Pendahuluan

Analisis ini bertujuan untuk mengestimasi niai data yang hilang menggunakan interpolasi linear pada data harga telur ayam ras di Kota Bangkinang pada bulan Januari-Agustus 2023

Persiapan Data

Memuat Library

library(zoo)
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.4.3
## 
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     as.Date, as.Date.numeric
library(readxl)
library(ggplot2)
library(tidyr)
library(xts)
## Warning: package 'xts' was built under R version 4.4.3

Membaca Data

Data_Harga_Pasar <- read_excel("D:/kuliah/Magang/Data Harga Pasar.xlsx")
data1=Data_Harga_Pasar$`Telur ayam Ras`

#Melihat 6 baris data awal 
head(data1)
## [1] 60 58 58 58 NA NA

Interpolasi Linear

data2=na.approx(data1)

#Melihat 6 baris data awal
head(data2)
## [1] 60.00000 58.00000 58.00000 58.00000 57.33333 56.66667

Statistik Deskriptif

Melihat ringkasan data

summary(data2)
##    Min. 1st Qu.  Median    Mean 3rd Qu.    Max. 
##   46.50   53.00   54.00   54.05   56.00   60.00

Menyimpan Data

write.csv(data2, "D:\\MAGANG DATA INFLASI INTERPOLASI.CSV")

Memanggil Data Hasil Interpolasi linear

Data_Hasil_Interpolasi <- read_excel("D:/kuliah/Magang/Data Hasil Interpolasi.xlsx")

#Mengubah nama data 
data3=Data_Hasil_Interpolasi

#Melihat 6 baris Data Hasil Interpolasi
head(data3)
## # A tibble: 6 × 3
##   Tanggal `Telur ayam interpolasi` `Telur ayam Ras`
##     <dbl>                    <dbl>            <dbl>
## 1       1                     60                 60
## 2       2                     58                 58
## 3       3                     58                 58
## 4       4                     58                 58
## 5       5                     57.3               NA
## 6       6                     56.7               NA

Grafik Nilai Aktual dan Interpolasi

ggplot() +
  geom_line(data = data3, mapping = aes(x = Tanggal, y = `Telur ayam interpolasi`, color = "interpolasi")) +
  geom_line(data = data3, mapping = aes(x = Tanggal, y = `Telur ayam Ras`, color = "aktual")) +
  xlab("Tanggal") + ylab("Harga Telur Ayam")

Visualisasi Data

Harga_Telur_Ayam_Ras <- read_excel("D:/kuliah/Magang/Harga Telur Ayam Ras.xlsx")
data4=Harga_Telur_Ayam_Ras

data41 <- as.Date(seq(as.Date("2023-01-10"), as.Date("2023-08-30"), by = "day"))
data4_numeric <- data4$`Telur ayam interpolasi` 

kurs <- xts(data4_numeric, order.by = data41)
plot(kurs, main= "Harga Telur Ayam Ras", type = "l")

Analisis

Pada grafik terlihat bahwa harga tertinggi telur ayam ras mencapai harga Rp60.000, sedangkan untuk harga terendah di sekitaran angka Rp45.000.Pada bulan Januari harga telur ayam mencapai harga tertinggi dan kemudian turun perlahan-lahan hingga bulan Februari. Salah satu faktor yang mungkinmenjadi penyebab harga telur ayam ras mencapai harga tertinggi pada bulan Januari dikarenakan adanya tren kenaikan harga telur ayam yang terjadi setiap awal tahun dan kemudain berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu. Pada bulan Februari harga telur ayam terus mengalami fluktuasi dengan range sebesar Rp.4000 yaitu berkisar antara Rp50.000 hingga Rp54.000, hingga akhirnya harga telur ayam ras mencapai harga terendah pada bulan Maret dengan kisaran harga Rp.45.000, kemungkinan disebabkan peningkatan permmintaan, gangguan pemasok, atau faktor ekonomi lainnya. kemudian perlahan-lahan naik kembali pada bualn April . Untuk bulan Juni hingga Juli harga telur ayam mulai stabi dikisaran 54.000-56.000 menunjukkan keseimbangan antara enawaran dan permintaan. Dan terakhir pada bulan Agustus di tahun 2023 harga telur ayam ras cenderung konstan diharga Rp54.000