Array 1 dimensi adalah struktur data yang hanya terdiri dari satu baris dan satu kolom.
GrupE = seq(5,100, by = 2)
print(GrupE)
## [1] 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49 51 53
## [26] 55 57 59 61 63 65 67 69 71 73 75 77 79 81 83 85 87 89 91 93 95 97 99
GruppE = array(seq(5,100, by = 2)) #Menggunakan fungsi array
print(GruppE)
## [1] 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49 51 53
## [26] 55 57 59 61 63 65 67 69 71 73 75 77 79 81 83 85 87 89 91 93 95 97 99
Menampilkan Elemen yang habis dibagi 4
BagianA = GrupE[GrupE %% 4 == 0]
print(BagianA)
## numeric(0)
Mengurutkan Array Secara Menurun
sort(GrupE, decreasing = TRUE)
## [1] 99 97 95 93 91 89 87 85 83 81 79 77 75 73 71 69 67 65 63 61 59 57 55 53 51
## [26] 49 47 45 43 41 39 37 35 33 31 29 27 25 23 21 19 17 15 13 11 9 7 5
Menghitung jumlah total
sum(GrupE)
## [1] 2496
Menghitung rata-ratanya
mean(GrupE)
## [1] 52
array dua dimensi merupakan struktur data yang menyimpan elemen dalam bentuk baris dan kolom dengan dua indeks, seperti matriks.
m <- 6
n <- 5
array2D <- matrix(seq(4, 4 * m * n, by = 4), nrow = m, ncol = n)
print("Array 2D:")
## [1] "Array 2D:"
print(array2D)
## [,1] [,2] [,3] [,4] [,5]
## [1,] 4 28 52 76 100
## [2,] 8 32 56 80 104
## [3,] 12 36 60 84 108
## [4,] 16 40 64 88 112
## [5,] 20 44 68 92 116
## [6,] 24 48 72 96 120
Mengitung berapa elemen yang lebih besar dari (m x n)
mn <- m * n
mn
## [1] 30
hasil <- sum(array2D > mn)
cat("Jumlah elemen lebih besar dari", mn, ":", hasil, "\n")
## Jumlah elemen lebih besar dari 30 : 23
Menampilkan elemen pada diagonal utama
diagonal <- diag(array2D)
cat("Elemen diagonal utama:",diagonal)
## Elemen diagonal utama: 4 32 60 88 116
print(diagonal)
## [1] 4 32 60 88 116
Menghitung jumlah seluruh elemen baris ke-2
elemenb2<- sum(array2D[2, ])
cat("Jumlah elemen pada baris ke-2:", elemenb2, "\n")
## Jumlah elemen pada baris ke-2: 280
array tiga dimensi adalah perluasan dari array dua dimensi yang menyimpan data dalam tiga indeks, seperti bentuk kubus.
b1 = array(25:30) # Membuat array berisi angka 25 sampai 30
b2 = array(90:97) # Membuat array berisi angka 90 sampai 97
print(b1)
## [1] 25 26 27 28 29 30
print(b2)
## [1] 90 91 92 93 94 95 96 97
Menggabungkan kedua array menjadi satu array 3 dimensi
nomor_3 = array(c(b1, b2), dim = c(2, 3, 4))
print(nomor_3)
## , , 1
##
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 25 27 29
## [2,] 26 28 30
##
## , , 2
##
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 90 92 94
## [2,] 91 93 95
##
## , , 3
##
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 96 25 27
## [2,] 97 26 28
##
## , , 4
##
## [,1] [,2] [,3]
## [1,] 29 90 92
## [2,] 30 91 93
Mencari nilai maksimum pada seluruh array
max(nomor_3) #mencari nilai maksimum dalam array nomor_3
## [1] 97
Mencari rata-rata per kolom
mean1 = apply(nomor_3,2,mean) #mean semua data per kolom (semua lapisan digabung)
mean1 = setNames(mean1,c("kolom 1", "kolom 2", "kolom 3"))
print(mean1)
## kolom 1 kolom 2 kolom 3
## 60.5 59.0 61.0
mean2 = apply(nomor_3,c(2,3),mean) #mean per kolom untuk setiap lapisan
mean2_df =as.data.frame(mean2)
rownames(mean2_df) = c("Kolom 1", "Kolom 2", "Kolom 3")
colnames(mean2_df) = c("Lapisan 1", "Lapisan 2", "Lapisan 3", "Lapisan 4")
print(mean2_df)
## Lapisan 1 Lapisan 2 Lapisan 3 Lapisan 4
## Kolom 1 25.5 90.5 96.5 29.5
## Kolom 2 27.5 92.5 25.5 90.5
## Kolom 3 29.5 94.5 27.5 92.5