Diketahui bahwa berbagai aspek siklus ekonomi diukur dari barang-barang konsumsi dan barang produksi, Tintner (1946). Variabelnya adalah:
Y1= panjang siklus
Y2= persentase kenaikan harga
Y3= amplitudo siklus
Y4= laju pertumbuhan
Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara barang konsumsi dengan barang produksi pada siklus ekonomi?
Y1 <- c(72, 66.5, 54, 67, 44, 41, 34.5, 34.5, 24)
Y2 <- c(50, 48, 57, 60, 57, 52, 50, 46, 54)
Y3 <- c(8, 15, 14, 15, 14, 18, 4, 8.5, 3)
Y4 <- c(0.5, 1, 1, 0.9, 0.3, 1.9, 0.5, 1, 1.2)
K1 <- cbind(Y1, Y2, Y3, Y4)
K1
## Y1 Y2 Y3 Y4
## [1,] 72.0 50 8.0 0.5
## [2,] 66.5 48 15.0 1.0
## [3,] 54.0 57 14.0 1.0
## [4,] 67.0 60 15.0 0.9
## [5,] 44.0 57 14.0 0.3
## [6,] 41.0 52 18.0 1.9
## [7,] 34.5 50 4.0 0.5
## [8,] 34.5 46 8.5 1.0
## [9,] 24.0 54 3.0 1.2
Y1 <- c(57, 100, 100, 96.5, 79, 78.5, 48, 155, 84, 105)
Y2 <- c(57, 54, 32, 65, 51, 53, 50, 44, 64, 35)
Y3 <- c(12.5, 17, 16.5, 20.5, 18, 18, 21, 20.5, 13, 17)
Y4 <- c(0.9, 0.5, 0.7, 0.9, 0.9, 1.2, 1.6, 1.4, 0.8, 1.8)
K2 <- cbind(Y1, Y2, Y3, Y4)
K2
## Y1 Y2 Y3 Y4
## [1,] 57.0 57 12.5 0.9
## [2,] 100.0 54 17.0 0.5
## [3,] 100.0 32 16.5 0.7
## [4,] 96.5 65 20.5 0.9
## [5,] 79.0 51 18.0 0.9
## [6,] 78.5 53 18.0 1.2
## [7,] 48.0 50 21.0 1.6
## [8,] 155.0 44 20.5 1.4
## [9,] 84.0 64 13.0 0.8
## [10,] 105.0 35 17.0 1.8
library(DescTools)
library(asbio)
xbar1 <- colMeans(K1)
xbar2 <- colMeans(K2)
n1 <- nrow(K1)
n2 <- nrow(K2)
y_gab <- rbind(K1, K2)
barang <- factor(c(rep(1,n1), rep(2,n2)))
Kullback(y_gab, barang)
##
## Kullback test for equal covariance matrices
## Chi* df P(Chi>Chi*)
## 1 7.082354 10 0.717648
HotellingsT2Test(y_gab~barang)
##
## Hotelling's two sample T2-test
##
## data: y_gab by barang
## T.2 = 3.8011, df1 = 4, df2 = 14, p-value = 0.02702
## alternative hypothesis: true location difference is not equal to c(0,0,0,0)
Inferensia Vektor Rata-Rata untuk 2 Populasi Independen
Pada soal tidak diberikan asumsi apakah \(\Sigma_1=\Sigma_2\), sehingga dilakukan Uji Kullback. Dari hasil Uji Kullback didapatkan bahwa P(Chi>Chi*)=0,7176 < 0,95, sehingga dapat diketahui bahwa kedua matriks kovarians sama atau \(\Sigma_1=\Sigma_2\) .
