1 Latar Belakang

Dalam industri minuman, khususnya kopi, dinamika pasar terus berkembang seiring dengan perubahan preferensi konsumen, inovasi produk, dan tren gaya hidup. Kopi tidak lagi hanya dikonsumsi sebagai minuman penyemangat, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup modern. Hal ini menyebabkan produsen kopi berlomba-lomba menghadirkan berbagai jenis produk kopi, seperti kopi hitam (black coffee), kopi susu (latte, cappuccino), kopi kemasan dingin (cold brew), hingga varian kopi berbasis rasa atau topping.

Dengan beragamnya jenis produk kopi yang ditawarkan, penting bagi pelaku usaha untuk memahami bagaimana masing-masing jenis produk tersebut berkontribusi terhadap penjualan. Mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata penjualan antar jenis produk kopi dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis, seperti pengembangan produk, alokasi anggaran pemasaran, dan manajemen persediaan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata penjualan berdasarkan jenis produk kopi. Dengan menggunakan data penjualan aktual, analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen dalam mengidentifikasi produk unggulan serta potensi pengembangan pasar.

2 Penjelasan dan Preview Data

Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berisi 4.248 entri dengan 20 variabel yang mencakup informasi penjualan berbagai produk minuman, khususnya kopi dan teh. Data ini mencatat sejumlah variabel penting seperti tanggal penjualan (Date), nama produk (Product), kategori produk (Product Line), jenis produk (Product Type), subkategori produk (Type), dan nilai penjualan aktual (Sales) yang menjadi fokus utama dalam analisis. Selain itu, tersedia juga informasi geografis dan segmentasi pasar seperti State, Market, dan Market Size. Berdasarkan lima baris pertama data, terlihat bahwa produk-produk seperti “Amaretto”, “Colombian”, dan “Decaf Irish Cream” termasuk dalam jenis kopi, sementara “Green Tea” dikategorikan sebagai teh. Nilai penjualan (Sales) dari produk-produk kopi ini bervariasi, seperti 219 untuk Amaretto dan 234 untuk Decaf Irish Cream. Untuk keperluan analisis perbedaan rata-rata penjualan, data akan difokuskan pada jenis produk dengan kategori Product Type bernilai “Coffee”, dan jika relevan, juga akan dipertimbangkan jenis “Espresso” sebagai bagian dari variasi produk kopi.

library(readxl)
# Membaca data dari file Excel
Data_CM <- read_excel("Data_CM.xlsx")
# Mengganti Nama Kolom
names(Data_CM)[names(Data_CM) == "Product Type"] <- "Product_Type"

3 PEMBAHASAN

3.1 Uji One Way Anova

Uji ANOVA (Analysis of Variance) adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara tiga kelompok atau lebih. Uji ini bertujuan untuk menentukan apakah variasi antar kelompok lebih besar daripada variasi dalam kelompok, sehingga dapat disimpulkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok-kelompok yang diuji. Uji ANOVA dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti perbandingan pengaruh berbagai perlakuan atau faktor terhadap suatu variabel.

1. Mean Square Between (MSB)

\[ MSB = \frac{SSB}{df_{\text{antara}}} \]

dimana:
\(SSB\) = Jumlah kuadrat antar kelompok (Sum of Squares Between)

\(df_{\text{antara}}\) = Derajat kebebasan antar kelompok (jumlah kelompok - 1)

2. Mean Square Within (MSW)

\[ MSW = \frac{SSW}{df_{\text{dalam}}} \]

di mana:
\(SSW\) = Jumlah kuadrat dalam kelompok (Sum of Squares Within)

\(df_{\text{dalam}}\) = Derajat kebebasan dalam kelompok (jumlah total observasi - jumlah kelompok)

3. F-statistic

\[ F = \frac{MSB}{MSW} \]

Jika nilai \(F\) yang dihitung lebih besar dari nilai \(F\)-tabel pada tingkat signifikansi yang ditentukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antar kelompok.

Dalam kasus ini penulis melakukan analisis terhadap data penjualan yang difokuskan pada hubungan antara jenis produk kopi (Product Type) dan nilai penjualan (Sales). Data yang digunakan mencerminkan performa penjualan dari berbagai kategori produk kopi. Setiap jenis produk tersebut memiliki segmen pasar yang berbeda, sehingga diasumsikan dapat memberikan kontribusi penjualan yang bervariasi. Penulis tertarik untuk mengetahui apakah perbedaan jenis produk kopi secara nyata memengaruhi rata-rata penjualan yang dihasilkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, digunakan metode statistik One-Way ANOVA guna menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata penjualan antar jenis produk kopi. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan bagi manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan terkait strategi produk dan distribusi berdasarkan kinerja penjualannya.

