Dalam menganalisis ekonomi global, data inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB) memegang peranan penting dalam memahami pertumbuhan dan stabilitas suatu negara. Inflasi mencerminkan perubahan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu, sementara PDB mengukur total nilai ekonomi yang dihasilkan dalam suatu negara. Untuk memastikan keakuratan data, informasi yang digunakan dalam analisis ini diperoleh dari sumber terpercaya. Data PDB diakses melalui World Integrated Trade Solution (WITS), yang menyajikan nilai ekonomi dalam bentuk moneter, sedangkan data inflasi diperoleh dari World Bank Group, yang menyediakan indikator ekonomi utama berdasarkan tahun terbaru yang tersedia. Dengan menggunakan data ini, analisis dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi global maupun spesifik suatu negara.
Analisis yang dilakukan menggunakan software Rstudio untuk melakukan visualisasi dengan scatter plot. Analisis dilakukan satu persatu dengan meninjau bagaimana hubungan antara pertumbuhan PDB dan inflasi pada setiap negara dalam fokusan analisis dan membandingkan hubungan pada setiap negara menggunakan panel conditioning. Dalam analisis ini, fungsi yang banyak digunakan adalah xyplot() dari lattice package dan dengan tambahan fungsi png() dari grDevices package dan dev.off() untuk menyimpan plot yang sudah dibuat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan analisis yang dilakukan lebih jelas untuk memahami korelasi antara pertumbuhan PDB dan inflasi.
Software yang digunakan dalam analisis ini adalah software R Studio. Langkah pertama dalam analisis ini adalah menginput datanya. Berikut adalah syntax yang digunakan untuk menginput data yang tersedia dalam bentuk excel.
library(lattice)
library(latticeExtra)
library(grDevices)
library(readxl)
data <- read_excel("C:/TASIA/ITS/MATERI/SEMESTER 6/BINTEL/WITS-Country-Timeseries(2).xlsx")
data$Tahun <- as.numeric(data$Tahun)
data
## # A tibble: 99 × 4
## Tahun Negara PDB Inflasi
## <dbl> <chr> <dbl> <dbl>
## 1 2012 Hungary -1.25 5.65
## 2 2013 Hungary 1.80 1.73
## 3 2014 Hungary 4.23 -0.228
## 4 2015 Hungary 3.71 -0.0616
## 5 2016 Hungary 2.20 0.395
## 6 2017 Hungary 4.27 2.35
## 7 2018 Hungary 5.36 2.85
## 8 2019 Hungary 4.86 3.34
## 9 2020 Hungary -4.54 3.33
## 10 2021 Hungary 7.20 5.11
## # ℹ 89 more rows
Visualisasi data bertujuan untuk menyajikan informasi/data dalam bentuk grafik sehingga lebih mudah dipahami, dianalisis, dan diinterpretasikan. Dalam analisis ini, dilakukan visualisasi data mengenai hubungan pertumbuhan PDB dan inflasi, kenaikan/penurunan dari pertumbuhan PDB dan inflasi tiap tahunnya.
