chickwts dataset

Dataset chickwts di R merupakan dataset bawaan yang berisi data mengenai bobot anak ayam setelah diberikan berbagai jenis pakan. Dataset ini sering dimanfaatkan dalam analisis statistik, terutama untuk membandingkan kelompok dengan metode seperti uji ANOVA atau uji t.

Input Data

Package {ggplot2} juga menyediakan beberapa dataframe yang dapat digunakan untuk latihan. Salah satu dataframe yang disediakan adalah data chickwts, yaitu data tentang berat dan makanan dari hewan ayam

library(ggplot2)
data(chickwts)
head(chickwts)
dim(chickwts)
## [1] 71  2

Histogram

Untuk membuat histogram pada package {ggplot2} menggunakan perintah geom_histogram(). Variable yang digunakan yaitu weight pada data chickwts.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_histogram()
## `stat_bin()` using `bins = 30`. Pick better value with `binwidth`.

Secara defaut, geom_histogram() menggunakan 30 bins (batang). Selanjutnya mengganti nilai bins tersebut dengan menambahkan argumen bins = 50. Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_histogram(bins = 50)

Kita dapat memberikan pemisah dengan warna putih Anda dapat tambahkan argumen color = "white". Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_histogram(bins = 30, color = "white")

Kita dapat mengubah warna batang dengan menggunakan argumen fill, mengubah format penulisan nilai pada sumbu x dan y menggunakan function scale_x_continuous() untuk sumbu x dan scale_y_continuous() untuk sumbu y dan mengubah nama label pada sumbu x dan y dengan fungsi labs. Hasilnya sebagai berikut.

library(scales)
ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_histogram(bins = 30, color = "white", fill = "purple") + 
  scale_x_continuous(labels = comma) + 
  scale_y_continuous(labels = comma) + 
  labs(x = "Price", 
       y = "Frekuensi")

Density Plot

Untuk membuat density plot menggunakan ggplot2 kita cukup menggunakan function geom_density()

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_density()

Untuk mengatur warna, transaparansi, format penulisan nilai pada sumbu x dan y, dan labeling sumbu x sama seperti pembuatan Histogram. Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_density(fill = "coral", alpha = 0.7) + 
  scale_x_continuous(labels = comma) + 
  scale_y_continuous(labels = comma) + 
  labs(x = "Price")

Kita dapat membandingkan sebaran menggunakan density plot berdasarkan kategori. Misal akan dilihat sebaran berat makanan (weight) berdasarkan kategori makanan (feed). Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, fill = feed, color = feed)) + 
  geom_density(alpha = 0.7) + 
  scale_x_continuous(labels = comma) + 
  scale_y_continuous(labels = comma) + 
  labs(x = "Price")

Untuk mengurangi kesulitan dalam mengamati visual tersebut maka perlu dipisah per kategori dengan menggunakan visualisasi ridgeline plot atau disebut juga joyplot.

library(ggridges)
ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y= feed,fill = feed)) + 
  geom_density_ridges() + 
  labs(x = "Harga berlian", y = "kualitas berlian")
## Picking joint bandwidth of 24.4

Boxplot

Untuk membuat boxplot di ggplot2 kita dapat gunakan function geom_boxplot()

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_boxplot()

Membuat boxplot secara vertikal menggunakan perintah coord_flip(). Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight)) + 
  geom_boxplot()+
  coord_flip()

kita dapat membuat boxplot dari data numerik dan membandingkan sebarannya berdasarkan kategori. Misalnya kita ingin membandingkan sebaran harga berlian (price) berdasarkan tingkat warna (color). Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y = feed)) + 
  geom_boxplot()

Selanjutnya memberi warna berbeda untuk setiap box berdasarkan kategorinya. Kita dapat menambahkan argumen fill dengan nilai berupa nama variabel dari kategori yang ingin kita gunkan untuk perbandingan boxplot. Misalnya kita ingin membandingkan sebaran dari berat makanan (weight) berdasarkan warnanya (feed) menggunakan boxplot dan menyesuaikan warnanya berdasarkan kategori dari feed. Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y = feed, fill = feed)) + 
  geom_boxplot()

Untuk menghilangkan legend dari color kita dapat tambahkan theme(legend.position = “none”).Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y = feed, fill = feed)) + 
  geom_boxplot() + 
  theme(legend.position = "none")

