi-Sq (approx.) = 22.282, df = 18, p-value = 0.2197
Keputusan:
Hasil uji Box’s M menunjukkan bahwa nilai statistik uji adalah Chi-Square = 22.282 dengan derajat bebas (df = 18) dan p-value=0.2197. Karena p-value> (0.05), maka gagal menolak H0, yang berarti bahwa matriks varians-kovarians homogen antar grup.
Kesimpulan:
Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa asumsi homogenitas matriks varians-kovarians terpenuhi. Artinya, ketiga variabel dependen (mpg, qsec, drat) memiliki struktur varians-kovarians yang serupa antar kombinasi kelompok am (jenis transmisi) dan gear (jumlah gigi). Dengan demikian, analisis MANOVA dapat dilanjutkan karena kedua asumsi utama (normalitas dan homogenitas) telah terpenuhi.
Setelah semua asumsi terpenuhi, analisis dilakukan menggunakan metode MANOVA dua faktor dengan interaksi, untuk menguji pengaruh jumlah gear (gear), jenis transmisi (am), dan interaksinya terhadap variabel performa (mpg, qsec, dan drat).
# MANOVA dengan dua faktor: am dan gear (tanpa interaksi)
fit_am_gear <- manova(cbind(mpg, qsec, drat) ~ am + gear, data = mtcars)
summary(fit_am_gear, test = "Pillai")
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## am 1 0.73387 23.8984 3 26 1.22e-07 ***
## gear 2 0.70409 4.8899 6 54 0.000468 ***
## Residuals 28
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Keputusan:
Faktor am, p-value (1.22e-07)< (0.05), maka tolak H0. Faktor gear, p-value (0.000468)< (0.05), maka tolak H0.
Kesimpulan:
Terdapat perbedaan yang signifikan pada ketiga variabel performa kendaraan (mpg, qsec, drat) berdasarkan jenis transmisi (am) dan jumlah gear (gear) secara terpisah.
# MANOVA dengan interaksi antara am dan gear
fit_interaksi <- manova(cbind(mpg, qsec, drat) ~ am * gear, data = mtcars)
summary(fit_interaksi, test = "Pillai")
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## am 1 0.73387 23.8984 3 26 1.22e-07 ***
## gear 2 0.70409 4.8899 6 54 0.000468 ***
## Residuals 28
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Keputusan:
Faktor am, p-value (1.22e-07)< (0.05), maka tolak H0. Faktor gear, p-value (0.000468)< (0.05), maka tolak H0.
Kesimpulan:
Terdapat perbedaan yang signifikan pada ketiga variabel performa kendaraan (mpg, qsec, drat) berdasarkan jenis transmisi (am) dan jumlah gear (gear) secara terpisah.
Setelah diketahui bahwa hasil MANOVA signifikan, dilakukan uji lanjutan dengan analisis varian univariat (ANOVA) untuk setiap variabel dependen (mpg, qsec, drat) untuk mengetahui kontribusi masing-masing faktor (am, gear) secara terpisah.
summary.aov(fit_interaksi)
## Response mpg :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## am 1 405.15 405.15 19.9021 0.0001208 ***
## gear 2 150.89 75.45 3.7062 0.0373294 *
## Residuals 28 570.00 20.36
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response qsec :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## am 1 5.230 5.2301 2.7877 0.1061372
## gear 2 41.225 20.6125 10.9865 0.0003006 ***
## Residuals 28 52.533 1.8762
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response drat :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## am 1 4.5017 4.5017 49.768 1.129e-07 ***
## gear 2 1.8280 0.9140 10.104 0.0004971 ***
## Residuals 28 2.5327 0.0905
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
library(knitr)
data <- data.frame(
Sumber = c("am", "gear"),
P_Value = c(0.0001208, 0.0373294),
Keputusan = c("Tolak $H_0$", "Tolak $H_0$")
)
kable(data, booktabs = TRUE, escape = FALSE)
| Sumber | P_Value | Keputusan |
|---|---|---|
| am | 0.0001208 | Tolak \(H_0\) |
| gear | 0.0373294 | Tolak \(H_0\) |
Kesimpulan:
Kedua faktor am dan gear berpengaruh signifikan terhadap efisiensi bahan bakar (mpg). Jenis transmisi dan jumlah gear berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan bakar mobil.
