Uji Hipotesis Rata-rata Dua Arah – Data Berpasangan Lihat Perhitungan Manual Kasus 1 (PDF)
## 1_1. Perumusan Hipotesis
## H0 : μ_D = 0 → Tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi energi antara pelumas lama dan pelumas baru
## H1 : μ_D ≠ 0 → Ada perbedaan rata-rata konsumsi energi antara pelumas lama dan pelumas baru
## 1_2. Menghitung Statistik Uji
## Jumlah selisih (∑D) = 25
## Rata-rata selisih (D̄) = 2.5
## Simpangan baku selisih (s_D) = 2.014
## t hitung = 3.926
## 1_3. riteria Pengujian
## Taraf nyata (a) = 0.05
## Derajat bebas (df) = 9
## t tabel dua arah (a = 0.05, df = 9 ) = ± 2.262
## Tolak H0 jika t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
## 1_4. Pengambilan Keputusan
## t hitung = 3.926 > 2.262 → H0 DITOLAK
##
## Kesimpulan
## Pada taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa penggunaan pelumas SynthoLube 9000
## memberikan perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi energi mesin tempa.
## Pelumas baru ini memengaruhi efisiensi energi, baik meningkatkan maupun menurunkan konsumsi.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 2 (PDF)
## 2_1. Perumusan Hipotesis
## H₀ : μ₁ = μ₂ → Rata-rata hasil panen BioSubur sama dengan NutriPrima
## H₁ : μ₁ < μ₂ → Rata-rata hasil panen BioSubur lebih rendah dari NutriPrima
## 2_2. Menghitung Statistik Uji
## BioSubur (n₁ = 8): 4, 5.5, 4.2, 5.3, 4.5, 5, 4.6, 5.1
## Rata-rata (x̄₁) = 4.775
## Simpangan baku (s₁) = 0.534
## NutriPrima (n₂ = 10): 5.2, 4.5, 5.5, 4.8, 5, 5.3, 4.6, 5.4, 4.7, 5
## Rata-rata (x̄₂) = 5.000
## Simpangan baku (s₂) = 0.346
## Rumus uji t :
## t = (x̄₁ - x̄₂) / √(s₁²/n₁ + s₂²/n₂)
## = (4.775 - 5.000) / √((0.534²/8) + (0.346²/10))
## = -0.225 / √((0.285/8) + (0.120/10))
## = -0.225 / √(0.0356 + 0.0120)
## = -0.225 / √0.0476
## = -0.225 / 0.218
## = -1.031
## 2_3. Kriteria Pengujian
## a = 0.10
## db = 11.5 → dibulatkan menjadi 11
## t tabel satu arah kiri (a = 0.10, db = 11) = -1.363
## Tolak H₀ jika t hitung < t tabel
## 2_4. Pengambilan Keputusan
## t hitung = -1.031 > -1.363 → H₀ GAGAL DITOLAK
##
## Kesimpulan:
## Pada taraf nyata 10%, tidak terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa rata-rata
## hasil panen BioSubur lebih rendah daripada NutriPrima.
## Artinya, secara statistik belum terbukti bahwa BioSubur menghasilkan panen yang lebih rendah.
Uji Hipotesis Rata-rata Satu Arah
Lihat Perhitungan Manual Kasus 3 (PDF)
## 3_1. Perumusan Hipotesis
## H₀ : μ = 80 → Rata-rata kadar COD tidak melebihi 80 mg/L
## H₁ : μ > 80 → Rata-rata kadar COD melebihi 80 mg/L
## 3_2. Menghitung Statistik Uji
## x̄ = 84.0 mg/L
## s = 9.0 mg/L
## n = 9
## t = (84.0 - 80.0) / (9.0 / √9)
## = 1.333
## 3_3. Kriteria Pengujian
## a = 0.05
## db = 8
## t tabel satu arah kanan (a = 0.05, db = 8) = 1.860
## Tolak H₀ jika t hitung > t tabel
## 3_4. Pengambilan Keputusan
## t hitung (1.333) < t tabel (1.860) → H₀ GAGAL DITOLAK
##
## Kesimpulan
## Pada taraf nyata 5%, tidak terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa kadar COD rata-rata
## air limbah PT. Tirta Jernih melebihi batas 80 mg/L. Oleh karena itu, data sampel belum cukup
## kuat untuk menjadi dasar tindakan hukum terhadap PT. Tirta Jernih.
Uji hipotesis Ragam satu arah
Lihat Perhitungan Manual Kasus 4 (PDF)
## 4_1. Perumusan Hipotesis
## H₀ : σ² = 150 → Varians skor sikap masyarakat terhadap kebijakan AI sama dengan 150
## H₁ : σ² > 150 → Varians skor sikap masyarakat terhadap AI lebih besar dari 150
## 4_2. Menghitung Statistik Uji
## n = 12
## s² = 468.68
## σ₀² = 150.00
## χ² = (12 - 1) * 468.68 / 150.00 = 34.37
## 4_3. Kriteria Pengujian
## a = 0.10
## db = 11
## χ² tabel satu arah kanan (a = 0.10, db = 11) = 17.28
## Tolak H₀ jika χ² hitung > χ² tabel
## 4_4. Pengambilan Keputusan
## χ² hitung = 34.37 > χ² tabel = 17.28 → H₀ DITOLAK
##
## Kesimpulan
## Pada taraf nyata 10%, terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa varians skor sikap masyarakat terhadap kebijakan AI lebih besar dari 150.