Hipotesis:
\(H_0\) : \(\mu_1-\mu_2\) \(=\) 0
\(H_1\) : \(\mu_1-\mu_2\) \(≠\) 0
Tingkat Signifikansi: \(\alpha\) = 5%
Statistik Uji
\(T^2=\) \(n_1n_2/(n_1+n_2)(\bar x_1-\bar x_2)'S_p^-(\bar x_1-\bar x_2)\) = 3,8011
p-value = 0,02702
Keputusan: Tolak \(H_0\) karena p-value < \(\alpha\)
Kesimpulan:
Dengan tingkat signifikansi 5%, terdapat cukup bukti untuk menunjukkan bahwa terdapat minimal satu perbedaan yang signifikan pada aspek siklus ekonomi antara barang konsumsi dan barang produksi.
Terdapat 15 mahasiswa diberi tugas untuk membuat essay yang bersifat formal dan informal. Kemudian terdapat variabel-variabel yang dapat menentukan apakah essay tersebut baik atau tidak.
Y1= jumlah kata pada essay informal
Y2= jumlah kata kerja pada essay informal
X1= jumlah kata pada essay formal
X2= jumlah kata pada essay formal
Berdasarkan tabel di atas, apakah antara kedua jenis essay tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak?
Y1 <- c(148, 159, 144, 103, 121, 89, 119, 123, 76, 217, 148, 151, 83, 135, 178)
Y2 <- c(20, 24, 19, 18, 17, 11, 17, 13, 16, 29, 22, 21, 7, 20, 15)
F1 <- matrix(c(Y1, Y2),ncol=2)
F1
## [,1] [,2]
## [1,] 148 20
## [2,] 159 24
## [3,] 144 19
## [4,] 103 18
## [5,] 121 17
## [6,] 89 11
## [7,] 119 17
## [8,] 123 13
## [9,] 76 16
## [10,] 217 29
## [11,] 148 22
## [12,] 151 21
## [13,] 83 7
## [14,] 135 20
## [15,] 178 15
X1 <- c(137, 164, 224, 208, 178, 128, 154, 158, 102, 214, 209, 151, 123, 161, 175)
X2 <- c(15, 25, 27, 33, 24, 20, 18, 16, 21, 25, 24, 16, 13, 22, 23)
F2 <- matrix(c(X1, X2),ncol=2)
F2
## [,1] [,2]
## [1,] 137 15
## [2,] 164 25
## [3,] 224 27
## [4,] 208 33
## [5,] 178 24
## [6,] 128 20
## [7,] 154 18
## [8,] 158 16
## [9,] 102 21
## [10,] 214 25
## [11,] 209 24
## [12,] 151 16
## [13,] 123 13
## [14,] 161 22
## [15,] 175 23
library(DescTools)
library(asbio)
d <- F1-F2
d
## [,1] [,2]
## [1,] 11 5
## [2,] -5 -1
## [3,] -80 -8
## [4,] -105 -15
## [5,] -57 -7
## [6,] -39 -9
## [7,] -35 -1
## [8,] -35 -3
## [9,] -26 -5
## [10,] 3 4
## [11,] -61 -2
## [12,] 0 5
## [13,] -40 -6
## [14,] -26 -2
## [15,] 3 -8
mu0 <- matrix(c(0,0), nrow=2)
HotellingsT2Test(d, mu=mu0)
##
## Hotelling's one sample T2-test
##
## data: d
## T.2 = 7.0531, df1 = 2, df2 = 13, p-value = 0.008427
## alternative hypothesis: true location is not equal to c(0,0)
Inferensia Vektor Rata-Rata untuk Sampel Berpasangan
Hipotesis:
\(H_0\) : \(\mu_d\) \(=\) 0
\(H_1\) : \(\mu_d\) \(≠\) 0
Tingkat Signifikansi: \(\alpha\) = 5%
Statistik Uji
\(T^2=n\) \(\bar d'\)\(S_d^-\)\(\bar d\) = 7,0531
p-value = 0,008427
Keputusan: Tolak \(H_0\) karena p-value < \(\alpha\)
Kesimpulan:
Dengan tingkat signifikansi 5% dari sampel 15 mahasiswa, terdapat cukup bukti untuk menunjukkan bahwa kedua jenis essay tersebut minimal satu indikator kualitasnya memiliki rata-rata yang berbeda.
