1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gym atau pusat kebugaran modern menjadi semakin populer di masyarakat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Dalam beberapa dekade terakhir, gaya hidup masyarakat yang cenderung lebih statis dan kurang bergerak—karena aktivitas duduk berkepanjangan di kantor atau di depan layar—telah meningkatkan kebutuhan akan sarana latihan yang dapat membantu menjaga kebugaran.

Olahraga dan latihan fisik memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Olahraga yang rutin membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Selain itu, aktivitas fisik juga berkaitan erat dengan peningkatan suasana hati, pengurangan stres, dan peningkatan kualitas tidur. Menjaga kebugaran juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperbaiki postur tubuh, serta memberi energi lebih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, terdapat berbagai jenis latihan kesehatan yang populer dan memberikan manfaat berbeda-beda. Yoga, misalnya, adalah latihan yang menggabungkan gerakan, pernapasan, dan meditasi untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, serta ketenangan mental. Latihan kardio seperti berlari atau bersepeda berfokus pada kesehatan jantung dan pembakaran kalori, sementara HIIT (High-Intensity Interval Training) menawarkan pembakaran kalori yang cepat dan meningkatkan kapasitas aerobik dalam waktu singkat. Latihan kekuatan, seperti angkat beban atau push-up, membantu membangun massa otot dan menjaga kesehatan tulang, sedangkan functional training meniru gerakan sehari-hari untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah cedera. Beragamnya jenis latihan ini memungkinkan individu memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kesehatan mereka. Dengan instruktur yang berpengalaman dan program yang terstruktur, gym menyediakan suasana dan fasilitas yang memungkinkan individu melatih seluruh otot tubuh dengan baik dan aman.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan yang signifikan terhadap kebugaran anggota gym yang didapatkan dari berbagai jenis latihan kebugaran?
  2. Bagaimana variasi jenis latihan dapat memengaruhi parameter kebugaran seperti jumlah kalori yang dibakar, kadar lemak tubuh, dan indeks massa tubuh?

1.3 Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis perbedaan parameter kebugaran antar anggota gym berdasarkan jenis latihan kebugaran yang dipilih menggunakan analisis multivariat varians.
  2. Mengeksplorasi adanya interaksi antara jenis latihan dan parameter kebugaran untuk memahami bagaimana kombinasi faktor ini dapat memengaruhi kebugaran anggota gym.

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini menunjukkan jenis latihan kebugaran yang memberikan dampak baik bagi tubuh berdasarkan parameter kebugaran.
  2. Memberikan panduan bagi anggota gym untuk memilih jenis latihan yang paling efektif berdasarkan tujuan kesehatan mereka.

1.5 Tinjauan Pustaka

1.5.1 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif merupakan metode statistik yang memberikan informasi mengenai data yang didapat dan tidak menarik kesimpulan yang melibatkan analisis di dalamnya. Dalam statistika deskriptif hanya sekedar menyederhanakan dan menata data untuk memperoleh gambaran secara keseluruhan (Yitnosumarto, 1990). Pemakaian statistika deskriptif sangat terbatas sekali. Biasanya statistika deskriptif disajikan dalam bentuk ukuran penyebaran data, ukuran pemusatan data, diagram, grafik, dan lain-lain.

1.5.2 Uji Asumsi Normalitas Multivariat

Pengujian distribusi normal multivariat dilakukan dengan menggunakan mardia tes berupa mSkewness dan mKurtosis. Definisikan multivariat skewness sebagai \(b_1, k\) dan kurtosis sebagai \(b_2, k\) sehingga didapatkan rumus sebagai berikut. \[ b_1,k=\frac{1}{N^2}\sum_{i=1}^{N}\sum_{i=1}^{N}g_{ij}^3 \\ b_2,k=\frac{1}{N}\sum_{i=1}^{N}g_{ii}^2 \\ g_{ij}=(x_i-\overline{x})S^{-1}(x_j-\overline{x}) \]

Statistik uji dengan aproksimasi distribusi Chi-Square dengan derajat bebas \(k(k+1)(k+1)/6\) diperoleh rumus: \[ z_1=\frac{(k+1)(N+1)(N+3)}{6((N+1)(k+1)-6)}b_1,k \]