## Artinya, opini masyarakat terhadap kebijakan ini memang lebih tersebar dan beragam dibanding isu kebijakan teknis sebelumnya.
Uji Hipotesis Rata-rata Dua arah
Lihat Perhitungan Manual Kasus 5 (PDF)
## 5_1. Perumusan Hipotesis
## H₀ : μ = 40 → Tidak ada perubahan rata-rata kekuatan beton setelah penambahan aditif
## H₁ : μ ≠ 40 → Ada perubahan rata-rata kekuatan beton setelah penambahan aditif
## 5_2.Menghitung Statistik Uji
## Diketahui:
## - Rata-rata sampel (x̄) = 41.2 MPa
## - Nilai benchmark (μ₀) = 40 MPa
## - Simpangan baku populasi (σ) = 3 MPa
## - Ukuran sampel (n) = 36
## Rumus uji Z:
## Z = (x̄ - μ₀) / (σ / √n)
## = (41.2 - 40) / (3 / √36)
## = 1.2 / (3 / 6)
## = 1.2 / 0.5
## = 2.40
## 5_3. Kriteria Pengujian
## - a = 0.05
## - Karena uji dua arah, Z kritis = ±1.96
## Tolak H₀ jika Z hitung < -Z kritis atau Z hitung > Z kritis
## 5_4. Pengambilan Keputusan
## Z hitung = 2.40 > 1.96 → H₀ DITOLAK
##
## Kesimpulan:
## Pada taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa penambahan aditif polimer baru
## menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap rata-rata kekuatan tekan beton.
## Artinya, kekuatan beton memang berubah secara statistik setelah penambahan aditif.
Uji Hipotesis Proporsi Satu Arah
Lihat Perhitungan Manual Kasus 6 (PDF)
## 6_1. Perumusan Hipotesis:
## H0 : p = 0,35 → Proporsi warga yang membagikan hoaks tetap 35%
## H1 : p < 0,35 → Proporsi warga yang membagikan hoaks lebih rendah dari 35%
## 6_2. Statistik Uji:
## Jumlah sampel (n): 300
## Jumlah warga yang membagikan hoaks (x): 87
## Proporsi sampel (p̂): 0.290
## Z hitung: -2.179
## Z kritis (a = 0.10): -1.282
## 6_3. Kriteria Pengujian
## - a = 0.10
## - Z tabel satu arah kiri (a = 0.10) = -1.28
## Tolak H₀ jika Z hitung < -1.28
## 6_4. Keputusan:
## Karena Z hitung = -2.179 < -1.282, maka H0 DITOLAK.
##
## Kesimpulan:
## Pada taraf nyata 10%, terdapat cukup bukti bahwa proporsi warga yang membagikan hoaks
## lebih rendah dari 35%. Kampanye 'Bijak Bersuara' kemungkinan efektif.
Uji Hipotesis Rata-rata Dua Arah – Dua Sampel Independen, sigma1 dan sigma2 diketahui (Uji Z)
Lihat Perhitungan Manual Kasus 7 (PDF)
## KASUS 7 : Kontrol Kualitas di Pabrik Otomotif
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap ---
## Data :
## Lini Alfa :
## 75.01, 74.98, 75.03, 74.95, 75, 75.05, 74.97, 75.02, 74.99, 75.04
## Lini Beta :
## 75.05, 74.96, 75.08, 74.94, 75.02, 75.09, 74.95, 75.06, 74.97, 75.1, 75.03, 74.99
## Rata-rata Alfa : 75.004
## Rata-rata Beta : 75.020
## Hipotesis Nol (H0): μ1 = μ2 (Tidak ada perbedaan rata-rata)
## Hipotesis Alternatif (H1): μ1 ≠ μ2 (Ada perbedaan rata-rata)
## Tingkat Signifikansi (α): 0.05
## Z-Hitung (z-statistic): -0.6822
## Z-Kritis (Batas Kanan & Kiri): ±1.9600
## P-value: 0.4951
## Keputusan berdasarkan P-Value :
## Karena P-value (0.4951) > alpha (0.05), maka hipotesis Nol GAGAL DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan taraf nyata 5%, tidak terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan
## bahwa terdapat perbedaan rata-rata diameter antara Lini Alfa dan Lini Beta.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 8 (PDF)
## KASUS 8 : Efek Samping Batuk Kering
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap ---
## Data :
## Tenso понижена: 48 dari 400 pasien (p̂₁ = 0.120)
## Normopress : 45 dari 500 pasien (p̂₂ = 0.090)
## Hipotesis:
## H0 : p₁ ≤ p₂ (Obat baru tidak lebih buruk)
## H1 : p₁ > p₂ (Obat baru punya insiden lebih tinggi)
## Proporsi Gabungan (p̄) : 0.1033
## Standard Error (SE) : 0.0204
## Z-Hitung : 1.4692
## Z-Kritis (α = 0.01) : 2.3263
## P-Value : 0.0709
## Keputusan berdasarkan P-Value :
## Karena P-value (0.0709) > alpha (0.01), maka hipotesis Nol GAGAL DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan taraf nyata 1%, tidak terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan
## bahwa Tenso понижена memiliki insiden batuk kering yang lebih tinggi.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 9 (PDF)
## KASUS 9 : Efektivitas Dua Metode Pengajaran
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap ---