Analisis hubungan antara pertumbuhan PDB dan inflasi dapat membantu dalam memahami kondisi ekonomi suatu negara. Suatu negara yang memiliki ekonomi sehat ditunjukkan dengan pertumbuhan PDB yang stabil dan inflasi yang terkendali. Jika terdapat ketidakseimbangan antara kedua hal tersebut, maka suatu negara berisiko mengalami masalah ekonomi, seperti stagflasi atau overheating economy. Sehingga pemerintah dapat menggunakan informasi tersebut untuk merumuskan kebijakan moneter yang tepat.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Hungary"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Hungary",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Pertumbuhan PDB dan Inflasi di negara Hungaria cukup fluktuatif, dengan inflasi yang tinggi pada beberapa tahun tertentu bahkan hingga sekitar 15%, di beberapa titik menunjukkan inflasi tinggi meskipun PDB tidak tumbuh signifikan, hal ini mungkin bisa disebabkan oleh krisis ekonomi atau faktor eksternal lainnya. Pada beberapa periode, pertumbuhan PDB tinggi tetapi inflasi rendah begitu juga sebaiknya. Hungaria mungkin perlu menerapkan kebijakan moneter yang lebih stabil agar inflasi di negaranya tidak terlalu tinggi.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Iceland"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Iceland",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Pertumbuhan PDB dan Inflasi di negara Islandia menujukkan bahwa pertumbuhan PDB di negara ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan yaitu dari rentang –5% hingga lebih dari 5%, begitu juga halnya dengan inflasi pada negara ini, cukup fluktuatif. Di beberapa titik dimana inflasi meningkat pesat meskipun pertumbuhan ekonomi tidak selalu tinggi. Tidak begitu terlihat hubungan yang jelas antara pertumbuhan PDB dan inflasi. Dalam beberapa waktu, inflasi tetap tinggi meskipun PDB rendah. Ekonomi Islandia mengalami fluktuasi yang cukup besar dalam pertumbuhan PDB dan inflasi.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "India"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada India",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Pertumbuhan PDB dan Inflasi di negara India menujukan bahwa tidak ada hubungan linier yang jelas antara pertumbuhan PDB dan Inflasi di India, dalam beberapa waktu, inflasi tetap tinggi meskipun pertumbuhan PDB menurut/melambat. Grafik ini juga menunjukkan bahwa mungkin inflasi di India lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal daripada hanya dengan pertumbuhan ekonomi domestik. India perlu fokus pada stabilitas inflasi agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang juga stabil dan berkelanjutan.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Indonesia"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Indonesia",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Pertumbuhan PDB dan Inflasi di negara Indonesia menujukkan bahwa terdapat pola pertumbuhan ekonomi yang stabil dan positif. Hubungan positif antara PDB dan inflasi menunjukkan bahwa ketika ekonomi tumbuh, permintaan meningkat, yang juga bisa menyebabkan kenaikan harga. Dibandingkan dari negara lain, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik, terutama dukungan dari konsumsi domestik yang kuat. Kedepannya mungkin Indonesia perlu memperkuat reformasi ekonomi dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi, agar bisa terus berkembang.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Iran, Islamic Rep."), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Iran, Islamic Rep.",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Petumbuhan PDB dan Inflasi di negara Iran menujukkan bahwa tingginya inflasi pada negara ini tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, karena persebarannya menyebar secara acak. Hal ini mencerminkan tantangan yang besar bagi ekonomi negara Iran. Kedepannya mungkin Iran perlu menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih stabil dengan mengurangi ketergantungan pada minyak dan memperbaiki hubungan internasional agar bisa mendapat lebih banyak investasi & perdagangan global. Jika hal ini bisa dilakukan, maka inflasi dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi bisa menjadi lebih berkelanjutan.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Iraq"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Iraq",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Petumbuhan PDB dan Inflasi di negara Iraq menujukkan bahwa tidak ada pola hubungan yang kuat antara pertumbuhan PDB dan inflasi. Inflasi pada Iraq menujukkan bahwa negara ini berhasil menjafa stabilitas harga, meskipun pertumbuhan ekonominya mengalami perubahan yang drastis dari tahun ke tahun. Hal ini menujukkan bahwa inflasi di Irak mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Untuk kedepannya, mungkin Iraq bisa lebih menjaga ke stabilan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi negaranya.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Ireland"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Ireland",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Petumbuhan PDB dan Inflasi di negara Irlandia menujukkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara PDB dan Inflasi. Terlihat bahwa inflasi tetap rendah bahkan ketika pertumbuhan ekonominya sangat tinggi. Hal ini menujukkan bahwa kemungkinan inflasi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain dibandingan PDB di negara Irlandia. Negara ini pertumbuhan ekonominya lumayan stabil dan kuat dengan tingkat inflasi yang tetap rendah walaupun PDB sangat tinggi. Untuk kedepannya Irlandia harus mempu mengelola pertumbuhan ekonomi dengan baik agar bisa terus menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Israel"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Israel",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara pertumbuhan PDB dan inflasi pertumbuhan PDB dan inflasi di Israel, tersebar tanpa pola yang jelas, mengindikasikan hubungan yang lemah antara kedua variabel tersebut. Beberapa titik berada di kisaran pertumbuhan PDB positif dengan inflasi yang juga positif, sementara ada juga yang menunjukkan inflasi negatif meskipun PDB positif. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Israel tidak selalu berkorelasi langsung dengan tingkat inflasi, sehingga faktor lain mungkin berperan dalam menentukan inflasi selain dari pertumbuhan PDB.
