Standardized Precipitation Index (SPI) merupakan indeks kekeringan meteorologis yaitu kekeringan berdasarkan kondisi curah hujan pada suatu waktu dalam kondisi normal. Metode ini membandingkan kondisi kering dan basah berdasarkan deviasi dari rata-rata yang distandarisasi. Metode ini dapat mengidentifikasi kekeringan meteorologi dengan resolusi waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Metode ini banyak digunakan dalam analisis kekeringan karena memiliki perhitungan yang tidak rumit dengan fleksibilitas pilihan rentang waktu yang berbeda-beda (Wang et al. 2022).
Standardized Precipitation Evapotranspiration Index (SPEI) merupakan indeks kekeringan yang dikembangkan dari SPI. Indeks ini dikembangkan bermula dari kelemahan SPI yang tidak representatif terhadap kondisi atmosfer yang juga memengaruhi kekeringan seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. SPEI menilai kekeringan berdasarkan standarisasi deviasi dari kesetimbangan neraca air rata-rata, yaitu selisih antara curah hujan dan evapotransporasi potensial (Stagge et al. 2014).