Masukan Paket yang berisi dataset BreastCancer
library(mlbench)
## Warning: package 'mlbench' was built under R version 4.4.3
data("BreastCancer")
head(BreastCancer)
## Id Cl.thickness Cell.size Cell.shape Marg.adhesion Epith.c.size
## 1 1000025 5 1 1 1 2
## 2 1002945 5 4 4 5 7
## 3 1015425 3 1 1 1 2
## 4 1016277 6 8 8 1 3
## 5 1017023 4 1 1 3 2
## 6 1017122 8 10 10 8 7
## Bare.nuclei Bl.cromatin Normal.nucleoli Mitoses Class
## 1 1 3 1 1 benign
## 2 10 3 2 1 benign
## 3 2 3 1 1 benign
## 4 4 3 7 1 benign
## 5 1 3 1 1 benign
## 6 10 9 7 1 malignant
Kita akan melihat struktur dari dataset BreastCancer. Terdapat 10 Variabel dengan jumlah total observasinya 699.
str(BreastCancer)
## 'data.frame': 699 obs. of 11 variables:
## $ Id : chr "1000025" "1002945" "1015425" "1016277" ...
## $ Cl.thickness : Ord.factor w/ 10 levels "1"<"2"<"3"<"4"<..: 5 5 3 6 4 8 1 2 2 4 ...
## $ Cell.size : Ord.factor w/ 10 levels "1"<"2"<"3"<"4"<..: 1 4 1 8 1 10 1 1 1 2 ...
## $ Cell.shape : Ord.factor w/ 10 levels "1"<"2"<"3"<"4"<..: 1 4 1 8 1 10 1 2 1 1 ...
## $ Marg.adhesion : Ord.factor w/ 10 levels "1"<"2"<"3"<"4"<..: 1 5 1 1 3 8 1 1 1 1 ...
## $ Epith.c.size : Ord.factor w/ 10 levels "1"<"2"<"3"<"4"<..: 2 7 2 3 2 7 2 2 2 2 ...
## $ Bare.nuclei : Factor w/ 10 levels "1","2","3","4",..: 1 10 2 4 1 10 10 1 1 1 ...
## $ Bl.cromatin : Factor w/ 10 levels "1","2","3","4",..: 3 3 3 3 3 9 3 3 1 2 ...
## $ Normal.nucleoli: Factor w/ 10 levels "1","2","3","4",..: 1 2 1 7 1 7 1 1 1 1 ...
## $ Mitoses : Factor w/ 9 levels "1","2","3","4",..: 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 ...
## $ Class : Factor w/ 2 levels "benign","malignant": 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 ...
Setelah itu kita akan melihat level dari variabel Class untuk mengetahui berapa jenis tumor yang ada di dataset.
levels(BreastCancer$Class)
## [1] "benign" "malignant"
untuk melihat lebih jelas dan lebih detail mengenai dataset BreastCancer, bisa menggunakan fungsi summary()
summary(BreastCancer)
## Id Cl.thickness Cell.size Cell.shape Marg.adhesion
## Length:699 1 :145 1 :384 1 :353 1 :407
## Class :character 5 :130 10 : 67 2 : 59 2 : 58
## Mode :character 3 :108 3 : 52 10 : 58 3 : 58
## 4 : 80 2 : 45 3 : 56 10 : 55
## 10 : 69 4 : 40 4 : 44 4 : 33
## 2 : 50 5 : 30 5 : 34 8 : 25
## (Other):117 (Other): 81 (Other): 95 (Other): 63
## Epith.c.size Bare.nuclei Bl.cromatin Normal.nucleoli Mitoses
## 2 :386 1 :402 2 :166 1 :443 1 :579
## 3 : 72 10 :132 3 :165 10 : 61 2 : 35
## 4 : 48 2 : 30 1 :152 3 : 44 3 : 33
## 1 : 47 5 : 30 7 : 73 2 : 36 10 : 14
## 6 : 41 3 : 28 4 : 40 8 : 24 4 : 12
## 5 : 39 (Other): 61 5 : 34 6 : 22 7 : 9
## (Other): 66 NA's : 16 (Other): 69 (Other): 69 (Other): 17
## Class
## benign :458
## malignant:241
##
##
##
##
##
Dari hasil summary kita bisa melihat jumlah NA atau bisa disebut nilai yang hilang yakni sejumlah 16.