Statistik uji dengan aproksimasi distribusi N(0, 1) diperoleh rumus: \[ z_2=\frac{b_2,k-k(k+2)}{\sqrt{8k(k+2)/N}} \]

Dengan hipotesis:

\(H_0\) = Data berdistribusi normal multivariat

\(H_1\) = Data tidak berdistribusi normal multivariat

Kriteria keputusan:

Tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\)

Terima \(H_0\) jika p-value > \(\alpha\)

1.5.3 Uji Asumsi Homogenitas Matriks Varian Kovarian

Selain uji normal multivariat, uji yang harus dipenuhi adalah uji homogenitas. Pemeriksaan kesamaan matriks varian kovarian antara dua populasi atau lebih dilakukan dengan Box’s M test yang dirumuskan sebagai berikut. \[ S=\frac{1}{\sum_{i=1}^gn_i}\sum_{i=1}^gn_iS_i \\ M=\sum_{i=1}^gn_iln|S|-\sum_{i=1}^gn_iln|S_i| \\ C^{-1}=1-\frac{2p^2+3p+1}{6(p+1)(g-1)}(\sum_{i=1}^gn_i-\frac{1}{\sum_{i=1}^gn_i}) \]

Dengan hipotesis:

\(H_0=\sum_1=\sum_2=...=\sum_k\) (matriks varian kovarian dari variabel dependen bersifat homogen)

\(H_1=\) minimal ada satu \(\sum_i\not=\sum_j\) (matriks varian kovarian dari variabel dependen bersifat heterogen)

Kriteria keputusan:

Tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\)

Terima \(H_0\) jika p-value > \(\alpha\)

1.5.4 Uji MANOVA

MANOVA merupakan teknik ketergantungan untuk mengukur perbedaan antara dua atau lebih variabel metrik dependen berdasarkan seperangkat variabel independen yang tidak numerik. Uji signifikansi digunakan untuk menguji perbedaan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan hipotesis sebagai berikut.

\(H_0:\tau_1=\tau_2=...=\tau_g=0\) (varians data homogen)

\(H_1:\)Setidaknya terdapat satu \(\tau_g\not=0\)

Terdapat beberapa statistik uji pada MANOVA yang dapat digunakan sebagai pembuat keputusan yaitu Pillai, Roy’s Largest Root, Wilks’ Lambda, dan Lawley-Hotelling. Pillai’s Trace digunakan ketika asumsi homogenitas varians tidak terpenuhi, ukuran sampel kecil, serta standar pengujian dan hasil pengujian bertentangan. Semakin besar nilai statistik Pillai maka semakin besar dampaknya pada model. Wilks’ Lambda digunakan jika ada lebih dari dua set variabel bebas dan memenuhi asumsi homogenitas matriks varians-kovarians. Semakin rendah statistik Wilks’ Lambda maka semakin besar dampaknya pada model. Lawley-Hotelling Trace digunakan ketika hanya ada dua grup variabel bebas. Jika statistik Hotelling tinggi maka dampak pada model yang dihasilkan semakin bagus. Roy’s Largest Root digunakan jika asumsi homogenitas varians dari kovarians terpenuhi. Jika nilai statistik pada pengujian lebih besar maka pengaruh terhadap model yang diperoleh akan semakin besar.

1.6 Data

Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapatkan dari website Kaggle dan dapat diakses melalui link berikut. https://www.kaggle.com/datasets/valakhorasani/gym-members-exercise-dataset

Variabel bebas atau variabel X yang digunakan yaitu jenis latihan kebugaran yang terdiri dari Cardio (1), Strength (2), Yoga (3), dan HIIT (4). Ada 3 variabel Y yaitu Indeks Massa Tubuh (BMI) sebagai Y1, Jumlah Kalori yang Dibakar (Calories Burned) sebagai Y2, dan Kadar Lemak dalam Tubuh (Fat Percentage) sebagai Y3.

2 SOURCE CODE

2.1 Library

library(readxl)
library(MVN)
library(MVTests)
## 
## Attaching package: 'MVTests'
## The following object is masked from 'package:datasets':
## 
##     iris
library(profileR)
## Loading required package: ggplot2
## Loading required package: RColorBrewer
## Loading required package: reshape
## Loading required package: lavaan
## This is lavaan 0.6-19
## lavaan is FREE software! Please report any bugs.

