Data yang digunakan dalam analisis One-Way MANOVA merupakan data 46 Puncak di Adirondack, New York yang berisikan informasi ketinggian puncak (elevation), pendakian (ascent), panjang perjalanan pulang pergi (length), kesulitan pendakian dengan skala 1-7 (difficulty), dan perkiraan lama perjalanan mendaki (time).
Akan diteliti apakah tingkat kesulitan pendakian secara signifikan berhubungan dengan ketiga karakteristik puncak, yakni ketinggian, pendakian, dan panjang perjalanan pulang pergi untuk setiap puncak yang ada di Adirondack?
Lalu apakah interaksi antara tingkat kesulitan pendakian dan perkiraan waktu pendakian juga bersama sama berhubungan secara signifikan dengan ketiga karakteristik puncak tersebut?
Untuk mengtahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kesulitan pendakian dengan ketiga karakteristik gunung (elevation, ascent, dan length), akan dilakukan analisis One-Way MANOVA dengan keterangan sebagai berikut:
Variabel independent (faktor): Difficulty
Variabel dependent (respon): Elevation, Ascent, Length
library(readr)
## Warning: package 'readr' was built under R version 4.3.3
data <- read.csv("C:/Users/ADVAN/Downloads/HighPeaks_fix.csv", sep=";")
head(data)
## rownames Peak Elevation Ascent Length Time Difficulty
## 1 1 Mt. Marcy 5344 3166 14.8 A 2
## 2 2 Algonquin Peak 5114 2936 9.6 A 2
## 3 3 Mt. Haystack 4960 3570 17.8 B 4
## 4 4 Mt. Skylight 4926 4265 17.9 B 4
## 5 5 Whiteface Mtn. 4867 2535 10.4 A 1
## 6 6 Dix Mtn. 4857 2800 13.2 A 2
Dilakukan penginputan data terlebih dahulu kedalam R Studio sebelum melakukan analisis. File data yang digunakan berupa file csv.
Dilakukan uji asumsi yang pertama sebelum melakukan analisis MANOVA, yakni normalitas. Asumsi harus terpenuhi agar hasil analisis valid dan tak bias. Dibuat rancangan hipotesis sebagai berikut:
H0: data berdistribusi normal multivariate
H1: data tidak berdistribusi normal multivariate
Digunakan traf signifikansi sebesar 5% (0.05) dalam analisis.
Tolak H0 ketika p-value lebih kecil dari taras fignifikansi (0.05).
library(MVN)
## Warning: package 'MVN' was built under R version 4.3.3
data_fix <- data[3:5]
head(data_fix)
## Elevation Ascent Length
## 1 5344 3166 14.8
## 2 5114 2936 9.6
## 3 4960 3570 17.8
## 4 4926 4265 17.9
## 5 4867 2535 10.4
## 6 4857 2800 13.2
test = mvn(data_fix, mvnTest = "mardia", univariateTest = "SW", multivariatePlot = "qq")
Sebelum melakukan uji secara empiris, terlebih dahulu dapat dilakukan uji asumsi normalitas secara eksploratif.
Terlihat pada grafik bahwa plot cenderung menyebar mengikuti atau disekitar garis lurus, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal secara eksploratif. Untuk hasil uji yang lebih akurat, dilakukan uji secara statistik sebagai berikut.
test
## $multivariateNormality
## Test Statistic p value Result
## 1 Mardia Skewness 5.4326970458992 0.860465405104244 YES
## 2 Mardia Kurtosis -1.42581276808108 0.153922394362072 YES
## 3 MVN <NA> <NA> YES
##
## $univariateNormality
## Test Variable Statistic p value Normality
## 1 Shapiro-Wilk Elevation 0.9571 0.0883 YES
## 2 Shapiro-Wilk Ascent 0.9884 0.9226 YES
## 3 Shapiro-Wilk Length 0.9690 0.2549 YES
##
## $Descriptives
## n Mean Std.Dev Median Min Max 25th 75th Skew
## Elevation 46 4405.28261 358.335390 4380.5 3820.0 5344 4105 4625.25 0.50681745
## Ascent 46 3096.39130 629.796880 3050.0 1844.0 4500 2725 3490.00 0.07361839
## Length 46 12.57391 3.506149 12.7 4.8 18 10 15.20 -0.19228183
## Kurtosis
## Elevation -0.5863131
## Ascent -0.5690652
## Length -0.9457951
Berdasarkan output di atas, terlihat bahwa untuk kedua statistic uji (Mardia Skewness dan Mardia Kurtosis) memiliki p-value yang lebih besar dari 0.05, sehingga dapat ditarik keputusan untuk menerima H0.
