Lingkungan keluarga (orang tua) merupakan pusat pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak. Keluarga merupakan proses penentu dalam keberhasilan belajar. Orang tua dikatakan sebagai pendidik pertama dan utama karena pendidikan yang diberikan orang tua merupakan dasar dalam menentukan perkembangan anak selanjutnya. Anak-anak dari orang tua dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik. Hal ini disebabkan adanya lingkungan belajar stimulatif dan dukungan pendidikan yang diberikan oleh orang tua berpendidikan tinggi (Rizmadhani dkk., 2024).
Pendidikan orang tua yang tinggi dapat memberikan contoh pengaruh signifikan terhadap kecerdasan anak. Misalnya, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua dengan latar belakang pendidikan tinggi cenderung memiliki akses lebih besar pada sumber pengetahuan, buku, dan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif mereka. Kemampuan kognitif adalah kemampuan mental yang berkaitan dengan proses berpikir, memahami, mengingat, belajar, dan membuat keputusan. Kemampuan ini penting dalam memahami informasi, memecahkan masalah, serta beradaptasi dalam berbagai situasi. Dukungan orang tua yang berpendidikan juga mendorong minat belajar dan eksplorasi pada anak. Semua ini dapat berkontribusi pada peningkatan kecerdasan anak secara keseluruhan (Rizmadhani dkk., 2024). Oleh karena itu, ingin diketahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap performa kognitif anak melalui skor matematika, skor membaca, dan skor menulis.
Statistika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang cara pengumpulan data, penyajian data, analisis, dan interpretasi tentang data. Statistika deskriptif adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika seperti rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, median, dan lainnya, kemudian data bisa disajikan dalam bentuk gambar atau diagram yang lebih mudah dipahami atau dibaca.
Analisis Multivariat adalah pendekatan statistik yang melibatkan analisis serentak dari beberapa variabel dengan mempertimbangkan hubungan antara variabel tersebut. Analisis multivariat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu analisis dependensi atau ketergantungan dan analisis interdependensi atau saling ketergantungan. Analisis dependensi memiliki tujuan untuk menjelaskan atau memprediksi nilai dari variabel yang tidak bebas berdasarkan pengaruh lebih dari satu variabel bebas. Sementara itu, analisis interdependensi bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antarvariabel.
Pada analisis interdependensi tidak ada variabel yang bersifat dependen atau semua variabel bersifat independen satu sama lain. Analisis yang digunakan untuk data multivariat dengan sifat interdependensi meliputi analisis faktor, analisis cluster, multidimensional scaling (MDS), dan categorical analysis (CA). Sementara itu, pada analisis dependensi, terdapat dua jenis variabel, yaitu variabel dependen dan variabel independen. Jika data multivariat memiliki sifat dependensi, analisis yang umum digunakan yaitu regresi berganda, regresi logistik, analisis diskriminan, structural equation modeling (SEM), analisis varians multivariat (MANOVA), dan korelasi kanonikal. Pada analisis multivariat, penggunaan analisis yang sesuai tergantung pada sifat data dan tujuan analisis dilakukan.
MANOVA adalah teknik ketergantungan untuk mengukur perbedaan antara dua atau lebih variabel metrik dependen berdasarkan seperangkat variabel independen yang tidak numerik. MANOVA dapat dibagi menjadi MANOVA satu arah dan MANOVA dua arah (desain faktorial). Perbedaan antara MANOVA satu arah dan MANOVA dua arah (desain faktorial) adalah jumlah kategori variabel bebas. Dalam analisis multivariat satu arah, variabel independen dikategorikan dan setidaknya dua variabel dependen adalah angka. Dalam MANOVA dua arah (desain faktorial), dua atau lebih variabel bebas dibagi menjadi beberapa kategori, setidaknya dua di antaranya bergantung secara numerik.
Salah satu keunggulan utama penggunaan MANOVA adalah kemampuannya untuk menganalisis semua variabel dependen secara bersamaan. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kesalahan tipe I (\(\alpha\)) dalam pengambilan keputusan uji statistik. MANOVA juga mampu mengidentifikasi perbedaan yang mungkin tidak terdeteksi oleh ANOVA ketika masing-masing variabel dependen dianalisis secara terpisah (Sutrisno & Wulandari, 2018).
Uji normalitas multivariat adalah metode yang digunakan untuk memeriksa apakah distribusi multivariat dari beberapa variabel terdistribusi normal dalam populasi. Salah satu prosedur untuk menguji normalitas multivariat dengan generalisasi dari uji normalitas univariat berdasarkan pada skewness (kemiringan) dan kurtosis (keruncingan) yang dikenal dengan uji Mardia. Uji normalitas multivariat berdasarkan kemiringan dan keruncingan yang diusulkan oleh Mardia adalah uji yang paling dapat dipercaya dan stabil untuk menaksir normalitas multivariat (Timm, 2002).