Uji Menggunakan Rstudio
1. Hipotesis
\(H_0\): \(\mu_1 = \mu_2 = .... =\mu_k\) (Rata-rata penjualan cenderung sama untuk semua jenis produk)
\(H_1\): \(\mu_1 \neq \mu-j\), untuk paling sedikit sebuah \(i\), \(j\) (Setidaknya ada satu jenis produk yang memiliki rata-rata penjualan lebih signifikan dibanding yang lain)
2. Taraf Signifikansi
\(\alpha=5\%=0.05\)
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika P-value<0.05
4. Statistik Uji

anova_model1 <- aov(Sales ~ Product_Type, data = Data_CM)
summary(anova_model1)
##                Df   Sum Sq Mean Sq F value  Pr(>F)   
## Product_Type    3   347874  115958   5.091 0.00162 **
## Residuals    4244 96658796   22775                   
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
library(knitr)
library(kableExtra)

anova_output <- summary(anova_model1)
kable(anova_output[[1]], caption = "📊 Hasil One-Way ANOVA") %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"))
📊 Hasil One-Way ANOVA
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Product_Type 3 347874.1 115958.0 5.091371 0.0016162
Residuals 4244 96658796.3 22775.4 NA NA

💡 Coba Tes Diri Kamu

Quiz cepat: Apa yang terjadi jika p-value < 0.05?

  1. Kesimpulan
    Berdasarkan output r, diketahui P-value=0.00162<0.05, maka \(H_0\) ditolak, sehingga setidaknya ada satu jenis produk yang memiliki rata-rata penjualan lebih signifikan dibanding yang lain

3.2 Uji Asumsi Residu

3.2.1 Uji Normalitas Residu

Untuk menguji normalitas residu kita bisa menggunakan uji Shapiro-Wilk.
1. Hipotesis
\(H_0\): Residu berdistribusi normal.  \(H_1\): Residu tidak berdistribusi normal.  2. Taraf Signifikansi
\(\alpha\) = 5% = 0.05
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika P-value < 0.05
4. Statistik Uji

shapiro.test(residuals(anova_model1))
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  residuals(anova_model1)
## W = 0.7874, p-value < 2.2e-16
5.Kesimpulan

Berdasarkan uji yang dilakukan diketahui P-Value = 2.2e-16 < 0.05, maka \(H_0\) ditolak, sehingga residu dari Uji Anova berdistribusi tidak normal. Umumnya, residu yang tidak berdistribusi normal akan memengaruhi keakuratan dari hasil uji. Tetapi, untuk Uji Anova dengan sampel yang sangat banyak tidak terlalu memengaruhi keakuratan ujinya.

3.2.2 Uji Homogenitas Residu

Untuk menguji homogenitas residu kita bisa menggunakan Uji Breusch-Pagan.
1. Hipotesis
\(H_0\): Residu bersifat homogen.
\(H_1\): Residu tidak bersifat homogen.
2. Taraf Signifikansi
\(\alpha\) = 5% = 0.05
3.Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika P-Value < 0.05
4. Statistik Uji

library(lmtest)
## Loading required package: zoo
## 
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     as.Date, as.Date.numeric
bptest(anova_model1)
## 
##  studentized Breusch-Pagan test
## 
## data:  anova_model1
## BP = 15.771, df = 3, p-value = 0.001264
  1. Kesimpulan
    Berdasarkan uji yang dilakukan diketahui P-Value = 0.001264 < 0.05, maka \(H_0\) ditolak, sehingga residu dari Uji Anova bersifat tidak homogen atau mempunyai heterokedastisitas.

3.3 Uji Lanjutan

3.3.1 Uji Welch Nova

Welch ANOVA adalah metode alternatif dari uji ANOVA satu arah (One-Way ANOVA) yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antar lebih dari dua kelompok ketika asumsi homogenitas varians tidak terpenuhi. Berbeda dengan ANOVA konvensional yang mengasumsikan varians antar kelompok sama (homogen), Welch ANOVA memberikan koreksi dengan melakukan pembobotan variansi berdasarkan ukuran sampel setiap kelompok sehingga lebih robust terhadap heterogenitas varians. Metode ini membantu menghindari kesalahan pengambilan keputusan yang mungkin terjadi jika ANOVA standar digunakan pada data dengan varians yang tidak homogen.