Kesimpulannya, data mengikuti distribusi normal multivariate sehingga asumsi pertama terpenuhi.
Selanjutnya dilakukan uji asumsi yang kedua, karena dalam melakukan uji MANOVA kovarians kovarians dalam data harus sama. Uji dilakukan dengan membuat grouping berdasarkan variabel bebas (faktor) yakni Difficulty. Dengan rancangan hipotesis sebagai berikut:
H0: S1=S2=S3 (Kovarians setiap variabel sama)
H1: setidaknya terdapat satu kovarians variabel yang berbeda
Digunakan traf signifikansi sebesar 5% (0.05) dalam analisis.
Tolak H0 ketika p-value lebih kecil dari taras fignifikansi (0.05).
library(biotools)
## Warning: package 'biotools' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: MASS
## ---
## biotools version 4.2
grup <- data$Difficulty
head(grup)
## [1] 2 2 4 4 1 2
boxM(data = data_fix, grouping = grup)
##
## Box's M-test for Homogeneity of Covariance Matrices
##
## data: data_fix
## Chi-Sq (approx.) = 19.966, df = 18, p-value = 0.3347
Didapat nilai p-value sebesar 0.3347, karena nilainya lebih besar dari taraf signifikansi maka dapat diambil keputusan untuk menerima H0.
Kesimpulannya, data memiliki matriks kovarians yang sama sehingga asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
Setelah kedua asumsi terpenuhi, MANOVA dapat dilakukan dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
H0: faktor Difficulty tidak berhubungan dengan Elevation, Ascent, dan Length
H1: faktor Difficulty berhubungan dengan Elevation, Ascent, dan Length
Digunakan taraf signifikansi (alpha) sebesar 5% (0.05), dengan kriteria uji tolak H0 jika p-value kurang dari alpha.
owm = manova(cbind(data$Elevation, data$Ascent, data$Length)~data$Difficulty)
summary(owm)
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## data$Difficulty 1 0.53714 16.247 3 42 3.706e-07 ***
## Residuals 44
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Didapat p-value yang sangat kecil, sehinnga p-value < alpha. Dapat ditarik keputusan untuk menolak H0.
Dapat disimpulkan bahwa dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%, peneliti dapat menyatakan bahwa tingkat kesulitan pendakian (difficulty) secara signifikan berhubungan dengan ketiga karakteristik puncak, yakni ketinggian (elevation), pendakian (ascent), dan panjang perjalanan pulang pergi (length) untuk setiap puncak yang ada di Adirondack.
Karena hasil uji MANOVA signifikan, perlu dilakukan uji lanjut untuk mengetahui variabel mana yang berhubungan dengan difficulty.
