Daya beli beras merupakan salah satu indikator ekonomi yang mencerminkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Daya beli masyarakat terhadap beras dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.Penelitian ini menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi daya beli beras masyarakat. PCA merupakan metode analisis statistik yang bertujuan mereduksi dimensi data dengan mengidentifikasi komponen utama yang paling berpengaruh dari sekumpulan variabel. Dalam penelitian ini, faktor yang dianalisis meliputi harga beras, ketersediaan beras, dan stok beras. Ketiga faktor ini dianggap sebagai variabel penting yang memiliki dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat terhadap beras.
Hasil analisis PCA diharapkan dapat mengungkapkan komponen utama yang memberikan pengaruh terbesar terhadap daya beli masyarakat. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah atau pihak terkait dalam merancang kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat terhadap beras sebagai kebutuhan pokok utama. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi daya beli beras di lingkungannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi daya beli beras masyarakat menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA), dengan fokus pada variabel harga beras, ketersediaan beras, dan stok beras. Hasilnya diharapkan dapat memberikan dasar bagi kebijakan yang mendukung stabilitas daya beli masyarakat.
Analisis multivariat adalah metode statistika untuk menganalisis hubungan atau pola antara banyak variabel secara bersamaan. Tujuan utamanya adalah memahami, menguji, atau mereduksi hubungan antar variabel menjadi komponen yang lebih sederhana.Dalam penelitian ini, metode Principal Component Analysis (PCA) digunakan sebagai salah satu bentuk analisis interdependensi untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi daya beli beras masyarakat, dengan fokus pada variabel harga beras, ketersediaan, dan stok beras. PCA membantu merangkum informasi dari variabel-variabel tersebut ke dalam komponen utama yang lebih mudah dianalisis.
Dalam penelitian ini, metode Principal Component Analysis (PCA) digunakan sebagai salah satu bentuk analisis interdependensi untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi daya beli beras masyarakat, dengan fokus pada variabel harga beras, ketersediaan, dan stok beras. PCA membantu merangkum informasi dari variabel-variabel tersebut ke dalam komponen utama yang lebih mudah dianalisis.
Menurut Johnson dan Dean (1988), PCA menggabungkan variabel secara linier untuk menjelaskan variansi dan kovariansi dalam data. Principal Component Analysis (PCA) adalah metode analisis multivariat yang digunakan untuk mereduksi jumlah variabel menjadi lebih sedikit, tanpa kehilangan informasi penting. Metode ini efektif digunakan ketika variabel-variabel saling berkorelasi.
PCA juga berguna untuk menguji hubungan antar variabel, meskipun tidak cocok untuk menafsirkan variabel independen secara langsung. Metode ini hanya berlaku untuk data numerik dan tidak memerlukan variabel respon. Dalam PCA, dicari kombinasi linier variabel yang membentuk Komponen Utama (KU), yang saling independen, sehingga dapat mengatasi masalah multikolinieritas dalam data.
Beberapa langkah yang digunakan untuk menggunakan metode Principal Component Analysis adalah sebagai berikut.
Persiapkan data yang akan dianalisis menggunakan metode Principal Component Analysis
Hitung mean dari data yang telah ada, dimana mean dihitung dengan rumus berikut : \[ \bar{y} = \frac{\sum y}{n} \]
Melakukan eksplorasi korelasi untuk memeriksa hubungan antar variabel dan memvisualisasikan korelasi tersebut.
Melakukan perhitungan matrik kovarian, dimana varian dihitung dengan rumus berikut : \[ s^2 = \frac{\sum (x_i - \bar{x})^2}{n - 1} \]
Menghitung nilai eigen dan vektor eigen untuk mengidentifikasi komponen utama dan mereduksi dimensi data.
Membuat scree plot untuk menentukan jumlah komponen utama yang dipertahankan.
Menghitung nilai kumulatif eigen untuk mengetahui seberapa banyak keberagaman data dijelaskan oleh komponen utama.
Menginterpretasikan persamaan PCA berdasarkan variabel dengan koefisien tertinggi.
Daya beli beras adalah kemampuan masyarakat untuk membeli beras yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Beberapa faktor utama yang memengaruhi daya beli beras di antaranya adalah harga beras, pendapatan masyarakat, ketersediaan beras, serta faktor-faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan peraturan pasar.
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data daya beli beras pada masyarakat Kota X.