Violin Plot

Plot ini dibentuk dengan menggabungkan antara Density Plot dengan boxplot. Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight,y="all")) +
  geom_violin(fill="green",alpha=0.5) +
  geom_boxplot(fill="blue",width=0.1)

QQ-Plot

Plot ini berguna untuk memeriksa apakah sebaran data (sebaran empirik) memiliki bentuk yang sama dengan sebaran tertentu yang dispesifikan (sebaran hipotetik). Misalnya kita ingin melihat pola berat makanan (weight). apakah menyebar normal atau tidak.

ggplot(data = chickwts, aes(sample = weight)) +
  stat_qq(col="blue", cex=0.9) +
  stat_qq_line(col="red", lwd=1)

Scatter plot

Untuk membuat scatter plot menggunakan ggplot2 kita dapat menggunakan geom_point(). Misalnya kita ingin melihat pola sebaran antara feed dan weight.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y = feed)) + 
  geom_point()

Kita juga dapat memberikan warna untuk setiap titik. Misalnya warna masing-masing titik menyesuaikan dengan kategori pada variabel feed.

ggplot(data = chickwts, mapping = aes(x = weight, y = feed, color = feed)) + 
  geom_point()

Line chart

Plot ini digunakan untuk melihat trend data berdasarkan perubahan waktu. Artinya pada Line Chart cocok untuk data-data deret waktu.

Input Data

Data yang digunakan yaitu data crypto currency.

setwd("D:/visdat")
kripto <- read.csv("XSGD-USD.csv",sep = ",")
kripto$tanggalabangkuh <- as.Date.character(kripto$timestamp,"%Y-%m-%d")
head(kripto)
str(kripto)
## 'data.frame':    589 obs. of  8 variables:
##  $ timestamp      : chr  "2021-02-17 00:00:00" "2021-02-18 00:00:00" "2021-02-19 00:00:00" "2021-02-20 00:00:00" ...
##  $ adjclose       : num  0.759 0.748 0.752 0.752 0.756 ...
##  $ open           : num  0.738 0.759 0.748 0.752 0.752 ...
##  $ low            : num  0.738 0.739 0.736 0.749 0.748 ...
##  $ volume         : int  14443 60538 37277 28954 150178 169264 684096 947702 839240 677028 ...
##  $ high           : num  0.759 0.846 0.759 0.756 0.78 ...
##  $ close          : num  0.759 0.748 0.752 0.752 0.756 ...
##  $ tanggalabangkuh: Date, format: "2021-02-17" "2021-02-18" ...

Line chart Dasar

ggplot(data = kripto, aes(x=tanggalabangkuh,y=volume)) +
  geom_line() +
  labs(x="tanggal", x="volume dari crypto") 

Area Plot

Untuk menambah estetika dapat dilakukan dengan mengarsir daerah di bawah plot deret waktu. Plot seperti ini disebut Area Plot. Hasilnya sebagai berikut.

ggplot(data = kripto, aes(x=tanggalabangkuh,y=volume)) +
  geom_line(lwd=1.2, col="darkgreen") +
  geom_area(fill="green", alpha=0.3)

  labs(x="tanggal", x="volume dari crypto")
## $x
## [1] "tanggal"
## 
## attr(,"class")
## [1] "labels"

Multiple Line Chart

Pada plot ini dapat digunakan untuk membandingkan trend data deret waktu pada beberapa wilayah/kelompok.

ggplot(data = kripto, aes(x=tanggalabangkuh)) +
  geom_line(aes(y=low), lwd=1.2, col="blue") +
  geom_line(aes(y=high), lwd=1.2, col="red") +
  labs(x="tanggal", x="volume dari crypto") 

Untuk menambahkan nama kelompok digunakan perintah berikut.

ggplot(data = kripto ,aes(x=tanggalabangkuh)) +
  geom_line(aes(y=low), lwd=1.2, col="blue") +
  geom_line(aes(y=high), lwd=1.2, col="red") +
  xlim(min(kripto$tanggalabangkuh),max(kripto$tanggalabangkuh)+100) +
  geom_text(x=max(kripto$tanggalabangkuh),y=tail(kripto$low,1)+30,
            label="DKI Jakarta", size = 5,
            color="blue", hjust=-0.1) +
    geom_text(x=max(kripto$tanggalabangkuh),y=tail(kripto$high,1)+30,
            label="Jawa Barat", size = 5,
            color="red", hjust=-0.1) +
  labs(x="tanggal", x="volume dari crypto")