Data yang digunakan pada visualisasi ini merupakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan yaitu angka kesakitan penyakit demam berdarah dengue (DBD) per 100.000 penduduk pada tahun 2024. Data ini mencakup seluruh 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan menggambarkan tingkat penyebaran kasus DBD secara relatif berdasarkan jumlah penduduk masing-masing wilayah, sehingga memungkinkan perbandingan yang lebih proporsional antarwilayah.
data<- read_excel("C:/Users/shofi/Documents/BINTEL/BINTEL (17042025)/Kasus Penyakit DBD di Provinsi Jawa Timur 2024.xlsx")
head(data)## # A tibble: 6 × 2
## `Kabupaten/Kota` `DBD 2024`
## <chr> <dbl>
## 1 Kabupaten Pacitan 84
## 2 Kabupaten Ponorogo 42
## 3 Kabupaten Trenggalek 144
## 4 Kabupaten Tulungagung 129
## 5 Kabupaten Blitar 108
## 6 Kabupaten Kediri 32
Untuk memberikan gambaran umum tentang data maka dilakukan penjabaran statistika deskriptif sebagai berikut:
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 8.00 42.75 83.00 90.71 119.50 290.00
Angka kesakitan DBD per 100.000 penduduk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada tahun 2024 memiliki nilai minimum sebesar 8 kasus dan maksimum sebesar 290 kasus. Nilai median adalah 83, yang berarti separuh wilayah memiliki angka kesakitan di bawah 83 dan separuh lainnya di atas 83. Nilai kuartil pertama (Q1) sebesar 42,75 menunjukkan bahwa 25% wilayah memiliki angka kesakitan di bawah 42,75, sedangkan kuartil ketiga (Q3) sebesar 119,5 menunjukkan bahwa 75% wilayah memiliki angka kesakitan di bawah 119,5.
Rata-rata (mean) angka kesakitan adalah 90,71, yang sedikit lebih tinggi dari median, mengindikasikan adanya kemiringan distribusi ke kanan (right-skewed), atau dengan kata lain, terdapat beberapa daerah dengan angka DBD yang sangat tinggi yang menarik nilai rata-rata ke atas.
Untuk mengetahui persebaran penyakit DBD di setiap daerah pada wilayah Provinsi Jawa Timur dilakukan visualisasi data spasial dengan langkah berikut:
geo = st_read("C:/Users/shofi/Documents/BINTEL/BINTEL (17042025)/PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250418/PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp")## Reading layer `PROVINSI_JAWA_TIMUR' from data source
## `C:\Users\shofi\Documents\BINTEL\BINTEL (17042025)\PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250418\PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp'
## using driver `ESRI Shapefile'
## Simple feature collection with 38 features and 5 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 110.8987 ymin: -8.78036 xmax: 116.2702 ymax: -5.048857
## Geodetic CRS: WGS 84
## Simple feature collection with 38 features and 5 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 110.8987 ymin: -8.78036 xmax: 116.2702 ymax: -5.048857
## Geodetic CRS: WGS 84
## First 10 features:
## KABKOTNO PROVINSI KABKOT PDRB17 PDRB16 geometry
## 1 01 JAWA TIMUR PACITAN 4.98 5.21 MULTIPOLYGON (((111.375 -8....
## 2 02 JAWA TIMUR PONOROGO 5.10 5.29 MULTIPOLYGON (((111.6746 -7...
## 3 03 JAWA TIMUR TRENGGALEK 5.02 5.00 MULTIPOLYGON (((111.6507 -8...
## 4 04 JAWA TIMUR TULUNGAGUNG 5.08 5.02 MULTIPOLYGON (((111.8639 -8...
## 5 05 JAWA TIMUR BLITAR 5.07 5.08 MULTIPOLYGON (((112.2387 -8...
## 6 06 JAWA TIMUR KEDIRI 4.90 5.02 MULTIPOLYGON (((112.1216 -7...
## 7 07 JAWA TIMUR MALANG 5.43 5.30 MULTIPOLYGON (((112.7057 -8...
## 8 08 JAWA TIMUR LUMAJANG 5.05 4.70 MULTIPOLYGON (((113.295 -7....
## 9 09 JAWA TIMUR JEMBER 5.11 5.23 MULTIPOLYGON (((113.818 -8....
## 10 10 JAWA TIMUR BANYUWANGI 5.45 5.38 MULTIPOLYGON (((114.2038 -8...
# Menyimpan shapefile baru
st_write(geo,"C:/Users/shofi/Documents/BINTEL/BINTEL (17042025)/PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250418/PROVINSI_JAWA_TIMUR_DBD2024.shp")## Writing layer `PROVINSI_JAWA_TIMUR_DBD2024' to data source
## `C:/Users/shofi/Documents/BINTEL/BINTEL (17042025)/PROVINSI_JAWA_TIMUR-20250418/PROVINSI_JAWA_TIMUR_DBD2024.shp' using driver `ESRI Shapefile'
## Writing 38 features with 6 fields and geometry type Multi Polygon.
tmap_options(check_and_fix = TRUE)
qtm(geo,
fill = "DBD 2024",
text = "KABKOT",
text_size = 0.2,
fill.palette = "YlOrRd",
fill.title = "Persebaran Jumlah Kasus DBD di Jawa Timur 2024")Berdasarkan peta persebaran jumlah kasus DBD di Provinsi Jawa Timur tahun 2024, penyebaran kasus bervariasi antar wilayah. Kota Madiun menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, berada dalam kategori 250 hingga 300. Daerah dengan jumlah kasus tertinggi selanjutnya adalah Kabupaten Probolinggo yang berada dalam kategori 200 hingga 250 kasus. Kedua daerah tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya penanggulangan DBD.
Sementara itu, beberapa daerah seperti Jember, Lumajang, dan Malang menunjukkan jumlah kasus menengah, yakni antara 100 hingga 200 kasus. Di sisi lain, wilayah seperti Pacitan, Trenggalek, Bondowoso, dan Banyuwangi tercatat memiliki jumlah kasus yang relatif rendah, yaitu di bawah 100 kasus. Meskipun demikian, upaya pencegahan tetap penting dilakukan agar kasus tidak meningkat.