2.2 Input Data

library(readxl)
gym <- read_excel("Data Mini Project Anmul 1.xlsx")
View(gym)

2.3 Membuat Data Frame

Indeks <- as.matrix(gym$'BMI', nrow=40, ncol=1)
Indeks
##        [,1]
##  [1,] 30.07
##  [2,] 13.98
##  [3,] 22.95
##  [4,] 25.83
##  [5,] 21.40
##  [6,] 17.30
##  [7,] 23.93
##  [8,] 23.17
##  [9,] 34.18
## [10,] 21.77
## [11,] 18.41
## [12,] 14.39
## [13,] 13.88
## [14,] 42.63
## [15,] 15.31
## [16,] 20.42
## [17,] 32.69
## [18,] 16.76
## [19,] 28.87
## [20,] 34.50
## [21,] 25.16
## [22,] 38.16
## [23,] 18.07
## [24,] 33.16
## [25,] 23.53
## [26,] 40.71
## [27,] 18.66
## [28,] 23.74
## [29,] 30.52
## [30,] 29.95
## [31,] 43.31
## [32,] 23.62
## [33,] 26.96
## [34,] 20.12
## [35,] 33.40
## [36,] 19.37
## [37,] 40.10
## [38,] 22.78
## [39,] 16.99
## [40,] 29.53
Kalori <- as.matrix(gym$'Calories_Burned', nrow=40, ncol=1)
Kalori
##       [,1]
##  [1,]  808
##  [2,]  884
##  [3,]  875
##  [4,]  816
##  [5,]  969
##  [6,]  734
##  [7,]  730
##  [8,] 1016
##  [9,]  750
## [10,]  832
## [11,]  532
## [12,]  556
## [13,]  740
## [14,] 1162
## [15,]  956
## [16,]  836
## [17,] 1046
## [18,]  663
## [19,]  751
## [20,]  420
## [21,]  848
## [22,]  721
## [23,]  772
## [24,]  864
## [25,]  546
## [26,]  805
## [27,]  424
## [28,]  446
## [29,] 1303
## [30,]  880
## [31,]  593
## [32,]  794
## [33,] 1030
## [34,]  502
## [35,]  964
## [36,] 1046
## [37,] 1304
## [38,]  506
## [39,]  440
## [40,]  416
Lemak <- as.matrix(gym$'Fat_Percentage', nrow=40, ncol=1)
Lemak
##       [,1]
##  [1,] 29.7
##  [2,] 31.9
##  [3,] 25.7
##  [4,] 31.7
##  [5,] 28.2
##  [6,] 34.7
##  [7,] 30.1
##  [8,] 22.7
##  [9,] 27.4
## [10,] 32.2
## [11,] 28.8
## [12,] 29.2
## [13,] 26.2
## [14,] 27.3
## [15,] 25.2
## [16,] 34.3
## [17,] 25.0
## [18,] 20.1
## [19,] 25.6
## [20,] 28.7
## [21,] 33.1
## [22,] 28.1
## [23,] 22.9
## [24,] 20.9
## [25,] 30.8
## [26,] 27.1
## [27,] 27.3
## [28,] 20.5
## [29,] 21.3
## [30,] 29.6
## [31,] 20.5
## [32,] 27.6
## [33,] 25.2
## [34,] 27.2
## [35,] 28.4
## [36,] 28.2
## [37,] 29.3
## [38,] 27.7
## [39,] 32.4
## [40,] 29.1
Jenis_Latihan <- as.matrix(gym$'Workout_Type2', nrow=40, ncol=1)
Jenis_Latihan
##       [,1]
##  [1,]    1
##  [2,]    1
##  [3,]    1
##  [4,]    1
##  [5,]    1
##  [6,]    1
##  [7,]    1
##  [8,]    1
##  [9,]    1
## [10,]    1
## [11,]    2
## [12,]    2
## [13,]    2
## [14,]    2
## [15,]    2
## [16,]    2
## [17,]    2
## [18,]    2
## [19,]    2
## [20,]    2
## [21,]    3
## [22,]    3
## [23,]    3
## [24,]    3
## [25,]    3
## [26,]    3
## [27,]    3
## [28,]    3
## [29,]    3
## [30,]    3
## [31,]    4
## [32,]    4
## [33,]    4
## [34,]    4
## [35,]    4
## [36,]    4
## [37,]    4
## [38,]    4
## [39,]    4
## [40,]    4
Gym <- data.frame(Jenis_Latihan, Indeks, Kalori, Lemak)
Gym
##    Jenis_Latihan Indeks Kalori Lemak
## 1              1  30.07    808  29.7
## 2              1  13.98    884  31.9
## 3              1  22.95    875  25.7
## 4              1  25.83    816  31.7
## 5              1  21.40    969  28.2
## 6              1  17.30    734  34.7
## 7              1  23.93    730  30.1
## 8              1  23.17   1016  22.7
## 9              1  34.18    750  27.4
## 10             1  21.77    832  32.2
## 11             2  18.41    532  28.8
## 12             2  14.39    556  29.2
## 13             2  13.88    740  26.2
## 14             2  42.63   1162  27.3
## 15             2  15.31    956  25.2
## 16             2  20.42    836  34.3
## 17             2  32.69   1046  25.0
## 18             2  16.76    663  20.1
## 19             2  28.87    751  25.6
## 20             2  34.50    420  28.7
## 21             3  25.16    848  33.1
## 22             3  38.16    721  28.1
## 23             3  18.07    772  22.9
## 24             3  33.16    864  20.9
## 25             3  23.53    546  30.8
## 26             3  40.71    805  27.1
## 27             3  18.66    424  27.3
## 28             3  23.74    446  20.5
## 29             3  30.52   1303  21.3
## 30             3  29.95    880  29.6
## 31             4  43.31    593  20.5
## 32             4  23.62    794  27.6
## 33             4  26.96   1030  25.2
## 34             4  20.12    502  27.2
## 35             4  33.40    964  28.4
## 36             4  19.37   1046  28.2
## 37             4  40.10   1304  29.3
## 38             4  22.78    506  27.7
## 39             4  16.99    440  32.4
## 40             4  29.53    416  29.1

