Data historis saham yang digunakan adalah saham Bank BCA, Indofood, dan Gudang Garam pada periode April 2022 - April 2025 yang dapat diakses pada link berikut. https://id.investing.com/equities
Grafik time series di atas menunjukkan pergerakan harga saham dari tiga perusahaan: BBCA (merah), GGRM (hijau), dan INDF (biru) dari April 2022 hingga April 2025. Grafik ini memperlihatkan fluktuasi harga yang cukup signifikan, dengan GGRM mengalami volatilitas tinggi, mencapai lebih dari 30 pada pertengahan 2023 sebelum mengalami penurunan tajam. BBCA tetap relatif stabil selama periode tersebut, dengan harga sahamnya tetap berada di bawah 10, sementara INDF menunjukkan tren penurunan yang konsisten, terutama setelah pertengahan 2023. Garis putus-putus merah menandai periode tertentu di mana pergerakan harga tampak lebih tajam atau volatil untuk ketiga saham tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal mungkin mempengaruhi pasar pada periode tersebut, namun respons masing-masing saham berbeda, dengan GGRM yang paling terpengaruh.
Boxplot tersebut menampilkan distribusi harga saham terakhir (Terakhir) dari ketiga perusahaan. GGRM memiliki rentang interkuartil (IQR) yang sangat besar, menunjukkan harga sahamnya lebih berfluktuasi dibandingkan BBCA dan INDF. Saham Gudang Garam (GGRM) lebih volatil, yang bisa menarik bagi investor yang mencari peluang keuntungan besar tetapi dengan risiko tinggi. Saham Bank Central Asia (BBCA) dan Indofood (INDF) lebih stabil, yang mungkin lebih cocok untuk investasi jangka panjang dengan risiko lebih rendah.