Diketahui bahwa Rao (1948) mengukur berat bor gabus yang diambil dari arah utara (N), arah timur (E), arah selatan (S), dan arah barat (W) dari 28 pohon. Diberikan data pada ketebalan kulit sekaligus beratnya di empat arah. Ujilah apakah terdapat perbedaan pada setiap pengulangan pengambilan bor gabus kayu secara signifikan?
N <- c(72, 60, 56, 41, 32, 30, 39, 42, 37, 33, 32, 63, 54, 47, 91, 56, 79, 81, 78, 46, 39, 32, 60, 35, 39, 50, 43, 48)
E <- c(66, 53, 57, 29, 32, 35, 39, 43, 40, 29, 30, 45, 46, 51, 79, 68, 65, 80, 55, 38, 35, 30, 50, 37, 36, 34, 37, 54)
S <- c(76, 66, 64, 36, 35, 34, 31, 31, 31, 27, 34, 74, 60, 52, 100, 47, 70, 68, 67, 37, 34, 30, 67, 48, 39, 37, 39, 57)
W <- c(77, 63, 58, 38, 36, 26, 27, 25, 25, 36, 28, 63, 52, 43, 75, 50, 61, 58, 60, 38, 37, 32, 54, 39, 31, 40, 50, 43)
P <- matrix(c(N, E, S, W), ncol=4)
P
## [,1] [,2] [,3] [,4]
## [1,] 72 66 76 77
## [2,] 60 53 66 63
## [3,] 56 57 64 58
## [4,] 41 29 36 38
## [5,] 32 32 35 36
## [6,] 30 35 34 26
## [7,] 39 39 31 27
## [8,] 42 43 31 25
## [9,] 37 40 31 25
## [10,] 33 29 27 36
## [11,] 32 30 34 28
## [12,] 63 45 74 63
## [13,] 54 46 60 52
## [14,] 47 51 52 43
## [15,] 91 79 100 75
## [16,] 56 68 47 50
## [17,] 79 65 70 61
## [18,] 81 80 68 58
## [19,] 78 55 67 60
## [20,] 46 38 37 38
## [21,] 39 35 34 37
## [22,] 32 30 30 32
## [23,] 60 50 67 54
## [24,] 35 37 48 39
## [25,] 39 36 39 31
## [26,] 50 34 37 40
## [27,] 43 37 39 50
## [28,] 48 54 57 43
C <- matrix(c(1, 1, -1, -1, 1, -1, 1, -1, 1, -1, -1, 1), nrow=3, ncol=4, byrow=TRUE)
library(DescTools)
library(asbio)
p_bar <- apply(P, 2, mean)
p_bar <- matrix(p_bar, 4, 1)
p_bar
## [,1]
## [1,] 50.53571
## [2,] 46.17857
## [3,] 49.67857
## [4,] 45.17857
S <- cov(P)
n <- nrow(P)
q <- ncol(C)
T2 <- n*t(C%*%p_bar)%*%solve(C%*%S%*%t(C))%*%(C%*%p_bar)
T2
## [,1]
## [1,] 20.74202
TK <- (n-1)*(q-1)/(n-q+1)*qf(0.95, df1=q-1, df2=n-q+1)
TK
## [1] 9.691621
Inferensia Vektor Rata-Rata untuk Pengukuran Berulang
Hipotesis:
\(H_0\) : \(C\mu\) \(=\) 0
\(H_1\) : \(C\mu\) \(≠\) 0
Tingkat Signifikansi: \(\alpha\) = 5%
Statistik Uji
\(T^2=n\) \((C\bar x)'\)\((CSC')^-\)\(C\bar x\) = 20,74202
Wilyah Kritis
\((n-1)(q-1)/(n-q+1)\) \(F_\alpha\) = 9,6916
Keputusan: Tolak \(H_0\)
Kesimpulan:
Dengan tingkat signifikansi 5% , terdapat cukup bukti untuk menunjukkan bahwa terdapat minimal satu perlakuan pada pohon yang berbeda.