2.4 Statistika Deskriptif

summary(Gym[,2:4])
##      Indeks          Kalori           Lemak      
##  Min.   :13.88   Min.   : 416.0   Min.   :20.10  
##  1st Qu.:19.19   1st Qu.: 583.8   1st Qu.:25.50  
##  Median :23.68   Median : 799.5   Median :27.90  
##  Mean   :25.76   Mean   : 782.0   Mean   :27.55  
##  3rd Qu.:31.06   3rd Qu.: 902.0   3rd Qu.:29.62  
##  Max.   :43.31   Max.   :1304.0   Max.   :34.70

2.5 Uji Asumsi Normalitas Multivariat

norm.test = mvn(data = Gym, subset = "Jenis_Latihan", mvnTest = "mardia")
norm.test$multivariateNormality
## $`1`
##              Test         Statistic           p value Result
## 1 Mardia Skewness  4.35963479664431 0.929668420297772    YES
## 2 Mardia Kurtosis -1.42796438651491 0.153302109430795    YES
## 3             MVN              <NA>              <NA>    YES
## 
## $`2`
##              Test         Statistic           p value Result
## 1 Mardia Skewness  7.31849142623023 0.695074013507013    YES
## 2 Mardia Kurtosis -0.72193325367419 0.470335515175174    YES
## 3             MVN              <NA>              <NA>    YES
## 
## $`3`
##              Test         Statistic           p value Result
## 1 Mardia Skewness  5.91789500904193 0.822113510000661    YES
## 2 Mardia Kurtosis -1.24122433547146 0.214522887295544    YES
## 3             MVN              <NA>              <NA>    YES
## 
## $`4`
##              Test          Statistic           p value Result
## 1 Mardia Skewness   13.1722186075822 0.214201680540173    YES
## 2 Mardia Kurtosis -0.442231176002495 0.658321928297434    YES
## 3             MVN               <NA>              <NA>    YES

2.6 Uji Asumsi Homogenitas Matriks Varian Kovarian

ujiboxm <- BoxM(data = Gym[,2:4], Gym$'Jenis_Latihan')
summary(ujiboxm)
##        Box's M Test 
## 
## Chi-Squared Value = 24.97189 , df = 18  and p-value: 0.126