Penolakan terhadap normalitas menggunakan uji Mardia menandai adanya kehadiran outlier (pencilan) multivariat atau distribusi berbeda secara signifikan dari distribusi normal multivariat. Oleh karena itu, uji ini dapat bermanfaat ganda yaitu untuk mengecek normalitas multivariat sekaligus mengecek kehadiran pencilan. Namun, jika hipotesis nol ditolak maka uji ini tidak memberikan informasi khusus tentang variabel mana yang menyebabkan pelanggaran terhadap asumsi normalitas sehingga diperlukan pengidentifikasian pencilan multivariat dan/atau mengubah bentuk data untuk mencapai normalitas multivariat (Sutrisno & Wulandari, 2018).
Hipotesis uji normalitas multivariat adalah sebagai berikut:
\(H_0\): Data berdistribusi normal multivariat
\(H_1\): Data tidak berdistribusi normal multivariat
Kriteria keputusan:
Tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\)
Terima \(H_0\) jika p-value > \(\alpha\)
Uji homogenitas digunakan untuk mengevaluasi keseragaman matriks varians kovarians pada variabel-variabel tertentu. Uji homogenitas matriks varians kovarians dapat dilakukan menggunakan Uji Box’s M. Uji Box’s M peka terhadap penyimpangan normalitas multivariat dan terlalu sensitif dengan ketidaknormalan distribusi data sehingga hasil pengujian yang tidak signifikan bukan dikarenakan matriksnya sama, tetapi karena asumsi normalitas multivariat tidak dipenuhi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah data amatan memenuhi asumsi normalitas multivariat sebelum menginterpretasikan uji Box’s M.
Hasil uji Box’s M dapat memberikan informasi penting tentang homogenitas varians kovarians antarvariabel, tetapi interpretasinya harus dilakukan dengan hati-hati terutama jika data tidak terdistribusi normal (Sutrisno & Wulandari, 2018).
Hipotesis uji Box’s M adalah sebagai berikut:
\[H_0 : \Sigma_1 = \Sigma_2 = \dots = \Sigma_n = 0\]
\[H_1 : \text{terdapat paling sedikit satu } \Sigma_l \neq 0 \ ; l = 1, 2, ..., n\]
Kriteria keputusan:
Tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\)
Terima \(H_0\) jika p-value > \(\alpha\)
MANOVA memiliki beberapa statistik uji yang berguna untuk membuat keputusan dalam menganalisis perbedaan antarkelompok. Statistik uji dalam MANOVA digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan dan memberikan informasi tentang signifikansi perbedaan antara kelompok-kelompok yang dibandingkan (Lestari dkk., 2018).
Berikut adalah hipotesis uji MANOVA:
\[H_0 : \tau_1 = \tau_2 = \dots = \tau_n = 0\]
\[H_1 : \text{terdapat paling sedikit satu } \Sigma_l \neq 0 \ ; l = 1, 2, ..., n\]
Kriteria keputusan:
Tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\)
Terima \(H_0\) jika p-value > \(\alpha\)
Terdapat beberapa statistik uji dalam MANOVA sebagai berikut:
Pilllai’s Trace Statistik uji yang digunakan apabila tidak terpenuhinya asumsi homogenitas pada varians kovarians, memiliki ukuran sampel kecil, dan jika hasil-hasil dari pengujian bertentangan satu sama lain yaitu jika ada beberapa variabel dengan rata-rata yang berbeda.
Roy’s Largest Root Statistik uji yang hanya digunakan apabila asumsi homogenitas varians kovarians terpenuhi.
Wilk’s Lambda Statistik uji yang digunakan apabila terdapat lebih dari dua kelompok variabel independen dan asumsi homogenitas varians kovarians terpenuhi.
Hotelling’s Lawley Trace Statistik uji yang digunakan apabila hanya terdapat lebih dari dua kelompok variabel independen.
Analisis Profil merupakan metode dalam analisis ragam peubah ganda yang digunakan dalam situasi dimana sejumlah p-perlakuan, seperti uji, tes, pertanyaan, dan sejenisnya diberikan kepada dua atau lebih kelompok, kemudian hasil respon yang dihasilkan berdasarkan profil dari masing-masing kelompok diamati. Dalam analisis profil, diasumsikan bahwa setiap perlakuan diberikan kepada kelompok yang berbeda adalah independen satu sama lain. Selain itu, respon dari seluruh variabel harus diekspresikan dalam unit yang sama agar dapat dibandingkan dan diolah bersama-sama.
Model umum dalam analisis profil adalah sebagai berikut:
\[Y = X\beta + \epsilon\]
Uji kesejajaran profil digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan signifikan dalam pola perubahan variabel dependen antara kelompok-kelompok yang diuji.