Nilai yang hilang adalah masalah yang sering terjadi dari kumpulan data. Untuk kasus ini nilai yang hilang bisa diatasi dengan menggunakan library mice untuk mengatasi 16 nilai yang hilang dengan memasukkan nilai yang hilang dengan nilai yang paling sesuai dengan mempertimbangkan kesembilan kolom lainnya dalam dataset.
Kolom Id disaring karena tidak diperlukan untuk mendesain pengklasifikasian.
library(mice)
## Warning: package 'mice' was built under R version 4.4.3
##
## Attaching package: 'mice'
## The following object is masked from 'package:stats':
##
## filter
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## cbind, rbind
library(caret)
## Warning: package 'caret' was built under R version 4.4.3
## Loading required package: ggplot2
## Loading required package: lattice
Menghapus nilai yang hilang dan ID dari dataset dan Menambahkan kelas target ke dataset yang diperhitungkan tanpa nilai yang hilang
Kemudian cek kembali dataset yang sudah diperbaiki
dataset_impute <- mice(BreastCancer[,2:10], print = FALSE)
BreastCancer <- cbind(BreastCancer[,11, drop = FALSE], mice::complete(dataset_impute, 1))
summary(BreastCancer)
## Class Cl.thickness Cell.size Cell.shape Marg.adhesion
## benign :458 1 :145 1 :384 1 :353 1 :407
## malignant:241 5 :130 10 : 67 2 : 59 2 : 58
## 3 :108 3 : 52 10 : 58 3 : 58
## 4 : 80 2 : 45 3 : 56 10 : 55
## 10 : 69 4 : 40 4 : 44 4 : 33
## 2 : 50 5 : 30 5 : 34 8 : 25
## (Other):117 (Other): 81 (Other): 95 (Other): 63
## Epith.c.size Bare.nuclei Bl.cromatin Normal.nucleoli Mitoses
## 2 :386 1 :412 2 :166 1 :443 1 :579
## 3 : 72 10 :133 3 :165 10 : 61 2 : 35
## 4 : 48 2 : 31 1 :152 3 : 44 3 : 33
## 1 : 47 5 : 30 7 : 73 2 : 36 10 : 14
## 6 : 41 3 : 29 4 : 40 8 : 24 4 : 12
## 5 : 39 8 : 21 5 : 34 6 : 22 7 : 9
## (Other): 66 (Other): 43 (Other): 69 (Other): 69 (Other): 17
Install terlebih dahulu library caTools agar bisa digunakan
library(caTools)
## Warning: package 'caTools' was built under R version 4.4.3
Membagi Dataset menjadi data training dan data testing
set.seed(150)
split=sample.split(BreastCancer, SplitRatio = 0.7)
training_set=subset(BreastCancer,split==TRUE)
test_set=subset(BreastCancer,split==FALSE)
Kemudian kita akan melihat dimensi dari Data Training yang sudah dibuat
dim(training_set)
## [1] 490 10
Untuk melihat dimensi dari Data Testing yang sudah dibuat, seperti berikut
dim(test_set)
## [1] 209 10
Untuk melihat data yang digunakan untuk prediksi adalah dengan menghapus variabel kedua dari dataset, yakni variabel Class
topredict_set<-test_set[2:10]
dim(topredict_set)
## [1] 209 9
Setelah semua dataset sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain model klasifikasi menggunakan algoritma yang berbeda untuk membandingkan keakuratan dari model algoritma dengan dataset BreastCancer.
Kita akan menggunakan metode Random Forest. Random forest adalah suatu algoritma yang digunakan pada klasifikasi data dalam jumlah yang besar. Klasifikasi random forest dilakukan melalui penggabungan pohon dengan melakukan training pada sampel data yang dimiliki.