xyplot(Inflasi ~ PDB, data = subset(data, Negara == "Italy"), pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Grafik Hubungan Pertumbuhan PDB dan Inflasi pada Italy",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
)
)
Grafik hubungan antara Petumbuhan PDB dan Inflasi di negara Italia menujukkan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara Pertumbuhan PDB dan Inflasi di negara ini. Inflasinya cukup stabil dan relatif rendah. Dalam beberapa waktu, Italia mengalami Petumbuhan PDB positif dengan inflasi yang rendah, sementara di tahun lain, terdapat pertumbuhan rendah tetapi inflasi masih teteap ada. Hal ini menujukkan bahwa inflasi di Italia juga mungkin dipengaruhi oleh faktor eksternal.
p1 <- xyplot(Inflasi ~ PDB | factor(Negara), data = data, pch = 21,
col = "black", fill = "plum", cex = 1.2,
xlab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
ylab = expression(bold("Inflasi (%)")),
par.strip.text = list(cex = 0.7),
main = "Pertumbuhan PDB vs. Inflasi (per Negara)",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
),
panel = function(x, y, ...) {
panel.xyplot(x, y, ...)
panel.abline(h = 2, lty = "dashed", lwd = 1.5, col = "steelblue")
panel.abline(v = 3, lty = "dashed", lwd = 1.5, col = "darkred")
panel.text(25, -1, "Inflasi Ideal (2%)", adj = c(1, 0), cex = .8, font = 2, col = "darkblue")
panel.text(21, 23, "Pertumbuhan\nPDB Ideal (3%)", adj = c(1, 0), cex = 0.8, font = 2, col = "darkred")
panel.lmline(x, y, col = "blue", lwd = 2)
}
)
p1
Gambar diatas menunjukkan hubungan antara pertumbuhan PDB dan inflasi untuk sembilan negara, yaitu Irlandia, Israel, Italia, Indonesia, Iran, Irak, Hungaria, Islandia, dan India. Secara umum, sebagian besar negara memiliki data yang tersebar dengan pola yang bervariasi. Di Iran, menunjukkan korelasi negatif yang kuat, yang berarti bahwa ketika inflasi meningkat, pertumbuhan PDB justru cenderung menurun. Sementara itu, negara Irlandia (Ireland) dan Islandia (Iceland) memiliki distribusi data yang lebih tersebar secara merata dengan kenaikan inflasi yang cukup tinggi di beberapa periode. Selain itu, banyak titik yang berada di luar zona PDB dan Inflasi ideal, hal ini menunjukkan bahwa masih banyak negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tidak stabil.
Pada grafik yang dibuat menggunakan scatter plot untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan PDB dan tingkat inflasi di berbagai negara yang telah disebutkan. Dalam membangun grafik tersebut, menggunakan bantuan package dari graphics engine. Berikut penjelasan dari fungsi elemen syntax dalam pembuatan grafik diatas.