> library (readxl)
> library(rmarkdown)
> library(knitr)
> library (corrplot)
> library(factoextra)
> library(FactoMineR)
> library(readxl)
> data <- read_excel("~/ANDIKA/semester 6/pkl/LAPORAN/data pkl.xlsx")
> str(data)
> summary(data)
> library(corrplot)
> korelasi <- cor(data)
> corrplot(korelasi, method="number")
> skala <- scale(data)
> sk<- cov(skala)
> s_eigen <- eigen(sk)
> s_eigen
> plot(s_eigen$values, xlab="Eigenvalue Number",
+ ylab="Eigenvalue Size", main="Scree Plot")
> lines(s_eigen$values)
> for (eg in s_eigen$values)
+ {
+ print(eg/sum(s_eigen$values))
+ }
> s_eigen$vectors[,1:2]
> pca2 = princomp(x=data, cor=T)
> plot(pca2)
> pca_contrib = get_pca_var(pca2)
> pca_contrib$contrib
> pca3 = PCA(data, scale.unit=T, graph=FALSE)
> pca3$eig
> fviz_pca_var(pca3, col.var="contrib", gradient.cols=c("#F08080",
+ "#ADD8E6","#8FBC8F"),
+ axes=c(1,2), repel=T)
HARGA BERAS MEDIUM DAYA BELI MASYARAKAT KETERSEDIAAN BERAS MEDIUM
Min. :11695 Min. :13857 Min. : 19550
1st Qu.:12332 1st Qu.:24150 1st Qu.: 56270
Median :12519 Median :37255 Median : 73595
Mean :12575 Mean :36058 Mean : 68647
3rd Qu.:12895 3rd Qu.:47074 3rd Qu.: 93125
Max. :13401 Max. :72805 Max. :107863
STOK
Min. : 39850
1st Qu.: 84480
Median :114876
Mean :105546
3rd Qu.:141380
Max. :158750
Berdasarkan statistik deskriptif,didapatkan bahwa rentang nilai variabel sangat berbeda antara satu sama lain, yang menunjukkan perbedaan skala antara variabel:
Variabel Stok dan Ketersediaan Beras Medium memiliki rentang yang lebih besar dibandingkan dengan Harga Beras Medium dan Daya Beli Masyarakat, yang menunjukkan perbedaan skala yang signifikan antara variabel-variabel tersebut sehingga diperlukan standarisasi.
Berdasarkan plot tersebut didapatkan bahwa :
eigen() decomposition
$values
[1] 2.814926290 1.074925222 0.103487812 0.006660675
$vectors
[,1] [,2] [,3] [,4]
[1,] -0.2226844 0.88576088 0.4058821 -0.03315168
[2,] 0.5097111 0.44814328 -0.7127878 -0.17690604
[3,] 0.5835111 -0.10811046 0.5048705 -0.62684347
[4,] 0.5917103 0.05392021 0.2688849 0.75807155
Pada kurva terlihat mulai melandai setelah titik ke-2. Artinya,
perubahan nilai eigen menjadi jauh lebih kecil setelah titik ini. Oleh
karena itu, gambar tersebut menunjukkan bahwa 2 komponen utama yang
digunakan dalam analisis.
[1] 0.7037316
[1] 0.2687313
[1] 0.02587195
[1] 0.001665169
Berdasarkan Plot diatas, dapat diketahui bahwa 2 komponen utama (97.25%) sudah mencukupi.
[,1] [,2]
[1,] -0.2226844 0.88576088
[2,] 0.5097111 0.44814328
[3,] 0.5835111 -0.10811046
[4,] 0.5917103 0.05392021
Komponen utama yang terbentuk dengan persamaan sebagai berikut : Komponen Utama 1 = -0.222X1 + 0.509X2 + 0.583X3 + 0.591 X4 Komponen Utama 2 = 0.885X1 + 0.448X2 - 0.108X3 + 0.053X4
Berdasarkan barplot ini, analisis dapat difokuskan pada Comp.1 dan
Comp.2, karena keduanya menjelaskan sebagian besar varians dalam data.
Komponen lainnya (Comp.3 dan Comp.4) dapat diabaikan karena
kontribusinya sangat kecil.
Dim.1 Dim.2 Dim.3 Dim.4
HARGA BERAS MEDIUM 4.958832 78.4572338 16.474031 0.1099034
DAYA BELI MASYARAKAT 25.980540 20.0832402 50.806645 3.1295745
KETERSEDIAAN BERAS MEDIUM 34.048521 1.1687871 25.489418 39.2932741
STOK 35.012107 0.2907389 7.229906 57.4672480
eigenvalue percentage of variance cumulative percentage of variance
comp 1 2.814926290 70.3731573 70.37316
comp 2 1.074925222 26.8731306 97.24629
comp 3 0.103487812 2.5871953 99.83348
comp 4 0.006660675 0.1665169 100.00000
Dari plot biplot PCA, variabel STOK dan DAYA BELI MASYARAKAT memiliki
kontribusi tinggi dan terletak dekat dengan lingkaran korelasi, yang
menunjukkan representasi yang baik pada komponen utama. Sebaliknya,
HARGA BERAS MEDIUM dan KETERSEDIAAN BERAS MEDIUM memiliki kontribusi
lebih rendah, menandakan bahwa variabel-variabel ini kurang sepenuhnya
direpresentasikan oleh komponen utama dan tidak berpengaruh signifikan
dalam menjelaskan variabilitas data.
Komponen utama 1 menggambarkan faktor-faktor yang lebih terkait dengan harga beras, stok, dan ketersediaan beras di pasar. Komponen utama 2 lebih berfokus pada harga beras dan daya beli masyarakat sebagai faktor penting yang mempengaruhi ketersediaan dan distribusi beras. Dengan demikian, analisis komponen utama ini memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang dominan dalam pasar beras, yaitu ketersediaan dan harga beras, serta pengaruh daya beli masyarakat terhadap kondisi pasar tersebut.
Hardle, W. (2007). Applied Multivariate SStatistical Analysis. Berlin : Springer Verlag.
Johnson, R.A. & Dean, W. (1988). Applied Multivariate Statistical Analysis. New Jersey. Prentice Hall.
Riswan dan Khairudin. (2013). Statistik Multivariate. Bandar Lampung: AURA