library(knitr)
data <- data.frame(
Sumber = c("am", "gear"),
P_Value = c(0.1061372, 0.000306),
Keputusan = c("Gagal Tolak $H_0$", "Tolak $H_0$")
)
kable(data, booktabs = TRUE, escape = FALSE)
| Sumber | P_Value | Keputusan |
|---|---|---|
| am | 0.1061372 | Gagal Tolak \(H_0\) |
| gear | 0.0003060 | Tolak \(H_0\) |
Kesimpulan:
Hanya faktor gear yang berpengaruh signifikan terhadap qsec. Faktor am dan interaksinya tidak signifikan. Hanya jumlah gear yang berpengaruh nyata terhadap akselerasi kendaraan.
library(knitr)
data <- data.frame(
Sumber = c("am", "gear"),
P_Value = c(1.129e-07, 0.0004971),
Keputusan = c("Tolak $H_0$", "Tolak $H_0$")
)
kable(data, booktabs = TRUE, escape = FALSE)
| Sumber | P_Value | Keputusan |
|---|---|---|
| am | 0.0000001 | Tolak \(H_0\) |
| gear | 0.0004971 | Tolak \(H_0\) |
Kesimpulan:
Kedua faktor am dan gear berpengaruh signifikan terhadap drat. Jenis transmisi dan jumlah gear berpengaruh nyata terhadap rasio poros belakang mobil.
Untuk mengetahui pasangan kombinasi tingkat transmisi (am) dan jumlah gear (gear) yang menunjukkan perbedaan signifikan terhadap masing-masing variabel dependen, dilakukan uji post-hoc Tukey HSD berdasarkan faktor gabungan am dan gear.
# Buat variabel gabungan
mtcars$am_gear <- interaction(mtcars$am, mtcars$gear)
# ANOVA untuk masing-masing variabel dependen berdasarkan kombinasi am*gear
aov_mpg_comb <- aov(mpg ~ am_gear, data = mtcars)
aov_qsec_comb <- aov(qsec ~ am_gear, data = mtcars)
aov_drat_comb <- aov(drat ~ am_gear, data = mtcars)
# Tukey HSD post-hoc
Hasil Tukey HSD per Variabel Dependen: 1. Variabel mpg
TukeyHSD(aov_mpg_comb)
## Tukey multiple comparisons of means
## 95% family-wise confidence level
##
## Fit: aov(formula = mpg ~ am_gear, data = mtcars)
##
## $am_gear
## diff lwr upr p adj
## Automatic.4-Automatic.3 4.943333 -1.988892 11.875559 0.2321280
## Manual.4-Automatic.3 10.168333 4.775155 15.561512 0.0001041
## Manual.5-Automatic.3 5.273333 -1.088113 11.634780 0.1312177
## Manual.4-Automatic.4 5.225000 -2.318748 12.768748 0.2546640
## Manual.5-Automatic.4 0.330000 -7.933761 8.593761 0.9995245
## Manual.5-Manual.4 -4.895000 -11.917847 2.127847 0.2497140
Hasil uji Tukey HSD terhadap variabel mpg menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok Manual dengan 4 gear dan Automatic dengan 3 gear, dengan nilai p-value=0.0001. Ini mengindikasikan bahwa kendaraan manual dengan 4 gear memiliki efisiensi bahan bakar yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan kendaraan otomatis dengan 3 gear. Sementara itu, meskipun terdapat selisih nilai rata-rata antar kelompok lainnya (misalnya antara Manual.5 dan Automatic.3), namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p-value>0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kombinasi transmisi manual dengan 4 gear memberikan dampak positif yang paling nyata terhadap efisiensi bahan bakar. 2. Variabel qsec
TukeyHSD(aov_qsec_comb)
## Tukey multiple comparisons of means
## 95% family-wise confidence level
##
## Fit: aov(formula = qsec ~ am_gear, data = mtcars)
##
## $am_gear
## diff lwr upr p adj
## Automatic.4-Automatic.3 2.333 0.2284937 4.4375063 0.0255038
## Manual.4-Automatic.3 0.743 -0.8942777 2.3802777 0.6080034
## Manual.5-Automatic.3 -2.052 -3.9832274 -0.1207726 0.0340981
## Manual.4-Automatic.4 -1.590 -3.8801540 0.7001540 0.2527934
## Manual.5-Automatic.4 -4.385 -6.8937380 -1.8762620 0.0002871
## Manual.5-Manual.4 -2.795 -4.9270173 -0.6629827 0.0066297
Untuk variabel qsec, yang mencerminkan waktu tempuh akselerasi kendaraan, uji post-hoc mengungkapkan bahwa terdapat beberapa pasangan kelompok yang berbeda secara signifikan. Di antaranya, Automatic.4 – Automatic.3 (p-value=0.0255) menunjukkan bahwa kendaraan otomatis dengan 4 gear memiliki waktu akselerasi yang lebih lambat dibandingkan dengan 3 gear. Sementara itu, kelompok Manual.5 – Automatic.3 juga menunjukkan perbedaan signifikan (p-value=0.0341), menandakan bahwa kendaraan manual dengan 5 gear memiliki akselerasi yang lebih cepat. Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan antara Manual.5 dan Manual.4 (p-value=0.0066), dengan waktu akselerasi yang lebih baik pada kendaraan manual 5 gear. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi transmisi dan jumlah gear berpengaruh penting terhadap performa akselerasi kendaraan. 3. Variabel drat