2.7 Uji MANOVA

ujimanova <- manova(cbind(Indeks, Kalori, Lemak)~Jenis_Latihan, data=Gym)

pillaitest <- summary(ujimanova, test="Pillai")
pillaitest
##               Df  Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1 0.11719   1.5929      3     36  0.208
## Residuals     38
roytest <- summary(ujimanova, test="Roy")
roytest
##               Df     Roy approx F num Df den Df Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1 0.13274   1.5929      3     36  0.208
## Residuals     38
wilkstest <- summary(ujimanova, test="Wilks")
wilkstest
##               Df   Wilks approx F num Df den Df Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1 0.88281   1.5929      3     36  0.208
## Residuals     38
HotellingLawley <- summary(ujimanova, test="Hotelling-Lawley")
HotellingLawley
##               Df Hotelling-Lawley approx F num Df den Df Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1          0.13274   1.5929      3     36  0.208
## Residuals     38
summary.aov(ujimanova)
##  Response Indeks :
##               Df  Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1  142.13 142.130  2.1481  0.151
## Residuals     38 2514.27  66.165               
## 
##  Response Kalori :
##               Df  Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1   31500   31500  0.5789 0.4514
## Residuals     38 2067836   54417               
## 
##  Response Lemak :
##               Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Jenis_Latihan  1  21.06  21.060  1.4903 0.2297
## Residuals     38 536.98  14.131

2.8 Analisis Profil

profil <- pbg(Gym[,2:4], Gym[,1], profile.plot = TRUE)

summary(profil)
## Call:
## pbg(data = Gym[, 2:4], group = Gym[, 1], profile.plot = TRUE)
## 
## Hypothesis Tests:
## $`Ho: Profiles are parallel`
##   Multivariate.Test Statistic Approx.F num.df den.df   p.value
## 1             Wilks 0.8442463 1.030657      6     70 0.4129159
## 2            Pillai 0.1565096 1.018782      6     72 0.4201253
## 3  Hotelling-Lawley 0.1835930 1.040360      6     68 0.4071714
## 4               Roy 0.1785790 2.142948      3     36 0.1118423
## 
## $`Ho: Profiles have equal levels`
##             Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## group        3   5158    1719   0.266  0.849
## Residuals   36 232344    6454               
## 
## $`Ho: Profiles are flat`
##          F df1 df2      p-value
## 1 229.1993   2  35 7.766531e-21

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Statistika Deskriptif

  1. Anggota gym yang melakukan latihan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan HIIT memiliki indeks massa tubuh paling rendah sebesar 13.88 dan paling tinggi sebesar 43.31. Kebanyakan anggota gym memiliki indeks massa tubuh sebesar 23.68.
  2. Anggota gym yang melakukan latihan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan HIIT memiliki jumlah kalori yang dibakar paling rendah sebesar 416 dan paling tinggi sebesar 1304. Kebanyakan anggota gym memiliki jumlah kalori yang dibakar sebesar 799.5.
  3. Anggota gym yang melakukan latihan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan HIIT memiliki kadar lemak dalam tubuh paling rendah sebesar 20.1 dan paling tinggi sebesar 34.7. Kebanyakan anggota gym memiliki jumlah kalori yang dibakar sebesar 27.9.

3.2 Uji Asumsi Normalitas Multivariat

\(H_0\): Data berdistribusi normal multivariat

\(H_1\): Data tidak berdistribusi normal multivariat

Taraf nyata: 5%

knitr::kable(norm.test$multivariateNormality, caption = 'Statistik Uji Normalitas')
Statistik Uji Normalitas
Test Statistic p value Result
Mardia Skewness 4.35963479664431 0.929668420297772 YES
Mardia Kurtosis -1.42796438651491 0.153302109430795 YES
MVN NA NA YES
Test Statistic p value Result
Mardia Skewness 7.31849142623023 0.695074013507013 YES
Mardia Kurtosis -0.72193325367419 0.470335515175174 YES
MVN NA NA YES
Test Statistic p value Result
Mardia Skewness 5.91789500904193 0.822113510000661 YES
Mardia Kurtosis -1.24122433547146 0.214522887295544 YES
MVN NA NA YES
Test Statistic p value Result
Mardia Skewness 13.1722186075822 0.214201680540173 YES
Mardia Kurtosis -0.442231176002495 0.658321928297434 YES
MVN NA NA YES

Keputusan: p-value untuk Indeks(0.695), Kalori(0.822), dan Lemak(0.214) > \(\alpha\) (0.05) maka gagal tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa residual memenuhi asumsi normalitas multivariat sehingga data berdistribusi normal multivariat.