Untuk menggunakan fungsi randomForest install terlabih dahulu paket randomForest kemudian muat librarynya.
library(randomForest)
## Warning: package 'randomForest' was built under R version 4.4.3
## randomForest 4.7-1.2
## Type rfNews() to see new features/changes/bug fixes.
##
## Attaching package: 'randomForest'
## The following object is masked from 'package:ggplot2':
##
## margin
model_rf <- randomForest(Class ~ ., data = training_set, importance=TRUE, ntree = 5)
preds_rf <- predict(model_rf, topredict_set)
(conf_matrix_forest <- table(preds_rf, test_set$Class))
##
## preds_rf benign malignant
## benign 125 2
## malignant 10 72
Dari hasil Confusion Matrix menunjukkan bahwa pengklasifikasian menggunakan Random Forest memprediksi 125 kasus benign/jinak dengan benar dan 2 prediksi salah. Demikian pula, Random Forest memprediksi 72 kasus malignant/ganas dengan benar dan 10 prediksi salah.
Berikut adalah script untuk mengetahui akurasi dari Metode Klasifikasi Random Forest.
confusionMatrix(conf_matrix_forest)
## Confusion Matrix and Statistics
##
##
## preds_rf benign malignant
## benign 125 2
## malignant 10 72
##
## Accuracy : 0.9426
## 95% CI : (0.9019, 0.97)
## No Information Rate : 0.6459
## P-Value [Acc > NIR] : < 2e-16
##
## Kappa : 0.8775
##
## Mcnemar's Test P-Value : 0.04331
##
## Sensitivity : 0.9259
## Specificity : 0.9730
## Pos Pred Value : 0.9843
## Neg Pred Value : 0.8780
## Prevalence : 0.6459
## Detection Rate : 0.5981
## Detection Prevalence : 0.6077
## Balanced Accuracy : 0.9494
##
## 'Positive' Class : benign
##
Hasil menunjukkan untuk keakuratan motode Random Forest untuk memprediksi Kanker Payudara sebesar 94.26%
Metode selanjutnya yang akan kita gunakan adalah metode DecisionTree. Decision Tree atau bisa disebut dengan pohon keputusan merupakan adalah salah satu pendekatan pemodelan prediktif yang digunakan dalam statistik, penambangan data, dan pembelajaran mesin. Penggunaan pohon keputusan untuk beralih dari pengamatan tentang suatu item ke kesimpulan tentang nilai target item tersebut.
Fungsi rpart digunakan untuk menghitung Decision Tree. install terlabih dahulu paket rpart kemudian muat librarynya.
library(rpart)
model_dtree <- rpart(Class ~ ., data = training_set)
preds_dtree <- predict(model_dtree,newdata = topredict_set, type = "class")
(conf_matrix_dtree <- table(preds_dtree, test_set$Class))
##
## preds_dtree benign malignant
## benign 127 5
## malignant 8 69
Dari hasil DesicionTree menunjukkan bahwa pengklasifikasian menggunakan DecisionTree memprediksi 127 kasus benign / jinak dengan benar dan 5 prediksi salah. Demikian pula, DecisionTree memprediksi 69 kasus malignant / ganas dengan benar dan 8 prediksi salah.
Mari kita lihat keakuratan metode DecisionTree
confusionMatrix(conf_matrix_dtree)
## Confusion Matrix and Statistics
##
##
## preds_dtree benign malignant
## benign 127 5
## malignant 8 69
##
## Accuracy : 0.9378
## 95% CI : (0.896, 0.9665)
## No Information Rate : 0.6459
## P-Value [Acc > NIR] : <2e-16
##
## Kappa : 0.8652
##
## Mcnemar's Test P-Value : 0.5791
##
## Sensitivity : 0.9407
## Specificity : 0.9324
## Pos Pred Value : 0.9621
## Neg Pred Value : 0.8961
## Prevalence : 0.6459
## Detection Rate : 0.6077
## Detection Prevalence : 0.6316
## Balanced Accuracy : 0.9366
##
## 'Positive' Class : benign
##
Hasil menunjukkan untuk keakuratan motode DecisionTree untuk memprediksi Kanker Payudara sebesar 93.78%.
Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil perbandingan 3 Metode Klasifikasi dalam memprediksi Kanker Payudara berdasarkan dataset default dari BreastCancer adalah metode Naive Bayes lebih baik dalam memprediksi Kanker Payudara dengan akurasi perhitungannya sebesar 96.17%.