1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan akademik anak merupakan salah satu aspek penting yang menjadi penentu keberhasilan pendidikan, baik di tingkat individu maupun pada level masyarakat secara luas. Kemampuan ini tidak hanya mencerminkan hasil dari proses belajar-mengajar di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang berasal dari lingkungan keluarga. Salah satu faktor yang sering menjadi perhatian adalah tingkat pendidikan orang tua. Pendidikan orang tua diyakini memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan anak dalam memahami dan menguasai pelajaran, karena orang tua adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak.
Orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi biasanya memiliki wawasan yang lebih luas tentang pentingnya pendidikan. Mereka cenderung lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran anak, baik melalui bimbingan langsung, pengadaan fasilitas belajar, maupun memberikan motivasi yang mendorong anak untuk mencapi potensi terbaiknya. Selain itu, tingkat pendidikan orang tua yang lebih tinggi juga sering kali berkorelasi dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik, yang memungkinkan mereka menyediakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, seperti akses ke buku, teknologi, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa kemampuan akademik anak dipengaruhi oleh berbagai faktor lain selain tingkat pendidikan orang tua. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi keluarga, kualitas pendidikan di sekolah, lingkungan sosial, dan karakteristik individu anak juga turut memainkan peran yang tidak kalah signifikan. Misalnya, anak yang memiliki guru yang kompeten dan akses ke fasilitas sekolah yang memadai dapat mengimbangi kekurangan dukungan akademik di rumah.
Penelitian mengenai pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap kemampuan akademik anak menjadi relevan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika hubungan tersebut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan pola-pola penting yang dapat dijadikan landasan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
1.2 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk:
Memahami dan mengetahui langkah-langkah analisis dengan MANOVA
Menganalisis pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap kemampuan akademik siswa terkhususnya pada matematika, membaca, dan menulis.
1.3 Tinjauan Pustaka
1.3.1 Uji Asumsi
- Normalitas Multivariat
Asumsi normalitas multivariat perlu diuji karena metode ini mengandalkan distribusi normal multivariat dari variabel respon dalam setiap kelompok yang diuji. Normalitas multivariat berarti kombinasi linear dari variabel-variabel tersebut juga harus mengikuti distribusi normal. Untuk menguji asumsi ini, metode seperti uji Mardia sering digunakan, yang mencakup pengujian skewness (kecondongan) dan kurtosis (keruncingan) multivariat. Jika data tidak memenuhi asumsi ini, transformasi data atau metode statistik nonparametrik dapat dipertimbangkan.
- Homogenitas Matriks Varian Kovarian
Homogenitas ini berarti bahwa matriks varians-kovarian antar kelompok harus sama. Uji Box’s M adalah metode yang umum digunakan untuk menguji asumsi ini. Jika hasil uji menunjukkan signifikansi, maka asumsi homogenitas tidak terpenuhi. MANOVA cenderung robust terhadap pelanggaran homogenitas jika ukuran sampel antar kelompok seimbang. Namun, jika ukuran sampel tidak seimbang dan asumsi ini dilanggar, hasil MANOVA bisa menjadi bias. Jika asumsi ini tidak terpenuhi, pendekatan seperti MANOVA robust atau metode nonparametrik dapat dipertimbangkan.
1.3.2 MANOVA
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua atau lebih kelompok pada lebih dari satu variabel respon sekaligus. Manfaat utama dari MANOVA adalah kemampuannya untuk mempertimbangkan hubungan antar variabel respon dan menguji pengaruh variabel prediktor pada gabungan variabel respon tersebut. Dalam MANOVA, tujuan utamanya adalah untuk melihat apakah rata-rata gabungan dari variabel respon berbeda secara signifikan antar grup yang didefinisikan oleh satu atau lebih variabel prediktor. Teknik ini sangat berguna ketika variabel respon saling berkorelasi dan penting untuk melihat efek gabungan daripada mengujinya secara terpisah. Berdasar Tanty (2010), model MANOVA satu arah adalah sebagai berikut.
\[ X_{ij} = \mu + \tau_{ik} + \epsilon_{ijk} \] \[ i=1,2, ...,t ; j=1,2,...,n_{i} ; k=1,2,...p \] Keterangan :
\(X_{ijk}\) = Nilai pengamatan respon ke-k, ulangan ke-j yang memperoleh perlakuan ke-i
\(t\) = Banyak perlakuan
\(p\) = Banyak respon
\(n_i\) = Banyak ulangan yang memperoleh perlakuan ke-i
\(\mu_k\) = Nilai rata-rata yang sesungguhnya dari respon ke-k
\(\tau_{ik}\) = Pengaruh dari perlakuan ke-i terhadap respon ke-k
\(\epsilon_{ijk}\) = Pengaruh galat yang muncul pada pengukuran \(X_{ijk}\)
Statistik uji yang biasa digunakan untuk MANOVA sebagai berikut:
- Wilks’ Lambda
Mengukur proporsi total varians yang tidak dijelaskan oleh perbedaan antar kelompok. Nilai mendekati 0 menunjukkan perbedaan signifikan, sementara nilai mendekati 1 menunjukkan tidak ada perbedaan.