Hipotesis uji kesejajaran profil sebagai berikut:
\[H_0 : \text{C}\mu_1 = \text{C}\mu_2\] \[H_1 : \text{C}\mu_1 \neq \text{C}\mu_2\]
Uji keberhimpitan profil digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan signifikan dalam titik temu atau keberhimpitan profil antara kelompok-kelompok yang diuji.
Hipotesis uji keberhimpitan profil sebagai berikut:
\[H_0 : \text{1'}\mu_1^2 = \text{1'}\mu_2^2\]
\[H_1 : \text{1'}\mu_1^2 \neq \text{1'}\mu_2^2\]
Uji kesamaan atau disebut juga dengan horizontal digunakan untuk menguji perbedaan tingkat atau level yang signifikan antara kelompok-kelompok yang diuji pada satu variabel dependen.
Hipotesis uji kesamaan sebagai berikut:
\[H_0 : \text{C}\mu = 0\]
\[H_1 : \text{C}\mu \neq 0\]
Kriteria keputusan:
Tolak \(H_0\) jika p_value < \(\alpha\)
Terima \(H_0\) jika p_value > \(\alpha\)
Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dan tidak dikumpulkan secara langsung oleh peneliti. Data yang digunakan bersumber dari kaggle dengan link sebagai berikut:
https://www.kaggle.com/datasets/sonukumari47/students-performance-in-exams
Variabel independen (X) yang digunakan yaitu:
Bachelor’s Degree
Some College
Master’s Degree
Associate’s Degree
High School
Some Other
Variabel dependen (Y) yang digunakan yaitu:
Math Score Persentage
Reading Score Persentage
Writing Score Persentage
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.3.3
library(mvnormtest)
## Warning: package 'mvnormtest' was built under R version 4.3.3
library(MVN)
## Warning: package 'MVN' was built under R version 4.3.3
library(car)
## Warning: package 'car' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: carData
## Warning: package 'carData' was built under R version 4.3.3
library(carData)
library(knitr)
library(MVTests)
## Warning: package 'MVTests' was built under R version 4.3.3
##
## Attaching package: 'MVTests'
## The following object is masked from 'package:datasets':
##
## iris
library(biotools)
## Warning: package 'biotools' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: MASS
## ---
## biotools version 4.2
library(corrplot)
## Warning: package 'corrplot' was built under R version 4.3.3
## corrplot 0.92 loaded
library(profileR)
## Warning: package 'profileR' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: ggplot2
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: RColorBrewer
## Loading required package: reshape
## Warning: package 'reshape' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: lavaan
## Warning: package 'lavaan' was built under R version 4.3.3
## This is lavaan 0.6-19
## lavaan is FREE software! Please report any bugs.
Penjelasan:
library() digunakan untuk memuat package yang
diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi di dalamnya.
library(readxl): memuat package
readxl untuk membaca data dari file Excel ke dalam
lingkungan R.
library(mvnormtest): memuat package
mvnormtest untuk menguji normalitas dari satu atau beberapa
distribusi multivariat.
library(MVN): memuat package
MVN unyuk menguji normalitas dan homogenitas dalam data
multivariat.
library(car): memuat package
car untuk analisis regresi dan anova.
library(carData): memuat package
carData untuk digunakan bersama dengan
car.
library(knitr): memuat package
knitr untuk membuat laporan dinamis dengan menggunakan
format markdown atau HTML.
library(MVTests): memuat package
MVTests untuk pengujian statistik data
multivariat.
library(biotools): memuat package
biotools untuk melalukan pengujian homogenitas matriks
varians kovarians.
library(corplot): memuat package
corplot untuk membuat matriks korelasi visual dengan
berbagai jenis plot.
library(profileR): memuat package
profileR untuk membuat profil data dan analisis
eksploratif.
dataprak<- read_excel("D:/MY FILE/SEMESTER 5/ANMUL I/PRAKTIKUM/Student Performance.xlsx")
View(dataprak)
Penjelasan:
Menggunakan read_excel dari package
readxl untuk membaca file Excel yang terletak di lokasi
D:/MY FILE/SEMESTER 5/ANMUL I/PRAKTIKUM/Student Performance.xlsx
dan disimpan dalam variabel dataprak.
