Kita menginput data dan library yang dibutuhkan dalam membuat ggplot. disini menggunakan data kepadatan kelurahan jakarta pada tahun 2013. Mari mengecek datanya berisikan apa aja dan tipe datanya.
## TAHUN NAMA.PROVINSI NAMA.KABUPATEN.KOTA NAMA.KECAMATAN NAMA.KELURAHAN
## 1 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU UTR P. PANGGANG
## 2 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU UTR P. KELAPA
## 3 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU UTR P. HARAPAN
## 4 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU SLT P. UNTUNG JAWA
## 5 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU SLT P. TIDUNG
## 6 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERIBU SLT P. PARI
## LUAS.WILAYAH..KM2. KEPADATAN..JIWA.KM2.
## 1 0.91 6779
## 2 3.76 1705
## 3 3.59 628
## 4 0.59 3625
## 5 1.57 3084
## 6 1.39 1968
## 'data.frame': 267 obs. of 7 variables:
## $ TAHUN : int 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 ...
## $ NAMA.PROVINSI : chr "PROVINSI DKI JAKARTA" "PROVINSI DKI JAKARTA" "PROVINSI DKI JAKARTA" "PROVINSI DKI JAKARTA" ...
## $ NAMA.KABUPATEN.KOTA : chr "KAB.ADM.KEP.SERIBU" "KAB.ADM.KEP.SERIBU" "KAB.ADM.KEP.SERIBU" "KAB.ADM.KEP.SERIBU" ...
## $ NAMA.KECAMATAN : chr "KEP. SERIBU UTR" "KEP. SERIBU UTR" "KEP. SERIBU UTR" "KEP. SERIBU SLT" ...
## $ NAMA.KELURAHAN : chr "P. PANGGANG" "P. KELAPA" "P. HARAPAN" "P. UNTUNG JAWA" ...
## $ LUAS.WILAYAH..KM2. : num 0.91 3.76 3.59 0.59 1.57 1.39 2.58 1.26 1.12 1.14 ...
## $ KEPADATAN..JIWA.KM2.: int 6779 1705 628 3625 3084 1968 1350 14584 18987 14465 ...
Setelah melihat data dan tipenya seperti apa, sekarang membuat plot menggunakan ggplot2 dengan menggunakan data kepadatan penduduk dengan x adalah kabupateb dan fill plotnya itu adalah kecamatan. disini akan dilakukan 3 tipe visualisasi yaitu menggunakan geom poin, bar , dan boxplot. berikut plotnya.
Scatter plot ini menunjukkan hubungan antara ukuran wilayah kecamatan (Luas Wilayah) dan kepadatan penduduk (Kepadatan Penduduk). Terlihat adanya korelasi terbalik yang jelas: wilayah dengan ukuran lebih kecil cenderung memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi, terutama di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Sebaliknya, kecamatan dengan wilayah yang lebih luas seperti Jakarta Utara dan Kab. Adm. Kep. Seribu menunjukkan kepadatan penduduk yang lebih rendah. Variasi data menunjukkan perbedaan tingkat urbanisasi antar wilayah.
Bar plot ini menggambarkan jumlah kecamatan di setiap kota atau kabupaten. Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur menunjukkan jumlah kecamatan yang paling banyak, dengan Jakarta Barat menjadi yang terbanyak. Sebaliknya, wilayah seperti Kab. Adm. Kep. Seribu memiliki jumlah kecamatan yang jauh lebih sedikit. Plot ini menekankan pada kompleksitas dan kepadatan kawasan pusat Jakarta, sementara wilayah pinggiran seperti Kepulauan Seribu memiliki fragmentasi yang lebih sedikit.
Plot box ini menggambarkan distribusi kepadatan penduduk di berbagai kabupaten/kota. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat menunjukkan kepadatan penduduk yang tinggi, dengan median kepadatan di Jakarta Pusat lebih tinggi. Di sisi lain, daerah seperti Jakarta Utara dan Kab. Adm. Kep. Seribu memiliki rentang yang lebih lebar, dengan beberapa outlier yang ekstrem, terutama di Jakarta Utara. Variasi antar wilayah ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk sangat terkonsentrasi di pusat Jakarta, sementara daerah pinggiran memiliki kepadatan yang lebih rendah, meskipun tetap signifikan.