TukeyHSD(aov_drat_comb)
## Tukey multiple comparisons of means
## 95% family-wise confidence level
##
## Fit: aov(formula = drat ~ am_gear, data = mtcars)
##
## $am_gear
## diff lwr upr p adj
## Automatic.4-Automatic.3 0.7298333 0.2677459 1.1919208 0.0009850
## Manual.4-Automatic.3 1.0010833 0.6415855 1.3605812 0.0000002
## Manual.5-Automatic.3 0.7833333 0.3592928 1.2073739 0.0001379
## Manual.4-Automatic.4 0.2712500 -0.2316002 0.7741002 0.4666968
## Manual.5-Automatic.4 0.0535000 -0.4973448 0.6043448 0.9933219
## Manual.5-Manual.4 -0.2177500 -0.6858781 0.2503781 0.5889750
Pada variabel drat, hasil uji Tukey HSD menunjukkan banyak perbedaan signifikan antara kombinasi am dan gear. Tiga perbandingan yang signifikan adalah: Automatic.4 – Automatic.3 (p-value=0.0009), Manual.4 – Automatic.3 (p-value<0.0001), dan Manual.5 – Automatic.3 (p-value=0.0001). Ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan transmisi manual (baik 4 maupun 5 gear) dan juga otomatis dengan 4 gear memiliki rasio poros belakang yang secara signifikan lebih tinggi daripada kendaraan otomatis dengan 3 gear. Perbedaan ini dapat menunjukkan performa mekanis kendaraan yang lebih baik pada kelompok-kelompok tersebut. Sementara pasangan lain tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Dengan demikian, perbedaan drat paling mencolok ditemukan antara kendaraan otomatis 3 gear dengan sebagian besar kelompok lainnya.
Berdasarkan hasil analisis MANOVA yang dilakukan terhadap data mtcars, dapat disimpulkan bahwa baik jenis transmisi (am) maupun jumlah gear (gear) secara signifikan mempengaruhi performa kendaraan yang diukur melalui tiga variabel dependen, yaitu efisiensi bahan bakar (mpg), akselerasi (qsec), dan rasio poros belakang (drat). Dari uji ANOVA, diketahui bahwa:
Uji post-hoc Tukey HSD memberikan informasi lebih spesifik tentang pasangan kelompok am*gear yang menunjukkan perbedaan signifikan. Untuk mpg, perbedaan mencolok terjadi antara Manual.4 dan Automatic.3, menandakan efisiensi bahan bakar lebih baik pada transmisi manual dengan 4 gear. Pada qsec, kombinasi Manual.5 menunjukkan performa akselerasi yang lebih baik dibanding beberapa kelompok lainnya. Sedangkan pada drat, kombinasi Automatic.3 cenderung memiliki rasio poros belakang yang lebih rendah dibanding hampir semua kombinasi lain, menunjukkan inferioritas performa mekanisnya. Dengan mempertimbangkan bahwa kombinasi jenis transmisi dan jumlah gear secara nyata berdampak pada performa kendaraan, hasil ini masih masuk akal secara teknis. Mobil dengan transmisi manual cenderung lebih efisien dan responsif, serta gear yang lebih banyak dapat memberikan fleksibilitas performa yang lebih tinggi. Temuan ini sesuai dengan prinsip dasar mekanik kendaraan dan dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan teknis dalam industri otomotif.
Gaspersz, V. (1992). Teknis Analisis Dalam Penelitian Percobaan Jilid II. Tarsito. Hair, J. F., Black, W. C., & Babin, B. J. (2010). Multivariate Data Analysis: A Global Perspective. Pearson Education. https://books.google.co.id/books?id=SLRPLgAACAAJ Heisler, H. (1995). Advanced Engine Technology. E. Arnold. https://books.google.co.id/books?id=YdxSAAAAMAAJ Walpole, R. E. (1990). Pengantar Statistika. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=hzwjcgAACAAJ