library(ggplot2)
library(tsibble)
## Registered S3 method overwritten by 'tsibble':
## method from
## as_tibble.grouped_df dplyr
##
## Attaching package: 'tsibble'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, union
library(tseries)
## Registered S3 method overwritten by 'quantmod':
## method from
## as.zoo.data.frame zoo
library(MASS)
library(readxl)
Pada dasarnya, pembangkitan data ARIMA akan menghasilkan data yang
stasioner dalam rataan dan ragam karena akan mengikuti fungsi
default-nya yang mengikuti pembangkitan bilangan acak normal
dengan mean=0 dan ragam=1 .
curah_hujan <- read_xlsx("C:/Users/asus/Documents/Semester 5/MPDW/paper/Data Hujan Bogor 2023-Now.xlsx", sheet="data arbay")
curah_hujan$Tanggal <- as.Date(curah_hujan$Tanggal, format = "%d-%b")
str(curah_hujan)
## tibble [121 × 2] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
## $ Tanggal : Date[1:121], format: "2024-05-01" "2024-05-02" ...
## $ Akumulasi Hujan: num [1:121] 1.72 13.27 335.94 45.79 95.95 ...
min_value <- min(curah_hujan$'Akumulasi Hujan', na.rm = TRUE) # Menentukan nilai minimum
max_value <- max(curah_hujan$'Akumulasi Hujan', na.rm = TRUE) # Menentukan nilai maksimum
curah_hujan.ts <- ts(curah_hujan$'Akumulasi Hujan')
curah_hujan_tsibble <- as_tsibble(curah_hujan, index = Tanggal)
plot_timeseries <- ggplot(curah_hujan_tsibble, aes(x = Tanggal, y = `Akumulasi Hujan`)) +
geom_line() +
scale_x_date(date_breaks = "1 day", date_labels = "%d") +
labs(title = "Plot Time Series Akumulasi Hujan", x = "Tanggal", y = "Akumulasi Hujan") +
theme_minimal()
plot_timeseries
mean(curah_hujan$`Akumulasi Hujan`)
## [1] 11.80798
Plot deret waktu di atas menunjukkan bahwa data stasioner dalam rataan, ditandai dengan data yang menyebar di sekitar nilai tengahnya (18) dan stasioner dalam ragam, ditandai dengan lebar pita yang cenderung sama.
acf(curah_hujan_tsibble)
Berdasarkan plot ACF, terlihat bahwa plot ACF pada data tersebut cenderung tails off dan membentuk gelombang sinus.
Tentu! Berikut adalah interpretasi dari plot ACF yang Anda berikan:
library(lattice)
densityplot(~ curah_hujan$`Akumulasi Hujan`)
tseries::adf.test(curah_hujan.ts)
## Warning in tseries::adf.test(curah_hujan.ts): p-value smaller than printed
## p-value
##
## Augmented Dickey-Fuller Test
##
## data: curah_hujan.ts
## Dickey-Fuller = -5.1661, Lag order = 4, p-value = 0.01
## alternative hypothesis: stationary
\(H_0\) : Data tidak stasioner dalam rataan
\(H_1\) : Data stasioner dalam rataan
Berdasarkan uji ADF tersebut, didapat p-value sebesar 0.01 yang lebih kecil dari taraf nyata 5% sehingga tolak \(H_0\) dan menandakan bahwa data stasioner dalam rataan. Hal ini sesuai dengan hasil eksplorasi menggunakan plot time series dan plot ACF.
curah_hujan.ts1 <- curah_hujan.ts + abs(min(curah_hujan.ts)) + 0.000001
summary(curah_hujan.ts1)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 0.000 0.000 0.145 11.808 4.054 335.935
index_keseluruhan <- seq(1:121)
bc = boxcox(curah_hujan.ts1~index_keseluruhan, lambda = seq(0,1,by=0.001))
#Nilai Rounded Lambda
lambda1 <- bc$x[which.max(bc$y)]
lambda1
## [1] 0.057
#SK
bc$x[bc$y > max(bc$y) - 1/2 * qchisq(.95,1)]
## [1] 0.023 0.024 0.025 0.026 0.027 0.028 0.029 0.030 0.031 0.032 0.033 0.034
## [13] 0.035 0.036 0.037 0.038 0.039 0.040 0.041 0.042 0.043 0.044 0.045 0.046
## [25] 0.047 0.048 0.049 0.050 0.051 0.052 0.053 0.054 0.055 0.056 0.057 0.058
## [37] 0.059 0.060 0.061 0.062 0.063 0.064 0.065 0.066 0.067 0.068 0.069 0.070
## [49] 0.071 0.072 0.073 0.074 0.075 0.076 0.077 0.078 0.079 0.080 0.081 0.082
## [61] 0.083 0.084 0.085 0.086 0.087 0.088 0.089 0.090
Gambar di atas menunjukkan nilai rounded value (\(\lambda\)) optimum sebesar 0,057 dan pada selang kepercayaan 95% nilai memiliki batas bawah 0,23 dan batas atas 0,09. Selang tersebut memuat nilai satu sehingga dapat dikatakan bahwa data bangkitan stasioner dalam ragam.
dt_stas1 <- curah_hujan.ts1[1:60] |> ts()
mean(dt_stas1)
## [1] 21.9439
var(dt_stas1)
## [1] 2554.68
dt_stas1 |> as_tsibble() |>
ggplot(aes(x = index, y = value)) +
geom_line() + theme_bw() +
xlab("Obs") + ylab("Nilai")
Plot deret waktu di atas menunjukkan bahwa data tidak stasioner dalam rataan
acf(dt_stas1)
Berdasarkan plot ACF, terlihat bahwa plot ACF pada data tersebut cenderung tails off dan membentuk gelombang sinus.
