Faktor: Konsentrasi Hormone(ppm) Level: 0 ppm (H0), 0.25 ppm (H1), 0.5 ppm (H2), 0.75 ppm (H3), 1.00 ppm (H4), dan 1.25 ppm(H5). Perlakuan: Setiap konsentasi hormone(H0, H1,H2, H3, H4, H5) yang diterapkan pada tanaman kedelai Satuan amatan: Hasil produksi kedelai(kuintal/ha) dalam setiap ulangan Satuan percobaan: Tanaman kedelai dalam suatu lahan Respon: produksi kedelai dalam satuan kuintal per hektar
\[ Y_{ij} = \mu + \tau_i + \varepsilon_{ij} \quad \textit{atau} \quad Y_{ij} = \mu_i + \varepsilon_{ij} \]
i = 0,1,2,3,4,5. j = 1,2,3,4.
\(Y_{ij}\) = nilai pengamatan pada
perlakuan ke-i dan ulangan ke-j.
\(\mu\) = rataan umum.
\(\tau_i\) = pengaruh perlakuan ke-i =
\(\mu_i - \mu\).
\(\varepsilon_{ij}\) = pengaruh acak
perlakuan ke-i dan ulangan ke-j.
H0: τ0=τ1=τ2=τ3=τ4=τ5=0 (Tidak ada pengaruh pemberian hormone terhadap peningkatan produksi kedelai secara signifikan).
H1: τi≠0, i = 0,1,2,3,4,5 (Minimal ada satu perlakuan pemberian hormone terhadap peningkatan produksi kedelai secara signifikan)
library(readxl)
dataRAL <- read_xlsx("C:/Users/camel/Downloads/dataRAL.xlsx")
dataRAL
## # A tibble: 24 × 2
## varietas ulangan
## <chr> <dbl>
## 1 H0 8
## 2 H0 8.1
## 3 H0 7.5
## 4 H0 7.7
## 5 H1 8.3
## 6 H1 8.2
## 7 H1 8.3
## 8 H1 7.9
## 9 H2 8.9
## 10 H2 8.9
## # ℹ 14 more rows
dataRAL$varietas <- as.factor(dataRAL$varietas)
ANOVARAL <- aov(ulangan ~ varietas, data = dataRAL)
summary(ANOVARAL)
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## varietas 5 4.873 0.9747 6.8 0.00101 **
## Residuals 18 2.580 0.1433
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
qf(0.05,5,18,lower.tail = FALSE)
## [1] 2.772853
Didapatkan Fhitung = 6.8 > Ftabel = 2.772853. Maka cukup bukti untuk menolak H0. Ada perbedaan pengaruh varietas terhadap berat melon pada taraf nyata 5%.
\[ Y_{ij(k)} = \mu + \alpha_i + \beta_j + T(k) + \varepsilon_{ij(k)} \]
dengan:
Hipotesis pengaruh perlakuan
H0: \(\tau_{(1)} = \tau_{(2)} = \tau_{(3)} = \tau_{(4)} = \tau_{(5)} = 0\) (jenis pelarut tidak berpengaruh terhadap rendemen antioksidan)
H1: Minimal ada satu jenis pelarut k dimana \(\tau_{(k)} \neq 0\), k = 1,2,3,4,5
Hipotesis pengaruh baris
H0: \(\alpha_1 = \alpha_2 = \alpha_3 = \alpha_4 = \alpha_5 = 0\) (tingkat kematangan tidak berpengaruh terhadap rendemen antioksidan)
H1: Minimal ada satu tingkat kematangan i dimana \(\alpha_i \neq 0\), i = 1,2,3,4,5
Hipotesis pengaruh lajur
H0: \(\beta_1 = \beta_2 = \beta_3 = \beta_4 = \beta_5 = 0\) (teknik pengeringan tidak berpengaruh terhadap rendemen antioksidan)
H1: Minimal ada satu teknik pengeringan j dimana \(\beta_j \neq 0\), j = 1,2,3,4,5
dataRBSL<-read_excel("C:/Users/camel/Downloads/dataRBSL.xlsx")
dataRBSL
## # A tibble: 25 × 4
## JP TK TP P
## <chr> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 A 1 1 5.39
## 2 A 2 2 5.38
## 3 A 3 3 5.36
## 4 A 4 4 5.35
## 5 A 5 5 5.4
## 6 B 1 2 5.63
## 7 B 2 3 5.64
## 8 B 3 4 5.61
## 9 B 4 5 5.8
## 10 B 5 2 5.62
## # ℹ 15 more rows
dataRBSL$JP<-as.factor(dataRBSL$JP)
dataRBSL$TK<-as.factor(dataRBSL$TK)
dataRBSL$TP<-as.factor(dataRBSL$TP)
ANOVARBSL<-aov(P~JP+TK+TP,data=dataRBSL)
summary(ANOVARBSL)
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## JP 4 3.342 0.8354 554.684 1.69e-13 ***
## TK 4 0.006 0.0014 0.927 0.480
## TP 4 0.007 0.0018 1.212 0.356
## Residuals 12 0.018 0.0015
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1