#1.Membuat array 1D berisi angka ganjil dari 5 sampai 10 a=5:100 a_ganjil=array(a[a %% 2 == 1]) #mengambil elemen(angka) ganjil print(a_ganjil)
#a. menampilkan semua elemen yang habis dibagi 4 hbs_dibagi4=a_ganjil[a_ganjil %% 4 == 0] print(hbs_dibagi4)
#b. mengurutkan array tersebut secara menurun (descending) urutan=sort(a_ganjil, decreasing = TRUE) print(urutan)
#c. menghitung jumlah total dan rata-ratanya total=sum(a_ganjil) #jumlah total print(total) rata2=mean(a_ganjil) print(rata2)
#2.Membuat array 2 dimensi (m, n) yang elemennya kelipatan 4 dengan m,n>4
#c. row2_sum <- sum(arr[2,]) print(row2_sum)
#3.Membuat array 3 dimensi (x, y, z) dari angka lebih dari 10 dan kurang dari 100 set.seed(123) x <- 4 # jumlah baris y <- 5 # jumlah kolom z <- 6 # jumlah lapisan (z > 3 untuk soal 3a)
array_3d <- array(sample(11:99, xyz, replace = TRUE), dim = c(x, y, z)) print(array_3d)
print(array_3d[,,z-3])
nilai_maks <- max(array_3d) print(nilai_maks)
rata_per_kolom <- apply(array_3d, 2, mean) print(rata_per_kolom) # (Jika rata rata per kolom di setiap lapisan) rata_per_kolom_lapisan <- apply(array_3d, c(2, 3), mean) print(rata_per_kolom_lapisan)