## Rata-rata Metode A : 78.00
## Rata-rata Metode B : 74.00
## Hipotesis:
## H0 : μ1 = μ2
## H1 : μ1 ≠ μ2
## Standard Error (SE) : 2.7290
## T-Hitung : 1.4657
## T-Kritis (df = 63.0) : ±1.9984
## P-Value : 0.1477
## Keputusan berdasarkan P-Value :
## Karena P-value (0.1477) > alpha (0.05), maka hipotesis Nol GAGAL DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan taraf nyata 5%, tidak terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan bahwa
## terdapat perbedaan rata-rata nilai antara metode pengajaran A dan B.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 10 (PDF)
## KASUS 10 : Efektivitas Sistem Pendingin Baru Pada Sudu Turbin
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap (Uji t)---
## Data :
## Kelompok A : 78, 82, 84, 88, 76, 85, 83
## Kelompok B : 72, 79, 74, 77, 75, 80, 73
## Rata-rata A : 82.29
## Rata-rata B : 75.71
## Hipotesis:
## H0 : μA = μB (Tidak ada perbedaan rata-rata skor)
## H1 : μA ≠ μB (Ada perbedaan rata-rata skor)
## Tingkat Signifikansi (alpha) : 0.05
## t-Hitung : 3.4004
## t-Kritis (df = 6) : ±2.4469
## P-Value : 0.0145
## Keputusan berdasarkan P-Value :
## Karena P-value (0.0145) <= alpha (0.05), maka hipotesis Nol DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan
## bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata skor Kelompok A dan B.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 11 (PDF)
## KASUS 11 : tabilitas Mesin Produksi
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap (Uji Z) ---
## Data : 49, 52, 47, 51, 50, 48, 53, 50, 49, 52
## Rata-rata sampel : 50.10
## Rata-rata populasi (H0) : 50.00
## Hipotesis:
## H0 : μ = 50 (Rata-rata sama dengan populasi)
## H1 : μ ≠ 50 (Rata-rata berbeda dengan populasi)
## Tingkat Signifikansi (alpha) : 0.05
## Z-Hitung : 0.1581
## Z-Kritis : ±1.9600
## P-Value : 0.8744
## Keputusan berdasarkan P-Value :
## Karena P-value (0.8744) > alpha (0.05), maka hipotesis Nol GAGAL DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan taraf nyata 5%, tidak terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan
## bahwa rata-rata sampel berbeda dari rata-rata populasi.
Lihat Perhitungan Manual Kasus 12 (PDF)
## Kasus 12 : Pengaruh Metode Pengajaran Terhadap Skor Proyek
## --- Tabel ANOVA ---
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## metode 3 764.6 254.88 18.31 5.9e-06 ***
## Residuals 20 278.3 13.92
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
## -------------------
## --- Hasil Uji & Interpretasi Lengkap (ANOVA) ---
## Rata-rata tiap metode:
## Rata-rata Metode A: 75.00
## Rata-rata Metode B: 85.17
## Rata-rata Metode C: 90.00
## Rata-rata Metode D: 79.50
##
## Hipotesis Nol (H0): μA = μB = μC = μD (Semua rata-rata sama)
## Hipotesis Alternatif (H1): Paling tidak satu rata-rata berbeda
## Tingkat Signifikansi (α): 0.05
## F-Hitung (F-statistic): 18.3144
## F-Kritis (F-critical): 3.0984
## P-value: 0.0000
##
## Keputusan berdasarkan P-Value:
## Karena P-value (0.0000) <= alpha (0.05), maka Hipotesis Nol DITOLAK.
##
## Keputusan berdasarkan F-Statistik:
## Karena F-Hitung (18.3144) > F-Kritis (3.0984), maka Hipotesis Nol DITOLAK.
##
## KESIMPULAN :
## Dengan tingkat signifikansi 5%, terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan
## bahwa paling tidak ada satu metode pengajaran yang menghasilkan rata-rata nilai proyek
## akhir yang berbeda secara signifikan.