summary.aov(owm)
## Response 1 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 42941 42941 0.3294 0.5689
## Residuals 44 5735250 130347
##
## Response 2 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 1935389 1935389 5.3512 0.02544 *
## Residuals 44 15913596 361673
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response 3 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 295.46 295.462 50.442 8.098e-09 ***
## Residuals 44 257.73 5.857
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Berdasarkan output di atas, didapatkan hasil sebagai berikut:
Variabel P-value Keputusan Elevation 0.5689 Terima H0 Ascent 0.02544 Tolak H0 Length 8.098 x 10^-9 Tolak H0 Sehingga, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dapat ditarik kesimpulan:
- Tingkat kesulitan pendakian (difficulty) tidak berhubungan secara signifikan dengan ketinggian gunung (elevation)
- Tingkat kesulitan pendakian (difficulty) berhubungan secara signifikan dengan pendakian (ascent)
- Tingkat kesulitan pendakian (difficulty) berhubungan secara signifikan dengan panjang perjalanan (length)
Untuk megetahui apakah tingkat kesulitan pendakian (difficulty) dan perkiraan waktu pendakian (time) bersama sama berhubungan secara signifikan dengan ketiga karakteristik puncak (elevation, ascent, dan length), akan dilakukan analisis Two-Way MANOVA dengan keterangan sebagai berikut:
Variabel independen (faktor): Difficulty, Time
Variabel dependen: Elevation, Ascent, Length
head(data)
## rownames Peak Elevation Ascent Length Time Difficulty
## 1 1 Mt. Marcy 5344 3166 14.8 A 2
## 2 2 Algonquin Peak 5114 2936 9.6 A 2
## 3 3 Mt. Haystack 4960 3570 17.8 B 4
## 4 4 Mt. Skylight 4926 4265 17.9 B 4
## 5 5 Whiteface Mtn. 4867 2535 10.4 A 1
## 6 6 Dix Mtn. 4857 2800 13.2 A 2
Dilakukan penginputan data terlebih dahulu kedalam R Studio sebelum melakukan analisis. File data yang digunakan berupa file csv.
head(data_fix)
## Elevation Ascent Length
## 1 5344 3166 14.8
## 2 5114 2936 9.6
## 3 4960 3570 17.8
## 4 4926 4265 17.9
## 5 4867 2535 10.4
## 6 4857 2800 13.2
test = mvn(data_fix, mvnTest = "mardia", univariateTest = "SW", multivariatePlot = "qq")
test
## $multivariateNormality
## Test Statistic p value Result
## 1 Mardia Skewness 5.4326970458992 0.860465405104244 YES
## 2 Mardia Kurtosis -1.42581276808108 0.153922394362072 YES
## 3 MVN <NA> <NA> YES
##
## $univariateNormality
## Test Variable Statistic p value Normality
## 1 Shapiro-Wilk Elevation 0.9571 0.0883 YES
## 2 Shapiro-Wilk Ascent 0.9884 0.9226 YES
## 3 Shapiro-Wilk Length 0.9690 0.2549 YES
##
## $Descriptives
## n Mean Std.Dev Median Min Max 25th 75th Skew
## Elevation 46 4405.28261 358.335390 4380.5 3820.0 5344 4105 4625.25 0.50681745
## Ascent 46 3096.39130 629.796880 3050.0 1844.0 4500 2725 3490.00 0.07361839
## Length 46 12.57391 3.506149 12.7 4.8 18 10 15.20 -0.19228183
## Kurtosis
## Elevation -0.5863131
## Ascent -0.5690652
## Length -0.9457951
Sebelumnya telah diuji apakah data berdistribusi normal, dan didapat hasil yang signifikan, dapat dilihat kembali pada hasil di atas.
Asumsi homoskedastisitas harus terpenuhi untuk kedua faktor, yakni difficulty dan time. Dengan rancangan hipotesis sebagai berikut:
H0: S1=S2=S3 (Kovarians setiap variabel sama)
H1: setidaknya terdapat satu kovarians variabel yang berbeda
Digunakan traf signifikansi sebesar 5% (0.05) dalam analisis.
Tolak H0 ketika p-value lebih kecil dari taras fignifikansi (0.05).
# Difficulty
head(data[,7])
## [1] 2 2 4 4 1 2
boxM(data = data_fix, grouping = data[,7])
##
## Box's M-test for Homogeneity of Covariance Matrices
##
## data: data_fix
## Chi-Sq (approx.) = 19.966, df = 18, p-value = 0.3347
Untuk asumsi homoskedastisitas pada faktor difficulty sudah diuji sebelumnya dengan hasil yang signifikan, dapat dilihat kembali pada output diatas.
# Time
head(data[,6])
## [1] "A" "A" "B" "B" "A" "A"
boxM(data = data_fix, grouping = data[,6])
##
## Box's M-test for Homogeneity of Covariance Matrices
##
## data: data_fix
## Chi-Sq (approx.) = 4.4738, df = 6, p-value = 0.6128
Didapat nilai p-value sebesar 0.6128, karena nilainya lebih besar dari taraf signifikansi maka dapat diambil keputusan untuk menerima H0.