3.3 Uji Asumsi Homogenitas Matriks Varian Kovarian

\(H_0:\sum_1=\sum_2=\sum_3\)

\(H_1\): Minimal terdapat satu \(\sum_i\) yang tidak sama

knitr::kable(summary(ujiboxm))
##        Box's M Test 
## 
## Chi-Squared Value = 24.97189 , df = 18  and p-value: 0.126

Keputusan: p-value(0.126) > \(\alpha\)(0.05) maka gagal tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa matriks varians-kovarians data bersifat homogen untuk setiap perlakuan maka asumsi homogenitas terpenuhi.

3.4 Uji MANOVA

\(H_0:\tau_1=\tau_2=\tau_3\)

\(H_1\): Minimal terdapat satu \(\tau_i\) tidak sama dengan 0

Hasil statistik uji:

  • Pillai’s Trace:p-value(0.208) > \(\alpha\)(0.05)

  • Roy’s Largest Root:p-value(0.208) > \(\alpha\)(0.05)

  • Wilks’ Lambda:p-value(0.208) > \(\alpha\)(0.05)

  • Lawley-Hotelling Trace: p-value(0.208) > \(\alpha\)(0.05)

Keputusan: Berdasarkan hasil dari beberapa statistik uji dapat diambil keputusan gagal tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan HIIT.

3.5 Analisis Profil

  • Uji Kesejajaran Profil

\(H_0:C\mu_1=C\mu_2\)

\(H_1:C\mu_1\not=C\mu_2\)

Keputusan: p-value untuk setiap test (Wilks(0.413), Pillai(0.420), Hotelling-Lawley(0.407), Roy(0.111))> \(\alpha\)(0.05) maka gagal tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa profil yang terbentuk sejajar.

  • Uji Keberhimpitan

\(H_0: 1'\mu_1=1'\mu_2\)

\(H_1: 1'\mu_1\not=1'\mu_2\)

Keputusan: p-value(0.849) > \(\alpha\)(0.05) maka gagal tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa profil yang terbentuk berhimpit.

  • Uji Horizontal Profil

\(H_0:C\mu_1=0\)

\(H_1:C\mu_1\not=0\)

Keputusan: p-value(7.766531e-21) < \(\alpha\)(0.05) maka tolak \(H_0\)

Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa profil yang terbentuk tidak horizontal.

4 PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan beberapa pengujian, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pemilihan jenis latihan kebugaran (latihan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan HIIT) yang dipilih oleh anggota gym terhadap kebugaran anggota gym dilihat dari parameter kebugaran (indeks massa tubuh, jumlah kalori yang dibakar, dan kadar lemak dalam tubuh). Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada parameter kebugaran anggota gym dari setiap jenis latihan kebugaran.

4.2 Saran

Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan, antara lain:

  1. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas jenis latihan yang dianalisis dan menambahkan variabel parameter kebugaran yang lain, untuk melihat pengaruh yang lebih komprehensif terhadap kesehatan fisik.

  2. Disarankan untuk menyusun program latihan yang lebih variatif dan terstruktur sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing anggota. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas latihan dan menjaga motivasi anggota untuk rutin berolahraga.

5 DAFTAR PUSTAKA

  • Iqbal, M., Salsabila, I., Syahbani, D. A., Douw, J., Marzuki, & Rusyana, A. 2020. Analisis MANOVA Satu Arah untuk Melihat Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia Tahun 2017. Journal of Data Analysis, 3(1), 50-61.

  • Sayekti, A. N. A. K., Sofro, A., & Ariyanto, D. 2024. Analisis Matematis Pengaruh Lokasi Rumah terhadap Harga Jual, Luas Rumah, dan Jumlah Kamar dengan MANOVA. Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika, 5(1).

  • Yitnosumarto, S. 1990. Dasar-dasar Statistika: Dengan Penekanan Terapan dalam Bidang Agrokompleks, Teknologi dan Sosial. Jakarta: CV. Rajawali