math <- as.matrix(dataprak$`math_score`, nrow=75, ncol=1)
math
## [,1]
## [1,] 0.72
## [2,] 0.69
## [3,] 0.90
## [4,] 0.47
## [5,] 0.76
## [6,] 0.71
## [7,] 0.88
## [8,] 0.40
## [9,] 0.64
## [10,] 0.38
## [11,] 0.58
## [12,] 0.40
## [13,] 0.65
## [14,] 0.78
## [15,] 0.50
## [16,] 0.69
## [17,] 0.88
## [18,] 0.18
## [19,] 0.46
## [20,] 0.54
## [21,] 0.66
## [22,] 0.65
## [23,] 0.44
## [24,] 0.69
## [25,] 0.74
## [26,] 0.73
## [27,] 0.69
## [28,] 0.67
## [29,] 0.70
## [30,] 0.62
## [31,] 0.69
## [32,] 0.63
## [33,] 0.56
## [34,] 0.40
## [35,] 0.97
## [36,] 0.81
## [37,] 0.74
## [38,] 0.50
## [39,] 0.75
## [40,] 0.57
## [41,] 0.55
## [42,] 0.58
## [43,] 0.53
## [44,] 0.59
## [45,] 0.50
## [46,] 0.65
## [47,] 0.55
## [48,] 0.66
## [49,] 0.57
## [50,] 0.82
## [51,] 0.53
## [52,] 0.77
## [53,] 0.53
## [54,] 0.88
## [55,] 0.71
## [56,] 0.33
## [57,] 0.82
## [58,] 0.52
## [59,] 0.58
## [60,] 0.00
## [61,] 0.79
## [62,] 0.39
## [63,] 0.62
## [64,] 0.69
## [65,] 0.59
## [66,] 0.67
## [67,] 0.45
## [68,] 0.60
## [69,] 0.61
## [70,] 0.39
## [71,] 0.58
## [72,] 0.63
## [73,] 0.41
## [74,] 0.61
## [75,] 0.49
reading <- as.matrix(dataprak$`reading_score`, nrow=75, ncol=1)
reading
## [,1]
## [1,] 0.72
## [2,] 0.90
## [3,] 0.95
## [4,] 0.57
## [5,] 0.78
## [6,] 0.83
## [7,] 0.95
## [8,] 0.43
## [9,] 0.64
## [10,] 0.60
## [11,] 0.54
## [12,] 0.52
## [13,] 0.81
## [14,] 0.72
## [15,] 0.53
## [16,] 0.75
## [17,] 0.89
## [18,] 0.32
## [19,] 0.42
## [20,] 0.58
## [21,] 0.69
## [22,] 0.75
## [23,] 0.54
## [24,] 0.73
## [25,] 0.71
## [26,] 0.74
## [27,] 0.54
## [28,] 0.69
## [29,] 0.70
## [30,] 0.70
## [31,] 0.74
## [32,] 0.65
## [33,] 0.72
## [34,] 0.42
## [35,] 0.87
## [36,] 0.81
## [37,] 0.81
## [38,] 0.64
## [39,] 0.90
## [40,] 0.56
## [41,] 0.61
## [42,] 0.73
## [43,] 0.58
## [44,] 0.65
## [45,] 0.56
## [46,] 0.54
## [47,] 0.65
## [48,] 0.71
## [49,] 0.74
## [50,] 0.84
## [51,] 0.55
## [52,] 0.69
## [53,] 0.44
## [54,] 0.78
## [55,] 0.84
## [56,] 0.41
## [57,] 0.85
## [58,] 0.55
## [59,] 0.59
## [60,] 0.17
## [61,] 0.74
## [62,] 0.39
## [63,] 0.61
## [64,] 0.80
## [65,] 0.58
## [66,] 0.64
## [67,] 0.37
## [68,] 0.72
## [69,] 0.58
## [70,] 0.64
## [71,] 0.63
## [72,] 0.55
## [73,] 0.51
## [74,] 0.57
## [75,] 0.49
writing <- as.matrix(dataprak$`writing_score`, nrow=75, ncol=1)
writing
## [,1]
## [1,] 0.74
## [2,] 0.88
## [3,] 0.93
## [4,] 0.44
## [5,] 0.75
## [6,] 0.78
## [7,] 0.92
## [8,] 0.39
## [9,] 0.67
## [10,] 0.50
## [11,] 0.52
## [12,] 0.43
## [13,] 0.73
## [14,] 0.70
## [15,] 0.58
## [16,] 0.78
## [17,] 0.86
## [18,] 0.28
## [19,] 0.46
## [20,] 0.61
## [21,] 0.63
## [22,] 0.70
## [23,] 0.53
## [24,] 0.73
## [25,] 0.80
## [26,] 0.72
## [27,] 0.55
## [28,] 0.75
## [29,] 0.65
## [30,] 0.75
## [31,] 0.74
## [32,] 0.61
## [33,] 0.65
## [34,] 0.38
## [35,] 0.82
## [36,] 0.79
## [37,] 0.83
## [38,] 0.59
## [39,] 0.88
## [40,] 0.57
## [41,] 0.54
## [42,] 0.68
## [43,] 0.65
## [44,] 0.66
## [45,] 0.54
## [46,] 0.57
## [47,] 0.62
## [48,] 0.76
## [49,] 0.76
## [50,] 0.82
## [51,] 0.48
## [52,] 0.68
## [53,] 0.42
## [54,] 0.75
## [55,] 0.87
## [56,] 0.43
## [57,] 0.86
## [58,] 0.49
## [59,] 0.58
## [60,] 0.10
## [61,] 0.72
## [62,] 0.34
## [63,] 0.55
## [64,] 0.71
## [65,] 0.59
## [66,] 0.61
## [67,] 0.37
## [68,] 0.74
## [69,] 0.56
## [70,] 0.57
## [71,] 0.73
## [72,] 0.63
## [73,] 0.48
## [74,] 0.56
## [75,] 0.41
parent <- as.matrix(dataprak$`parent_educt`, nrow=75, ncol=1)