- Pillai
Mengukur jumlah kontribusi varians yang dijelaskan oleh perbedaan antar kelompok. Statistik ini lebih robust terhadap pelanggaran asumsi dibanding Wilks’ Lambda.
- Lawley-Hotelling
Berdasarkan jumlah kontribusi dari kombinasi variabel respon terhadap perbedaan antar kelompok. Cocok untuk kasus dengan lebih sedikit kelompok dibandingkan variabel respon.
- Roy’s Largest Root
Fokus pada kontribusi terbesar dari kombinasi linear variabel respon. Paling sensitif, tetapi kurang robust terhadap pelanggaran asumsi.
1.3.3 Analisis Profil
Analisis profil setelah MANOVA adalah teknik yang digunakan untuk mengevaluasi pola atau hubungan antara variabel dependen dalam kelompok yang berbeda. Analisis profil dilakukan setelah MANOVA menunjukkan hasil signifikan. Dalam analisis ini, terdapat tiga aspek utama yang dianalisis:
- Kesetaraan profil
Menguji apakah pola perubahan antar variabel respon dalam berbagai kelompok adalah sejajar atau tidak. Jika tidak sejajar, berarti ada interaksi antara kelompok dan variabel respon
- Kesetaraan tingkat
Menguji apakah rata-rata antar kelompok pada semua variabel respon adalah sama. Jika tidak, berarti ada perbedaan umum antar kelompok.
- Keflaten profil
Menguji apakah nilai rata-rata variabel respon tetap konstan di seluruh kelompok, menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan antar variabel respon dalam kelompok yang sama.
1.4 Data
Data yang digunakan bersumber dari website kagle. Dari 1000 data yang tersedia, diambil 395 sampel yang terdiri dari variabel prediktor berupa tingkat pendidikan orang tua. Variabel respons yang digunakan adalah kemampuan matematika, kemampuan menulis, dan kemampuan membaca siswa. Analisis MANOVA digunakan pada penelitian ini karena variabel respons yang digunakan lebih dari 1 variabel dengan 1 variabel prediktor, sehingga untuk menganalisis pengaruh variabel prediktor terhadap 3 variabel respons maka analisis MANOVA sangat cocok untuk digunakan.
Variabel prediktor
Variabel prediktor yang digunakan adalah tingkat pendidikan, dengan rincian sebagai berikut:
High School (SMA)
Bachelor’s Degree (S1)
Master’s Degree (S2)
Variabel respons
Variabel respon yang digunakan adalah nilai yang diperoleh siswa, dengan rincian sebagai berikut:
\(Y_1\) : Nilai matematika siswa
\(Y_2\) : Nilai membaca siswa
\(Y_3\) : Nilai menulis siswa
Sumber : https://www.kaggle.com/datasets/rkiattisak/student-performance-in-mathematics
2 Source Code
2.1 Library
> library(readxl)
> library(utils)
> library(MVN)
> library(MVTests)
> library(profileR)library(readxl)digunakan untuk membaca data dari file excel.library(utils)menyediakan berbagai fungsi utilitas umum sepertihead().library(MVN)untuk menguji asumsi normalitas multivariat dengan berbagai metode, seperti uji Mardia, Henze-Zirkler, Royston, dan lainnya.library(MVTests)untuk menguji asumsi homogenitas matriks varian kovarian dengan menggunakan uji Box’s M yang penting untuk MANOVA dan analisis multivariat lainnya.library(profileR)digunakan untuk analisis profil, termasuk membuat plot profil antar kelompok. Analisis profil bermanfaat untuk membandingkan pola skor antar variabel di berbagai kelompok.
2.2 Input data
> data <- read_excel("C:/Users/ASUS/Documents/Kumpulan Tugas Sem 5/Analisis Multivariat I/PraktikumAnmulPt2.xlsx")
> data$parental_level_of_education <- as.factor(data$parental_level_of_education)
> kable(head(data))| parental_level_of_education | math_score | reading_score | writing_score |
|---|---|---|---|
| bachelor’s degree | 57 | 69 | 77 |
| master’s degree | 53 | 50 | 49 |
| bachelor’s degree | 76 | 74 | 76 |
| master’s degree | 55 | 54 | 52 |
| master’s degree | 56 | 46 | 43 |
| high school | 87 | 92 | 81 |
read_excel()digunakan untuk membaca file excel dari lokasi yang ditentukan ke dalam variabel yang diberi namadata.as.factor()digunakan untuk merubah kolom parental level of education menjadi tipe faktor karena kolom ini akan digunakan sebagai variabel kategori untuk perlakuan.
