Tugas Individu STK 1517

Author

Retno Ayu

  1. Gunakan data berikut : Jumlah kelahiran per hari selama satu minggu (345, 370, 360, 342, 356, 330, 310). Uji apakah distribusinya seragam.

#Frekuensi distribusi
distribution <- c(345, 370, 360, 342, 356, 330, 310)

# Uji chi-square dengan asumsi distribusi seragam
chisq.test(x = distribution, p = rep(1/length(distribution), length(distribution)))

    Chi-squared test for given probabilities

data:  distribution
X-squared = 7.0477, df = 6, p-value = 0.3165

Jika nilai-p (p-value) kurang dari 0.05, maka: Tolak Hipotesis Nol (H₀) → distribusi data tidak seragam.

Jika nilai-p (p-value) lebih dari atau sama dengan 0.05, maka: Gagal menolak Hipotesis Nol (H₀) → tidak cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa distribusi data tidak seragam.

Dalam konteks ini, hipotesis nol menyatakan bahwa distribusi data seragam.

  1. Jumlah pemilih yang memilih 4 kandidat: A (260), B (240), C (300), D (200). Apakah pilihan pemilih merata?

#Frekuensi pemilihan
vote <- c(260, 240, 300, 200)
#Uji chi-square dengan asumsi distribusi seragam 
chisq.test(x=vote,p=rep(1/length(vote), length(vote)))

    Chi-squared test for given probabilities

data:  vote
X-squared = 20.8, df = 3, p-value = 0.0001158

Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa nilai statistik Chi-square (X-squared) adalah 20.8 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 3, dan nilai p (p-value) sangat kecil, yaitu 0.0001158.

Karena p-value (0.0001158) jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi umum (misalnya, 0.05), kita menolak Hipotesis Nol (H₀).

  1. Distribusi warna mobil di kampus: Hitam (90), Putih (60), Abu-abu (50), Merah (40). Apakah ada preferensi warna yang signifikan?

    #Frekuensi warna mobil 
    color <-c(90,60,50,40)
    #Uji chi-square dengan asumsi distribusi seragam
    chisq.test(x=color, p = rep(1/length(color), length(color)))
    
        Chi-squared test for given probabilities
    
    data:  color
    X-squared = 23.333, df = 3, p-value = 3.441e-05

    Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara frekuensi warna yang Anda amati dengan frekuensi yang diharapkan (berdasarkan probabilitas tertentu). Nilai p-value yang sangat kecil (3.441e-05 atau 0.00003441) jauh di bawah tingkat signifikansi 0.05.

Hipotesis:

Karena p-value < 0.05, kita menolak H₀. Ini berarti ada bukti statistik yang kuat untuk menyimpulkan bahwa distribusi frekuensi warna yang Anda amati tidak sesuai dengan distribusi probabilitas yang Anda tentukan.

  1. Uji pengaruh jenis kelamin terhadap preferensi film

    #Membuat tabel kontingensi 
    tabel1 <- matrix(c(60, 40, 50, 70), nrow = 2, byrow = TRUE)
    colnames(tabel1) <- c("Suka Film A", "Suka Film B")
    rownames(tabel1) <- c("Laki-laki", "Perempuan") 
    tabel1
              Suka Film A Suka Film B
    Laki-laki          60          40
    Perempuan          50          70
#Uji chi-square untuk independensi 
chisq.test(tabel1)

    Pearson's Chi-squared test with Yates' continuity correction

data:  tabel1
X-squared = 6.6183, df = 1, p-value = 0.01009

Hasil uji menunjukkan nilai Chi-squared (X-squared) sebesar 6.6183 dengan 1 derajat kebebasan (df), dan nilai p (p-value) sebesar 0.01009.

Karena nilai p (0.01009) lebih kecil dari tingkat signifikansi umum 0.05, kita menolak Hipotesis Nol (H₀). Ini berarti ada bukti statistik yang signifikan untuk menyatakan bahwa ada hubungan atau perbedaan yang signifikan antara variabel-variabel yang diuji dalam tabel kontingensi Anda.

