Data yang digunakan pada tugas ini yaitu data Umur Harapan Hidup di Provinsi Jawa Timur menurut Kabupaten/Kota tahun 2024, yang didapatkan dari website resmi BPS Jawa Timur.
library(sf)
## Warning: package 'sf' was built under R version 4.3.3
## Linking to GEOS 3.11.2, GDAL 3.8.2, PROJ 9.3.1; sf_use_s2() is TRUE
library(ggplot2)
library(openxlsx)
## Warning: package 'openxlsx' was built under R version 4.3.3
library(readxl)
library(tmap)
## Warning: package 'tmap' was built under R version 4.3.3
library(terra)
## Warning: package 'terra' was built under R version 4.3.3
## terra 1.8.29
geo1 = st_read("D:/ITS/Business Intelligence/Jawa Timur/PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp")
## Reading layer `PROVINSI_JAWA_TIMUR' from data source
## `D:\ITS\Business Intelligence\Jawa Timur\PROVINSI_JAWA_TIMUR.shp'
## using driver `ESRI Shapefile'
## Simple feature collection with 38 features and 5 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 110.8987 ymin: -8.78036 xmax: 116.2702 ymax: -5.048857
## Geodetic CRS: WGS 84
View(geo1)
#Menambah data ke SHP
data<-read_excel("D:/ITS/Business Intelligence/Umur Harapan Hidup.xlsx")
geo1[,7]=data[,3]
plot(geo1[,7])
#TMAP
tmap_options(check_and_fix = TRUE)
qtm(geo1, fill="2024", text="KABKOT", text_size=0.3)
## The shape object "structure(list(KABKOTNO = c("01", "02", "03", "04", "05", "06", " is invalid. Trying to fix it...
Umur harapan hidup merupakan estimasi rata-rata usia yang dapat dicapai oleh seseorang sejak lahir. Indikator ini mencerminkan kualitas hidup dari masyarakat, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan gizi. Pada plot tersebut terlihat persebaran umur harapan hidup di Jawa Timur pada tahun 2024 yang menunjukkan adanya ketimpangan antarwilayah. Daerah dengan warna gelap (biru tua), menunjukkan umur harapan hidup yang lebih tinggi dengan estimasi 76 – 76,5 tahun. Sebagian besar wilayah tengah dan barat berwarna biru sedang, yang berarti umur harapan hidup masyarakat daerah tersebut sedang dengan estimasi 74,5 – 75,5 tahun. Sementara itu, daerah timur dan daerah-daerah di Pulau Madura berwarna biru yang cukup muda, menggambarkan umur harapan hidup yang rendah dengan estimasi 73 – 74 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah dengan infrastruktur yang lebih maju memiliki capaian umur harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan kesehatan di daerah-daerah yang jauh dari ibukota provinsi agar masyarakatnya dapat memperbaiki kualitas hidup.