Kesimpulannya, data memiliki matriks kovarians yang sama sehingga asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
Karena kedua asumsi terpenuhi, MANOVA dapat dilakukan dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:
H0: faktor Difficulty dan Time tidak berhubungan dengan Elevation, Ascent, dan Length
H1: faktor Difficulty dan Time berhubungan dengan Elevation, Ascent, dan Length
Digunakan taraf signifikansi (alpha) sebesar 5% (0.05), dengan kriteria uji tolak H0 jika p-value kurang dari alpha.
difficulty <- as.factor(data$Difficulty)
time <- as.factor(data$Time)
manova <- manova(cbind(data$Elevation, data$Ascent, data$Length) ~ data$Difficulty * data$Time, data = data)
summary(manova)
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## data$Difficulty 1 0.63355 23.0518 3 40 7.907e-09 ***
## data$Time 1 0.44308 10.6079 3 40 2.901e-05 ***
## data$Difficulty:data$Time 1 0.01020 0.1374 3 40 0.9371
## Residuals 42
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Didapat p-value dan keputusan sebagai berikut:
Faktor P-Value Keputusan Difficulty 7.907 x 10^-9 Tolak H0 Time 2.901 x 10^-9 Tolak H0 Difficulty*Time 0.9371 Terima H0 Dapat disimpulkan bahwa dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%, terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa
- Tingkat kesulitan pendakian (difficulty) secara signifikan berhubungan dengan ketiga karakteristik puncak (elevation, ascent, length).
- Perkiraan waktu pendakian (time) secara signifikan berhubungan dengan ketiga karakteristik puncak (elevation, ascent, length).
- Sedangkan interaksi antara tingkat kesulitan pendakian (difficulty) dan perkiraan waktu pendakian (time) tidak signifikan mempengaruhi ketiga karakteristik puncak (elevation, ascent, length).
Sehingga terjawab bahwa, tingkat kesulitan pendakian (difficulty) dan perkiraan waktu pendakian (time) secara bersama sama tidak signifikan berhubungan dengan ketinggian, pendakian, dan panjang perjalanan pulang pergi untuk setiap puncak yang ada di Adirondack.
Mekipun inetraksi antra dua faktor yang dianalisis tidak berpengaruh secara signifikan, namun faktor tersebut masing-masing signifikan, sehingga perlu dilakukan uji lanjut untuk melihat variabel mana yang signifikan berhubungan dengan kedua faktor tersebut.
Untuk faktor Difficulty sudah pernah diperiksa sebelumnya, maka akan diperiksa untuk faktor Time.
summary.aov(manova)
## Response 1 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 42941 42941 0.3483 0.55822
## data$Time 1 538280 538280 4.3664 0.04275 *
## data$Difficulty:data$Time 1 19269 19269 0.1563 0.69458
## Residuals 42 5177701 123279
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response 2 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 1935389 1935389 5.4876 0.02397 *
## data$Time 1 1094331 1094331 3.1028 0.08543 .
## data$Difficulty:data$Time 1 6442 6442 0.0183 0.89314
## Residuals 42 14812823 352686
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Response 3 :
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## data$Difficulty 1 295.462 295.462 63.3862 6.333e-10 ***
## data$Time 1 60.939 60.939 13.0735 0.0007961 ***
## data$Difficulty:data$Time 1 1.014 1.014 0.2174 0.6434089
## Residuals 42 195.774 4.661
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Berdasarkan output diatas, disapat p-value dan keputusan untuk faktor Time sebagai berikut:
Variabel P-Value Keputusan Elevation 0.4275 Terima H0 Ascent 0.8543 Terima H0 Length 0.00079 Tolak H0 Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hanya variabel Length (panjang jalur pendakian) yang berhubungan secara signifikan dengan time (perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mendaki), sedangkan untuk variabel elevation (ketinggian puncak) dan accent (pendakian) tidak signifikan berhubungan.