2.3 Pendefenisian variabel
> Y1 <- as.matrix(data$math_score,ncol=1)
> Y2 <- as.matrix(data$reading_score, ncol=1)
> Y3 <- as.matrix(data$writing_score, ncol=1)
> Perlakuan <- as.matrix(data$parental_level_of_education, ncol=1)
> datafix <- data.frame(Perlakuan,Y1,Y2,Y3)
> kable(head(datafix))| Perlakuan | Y1 | Y2 | Y3 |
|---|---|---|---|
| bachelor’s degree | 57 | 69 | 77 |
| master’s degree | 53 | 50 | 49 |
| bachelor’s degree | 76 | 74 | 76 |
| master’s degree | 55 | 54 | 52 |
| master’s degree | 56 | 46 | 43 |
| high school | 87 | 92 | 81 |
Y1,Y2, danY3digunakan membuat matriks kolom dari masing-masing variabel math score, reading score, dan writing score.Perlakuandigunakan untuk membuat matriks kolom dari variabel parental level of education.datafixdigunakan untuk menggabungkan variabelPerlakuan,Y1,Y2, danY3ke dalam satu data frame baru untuk mempermudah analisis berikutnya.
2.4 Asumsi Normalitas Multivariat
> norm.test <- mvn(data = data, subset = "parental_level_of_education",
+ mvnTest = "mardia")mvn()digunakan untuk menguji asumsi normalitas multivariat untuk data. Dataset yang digunakan adalahdata,subsetuntuk memisahkan data berdasarkan kelompok parental level of education,mvnTest = "mardia"merupakan source code untuk menguji normalitas multivariat dengan metode Mardia.
2.5 Asumsi Homogenitas Matriks Varcov
> Homogenitasvarcov <- BoxM(data = data[,2:4],data$parental_level_of_education)BoxM()digunakan untuk menguji asumsi homogenitas matriks varian kovarian antar kelompok.data[,2:4]berarti data yang digunakan adalah kolom 2 hingga 4 yang berisi variabel dependen, yaitu math score, reading score, dan writing score.
2.6 MANOVA
> ujimanova <- manova(cbind(Y1,Y2,Y3)~Perlakuan, data = datafix)manova()digunakan untuk melakukan analisis MANOVA dengan variabel dependen adalah kombinasi dariY1,Y2, danY3, serta variabel independen adalahPerlakuan. Dataset yang digunakan adalahdatafix.
2.7 Analisis Profil
> profil <- pbg(datafix[,2:4], datafix[,1], profile.plot = TRUE)pbg()digunakan untuk melakukan analisis profil antar kelompok.
3 Hasil dan Pembahasan
3.1 Asumsi Normalitas Multivariat
Hipotesis
\(H_0\) : Data berdistribusi normal multivariat
\(H_1\) : Data tidak berdistribusi normal multivariat
> norm.test$multivariateNormality
$`bachelor's degree`
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 10.4610160355741 0.401018870889612 YES
2 Mardia Kurtosis -1.4650268691766 0.142913587162661 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$`high school`
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 11.2620629596415 0.337468770197553 YES
2 Mardia Kurtosis -0.825872100387117 0.408876648567348 YES
3 MVN <NA> <NA> YES
$`master's degree`
Test Statistic p value Result
1 Mardia Skewness 10.1918631486162 0.423824909025163 YES
2 Mardia Kurtosis -1.349113495884 0.177300514023913 YES
3 MVN <NA> <NA> YESKeputusan : p-value > \(\alpha\) (0.05), maka Terima \(H_0\)
Kesimpulan : Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal multivariat
3.2 Asumsi Homogenitas Matriks Varcov
Hipotesis
\(H_0\) : Matriks varian kovarian homogen
\(H_1\) : Matriks varian kovarian tidak homogen
> summary(Homogenitasvarcov)
Box's M Test
Chi-Squared Value = 12.29528 , df = 12 and p-value: 0.422 Keputusan : p-value (0.422) > \(\alpha\) (0.05), maka Terima \(H_0\)
Kesimpulan : Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa asumsi homogenitas matriks varian kovarian terpenuhi.
3.3 MANOVA
Hipotesis
\(H_0\) : \(\mu_1\) = … = \(\mu_3\)
\(H_1\) : minimal terdapat satu pasang yang tidak sama dengan nol atau \(\mu_g\) \(\neq0\)
> summary(ujimanova, test="Wilks")
Df Wilks approx F num Df den Df Pr(>F)
Perlakuan 2 0.90615 6.5663 6 780 8.836e-07 ***
Residuals 392
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1Keputusan : p-value (0.000000883) < \(\alpha\) (0.05), maka Tolak \(H_0\)
Kesimpulan : Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua berpengaruh signifikan secara multivariat terhadap kemampuan matematika, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis siswa.