parent
## [,1]
## [1,] 1
## [2,] 2
## [3,] 3
## [4,] 4
## [5,] 2
## [6,] 4
## [7,] 2
## [8,] 2
## [9,] 5
## [10,] 5
## [11,] 4
## [12,] 4
## [13,] 5
## [14,] 2
## [15,] 3
## [16,] 6
## [17,] 5
## [18,] 6
## [19,] 3
## [20,] 4
## [21,] 5
## [22,] 2
## [23,] 2
## [24,] 6
## [25,] 1
## [26,] 3
## [27,] 2
## [28,] 1
## [29,] 5
## [30,] 3
## [31,] 2
## [32,] 2
## [33,] 3
## [34,] 2
## [35,] 2
## [36,] 4
## [37,] 4
## [38,] 6
## [39,] 4
## [40,] 4
## [41,] 4
## [42,] 4
## [43,] 4
## [44,] 2
## [45,] 4
## [46,] 4
## [47,] 4
## [48,] 5
## [49,] 4
## [50,] 5
## [51,] 2
## [52,] 4
## [53,] 2
## [54,] 5
## [55,] 6
## [56,] 5
## [57,] 4
## [58,] 4
## [59,] 2
## [60,] 6
## [61,] 1
## [62,] 6
## [63,] 4
## [64,] 4
## [65,] 6
## [66,] 6
## [67,] 6
## [68,] 2
## [69,] 4
## [70,] 4
## [71,] 2
## [72,] 2
## [73,] 4
## [74,] 6
## [75,] 6
performance <- data.frame(parent, math, reading, writing)
performance
## parent math reading writing
## 1 1 0.72 0.72 0.74
## 2 2 0.69 0.90 0.88
## 3 3 0.90 0.95 0.93
## 4 4 0.47 0.57 0.44
## 5 2 0.76 0.78 0.75
## 6 4 0.71 0.83 0.78
## 7 2 0.88 0.95 0.92
## 8 2 0.40 0.43 0.39
## 9 5 0.64 0.64 0.67
## 10 5 0.38 0.60 0.50
## 11 4 0.58 0.54 0.52
## 12 4 0.40 0.52 0.43
## 13 5 0.65 0.81 0.73
## 14 2 0.78 0.72 0.70
## 15 3 0.50 0.53 0.58
## 16 6 0.69 0.75 0.78
## 17 5 0.88 0.89 0.86
## 18 6 0.18 0.32 0.28
## 19 3 0.46 0.42 0.46
## 20 4 0.54 0.58 0.61
## 21 5 0.66 0.69 0.63
## 22 2 0.65 0.75 0.70
## 23 2 0.44 0.54 0.53
## 24 6 0.69 0.73 0.73
## 25 1 0.74 0.71 0.80
## 26 3 0.73 0.74 0.72
## 27 2 0.69 0.54 0.55
## 28 1 0.67 0.69 0.75
## 29 5 0.70 0.70 0.65
## 30 3 0.62 0.70 0.75
## 31 2 0.69 0.74 0.74
## 32 2 0.63 0.65 0.61
## 33 3 0.56 0.72 0.65
## 34 2 0.40 0.42 0.38
## 35 2 0.97 0.87 0.82
## 36 4 0.81 0.81 0.79
## 37 4 0.74 0.81 0.83
## 38 6 0.50 0.64 0.59
## 39 4 0.75 0.90 0.88
## 40 4 0.57 0.56 0.57
## 41 4 0.55 0.61 0.54
## 42 4 0.58 0.73 0.68
## 43 4 0.53 0.58 0.65
## 44 2 0.59 0.65 0.66
## 45 4 0.50 0.56 0.54
## 46 4 0.65 0.54 0.57
## 47 4 0.55 0.65 0.62
## 48 5 0.66 0.71 0.76
## 49 4 0.57 0.74 0.76
## 50 5 0.82 0.84 0.82
## 51 2 0.53 0.55 0.48
## 52 4 0.77 0.69 0.68
## 53 2 0.53 0.44 0.42
## 54 5 0.88 0.78 0.75
## 55 6 0.71 0.84 0.87
## 56 5 0.33 0.41 0.43
## 57 4 0.82 0.85 0.86
## 58 4 0.52 0.55 0.49
## 59 2 0.58 0.59 0.58
## 60 6 0.00 0.17 0.10
## 61 1 0.79 0.74 0.72
## 62 6 0.39 0.39 0.34
## 63 4 0.62 0.61 0.55
## 64 4 0.69 0.80 0.71
## 65 6 0.59 0.58 0.59
## 66 6 0.67 0.64 0.61
## 67 6 0.45 0.37 0.37
## 68 2 0.60 0.72 0.74
## 69 4 0.61 0.58 0.56
## 70 4 0.39 0.64 0.57
## 71 2 0.58 0.63 0.73
## 72 2 0.63 0.55 0.63
## 73 4 0.41 0.51 0.48
## 74 6 0.61 0.57 0.56
## 75 6 0.49 0.49 0.41
Penjelasan:
Tiap kolom variabel dependen pada dataprak dimasukkan ke
dalam matriks melalui fungsi
math <- as.matrix(dataprak$math_score, nrow=75, ncol=1)
hingga seterusnya sampai variabel writing dengan
masing-masing 75 baris dan 1 kolom.
parent <- as.matrix(dataprak$parent_educt, nrow=75, ncol=1)
memuat kolom tingkat pendidikan orang tua dari dataprak ke
dalam matriks parent.
performance <- data.frame(parent, math, reading, writing)
menggabungkan matriks-matriks tersebut ke dalam sebuah data
frame yang disebut performance. Data frame
ini dapat digunakan untuk analisis statistik selanjutnya.
summary(performance[,2:4])
## math reading writing
## Min. :0.0000 Min. :0.1700 Min. :0.1000
## 1st Qu.:0.5250 1st Qu.:0.5500 1st Qu.:0.5400
## Median :0.6200 Median :0.6500 Median :0.6500
## Mean :0.6081 Mean :0.6488 Mean :0.6327
## 3rd Qu.:0.7050 3rd Qu.:0.7400 3rd Qu.:0.7500
## Max. :0.9700 Max. :0.9500 Max. :0.9300
correlation_matrix <- cor(performance[, c("math", "reading", "writing")])
print(correlation_matrix)
## math reading writing
## math 1.0000000 0.8674166 0.8777643
## reading 0.8674166 1.0000000 0.9591557
## writing 0.8777643 0.9591557 1.0000000
corrplot::corrplot(correlation_matrix, method = "number")
Penjelasan:
summary digunakan untuk membuat ringkasan statistik pada
kolom 2 sampai 4 yaitu variabel math, reading,
dan writing.
cor() digunakan untuk menghitung matriks korelasi
antarkolom lalu disimpan dalam correlation_matrix dan
dicetak.
corrplot digunakan untuk membuat visualisasi nilai
korelasi antarvariabel yang tersimpan dalam
correlation_matrix. method = number menentukan
bahwa diagram akan menampilkan visualisasi korelasi dalam bentuk
angka.
henze_zirkler_results <- mvn(data = performance[, 2:4], mvnTest = "hz")
henze_zirkler_results$multivariateNormality
## Test HZ p value MVN
## 1 Henze-Zirkler 0.6842013 0.4969435 YES
Penjelasan:
mvn() digunakan untuk menguji normalitas multivariat
dari kolom 2 hingga 4.
BoxM_test <- BoxM(data = performance[,2:4], performance$`parent`)
summary(BoxM_test)
## Box's M Test
##
## Chi-Squared Value = 36.94783 , df = 30 and p-value: 0.179
Penjelasan:
BoxM() digunakan untuk melakukan uji Box’s M dari kolom
2 hingga 4.
summary digunakan untuk menampilkan ringkasan hasil uji
Box’s M.
manova_test <- manova(cbind(math, reading, writing)~parent, data=performance)
summary(manova_test)
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## parent 1 0.099764 2.6227 3 71 0.05721 .
## Residuals 73
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(manova_test, test="Pillai")
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## parent 1 0.099764 2.6227 3 71 0.05721 .
## Residuals 73
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(manova_test, test="Roy")
## Df Roy approx F num Df den Df Pr(>F)
## parent 1 0.11082 2.6227 3 71 0.05721 .
## Residuals 73
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(manova_test, test="Wilks")
## Df Wilks approx F num Df den Df Pr(>F)
## parent 1 0.90024 2.6227 3 71 0.05721 .
## Residuals 73
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary(manova_test, test="Hotelling-Lawley")
## Df Hotelling-Lawley approx F num Df den Df Pr(>F)
## parent 1 0.11082 2.6227 3 71 0.05721 .
## Residuals 73
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
summary.aov(manova_test)
## Response math :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## parent 1 0.12759 0.127590 5.0029 0.02836 *
## Residuals 73 1.86175 0.025503
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response reading :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## parent 1 0.05876 0.058762 2.5436 0.1151
## Residuals 73 1.68643 0.023102
##
## Response writing :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## parent 1 0.11219 0.112189 4.4614 0.03809 *
## Residuals 73 1.83568 0.025146
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Penjelasan:
manova() digunakan untuk melakukan analisis MANOVA
menggunakan data performance.
summary() digunakan untuk menampilkan ringkasan hasil
uji MANOVA dan ringkasan hasil uji MANOVA pada objek
manova_test dengan berbagai metode uji meliputi uji
statistik Pillai, Roy’s, Wilk’s Lambda, dan
Hotelling.
summary.aov() digunakan untuk menyajikan ringkasan hasi
uji MANOVA pada manova_test dengan lebih rinci untuk
mengetahui perbedaan signifikan kelompok dalam masing-masing variabel
respons.
profil <- pbg(performance[,2:4], performance[,1], profile.plot = TRUE)
## Warning in plot.xy(xy.coords(x, y), type = type, ...): unimplemented pch value
## '26'
## Warning in plot.xy(xy.coords(x, y), type = type, ...): unimplemented pch value
## '26'
## Warning in plot.xy(xy.coords(x, y), type = type, ...): unimplemented pch value
## '26'
## Warning in plot.xy(xy.coords(x, y), type = type, ...): unimplemented pch value
## '26'
summary(profil)
## Call:
## pbg(data = performance[, 2:4], group = performance[, 1], profile.plot = TRUE)
##
## Hypothesis Tests:
## $`Ho: Profiles are parallel`
## Multivariate.Test Statistic Approx.F num.df den.df p.value
## 1 Wilks 0.8494642 1.155922 10 136 0.32604543
## 2 Pillai 0.1534648 1.146912 10 138 0.33221707
## 3 Hotelling-Lawley 0.1737645 1.164222 10 134 0.32045514
## 4 Roy 0.1509169 2.082654 5 69 0.07796658
##
## $`Ho: Profiles have equal levels`
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## group 5 0.2264 0.04527 2.027 0.0855 .
## Residuals 69 1.5411 0.02234
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## $`Ho: Profiles are flat`
## F df1 df2 p-value
## 1 10.98482 2 68 7.345813e-05
Penjelasan:
pbg() digunakan untuk melakukan analisis profil pada
kolom 2 hingga 4 dari data performance dan faktor
analisisnya adalah kolom pertama dari performance yaitu
parent.
profile.plot = TRUE menunjukkan bahwa akan dihasilkannya
plot profil pada output.
summary() digunakan untuk menampilkan ringkasan hasil
analisis profil.
Penjelasan:
Rata-rata skor matematika adalah 60 dengan skor tertinggi adalah 97 dan skor terendah adalah 0.
Rata-rata skor membaca adalah 64,88 dengan skor tertinggi adalah 95 dan skor terendah adalah 17.
Rata-rata skor menulis adalah 63,27 dengan skor tertinggi adalah 93 dan skor terendah adalah 10.
Penjelasan:
Dari perhitungan koefisien korelasi antarvariabel, diperoleh bahwa:
Skor matematika berkorelasi positif kuat dengan skor menulis yaitu sebesar 0,8777643.
Skor membaca berkorelasi positif kuat dengan skor menulis yaitu sebesar 0,9591557.
Skor menulis berkorelasi positif kuat dengan skor membaca yaitu sebesar 0,9591557.
\(H_0\): Data berdistribusi normal multivariat
\(H_1\): Data tidak berdistribusi normal multivariat
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Henze-Zirkler, diperoleh p-value sebesar 0,4969435 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga terima \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa data berdistribusi normal multivariat sehingga asumsi normalitas multivariat setiap perlakuan terpenuhi.
\[H_0 : \Sigma_1 = \Sigma_2 = \dots = \Sigma_n = 0\] \[H_1 : \text{terdapat paling sedikit satu } \Sigma_l \neq 0 \ ; l = 1, 2, ..., n\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji Box’s M, diperoleh p-value sebesar 0,179 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga terima \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa matriks varians kovarians homogen sehingga asumsi homogenitas matriks varians kovarians terpenuhi.
Pilllai’s Trace
Roy’s Largest Root
Wilk’s Lambda
Hotelling’s Lawley Trace
\[H_0 : \tau_1 = \tau_2 = \dots = \tau_n = 0\]
\[H_1 : \text{terdapat paling sedikit satu } \Sigma_l \neq 0 \ ; l = 1, 2, ..., n\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji MANOVA menggunakan uji Pillai’s Trace, Roy’s Largest Root, Wilk’s Lambda, dan Hotelling’s Lawley Trace diperoleh p-value sebesar 0,05721 > \(\alpha\) = 0,05. p-value yang diperoleh hampir sama dengan nilai \(\alpha\), tetapi p-value bernilai sedikit lebih besar sehingga terima \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, dapat dibuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan Bachelor’s Degree, Some College, Master’s Degree, Associate’s Degree, High School, dan Some Other.
\[H_0 : \tau_1 = \tau_2 = \dots = \tau_n = 0\]
\[H_1 : \text{terdapat paling sedikit satu } \Sigma_l \neq 0 \ ; l = 1, 2, ..., n\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil uji ANOVA variabel respons skor matematika, diperoleh p-value sebesar 0,02836 < \(\alpha\) = 0,05 sehingga tolak \(H_0\).
Berdasarkan hasil uji ANOVA variabel respons skor membaca, diperoleh p-value sebesar 0,1151 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga terima \(H_0\).
Berdasarkan hasil uji ANOVA variabel respons skor menulis, diperoleh p-value sebesar 0,03809 < \(\alpha\) = 0,05 sehingga tolak \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, dapat dibuktikan bahwa perbedaan tingkat pendidikan orang tua memberikan perbedaan pengaruh signifikan terhadap variabel skor matematika dan skor menulis. Sedangkan pada variabel skor membaca, tingkat pendidikan orang tua tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan.
Uji Kesejajaran Profil (Parallel Test)
\[H_0 : \text{C}\mu_1 = \text{C}\mu_2\]
\[H_1 : \text{C}\mu_1 \neq \text{C}\mu_2\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil output didapatkan p-value sebesar 0,3 dan 0,07 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga terima \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa profil yang terbentuk sejajar.
Uji Keberhimpitan Profil (Coincident Test)
\[H_0 : \text{1'}\mu_1^2 = \text{1'}\mu_2^2\]
\[H_1 : \text{1'}\mu_1^2 \neq \text{1'}\mu_2^2\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil output didapatkan p-value 0,0855 > \(\alpha\) = 0,05 sehingga terima \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa profil yang terbentuk berhimpit.
Uji Kesamaan (Level Test)
\[H_0 : \text{C}\mu = 0\]
\[H_1 : \text{C}\mu \neq 0\]
Keputusan:
Berdasarkan hasil output didapatkan p-value 7,345813e-05 < \(\alpha\) = 0,05 sehingga tolak \(H_0\).
Kesimpulan:
Dengan taraf nyata 5%, terdapat cukup bukti bahwa profil yang terbentuk tidak bernilai sama.
Berdasarkan pada hasil uji yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan seperti berikut:
Tingkat pendidikan orang tua yaitu Bachelor’s Degree, Some College, Master’s Degree, Associate’s Degree, High School, dan Some Other memberikan perbedaan pengaruh terhadap skor matematika anak.
Tingkat pendidikan orang tua yaitu Bachelor’s Degree, Some College, Master’s Degree, Associate’s Degree, High School, dan Some Other tidak memberikan perbedaan pengaruh terhadap skor membaca anak.
Tingkat pendidikan orang tua yaitu Bachelor’s Degree, Some College, Master’s Degree, Associate’s Degree, High School, dan Some Other memberikan perbedaan pengaruh terhadap skor menulis anak.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan sebagai berikut:
Pada penelitian selanjutnya, dapat memerluas tingkat pendidikan orang tua. Dapat menggunakan jarak tingkat pendidikan yang lebih jauh, seperti tingkat pendidikan tidak lulus SD, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi di berbagai jenjang sehingga dapat lebih terlihat perbedaan pengaruhnya.
Pada penelitian selanjutnya, dapat menggunakan variasi nilai yang lain tidak hanya bergantung pada variabel kognitif anak.
Iqbal, M., Salsabila, I., Syahbani, D. A., Douw, J., Marzuki, M., & Rusyana, A. (2021). Analisis MANOVA Satu Arah untuk Melihat Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia Tahun 2017. Journal of Data Analysis, 3(1), 50-61.
Lestari, I. F., Aliamsyah, M., Sartika, I., Muhammad, S., Desmitasari, R., & Widodo, E. (2018). Analisis MANOVA Satu Arah pada Data Status Gizi Balita di Indonesia Tahun 2015.
Lumbantobing, P. A., br Limbong, W. S., Farida, N., & Maida, P. N. (2022). PENGARUH PERHATIAN ORANGTUA TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 1 RANTO DIOR. JURNAL MUTIARA PENDIDIKAN INDONESIA, 7(1), 96-105.
Masnidar, N. L. (2017). Statistik deskriptif. Jurnal Hikmah, 14(1), 49-55.
Pramaswari, E. (2018). Pengaruh Tingkat pendidikan orangtua terhadap motivasi belajar. JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen Dan Keuangan, 2(2), 77-82.
Rizmadhani, A., Lubis, E., Ramadhani, A., & Septiana, A. I. (2024). Pengaruh Pendidikan Orang Tua Terhadap Tingkat Kecerdasan Anak. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3).
Sutrisno, S., & Wulandari, D. (2018). Multivariate analysis of variance (MANOVA) untuk memperkaya hasil penelitian pendidikan. AKSIOMA: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(1), 37-53.
Timm, N. H. (2002). Applied multivariate analysis: Springer texts in statistics. Springer-Verlag New York Incorporated.