Rumus Uji Welch ANOVA
Statistik uji Welch ANOVA dihitung dengan rumus sebagai berikut:

\[ W = \frac{\sum_{i=1}^{k} w_i (\bar{X}_i - \bar{X}_w)^2}{(k - 1)} \bigg/ \left(1 + \frac{2(k - 2)}{k^2 - 1} \sum_{i=1}^{k} \frac{1}{n_i - 1} \left(1 - \frac{w_i}{w} \right)^2 \right) \]

Di mana:

  • \(k\) = jumlah kelompok
  • \(\bar{X}_i\) = rata-rata kelompok ke-\(i\)
  • \(n_i\) = ukuran sampel kelompok ke-\(i\)
  • \(s_i^2\) = varians kelompok ke-\(i\)
  • \(w_i = \frac{n_i}{s_i^2}\) = bobot untuk kelompok ke-\(i\)
  • \(\bar{X}_w\) = rata-rata tertimbang semua kelompok
  • \(w = \sum_{i=1}^{k} w_i\) = jumlah total bobot
  • \(\bar{X}_w = \frac{\sum_{i=1}^{k} w_i \bar{X}_i}{w}\) = rata-rata tertimbang

Uji Welch ANOVA digunakan saat asumsi homogenitas varians (homoskedastisitas) tidak terpenuhi. p style=“text-align:justify;text-indent: 2em;”> Berdasarkan analisis diatas, diketahui bahwa data pada masing-masing kelompok terdistribusi normal. Namun, hasil uji homogenitas varians menunjukkan bahwa varians antar kelompok tidak homogen (p < 0,05). Oleh karena itu, analisis dilanjutkan dengan menggunakan Welch ANOVA, yang tidak mengharuskan asumsi varians yang sama antar kelompok.

uji Menggunakan R
1. Hipotesis
\(H_0\): \(\mu_1 = \mu_2 = .... =\mu_k\) (Rata-rata penjualan cenderung sama untuk semua jenis produk)
\(H_1\): \(\mu_1 \neq \mu-j\), untuk paling sedikit sebuah \(i\), \(j\) (Setidaknya ada satu jenis produk yang memiliki rata-rata penjualan lebih signifikan dibanding yang lain)
2. Taraf Signifikansi
\(\alpha=5\%=0.05\)
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika P-value<0.05
4. Statistik Uji

hasil_welch <-oneway.test(Sales ~ Product_Type, data = Data_CM, var.equal = FALSE)
hasil_welch
## 
##  One-way analysis of means (not assuming equal variances)
## 
## data:  Sales and Product_Type
## F = 4.8552, num df = 3.0, denom df = 2335.8, p-value = 0.002273
  1. Kesimpulan Berdasarkan output r, diketahui bahwa P-value =0.002273<0.05 sehingga \(H_0\) ditolak, yang artinya bahwa setidaknya ada satu jenis produk yang memiliki rata-rata penjualan lebih signifikan dibanding yang lain.

3.3.2 Uji Games-Howell

Dikarenakan pada Uji Welch Anova \(H_0\) ditolak, maka kita lanjut menggunakan Uji Games-Howell. Uji Games-Howell adalah uji post hoc yang digunakan untuk membandingkan perbedaan rata-rata antar kelompok setelah dilakukan uji ANOVA atau Welch ANOVA, terutama ketika asumsi homogenitas varians tidak terpenuhi dan/atau ukuran sampel antar kelompok berbeda. Uji ini merupakan alternatif yang lebih tepat dibandingkan uji Tukey ketika varians antar kelompok tidak sama (heterogen) dan ukuran sampel tidak seragam. Games-Howell efektif mengurangi risiko kesalahan tipe I dan memberikan hasil yang lebih akurat dalam kondisi tersebut.

Rumus Uji Games-Howell
Statistik uji Games-Howell untuk membandingkan rata-rata antara dua kelompok i dan j dihitung dengan rumus: \[ q_{ij} = \frac{\left| \bar{X}_i - \bar{X}_j \right|}{\sqrt{ \frac{s_i^2}{n_i} + \frac{s_j^2}{n_j} }} \]

Dimana:

  • \(\bar{X}_i\), \(\bar{X}_j\) = rata-rata kelompok i dan j
  • \(s_i^2\), \(s_j^2\) = varians kelompok i dan j
  • \(n_i\), \(n_j\) = ukuran sampel kelompok i dan j

    Nilai \(q_{ij}\) ini dibandingkan dengan nilai kritis dari distribusi Studentized Range (q) dengan derajat kebebasan yang dihitung secara khusus menggunakan rumus Welch–Satterthwaite untuk mengakomodasi heterogenitas varians dan ukuran sampel yang berbeda.