> summary.aov(ujimanova)
Response Y1 :
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Perlakuan 2 2478 1238.79 5.3573 0.005065 **
Residuals 392 90643 231.23
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Response Y2 :
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Perlakuan 2 694 347.16 1.8142 0.1643
Residuals 392 75011 191.35
Response Y3 :
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Perlakuan 2 2741 1370.52 6.2875 0.002052 **
Residuals 392 85447 217.98
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1Hasil MANOVA untuk setiap variabel respons, dihasilkan keputusan sebagai berikut :
Untuk
Y1, p-value (0.005065) < \(\alpha\) (0.05), maka Tolak \(H_0\)Untuk
Y2, p-value (0.1643) > \(\alpha\) (0.05), maka Terima \(H_0\)Untuk
Y3, p-value (0.002052) < \(\alpha\) (0.05), maka Tolak \(H_0\)
Jadi diperoleh kesimpulan secara univariat, tingkah pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan matematika dan kemampuan menulis siswa, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca siswa.
Hasil MANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan, sehingga analisis dilanjutkan dengan analisis profil.
3.4 Analisis Profil
> profil <- pbg(datafix[,2:4], datafix[,1], profile.plot = TRUE)Secara visual, tampak profil setiap tingkat pendidikan orang tua tidak sejajar. Dari grafik, juga terlihat bahwa rata-rata tingkat pendidikan bachelor dan master lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan high school.
> summary(profil)
Call:
pbg(data = datafix[, 2:4], group = datafix[, 1], profile.plot = TRUE)
Hypothesis Tests:
$`Ho: Profiles are parallel`
Multivariate.Test Statistic Approx.F num.df den.df p.value
1 Wilks 0.91579229 8.790547 4 782 6.057998e-07
2 Pillai 0.08445468 8.641465 4 784 7.929193e-07
3 Hotelling-Lawley 0.09168100 8.938897 4 780 4.634594e-07
4 Roy 0.08863859 17.373163 2 392 5.899157e-08
$`Ho: Profiles have equal levels`
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
group 2 1816 908.2 4.751 0.00915 **
Residuals 392 74935 191.2
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
$`Ho: Profiles are flat`
F df1 df2 p-value
1 30.24701 2 391 6.110667e-13Hipotesis
\(H_0\) : Profil yang terbentuk sejajar
\(H_1\) : Profil yang terbentuk tidak sejajar
Keputusan : p-value < \(\alpha\) (0.05), maka Tolak \(H_0\)
Kesimpulan : Dengan taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa profil yang terbentuk tidak sejajar sehingga tidak perlu dilakukan pengujian hipotesis keberimpitan profil dan profil horizontal.
4 Penutup
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari hasil analisis di atas, diantaranya :
Secara multivariat, disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan matematika, kemampuan menulis, dan kemampuan membaca
Hasil MANOVA menunjukkan hasil yang signifikan sehingga dilakukan analisis profil yang diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata tingkat pendidikan bachelor dan master lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan high school
4.2 Saran
Hasil ini dapat digunakan untuk merancang kebijakan yang mendukung siswa dengan orang tua ya memiliki tingkat pendidikan lebih rendah
Memberikan pelatihan atau program literasi kepada orang tua untuk mendukung perkembangan kemampuan akademik anak-anak mereka
Untuk penelitian selanjutnya, teliti apakah faktor seperti kualitas lingkungan belajar di rumah, waktu yang dihabiskan orang tua untuk membantu belajar, atau tingkat literasi orang tua menjadi mediator dalam hubungan antara pendidikan orang tua dan kemampuan siswa
4.3 Daftar Pustaka
Lund, M. A., & Barlowe, C. K. (2015). “Profile analysis in MANOVA and its applications to educational research.” Journal of Educational Psychology, 107(1), 1-15. https://doi.org/10.1037/edu0000007.
Ntumi, S. (2021). “Statistical Applications in Education: Using MANOVA in Educational Research.” Statistical Education Journal, 39(2), 45-61. Retrieved from https://academic.oup.com/book/11361/chapter/160008524
Pillai, V. K., & Nair, K. K. (2017). “Multivariate Analysis of Variance: A Conceptual Approach and Application.” Journal of Statistical Studies, 43(1), 15-24. https://doi.org/10.1007/s11356-017-0363-3
Tabachnick, B. G., & Fidell, L. S. (2007). Using Multivariate Statistics (5th ed.). Pearson Education.
Tanty, H. (2010). Kandungan Zat Kimia Anorganik Pada Beberapa Proses Filtrasi Air Minum Kemasan dan Isi Ulang Menggunakan One-Way Manova. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 1(1), 48-60.