tseries::adf.test(dt_stas1)
##
## Augmented Dickey-Fuller Test
##
## data: dt_stas1
## Dickey-Fuller = -4.1239, Lag order = 3, p-value = 0.01027
## alternative hypothesis: stationary
\(H_0\) : Data tidak stasioner dalam rataan
\(H_1\) : Data stasioner dalam rataan
Berdasarkan uji ADF tersebut, didapat p-value sebesar 0,01027 yang lebih kecil dari taraf nyata 5% sehingga tolak \(H_0\) dan menandakan bahwa data stasioner dalam rataan. Hal ini sesuai dengan hasil eksplorasi menggunakan plot time series dan plot ACF.
index_bagian1 <- seq(1:60)
bc = boxcox(dt_stas1~index_bagian1, lambda = seq(-2,6,by=0.001))
#Nilai Rounded Lambda
lambda_bagian1 <- bc$x[which.max(bc$y)]
lambda_bagian1
## [1] 0.103
#SK
sk_bagian1 <- bc$x[bc$y > max(bc$y) - 1/2 * qchisq(.95,1)]
sk_bagian1
## [1] 0.056 0.057 0.058 0.059 0.060 0.061 0.062 0.063 0.064 0.065 0.066 0.067
## [13] 0.068 0.069 0.070 0.071 0.072 0.073 0.074 0.075 0.076 0.077 0.078 0.079
## [25] 0.080 0.081 0.082 0.083 0.084 0.085 0.086 0.087 0.088 0.089 0.090 0.091
## [37] 0.092 0.093 0.094 0.095 0.096 0.097 0.098 0.099 0.100 0.101 0.102 0.103
## [49] 0.104 0.105 0.106 0.107 0.108 0.109 0.110 0.111 0.112 0.113 0.114 0.115
## [61] 0.116 0.117 0.118 0.119 0.120 0.121 0.122 0.123 0.124 0.125 0.126 0.127
## [73] 0.128 0.129 0.130 0.131 0.132 0.133 0.134 0.135 0.136 0.137 0.138 0.139
## [85] 0.140 0.141 0.142 0.143 0.144 0.145 0.146 0.147 0.148 0.149 0.150 0.151
## [97] 0.152 0.153
Gambar di atas menunjukkan nilai rounded value (\(\lambda\)) optimum sebesar 0,103 dan pada selang kepercayaan 95% nilai memiliki batas bawah 0,056 dan batas atas 0,153. Selang tersebut tidak memenuhi nilai satu sehingga dapat dikatakan bahwa data bangkitan tidak stasioner dalam ragam.
dt_stas2 <- curah_hujan.ts1[61:121] |> ts()
mean(dt_stas2)
## [1] 1.838232
var(dt_stas2)
## [1] 90.15442
dt_stas2 |> as_tsibble() |>
ggplot(aes(x = index, y = value)) +
geom_line() + theme_bw() +
xlab("Obs") + ylab("Nilai")
Plot deret waktu di atas menunjukkan bahwa data tidak stasioner dalam rataan.
acf(dt_stas2)
Berdasarkan plot ACF, terlihat bahwa plot ACF pada data tersebut cenderung cut off
adf.test(dt_stas2)
##
## Augmented Dickey-Fuller Test
##
## data: dt_stas2
## Dickey-Fuller = -4.0348, Lag order = 3, p-value = 0.01409
## alternative hypothesis: stationary
\(H_0\) : Data tidak stasioner dalam rataan
\(H_1\) : Data stasioner dalam rataan
Berdasarkan uji ADF tersebut, didapat p-value sebesar 0.01409 yang lebih kecil dari taraf nyata 5% sehingga tolak \(H_0\) dan menandakan bahwa data stasioner dalam rataan. Hal ini sesuai dengan hasil eksplorasi menggunakan plot time series dan plot ACF.
index_bagian2 <- seq(61:121)
bc = boxcox(dt_stas2~index_bagian2, lambda = seq(0,6,by=0.001))
#Nilai Rounded Lambda
lambda_bagian2 <- bc$x[which.max(bc$y)]
lambda_bagian2
## [1] 0.018
#SK
sk_bagian2 <- bc$x[bc$y > max(bc$y) - 1/2 * qchisq(.95,1)]
sk_bagian2
## [1] 0.000 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010 0.011
## [13] 0.012 0.013 0.014 0.015 0.016 0.017 0.018 0.019 0.020 0.021 0.022 0.023
## [25] 0.024 0.025 0.026 0.027 0.028 0.029 0.030 0.031 0.032 0.033 0.034 0.035
## [37] 0.036 0.037 0.038 0.039 0.040 0.041 0.042 0.043 0.044 0.045 0.046 0.047
## [49] 0.048 0.049 0.050 0.051 0.052 0.053 0.054 0.055 0.056 0.057 0.058 0.059
## [61] 0.060 0.061 0.062 0.063 0.064 0.065 0.066 0.067 0.068 0.069 0.070 0.071
## [73] 0.072 0.073
Gambar di atas menunjukkan nilai rounded value (\(\lambda\)) optimum sebesar 0,018 dan pada selang kepercayaan 95% nilai memiliki batas bawah 0 dan batas atas 0,073. Selang tersebut tidak mencakup nilai satu sehingga dapat dikatakan bahwa data bangkitan tidak stasioner dalam ragam.