library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.4.2
library(moments)
file_path <- "C:/Users/De Ibrahim/Documents/2023 Maret JABAR - SUSENAS KP BP 4.3.xlsx"
df <- read_excel(file_path)
## New names:
## • `` -> `...1`
head(df)
## # A tibble: 6 × 8
##    ...1   URUT  R101  R102     FOOD  NONFOOD   EXPEND PROPORSI
##   <dbl>  <dbl> <dbl> <dbl>    <dbl>    <dbl>    <dbl>    <dbl>
## 1    37 500038    32     3 1337100  1294358. 2631458.    0.508
## 2    48 500049    32     3 1329000   586167. 1915167.    0.694
## 3    50 500051    32     3 7005857. 1483667. 8489524.    0.825
## 4    51 500052    32     3 1778357.  793903. 2572261.    0.691
## 5    58 500059    32     3  866730. 1403500  2270230.    0.382
## 6    59 500060    32     3 1851857.  368917. 2220774.    0.834
df$PROPORSI <- df$FOOD / df$EXPEND
rata_rata_proporsi_makanan <- mean(df$PROPORSI, na.rm = TRUE)
simpangan_proporsi_makanan <- sd(df$PROPORSI, na.rm = TRUE)
skewness_proporsi_makanan <- skewness(df$PROPORSI, na.rm = TRUE)
kurtosis_proporsi_makanan <- kurtosis(df$PROPORSI, na.rm = TRUE)
cat(rata_rata_proporsi_makanan, "\n")
## 0.624289

rata2 menunjukkan angka 0.6, artinya sekitatr 60% dari total pengeluaran seseorang atau rumah tangga dialokasikan untuk makanan.

cat(simpangan_proporsi_makanan, "\n")
## 0.1101026

Ini berarti sebagian besar rumah tangga menghabiskan antara 49% - 71% pengeluarannya untuk makanan (karena 0.6 ± 0.11).

cat(skewness_proporsi_makanan, "\n")
## -0.6673719

Distribusi proporsi pengeluaran makanan sedikit condong ke kiri, artinya lebih banyak rumah tangga yang menghabiskan proporsi pengeluaran di sekitar 60%-70% untuk makanan.

cat(kurtosis_proporsi_makanan, "\n")
## 4.001737

Distribusi proporsi pengeluaran makanan cukup runcing dan memiliki lebih banyak outlier dibandingkan distribusi normal. Artinya, sebagian besar rumah tangga memiliki proporsi pengeluaran makanan yang seragam di sekitar 0.6, tetapi ada beberapa yang sangat tinggi atau sangat rendah.