Analisis Korelasi Marketing, Profit, dan Sales pada Produk Berjenis Coffee Tahun 2012-2013

Deskripsi Insight

Analisis korelasi membantu dalam memahami hubungan antara variabel dan faktor yang paling berpengaruh pada kinerja perusahaan. Setelah mengetahui faktor tersebut, perusahaan dapat mencari solusi dan merancang strategi untuk meningkatkan produk, layanan, atau customer experience mereka. Dari analisis korelasi, dapat ditemukan arah dan kekuatan dari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Dengan menggunakan data produk berjenis coffee dari Coffee Chain Datasets, analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Marketing dengan Profit, hubungan antara Marketing dengan Sales, dan hubungan antara Profit dengan Sales.

Analisis Data

Muat library atau R packages yang diperlukan.

library(readxl)
library(dplyr)
library(knitr)
library(psych)
library(DT)
library(prettydoc)
library(corrplot)

Impor data dari file Excel ke dalam R dan mengambil data produk berjenis coffee dengan mencakup tiga variabel, yaitu:

  1. Area Code (Kode area)
  2. Product (nama spesifik produk)
  3. Marketing (biaya pemasaran/promosi yang dikeluarkan untuk meningkatkan penjualan produk)
  4. Profit (keuntungan bersih yang diperoleh setelah mengurangi semua biaya)
  5. Sales (pendapatan kotor dari penjualan produk sebelum dikurangi biaya produksi, pemasaran, atau pengeluaran lainnya)

# Mengimpor data
data <- read_excel("D:/3. CM1 - Coffee Chain Datasets.xlsx", sheet = "data")

# Mengambil data produk berjenis coffee dengan mencakup tiga variabel
ccd <- data %>%
  filter(`Product Type` == "Coffee") %>%
  select('Area Code', 'Product', 'Marketing', 'Profit', 'Sales')

# Menampilkan data yang telah terpilih
datatable(
  ccd,
  options = list(pageLength = 10),
  rownames = FALSE,
  colnames = c("Area Code", "Product", "Marketing", "Profit", "Sales"),
  class = 'display'
  )

Statistik Uji

Menghitung korelasi dalam R. Karena tidak diketahui data berdistribusi normal atau tidak, maka menggunakan korelasi non-parametrik, yakni uji korelasi Spearman yang memiliki persamaan seperti berikut.

\[ r_s = 1 - \frac{6 \sum D^2}{n(n^2 - 1)} \]

# Korelasi antara Marketing dan Profit
cor.test(ccd$Marketing, ccd$Profit,  method = "spearman", exact = FALSE)
## 
##  Spearman's rank correlation rho
## 
## data:  ccd$Marketing and ccd$Profit
## S = 131664583, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true rho is not equal to 0
## sample estimates:
##       rho 
## 0.3291447
# Korelasi antara Marketing dan Sales
cor.test(ccd$Marketing, ccd$Sales,  method = "spearman", exact = FALSE)
## 
##  Spearman's rank correlation rho
## 
## data:  ccd$Marketing and ccd$Sales
## S = 38706133, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true rho is not equal to 0
## sample estimates:
##       rho 
## 0.8027851
# Korelasi antara Profit dan Sales
cor.test(ccd$Profit, ccd$Sales,  method = "spearman", exact = FALSE)
## 
##  Spearman's rank correlation rho
## 
## data:  ccd$Profit and ccd$Sales
## S = 45310163, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true rho is not equal to 0
## sample estimates:
##       rho 
## 0.7691364

Memvisualisasikan korelasi dengan correlogram.

# Mengelompokkan data hanya dengan tiga variabel numerik
ccdSubset <- ccd[,c('Marketing', 'Profit', 'Sales')]

#Visualisasi dengan correlogram
corrplot(cor(ccdSubset), method = "circle")

Interpretasi

Berdasarkan hasil analisis korelasi di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Hasil nilai korelasi antara Marketing dengan Profit sebesar 0,33 yang berarti memiliki korelasi positif yang tergolong lemah. Artinya peningkatan biaya pemasaran/promosi berkaitan dengan peningkatan keuntungan bersih, tetapi pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, disarankan untuk mengevaluasi strategi marketing penjualan produk berjenis coffee guna meningkatkan dampaknya terhadap profit.
  2. Hasil nilai korelasi antara Marketing dengan Sales sebesar 0,80 yang berarti memiliki korelasi positif yang tergolong sangat kuat. Artinya ketika biaya pemasaran/promosi dikeluarkan dalam jumlah yang besar, maka pendapatan kotor dari penjualan produk berjenis coffee cenderung besar juga. Jika tujuan perusahaan adalah meningkatkan sales, alokasi budget marketing dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
  3. Hasil nilai korelasi antara antara Profit dengan Sales sebesar 0,77 yang berarti memiliki korelasi positif yang tergolong kuat. Artinya pendapatan kotor dari penjualan produk berjenis coffee cenderung meningkatkan keuntungan bersih. Meskipun begitu, korelasi antara Profit dengan Sales tidak sempurna (0,77 < 1) yang mana menunjukkan bahwa peningkatan sales tidak selalu mengarah pada profit yang proporsional. Oleh karena itu, disarankan untuk mengevaluasi biaya operasional, produksi, diskon, ataupun biaya overhead.

Referensi

(https://rpubs.com/srtyas/1060686)

(https://rpubs.com/SameerMathur/CorrelationAnalysis_mtcars)

(https://bvarta.com/id/analisis-korelasi-definisi-dan-manfaatnya-bagi-bisnis/#Contoh_Penggunaan_Analisis_Korelasi_dalam_Bisnis)

(https://bookdown.org/yihui/rmarkdown/html-document.html)

(https://www.sthda.com/english/wiki/correlation-test-between-two-variables-in-r)

(https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/mesuisu/article/download/10204/pdf)