Uji Kruskal-Wallis atau biasa disebut kruskal wallis satu arah anova merupakan gagasan dari dua orang yaitu William kruskal dan W. allen wallis. Analisis varians satu-arah berdasarkan peringkat Kruskal-Wallis yaitu teknik nonparametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis nol yang menyatakan bahwa beberapa sampel telah ditarik dari populasi-populasi yag sama atau identik. Dan apabila kasus yang diselidiki hanya dua sampel, maka uji Kruskal-Wallis setara dengan uji Mann-Whitney. Uji Kruskal-Wallis memanfaatkan informasi yang lebih banyak ketimbang yang digunakan pada uji median.
Metode ini bertujuan untuk menguji perbedaan median atau peringkat rata-rata antar lebih dari dua kelompok yang independen satu sama lain. Metode ini juga memiliki asumsi sebagai berikut:
Hipotesis
Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi dilambangkan dengan \(\alpha\).
Daerah Kritis
Tolak \(H_0\) jika:\(H > \chi^2_{\alpha,\, df}\) atau \(p\)-value \(< \alpha\)
Statistik Uji
Rumus statistik uji Kruskal-Wallis adalah:
\[H = \frac{12}{N(N + 1)} \sum_{j=1}^{k} \frac{R_j^2}{n_j} - 3(N + 1)\]
Keterangan:
\(H\) : Nilai statistik
Kruskal-Wallis
\(k\) : Jumlah kelompok
\(N\) : Total seluruh data
\(n_j\) : Banyak data pada kelompok
ke-\(j\)
\(R_j\) : Jumlah ranking dari kelompok
ke-\(j\)
Kesimpulan
Dalam dunia bisnis, analisis penjualan berdasarkan wilayah pasar merupakan hal yang penting untuk mengevaluasi kinerja distribusi dan efektivitas strategi pemasaran. Perusahaan perlu mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian penjualan di berbagai wilayah pasar agar dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran, seperti pengalokasian sumber daya atau penyesuaian strategi promosi.
Namun, dalam banyak kasus, data penjualan antar wilayah tidak selalu memenuhi asumsi distribusi normal yang dibutuhkan dalam analisis parametrik seperti ANOVA. Oleh karena itu, pendekatan statistik non-parametrik menjadi alternatif yang tepat untuk menguji perbedaan distribusi data penjualan antar kelompok wilayah.
Salah satu metode non-parametrik yang digunakan adalah uji Kruskal-Wallis, yang dapat digunakan untuk membandingkan distribusi atau median dari tiga kelompok atau lebih yang independen. Uji ini tidak mensyaratkan distribusi normal dan sangat cocok digunakan ketika data berskala ordinal atau ketika asumsi ANOVA tidak terpenuhi.
Dalam penelitian ini, dilakukan uji Kruskal-Wallis terhadap data penjualan dari empat wilayah pasar yang berbeda untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan distribusi penjualan yang signifikan antar wilayah tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat di lakukan pada Rstudio:
library(DT)
## Warning: package 'DT' was built under R version 4.4.3
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.4.2
library(rmarkdown)
datatable(Data_Penjualan_Perwilayah)
Hipotesis
Taraf Signifikansi
\(\alpha\) = 0,05
Daerah Kritis
Tolak \(H_0\) jika:\(H > \chi^2_{\alpha,\, df}\) atau \(p\)-value < 0,05
Statistik Uji
Data_Penjualan_Perwilayah$Wilayah <- as.factor(Data_Penjualan_Perwilayah$Market)
summary(Data_Penjualan_Perwilayah)
## Market sales Wilayah
## Length:177 Min. : 17.0 Central:56
## Class :character 1st Qu.: 93.0 East :37
## Mode :character Median :140.0 South :28
## Mean :178.3 West :56
## 3rd Qu.:200.0
## Max. :678.0
kruskal.test(sales ~ Market, data = Data_Penjualan_Perwilayah)
##
## Kruskal-Wallis rank sum test
##
## data: sales by Market
## Kruskal-Wallis chi-squared = 2.2269, df = 3, p-value = 0.5267