Dari visualisasi data yang dibangun menggunakan syntax di R,
p2 <- xyplot(PDB ~ Tahun | factor(Negara), data = data, type = "o",
col = "salmon", pch = 8, cex=1.2,
xlab = expression(bold("Tahun")),
ylab = expression(bold("Pertumbuhan PDB (%)")),
main = "Perkembangan PDB (per Negara)",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
))
p2
Grafik diatas memberikan gambaran pertumbuhan PDB (%) per negara dari tahun 2012-2022 untuk sembilan negara, yaitu Irlandia, Israel, Italia, Indonesia, Iran, Irak, Hungaria, Islandia, dan India. Terlihat bahwa negara Ireland, Iran, dan Iraq memiliki pertumbuhan yang sangat fluktuatif, hal ini diperkirakan karena ketiga negara tersebut menghadapi volatilitas yang tinggi akibat faktor eksternal. Secara umum, Negara-negara selain tiga negara yang telah disebutkan sebelumnya yaitu Indonesia, Israel, Italy, Hungary, dan India memiliki pertumbuhan PDB yang cukup stabil setidaknya hingga tahun 2019. Namun, secara umum, hampir semua negara mengalami penurunan pertumbuhan PDB di tahun 2020. Hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Setelah itu, di tahun 2021-2022, hampir semua negara menunjukkan peningkatan pertumbuhan PDB.
p3 <- xyplot(Inflasi ~ Tahun | factor(Negara), data = data, type = "o",
col = "olivedrab", pch = 8, cex=1.2,
xlab = expression(bold("Tahun")),
ylab = expression(bold("Inflasi(%)")),
main = "Perkembangan Inflasi per Negara",
par.settings = list(
fontsize = list(text = 12, points = 8),
axis.text = list(fontfamily = "serif"),
par.main.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.2),
par.xlab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1),
par.ylab.text = list(fontfamily = "serif", cex = 1.1)
))
p3
Grafik diatas menunjukkan perkembangan inflasi per negara dari tahun 2012-2022 untuk sembilan negara, yaitu Irlandia, Israel, Italia, Indonesia, Iran, Irak, Hungaria, Islandia, dan India. Terlihat bahwa negara-negara maju, seperti Ireland, Israel, Italia, dan Iceland dapat mempertahankan inflasi ditingkat yang cenderung stabil. Selain itu, negara Iran menunjukkan adanya ketidakstabilan ekonomi yang tinggi dengan grafik yang sangat fluktuatif. Secara umum, sebagian besar negara mengalami inflasi yang relatif stabil hingga tahun 2020 dan mengalami peningkatan di tahun 2021. Di tahun 2022, masing-masing negara memiliki kondisi yang berbeda-beda, tetapi sebagain besar mengalami kenaikan inflasi yang tidak terlalu signifikan. Tren kenaikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan ekonomi global, seperti pandemi COVID-19.
Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap grafik pertumbuhan PDB dan inflasi dari sembilan negara, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara pertumbuhan PDB dan inflasi tidak selalu linear dan memiliki variasi yang signifikan pada beberapa negara. Negara-negara maju seperti Irlandia, Italia, Islandia, dan Israel memiliki tingkat inflasi yang lebih stabil dibandingkan negara-negara lain meskipun mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup fluktuatif. Sebaliknya, pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, Iran, Irak, dan Hungaria pola hubungan pertumbuhan PDB dan inflasi lebih bervariasi yang artinya, perekonomian dalam negara-negara tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Hubungan positif antara pertumbuhan PDB dan inflasi yang mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang kuat. Namun, secara umum tidak semua negara menunjukkan pola yang jelas antara pertumbuhan PDB dan inflasi karena banyak faktor eksternal lainnya yang berpengaruh
Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat saran-saran yang dapat diterapakan baik untuk analisis serupa maupun bagi negara-negara yang menjadi objek dalam penelitian. Saran bagi analisis serupa yang akan dilakukan adalah sebagai berikut
Adapun saran bagi negara-negara yang menjadi fokusan dalam analisis adalah sebagai berikut.