library(sf)
library(tmap)
library(raster)
library(readxl)
library(ggplot2)
library(openxlsx)
library(terra)
library(readr)
geo = st_read("C:/Users/ASUS/Downloads/PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250417/PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp")
## Reading layer `PROVINSI_JAWA_TIMUR' from data source
## `C:\Users\ASUS\Downloads\PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250417\PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp'
## using driver `ESRI Shapefile'
## Simple feature collection with 38 features and 5 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 110.8987 ymin: -8.78036 xmax: 116.2702 ymax: -5.048857
## Geodetic CRS: WGS 84
head(geo)
## Simple feature collection with 6 features and 5 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 110.8987 ymin: -8.384309 xmax: 112.479 ymax: -7.591071
## Geodetic CRS: WGS 84
## KABKOTNO PROVINSI KABKOT PDRB17 PDRB16 geometry
## 1 01 JAWA TIMUR PACITAN 4.98 5.21 MULTIPOLYGON (((111.375 -8....
## 2 02 JAWA TIMUR PONOROGO 5.10 5.29 MULTIPOLYGON (((111.6746 -7...
## 3 03 JAWA TIMUR TRENGGALEK 5.02 5.00 MULTIPOLYGON (((111.6507 -8...
## 4 04 JAWA TIMUR TULUNGAGUNG 5.08 5.02 MULTIPOLYGON (((111.8639 -8...
## 5 05 JAWA TIMUR BLITAR 5.07 5.08 MULTIPOLYGON (((112.2387 -8...
## 6 06 JAWA TIMUR KEDIRI 4.90 5.02 MULTIPOLYGON (((112.1216 -7...
medis = read_csv("C:/Users/ASUS/Downloads/Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten_Kota, 2018_____.csv")
head(medis)
## # A tibble: 6 × 7
## `Kabupaten/Kota` Dokter Perawat Bidan Farmasi AhliGizi Jumlah
## <chr> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 Surabaya 2841 6926 1264 938 173 12142
## 2 Sidoarjo 1861 3197 1029 451 106 6644
## 3 Malang 1550 2953 686 610 123 5922
## 4 Jember 496 2016 1060 136 42 3750
## 5 Jombang 483 1644 1281 246 86 3740
## 6 Lamongan 444 1985 990 114 38 3571
summary(medis)
## Kabupaten/Kota Dokter Perawat Bidan
## Length:38 Min. : 119.0 Min. : 292.0 Min. : 87.0
## Class :character 1st Qu.: 223.2 1st Qu.: 847.2 1st Qu.: 374.2
## Mode :character Median : 312.5 Median :1024.0 Median : 622.5
## Mean : 452.3 Mean :1259.4 Mean : 607.5
## 3rd Qu.: 433.0 3rd Qu.:1217.0 3rd Qu.: 765.0
## Max. :2841.0 Max. :6926.0 Max. :1281.0
## Farmasi AhliGizi Jumlah
## Min. : 18.00 Min. : 20.00 Min. : 650
## 1st Qu.: 99.25 1st Qu.: 34.25 1st Qu.: 1794
## Median :135.00 Median : 41.50 Median : 2080
## Mean :181.45 Mean : 50.63 Mean : 2551
## 3rd Qu.:204.50 3rd Qu.: 52.75 3rd Qu.: 2558
## Max. :938.00 Max. :173.00 Max. :12142
sdmed = data.frame(Standard_Deviasi = sapply(medis[,2:6], sd))
sdmed
## Standard_Deviasi
## Dokter 523.15063
## Perawat 1116.82551
## Bidan 303.60596
## Farmasi 172.09169
## AhliGizi 30.05438
medis$Jumlah = medis$Dokter+medis$Perawat+medis$Bidan+medis$Farmasi+medis$AhliGizi
for(i in 2:7){
geo[,i+5] = medis[,i]
}
plot(geo[,12])
ggplot(data=geo) + geom_sf(aes(fill=Jumlah)) +
scale_fill_viridis_c(option="magma", direction= 1) +
theme_void()
tmap_options(check_and_fix = TRUE)
qtm(geo, fill="Jumlah", text="KABKOT", text_size=0.5)
Berdasarkan grafik tersebut, jumlah seluruh tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Timur cenderung sedikit (berada di antara 0 - 4000). Jumlah tenaga kesehatan terbanyak berada di Kota Surabaya, diikuti Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan kabupaten/kota lainnya cenderung memiliki jumlah tenaga kesehatan di rentang 0 - 4000 orang per kabupaten/kota. Perbedaan ini mencerminkan distribusi jumlah tenaga kesehatan yang lebih terkonsentrasi di kota-kota besar dibandingkan daerah lainnya.
Pemerintah pusat Indonesia dan pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur memiliki peran krusial dalam mengatasi kesenjangan tenaga kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pemberian insentif bagi tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil, penguatan program beasiswa berbasis daerah, serta pembangunan infrastruktur kesehatan yang lebih merata. Selain itu, kebijakan wajib kerja bagi tenaga medis baru, pemanfaatan teknologi seperti telemedicine, dan kolaborasi dengan sektor swasta dapat memperluas akses layanan kesehatan, sehingga setiap wilayah memiliki jumlah tenaga medis yang memadai, termasuk dokter, perawat, bidan, farmasi, dan ahli gizi. Dengan langkah-langkah ini, pemerataan tenaga kesehatan dapat ditingkatkan demi pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.