Teh Earl Grey adalah salah satu jenis teh yang sangat populer, terutama karena aromanya yang khas berkat tambahan minyak bergamot. Teh ini sudah dikenal luas di berbagai negara dan banyak disukai oleh berbagai kalangan. Pada tahun 2012 dan 2013, produk teh ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Banyak produsen teh yang mulai berfokus pada inovasi dan peningkatan kualitas produk untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Selain itu, perubahan selera konsumen dan strategi pemasaran yang diterapkan oleh berbagai merek teh turut mempengaruhi penjualan dan keuntungan yang dihasilkan.
Namun, meskipun permintaan untuk Teh Earl Grey relatif stabil, terdapat fluktuasi pada tingkat profit yang dihasilkan pada kedua tahun tersebut. Berbagai faktor seperti biaya produksi, distribusi, dan kondisi pasar sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang dicapai. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis lebih mendalam guna membandingkan profit teh Earl Grey pada tahun 2012 dan 2013, agar bisa memahami faktor-faktor yang memengaruhi performa produk ini dan merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keuntungan di masa depan.
Uji normalitas adalah salah satu prosedur yang digunakan untuk menentukan apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak. Populasi yang terdistribusi normal memiliki karakteristik distribusi yang simetris, dengan modus, rata-rata (mean), dan median yang terletak di titik tengah distribusi tersebut.
Salah satu metode untuk melakukan uji normalitas adalah dengan menggunakan Q-Q plot (Quantile-Quantile plot). Q-Q plot ini adalah suatu jenis scatter plot yang membandingkan distribusi empiris (data yang sebenarnya) dengan distribusi normal teoritis (fitted distribution). Dalam Q-Q plot, jika sampel data berasal dari distribusi normal, maka titik-titik data akan terletak hampir pada garis lurus yang menunjukkan kesesuaian distribusi data dengan distribusi normal.
Langkah-langkah Uji Normalitas adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis
\(H_0\) : Data berdistribusi normal
\(H_1\) : Data tidak berdistribusi normal
2. Tingkat Signifikansi
α = 0.05
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai p-value < α = 0.05
4. Statistik Uji
shapiro.test(data)
5. Kesimpulan
Analisis ini menggunakan metode atau Uji Wilcoxon. Uji wilcoxon adalah suatu metode analisis statistik non-parametrik yang digunakan untuk menguji perbedaan antara dua sampel yang berpasangan dengan skor data yang minimal berskala ordinal atau interval yang tidak berdistribusi normal. Masing-masing pengamatan merupakan pasangan variabel acak bivariat: \[(x_1, y_1),(x_2, y_2) ..., (x_n, y_n)\].
Uji Wilcoxon dapat digunakan sebagai alternatif untuk uji paired sample t test jika data tidak berdistribusi normal. Hal ini karena Uji Wilcoxon tidak memerlukan asumsi normalitas, sehingga dapat digunakan pada data yang tidak memenuhi syarat untuk uji paired sample t test. Kemudian, Uji Wilcoxon digunakan untuk mengukur signifikansi perbedaan antara 2 kelompok data berpasangan berskala ordinal atau interval tetapi berdistribusi tidak normal.
Langkah-langkah Uji Wilcoxon Signed-Rank adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis
\(H_0\) : d₀.₅ = 0 vs \(H_1\) : d₀.₅ ≠ 0 (Uji Dua Sisi)
\(H_0\) : d₀.₅ \(\leq\) 0 vs \(H_1\) : d₀.₅ \(>\) 0 (Uji Satu Sisi)
\(H_0\) : d₀.₅ \(\geq\) 0 vs \(H_1\) : d₀.₅ 0 \(<\) 0 (Uji Satu Sisi)
2. Tingkat Signifikansi
α = 0.05
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai p-value < α = 0.05
4. Statistik Uji
\[T = \sum_{i=1}^{n} R_i\]
5. Kesimpulan
Library adalah package yang menyediakan fungsi dan alat tambahan yang berguna dalam membantu analisis data dan pemrograman. Library ini berfungsi untuk mengakses berbagai fitur yang sudah disiapkan sebelumnya, seperti statistik, visualisasi data, dan pemrosesan data.
Setelah data diinput, selanjutnya memfilter data agar hanya mencakup transaksi penjualan teh “Earl Grey”. Proses ini dilakukan dengan memilih baris yang memiliki produk “Tea” dan nama produk “Earl Grey”. Beberapa kolom, seperti tanggal, nama produk, dan profit disimpan untuk dilakukan analisis lebih lanjut.