  1. Uji hubungan antara program studi (Statistik, Komputer, Ekonomi) dan tempat tinggal (Kost, Rumah Orang Tua, Asrama)

    #Membuat tabel kontingensi
    tabel2 <- matrix(c(20,10,5,15,20,10,10,25,10), nrow = 3, byrow = TRUE)
    colnames(tabel2) <- c("Kost", "Rumah Orang Tua", "Asrama")
    rownames(tabel2) <- c("Statistik", "Komputer", "Ekonomi")
    tabel2
              Kost Rumah Orang Tua Asrama
    Statistik   20              10      5
    Komputer    15              20     10
    Ekonomi     10              25     10
    #Uji chi-square untuk independensi 
    chisq.test(tabel2)
    
        Pearson's Chi-squared test
    
    data:  tabel2
    X-squared = 10.863, df = 4, p-value = 0.02815

    Nilai statistik Chi-squared yang diperoleh adalah 10.863 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 4. Nilai p (p-value) yang dihasilkan adalah 0.02815.

    Karena p-value (0.02815) lebih kecil dari tingkat signifikansi umum (0.05), kita menolak Hipotesis Nol (H₀).

  2. 24 siswa menunjukkan peningkatan nilai setelah kursus, 8 penurunan dan 3 sama. Apakah ada perbedaan signifikan? (Menggunakan Sign Test)

    #Jumlah siswa yang mengalami peningkatan dan penurunan 
    pos<-24
    neg<-8
    #Jumlah total yang dihiting dalam sign test (kecuali nilai tetap/sama)
    n <- pos + neg
    #Uji Sign Test dengan asumsi median tidak berubah (H0: p = 0.5)
    binom.test(pos, n, p = 0.5, alternative = "two.sided")
    
        Exact binomial test
    
    data:  pos and n
    number of successes = 24, number of trials = 32, p-value = 0.007
    alternative hypothesis: true probability of success is not equal to 0.5
    95 percent confidence interval:
     0.5659506 0.8853840
    sample estimates:
    probability of success 
                      0.75 

Berdasarkan hasil uji ini, kita dapat menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam perubahan nilai siswa setelah kursus. Proporsi siswa yang mengalami peningkatan nilai (75%) secara statistik lebih tinggi daripada yang diharapkan jika kursus tidak berpengaruh (50%). Dengan kata lain, kursus tampaknya efektif dalam meningkatkan nilai siswa secara keseluruhan.

  1. Uji Wilcoxon

    #Skor pelatihan 
    Sebelum <- c(75,70,68,72,69)
    Sesudah <- c(78,74,70,75,72)
    wilcox.test(Sebelum, Sesudah, paired = TRUE)
    Warning in wilcox.test.default(Sebelum, Sesudah, paired = TRUE): cannot compute
    exact p-value with ties
    
        Wilcoxon signed rank test with continuity correction
    
    data:  Sebelum and Sesudah
    V = 0, p-value = 0.05447
    alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0

Karena nilai p-value (0.05447) lebih besar dari tingkat signifikansi umum (0.05), kita gagal menolak hipotesis nol (H₀). Ini berarti, berdasarkan data yang ada, tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya perbedaan lokasi (median) yang signifikan antara kelompok Sebelum dan Sesudah.

  1. Uji Mann-Whitney

    A <- c(62, 65, 66, 70, 68)
    
    B <- c(58, 60, 59, 63, 61)
    wilcox.test(A,B)
    
        Wilcoxon rank sum exact test
    
    data:  A and B
    W = 24, p-value = 0.01587
    alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0

Karena p-value (0.01587) < 0.05, kita menolak hipotesis nol (H₀). Ini berarti ada bukti statistik yang signifikan bahwa lokasi pusat (median) kelompok A berbeda dari lokasi pusat (median) kelompok B.