Analisis ini bertujuan untuk memahami hubungan antara konsumsi bahan
bakar (mpg) dan berat mobil (wt) dalam dataset
mtcars. Regresi linear digunakan untuk menentukan apakah
ada hubungan antara kedua variabel ini dan seberapa kuat hubungan
tersebut.
Konsumsi bahan bakar (mpg) adalah faktor penting dalam
efisiensi kendaraan, sedangkan berat mobil (wt) dapat
mempengaruhi jumlah bahan bakar yang digunakan. Secara umum, kendaraan
yang lebih berat cenderung membutuhkan lebih banyak energi untuk
bergerak, yang dapat mengarah pada konsumsi bahan bakar yang lebih
tinggi. Oleh karena itu, analisis ini akan membantu mengidentifikasi
pola dalam data dan memahami apakah ada hubungan signifikan antara kedua
variabel ini.
Sebelum memulai analisis, kita perlu memuat dataset
mtcars yang sudah tersedia di R. Dataset ini berisi
informasi tentang berbagai karakteristik mobil, termasuk konsumsi bahan
bakar (mpg), berat (wt), tenaga kuda
(hp), dan faktor lainnya.
library(ggplot2)
data(mtcars)
head(mtcars)
## mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb
## Mazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4
## Mazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4
## Datsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1
## Hornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1
## Hornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2
## Valiant 18.1 6 225 105 2.76 3.460 20.22 1 0 3 1
Langkah pertama dalam analisis data adalah memahami karakteristik dataset dengan melihat ringkasan statistik dan menghitung korelasi antara variabel yang akan dianalisis.
summary())
digunakan untuk melihat distribusi data, nilai minimum, maksimum,
median, dan kuartil.plot()) antara
mpg dan wt dihitung untuk mengetahui sejauh
mana kedua variabel ini berkaitan. Korelasi negatif berarti bahwa saat
berat mobil bertambah, konsumsi bahan bakar cenderung menurun, dan
sebaliknya.summary(mtcars)
## mpg cyl disp hp
## Min. :10.40 Min. :4.000 Min. : 71.1 Min. : 52.0
## 1st Qu.:15.43 1st Qu.:4.000 1st Qu.:120.8 1st Qu.: 96.5
## Median :19.20 Median :6.000 Median :196.3 Median :123.0
## Mean :20.09 Mean :6.188 Mean :230.7 Mean :146.7
## 3rd Qu.:22.80 3rd Qu.:8.000 3rd Qu.:326.0 3rd Qu.:180.0
## Max. :33.90 Max. :8.000 Max. :472.0 Max. :335.0
## drat wt qsec vs
## Min. :2.760 Min. :1.513 Min. :14.50 Min. :0.0000
## 1st Qu.:3.080 1st Qu.:2.581 1st Qu.:16.89 1st Qu.:0.0000
## Median :3.695 Median :3.325 Median :17.71 Median :0.0000
## Mean :3.597 Mean :3.217 Mean :17.85 Mean :0.4375
## 3rd Qu.:3.920 3rd Qu.:3.610 3rd Qu.:18.90 3rd Qu.:1.0000
## Max. :4.930 Max. :5.424 Max. :22.90 Max. :1.0000
## am gear carb
## Min. :0.0000 Min. :3.000 Min. :1.000
## 1st Qu.:0.0000 1st Qu.:3.000 1st Qu.:2.000
## Median :0.0000 Median :4.000 Median :2.000
## Mean :0.4062 Mean :3.688 Mean :2.812
## 3rd Qu.:1.0000 3rd Qu.:4.000 3rd Qu.:4.000
## Max. :1.0000 Max. :5.000 Max. :8.000
plot(mtcars$wt, mtcars$mpg, main="Scatter Plot mpg vs wt",
xlab="Berat Mobil (wt)", ylab="Mil per Galon (mpg)", pch=19, col="blue")
Jika korelasi antara mpg dan wt cukup
tinggi (dalam hal ini negatif dan mendekati -1), maka dapat
diindikasikan bahwa ada hubungan linear yang kuat antara kedua variabel
ini, yang akan dikonfirmasi dengan analisis regresi.
mpg = β0 + β1 * wt + ε, di mana:
β0 adalah intercept (nilai mpg saat
wt = 0)β1 adalah slope (seberapa besar perubahan
mpg untuk setiap unit kenaikan wt)ε adalah error atau variasi yang tidak dijelaskan oleh
modelmodel <- lm(mpg ~ wt, data=mtcars)
summary(model)
##
## Call:
## lm(formula = mpg ~ wt, data = mtcars)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -4.5432 -2.3647 -0.1252 1.4096 6.8727
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 37.2851 1.8776 19.858 < 2e-16 ***
## wt -5.3445 0.5591 -9.559 1.29e-10 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 3.046 on 30 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.7528, Adjusted R-squared: 0.7446
## F-statistic: 91.38 on 1 and 30 DF, p-value: 1.294e-10
ggplot(mtcars, aes(x=wt, y=mpg)) +
geom_point(color='blue') +
geom_smooth(method='lm', col='red') +
labs(title="Regresi Linear: mpg vs wt", x="Berat Mobil (wt)", y="Mil per Galon (mpg)")
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'
Jika titik-titik data mengikuti pola menurun seiring bertambahnya berat
mobil, maka ini menunjukkan bahwa kendaraan yang lebih berat cenderung
memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.
Dari hasil regresi linear:
β0) menunjukkan nilai mpg
saat berat mobil wt = 0. Walaupun secara praktis tidak
mungkin memiliki mobil dengan berat nol, ini tetap memberikan gambaran
mengenai awal model.β1) menunjukkan perubahan
mpg untuk setiap unit kenaikan berat mobil. Jika nilai
β1 negatif, ini berarti semakin berat mobil, semakin rendah
konsumsi bahan bakarnya.R²) mengukur seberapa baik
model menjelaskan variasi dalam data. Nilai mendekati 1 menunjukkan
bahwa model sangat baik dalam menjelaskan data.mpg dan wt. Jika p-value <
0.05, maka kita dapat menyimpulkan bahwa hubungan antara
mpg dan wt signifikan secara statistik.Model regresi linear ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara berat mobil dan konsumsi bahan bakar, di mana mobil yang lebih berat cenderung memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih rendah (mpg lebih kecil). Dengan memahami hubungan ini, kita bisa membuat keputusan lebih baik dalam pemilihan kendaraan berdasarkan efisiensi bahan bakar.
Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa berat mobil memiliki
pengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar. Jika seseorang ingin
memilih kendaraan dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, maka
memilih kendaraan yang lebih ringan bisa menjadi strategi yang lebih
bijak. Namun, faktor lain seperti tenaga mesin (hp) dan
jenis bahan bakar juga perlu dipertimbangkan dalam analisis lebih
lanjut.