    Derajat kebebasan (df) untuk pasangan kelompok i dan j dihitung sebagai:

\[ df_{ij} = \frac{\left( \frac{s_i^2}{n_i} + \frac{s_j^2}{n_j} \right)^2} {\frac{\left( \frac{s_i^2}{n_i} \right)^2}{n_i - 1} + \frac{\left( \frac{s_j^2}{n_j} \right)^2}{n_j - 1}} \]

Jika nilai \(q_{ij}\) lebih besar dari nilai kritis pada tingkat signifikansi tertentu, maka rata-rata kelompok i dan j dianggap berbeda secara signifikan.

Uji Menggunakan R
1. Hipotesis
\(H_0\): Tidak terdapat perbedaan rata-rata penjualan antar kelompok.
\(H_1\): Terdapat perbedaan rata-rata penjualan antar kelompok.
2. Taraf Signifikansi
\(\alpha\) = 5% = 0.05
3.Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika P-Value < 0.05
4. Statistik Uji

library(rstatix)
library(dplyr)
Data_CM %>% games_howell_test(Sales~Product_Type)
## # A tibble: 6 × 8
##   .y.   group1     group2     estimate conf.low conf.high p.adj p.adj.signif
## * <chr> <chr>      <chr>         <dbl>    <dbl>     <dbl> <dbl> <chr>       
## 1 Sales Coffee     Espresso     -15.7    -33.1     1.69   0.094 ns          
## 2 Sales Coffee     Herbal Tea    -9.10   -26.3     8.08   0.524 ns          
## 3 Sales Coffee     Tea          -25.4    -43.2    -7.48   0.002 **          
## 4 Sales Espresso   Herbal Tea     6.60    -9.15   22.4    0.703 ns          
## 5 Sales Espresso   Tea           -9.65   -26.2     6.86   0.436 ns          
## 6 Sales Herbal Tea Tea          -16.3    -32.5     0.0351 0.051 ns
  1. Kesimpulan
    Berdasarkan ouput r, diketahui hanya kelompok Coffe and Tea yang memiliki P-value=0.002<0.05. Maka, kelompok tersebut memiliki rata-rata perbedaan penjualan yang signifikan yaitu Tea memiliki penjualan 25.4 lebih tinggi dibandingkan Coffe

4 KESIMPULAN

Setelah dilakukan beberapa uji, maka berdasarkan hasil analisis data penjualan berdasarkan jenis produk kopi, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata penjualan antar jenis produk kopi (P-value = 0.00162 < 0.05).
  2. Namun, asumsi dasar dari ANOVA tidak terpenuhi:
    • Residu tidak berdistribusi normal, berdasarkan uji Shapiro-Wilk (P-value = 2.2e-16 < 0.05).
    • Terdapat heteroskedastisitas, berdasarkan uji Breusch-Pagan (P-value = 0.001264 < 0.05).
  3. Oleh karena itu, dilakukan uji Welch ANOVA sebagai alternatif yang tidak mengasumsikan homogenitas varians. Hasilnya tetap menunjukkan perbedaan yang signifikan (P-value = 0.002273 < 0.05).
  4. Uji lanjut menggunakan Games-Howell menunjukkan bahwa satu-satunya pasangan produk dengan perbedaan rata-rata penjualan yang signifikan adalah antara produk Coffee dan Tea, dengan rata-rata penjualan produk Tea lebih tinggi sebesar 25.4 unit dibandingkan produk Coffee (P-value = 0.002).

4.1 Implikasi

Temuan ini menunjukkan bahwa jenis produk memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat penjualan. Oleh karena itu, pihak manajemen dapat mempertimbangkan untuk: - Meningkatkan promosi dan pengembangan produk berbasis teh./ - Mengevaluasi strategi pemasaran untuk produk kopi agar mampu bersaing dengan kategori lain./ - Mengoptimalkan distribusi dan sumber daya sesuai dengan performa penjualan masing-masing jenis produk.

5 Daftar Pustaka

  1. Cattleya Publication Services. (2023). Uji Post-hoc dengan SPSS. Diakses pada 11 Mei 2025, dari https://cattleyapublicationservices.com/?p=752

  2. Prasetya, H. A., & Utami, H. (2020). Welch ANOVA & Uji Games-Howell sebagai Alternatif Kasus Heterogenitas Varians pada ANOVA. Skripsi, Universitas Gadjah Mada. Diakses pada 11 Mei 2025, dari https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/167915