# Mengambil Subset Data yang Hanya Berisi Transaksi Penjualan Produk Teh "Earl Grey"
EarlGrey_data <- data %>%
filter(`Product Type` == "Tea", Product == "Earl Grey") %>%
select(Date, Product, `Product Type`, Profit)Setelah memperoleh data yang spesifik untuk Teh Earl Grey, data profit dibagi berdasarkan tahun transaksi, yaitu pada tahun 2012 dan 2013. Hal ini bertujuan agar lebih mudah untuk menganalisis dan membandingkan kinerja penjualan di setiap tahunnya.
# Memisahkan profit berdasarkan tahun
profit2012 <- EarlGrey_data %>%
filter(format(Date, "%Y") == "2012") %>%
pull(Profit)
print(profit2012)## [1] 36 54 175 -9 67 7 94 9 54 141 68 48 34 59 169 -7 71 3
## [19] 105 9 80 142 62 41 32 53 175 -3 74 1 91 10 84 148 68 38
## [37] 34 49 186 -9 97 1 95 11 83 149 73 30 27 44 190 -4 101 2
## [55] 111 14 89 164 79 27 27 33 197 -3 105 -2 121 14 98 165 100 24
## [73] 23 31 197 1 128 -6 111 17 98 168 104 20 16 30 207 -9 103 -7
## [91] 133 19 105 167 104 20 25 40 223 -12 81 2 133 12 84 156 87 31
## [109] 27 55 183 -11 76 0 134 14 79 149 64 31 29 59 173 -3 89 2
## [127] 127 9 47 128 62 34 26 47 216 -16 121 -3 133 12 53 157 73 28
profit2013 <- EarlGrey_data %>%
filter(format(Date, "%Y") == "2013") %>%
pull(Profit)
print(profit2013)## [1] 56 84 273 -14 104 11 146 14 84 220 106 75 50 88 251 -10 105 4
## [19] 156 13 119 211 92 61 47 79 260 -4 110 1 135 15 125 220 101 56
## [37] 50 73 276 -13 144 1 141 16 123 221 108 45 37 61 262 -6 139 3
## [55] 153 19 123 226 109 37 37 46 272 -4 145 -3 167 19 135 228 138 33
## [73] 32 43 272 1 177 -8 153 23 135 232 144 28 22 41 286 -12 142 -10
## [91] 184 26 145 230 144 28 37 59 331 -18 120 3 197 18 125 232 129 46
## [109] 40 82 272 -16 113 0 199 21 117 221 95 46 43 88 257 -4 132 3
## [127] 188 13 70 190 92 50 39 70 321 -24 180 -4 197 18 79 233 108 42
1. Hipotesis
\(H_0\) : Data berdistribusi normal
\(H_1\) : Data tidak berdistribusi normal
2. Taraf Signifikansi
α = 0.05
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai p-value < α = 0.05
4. Statistik Uji
Uji Normalitas Shapiro-Wilk dan Q-Q plot untuk data profit produk Teh “Earl Grey” pada tahun 2012:
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: profit2012
## W = 0.93306, p-value = 2.505e-06
qqnorm(profit2012, main = "Q-Q Plot Profit Teh Earl Grey Tahun 2012", col = "purple")
qqline(profit2012, col = "brown")Uji Normalitas Shapiro-Wilk dan Q-Q plot untuk data profit produk Teh “Earl Grey” pada tahun 2013:
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: profit2013
## W = 0.93367, p-value = 2.763e-06
qqnorm(profit2013, main = "Q-Q Plot Profit Teh Tahun 2013", col = "purple")
qqline(profit2013, col = "brown")5. Kesimpulan
Karena p-value pada Uji Shapiro-Wilk untuk kedua tahun (2012 dan 2013) lebih kecil dari 0.05, hipotesis nol (\(H_0\)) ditolak, yang berarti data keuntungan Teh Earl Grey pada kedua tahun tersebut tidak terdistribusi normal. Walaupun Q-Q plot menunjukkan data mendekati distribusi normal, terdapat penyimpangan di bagian ekor yang mengindikasikan ketidaksesuaian distribusi normal.
1. Hipotesis
\(H_0\) : Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam profit produk Teh ‘Earl Grey’ antara tahun 2012 dan 2013
\(H_1\) : Ada perbedaan yang signifikan dalam profit produk Teh ‘Earl Grey’ antara tahun 2012 dan 2013
2. Taraf Signifikansi
α = 0.05
3. Daerah Kritis
\(H_0\) ditolak jika nilai p-value 0 \(<\) α = 0.05
4. Statistik Uji
##
## Wilcoxon signed rank test with continuity correction
##
## data: profit2012 and profit2013
## V = 207.5, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Signed Rank-Test terhadap profit produk Teh Earl Grey antara tahun 2012 dan 2013, diperoleh nilai statistik ujinya yaitu, V = 207.5 dengan p-value < 2.2e-16. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara keuntungan Teh Earl Grey pada tahun 2012 dan 2013.
1. Uji Normalitas:
2. Uji Wilcoxon Signed-Rank: