library(mongolite)
## Warning: package 'mongolite' was built under R version 4.3.3
library(tidyverse)
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'tibble' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'tidyr' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'dplyr' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'stringr' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'lubridate' was built under R version 4.3.2
## ── Attaching core tidyverse packages ──────────────────────── tidyverse 2.0.0 ──
## ✔ dplyr 1.1.4 ✔ readr 2.1.4
## ✔ forcats 1.0.0 ✔ stringr 1.5.1
## ✔ ggplot2 3.5.0 ✔ tibble 3.2.1
## ✔ lubridate 1.9.3 ✔ tidyr 1.3.1
## ✔ purrr 1.0.2
## ── Conflicts ────────────────────────────────────────── tidyverse_conflicts() ──
## ✖ dplyr::filter() masks stats::filter()
## ✖ dplyr::lag() masks stats::lag()
## ℹ Use the conflicted package (<http://conflicted.r-lib.org/>) to force all conflicts to become errors
mongo_connection <- mongo(collection = "MarketCap",
db = "sample_coinmarketcap",
url = "mongodb+srv://abdulrahman:Qwerty21@marketcap.1ln9tqo.mongodb.net/")
data <- mongo_connection$find('{}')
write.csv(data, file = "MarketCap_data.csv", row.names = FALSE)
data_df <- as.data.frame(data)
head(data_df)
## time name price change_1h change_24h change_7d
## 1 2024-05-26 10:40:07 BitcoinBTC 68830.65 0.13 0.23 3.05
## 2 2024-05-26 19:00:07 BitcoinBTC 69107.15 0.53 0.12 3.95
## 3 2024-05-27 19:00:18 BitcoinBTC 68587.13 0.86 0.74 3.60
## 4 2024-05-28 19:02:23 BitcoinBTC 68493.85 0.14 0.08 2.33
## 5 2024-05-29 19:01:20 BitcoinBTC 67684.87 0.25 1.22 2.57
## 6 2024-05-30 19:00:50 BitcoinBTC 68331.08 0.05 0.93 0.88
## market_cap volume_24h circulating_supply
## 1 1.361356 1.466131e+16 19703909
## 2 1.361362 1.634283e+16 19704131
## 3 1.351354 2.649856e+16 19704478
## 4 1.351350 3.198518e+16 19704756
## 5 1.331334 2.668317e+16 19705290
## 6 1.351347 2.937291e+16 19705731
glimpse(data)
## Rows: 28
## Columns: 9
## $ time <dttm> 2024-05-26 10:40:07, 2024-05-26 19:00:07, 2024-05-…
## $ name <chr> "BitcoinBTC", "BitcoinBTC", "BitcoinBTC", "BitcoinB…
## $ price <dbl> 68830.65, 69107.15, 68587.13, 68493.85, 67684.87, 6…
## $ change_1h <dbl> 0.13, 0.53, 0.86, 0.14, 0.25, 0.05, 0.14, 0.18, 0.9…
## $ change_24h <dbl> 0.23, 0.12, 0.74, 0.08, 1.22, 0.93, 1.35, 0.30, 1.0…
## $ change_7d <dbl> 3.05, 3.95, 3.60, 2.33, 2.57, 0.88, 1.65, 2.14, 0.9…
## $ market_cap <dbl> 1.361356, 1.361362, 1.351354, 1.351350, 1.331334, 1…
## $ volume_24h <dbl> 1.466131e+16, 1.634283e+16, 2.649856e+16, 3.198518e…
## $ circulating_supply <dbl> 19703909, 19704131, 19704478, 19704756, 19705290, 1…
data <- data %>%
mutate(
market_cap = market_cap * 1e12, # Mengonversi dari triliunan ke nilai sebenarnya
volume_24h = volume_24h / 1e9 # Mengonversi volume dari miliaran ke nilai sebenarnya
)
head(data)
## time name price change_1h change_24h change_7d
## 1 2024-05-26 10:40:07 BitcoinBTC 68830.65 0.13 0.23 3.05
## 2 2024-05-26 19:00:07 BitcoinBTC 69107.15 0.53 0.12 3.95
## 3 2024-05-27 19:00:18 BitcoinBTC 68587.13 0.86 0.74 3.60
## 4 2024-05-28 19:02:23 BitcoinBTC 68493.85 0.14 0.08 2.33
## 5 2024-05-29 19:01:20 BitcoinBTC 67684.87 0.25 1.22 2.57
## 6 2024-05-30 19:00:50 BitcoinBTC 68331.08 0.05 0.93 0.88
## market_cap volume_24h circulating_supply
## 1 1.361356e+12 14661306 19703909
## 2 1.361362e+12 16342827 19704131
## 3 1.351354e+12 26498556 19704478
## 4 1.351350e+12 31985181 19704756
## 5 1.331334e+12 26683166 19705290
## 6 1.351347e+12 29372913 19705731
ggplot(data, aes(x = time, y = market_cap)) +
geom_line() +
labs(title = "Kapitalisasi Pasar Seiring Waktu", x = "Waktu", y = "Kapitalisasi Pasar (dalam USD)") +
theme_minimal()
Plot menggambarkan perubahan kapitalisasi pasar
(
market cap) dari Bitcoin selama periode
waktu tertentu, mulai dari akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Sumbu X (Waktu)
Sumbu X menunjukkan
waktu, dengan tanggal-tanggal yang ditandai dari akhir Mei hingga
pertengahan Juni.
Sumbu Y (Kapitalisasi Pasar
dalam USD)
Sumbu Y menunjukkan nilai kapitalisasi
pasar dalam dolar (USD). Nilai ini dalam skala penuh, menunjukkan
triliunan dolar dengan format ilmiah (e.g., 1.28e+12).
Pola dan Tren
Stabilitas Awal:
Pada
akhir Mei, kapitalisasi pasar cenderung stabil sekitar 1.36 triliun USD.
Fluktuasi Awal Juni:
Memasuki awal Juni, terdapat
beberapa fluktuasi kecil pada kapitalisasi pasar, meskipun tidak terlalu
signifikan.
Puncak Sekitar 3-5 Juni:
Pada sekitar tanggal
3-5 Juni, terjadi peningkatan signifikan dalam kapitalisasi pasar yang
mencapai puncaknya mendekati 1.4 triliun USD. Ini menunjukkan adanya
peningkatan minat dan mungkin volume perdagangan yang lebih tinggi dalam
periode ini.
Penurunan Setelah Puncak:
Setelah mencapai
puncak, terdapat penurunan bertahap yang cukup signifikan dalam
kapitalisasi pasar. Pada sekitar tanggal 10 Juni, kapitalisasi pasar
mulai menurun dan terus menunjukkan tren penurunan hingga pertengahan
Juni, mencapai sekitar 1.28 triliun USD.
Analisis Lebih Lanjut
Faktor-faktor Eksternal: Perubahan ini bisa
dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti berita pasar,
perubahan regulasi, aktivitas perdagangan, serta sentimen investor.
Volume Perdagangan: Jika data volume
perdagangan juga tersedia, menganalisisnya bersama kapitalisasi pasar
bisa memberikan wawasan lebih lanjut tentang aktivitas dan minat pasar
selama periode tersebut.
Kesimpulan
Grafik ini menunjukkan adanya puncak pada awal Juni dan penurunan
bertahap setelahnya. Ini bisa menandakan adanya sentimen positif yang
memuncak di awal bulan diikuti oleh aksi jual atau penurunan minat pasar
setelahnya.
Perubahan nilai kapitalisasi pasar seperti ini adalah
hal yang umum dalam aset kripto yang sangat volatil seperti Bitcoin.
ggplot(data, aes(x = time, y = price)) +
geom_line() +
labs(title = "Harga Bitcoin Seiring Waktu", x = "Waktu", y = "Harga (dalam USD)") +
theme_minimal()
Plot menggambarkan perubahan harga Bitcoin dalam dolar AS
(USD) dari akhir Mei hingga pertengahan Juni. Berikut adalah
interpretasi dari pola yang terlihat pada grafik:
Sumbu X (Waktu)
Sumbu X menunjukkan
tanggal, dari akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Sumbu
Y (Harga dalam USD) Sumbu Y menunjukkan harga Bitcoin
dalam dolar AS (USD).
Pola dan Tren
Stabilitas Awal:
Pada akhir Mei, harga Bitcoin menunjukkan
sedikit penurunan tetapi tetap stabil sekitar $68,000.
Fluktuasi di
Awal Juni:
Pada awal Juni, terdapat fluktuasi harga yang
signifikan. Harga Bitcoin menunjukkan peningkatan yang cukup tajam
hingga mencapai puncaknya mendekati $71,000 sekitar tanggal 3 Juni.
Penurunan Setelah Puncak:
Setelah mencapai puncak pada awal Juni,
harga Bitcoin mulai menunjukkan penurunan bertahap. Penurunan ini
berlanjut hingga pertengahan Juni.
Beberapa fluktuasi kecil
terlihat selama penurunan ini, tetapi tren umumnya menurun.
Penurunan Tajam:
Di sekitar pertengahan Juni, terjadi penurunan
harga yang lebih tajam. Harga Bitcoin turun dari sekitar $68,000 menjadi
mendekati $65,000.
Analisis Lebih
Lanjut
Faktor Eksternal:
Penurunan tajam setelah puncak di awal Juni bisa disebabkan oleh
berbagai faktor eksternal seperti berita negatif, regulasi yang ketat,
atau aksi jual oleh para investor besar.
Volume
Perdagangan: Untuk analisis yang lebih komprehensif, bisa
dilihat apakah volume perdagangan juga menunjukkan pola yang serupa
selama periode tersebut.
Kesimpulan
Puncak Harga: Harga Bitcoin mencapai
puncaknya pada awal Juni sekitar $71,000 sebelum mulai mengalami
penurunan.
Tren Penurunan: Setelah
mencapai puncak, harga Bitcoin terus menurun dengan beberapa fluktuasi
kecil.
Penurunan Tajam: Penurunan tajam
pada pertengahan Juni menunjukkan adanya kemungkinan aksi jual
besar-besaran atau sentimen pasar yang negatif.
Dengan
interpretasi ini, dapat melihat bahwa harga Bitcoin cukup volatil dalam
periode waktu ini, mencapai puncak di awal Juni dan kemudian mengalami
penurunan yang signifikan.
# persentase perubahan dalam 1 jam
ggplot(data, aes(x = time, y = change_1h)) +
geom_line() +
labs(title = "Perubahan Harga Bitcoin dalam 1 Jam", x = "Waktu", y = "Perubahan 1h (%)") +
theme_minimal()
# persentase perubahan dalam 24 jam
ggplot(data, aes(x = time, y = change_24h)) +
geom_line() +
labs(title = "Perubahan Harga Bitcoin dalam 24 Jam", x = "Waktu", y = "Perubahan 24h (%)") +
theme_minimal()
# persentase perubahan dalam 7 hari
ggplot(data, aes(x = time, y = change_7d)) +
geom_line() +
labs(title = "Perubahan Harga Bitcoin dalam 7 Hari", x = "Waktu", y = "Perubahan 7d (%)") +
theme_minimal()
perubahan harga Bitcoin dalam periode 1 jam (%) dari
akhir Mei hingga pertengahan Juni. Berikut adalah interpretasi dari pola
yang terlihat pada grafik ini:
Pola dan
Tren
Fluktuasi Awal:
Pada akhir Mei, terdapat
beberapa fluktuasi awal dengan persentase perubahan sekitar 0,5%.
Peningkatan Signifikan di Awal Juni:
Pada awal Juni, terdapat
peningkatan signifikan dalam perubahan harga 1 jam yang mencapai
puncaknya lebih dari 1,0%. Ini menandakan adanya volatilitas tinggi
dalam periode ini.
Penurunan Fluktuasi Setelah Puncak:
Setelah
mencapai puncak pada awal Juni, fluktuasi dalam perubahan harga 1 jam
mulai menurun tetapi tetap menunjukkan beberapa lonjakan yang
signifikan.
Puncak Pertengahan Juni:
Di sekitar pertengahan
Juni, terdapat lonjakan lagi dalam perubahan harga 1 jam, mencapai lebih
dari 1,0%. Ini menunjukkan adanya volatilitas tinggi yang mungkin
disebabkan oleh faktor eksternal seperti berita atau perubahan pasar.
Volatilitas Akhir Juni:
Menjelang akhir periode yang
dianalisis, terdapat fluktuasi yang lebih stabil namun masih terdapat
beberapa puncak yang signifikan.
Analisis Lebih
Lanjut
Faktor Eksternal:
Perubahan mendadak dalam harga 1 jam ini mungkin disebabkan oleh
berbagai faktor eksternal seperti pengumuman berita, perubahan regulasi,
atau aktivitas perdagangan besar.
Korelasi dengan
Volume Perdagangan: Menganalisis volume perdagangan selama
periode ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang apakah
lonjakan harga tersebut terkait dengan peningkatan aktivitas
perdagangan.
Kesimpulan
Volatilitas Tinggi: Grafik menunjukkan bahwa
harga Bitcoin cukup volatil dalam periode yang dianalisis, dengan
beberapa lonjakan signifikan dalam perubahan harga 1 jam.
Puncak Volatilitas: Ada beberapa puncak
volatilitas yang signifikan pada awal Juni dan pertengahan Juni, yang
mungkin menandakan adanya peristiwa penting atau perubahan besar dalam
sentimen pasar.
Stabilitas Relatif:
Meskipun terdapat puncak-puncak ini, ada juga periode di mana perubahan
harga lebih stabil.
Dengan interpretasi tersebut, dapat dilihat
bahwa harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dalam
periode 1 jam, terutama pada waktu-waktu tertentu. Analisis lebih lanjut
dengan melihat volume perdagangan atau berita yang terkait dapat
membantu memahami penyebab fluktuasi ini.
Plot
menggambarkan perubahan harga Bitcoin dalam periode 24 jam
(%) dari akhir Mei hingga pertengahan Juni. Berikut adalah
interpretasi dari pola yang terlihat pada grafik:
Pola dan Tren
Fluktuasi Awal:
Pada
akhir Mei, perubahan harga dalam 24 jam berkisar antara 0% hingga 1%,
menunjukkan beberapa fluktuasi awal.
Peningkatan Signifikan di Awal
Juni:
Pada awal Juni, terdapat peningkatan yang signifikan dalam
perubahan harga 24 jam yang mencapai puncaknya sekitar 2,5% hingga 3%.
Ini menandakan adanya volatilitas tinggi dalam periode ini.
Penurunan dan Lonjakan Fluktuasi:
Setelah mencapai puncak di awal
Juni, fluktuasi dalam perubahan harga 24 jam menurun tetapi kemudian
kembali menunjukkan beberapa lonjakan yang signifikan. Pola ini
menunjukkan adanya periode volatilitas yang berulang.
Puncak
Pertengahan Juni:
Di sekitar pertengahan Juni, terdapat lonjakan
lagi dalam perubahan harga 24 jam, mencapai lebih dari 2%. Ini
menunjukkan adanya volatilitas tinggi yang mungkin disebabkan oleh
faktor eksternal seperti berita atau perubahan pasar.
Volatilitas
Akhir Juni:
Menjelang akhir periode yang dianalisis, terdapat
fluktuasi yang lebih stabil namun tetap menunjukkan beberapa puncak yang
signifikan.
Analisis Lebih Lanjut
Faktor Eksternal: Perubahan mendadak
dalam harga 24 jam ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor eksternal
seperti pengumuman berita, perubahan regulasi, atau aktivitas
perdagangan besar.
Korelasi dengan Volume
Perdagangan: Menganalisis volume perdagangan selama
periode ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang apakah
lonjakan harga tersebut terkait dengan peningkatan aktivitas
perdagangan.
Kesimpulan
Volatilitas Tinggi: Grafik menunjukkan bahwa
harga Bitcoin cukup volatil dalam periode yang dianalisis, dengan
beberapa lonjakan signifikan dalam perubahan harga 24 jam.
Puncak Volatilitas: Ada beberapa puncak
volatilitas yang signifikan pada awal Juni dan pertengahan Juni, yang
mungkin menandakan adanya peristiwa penting atau perubahan besar dalam
sentimen pasar.
Stabilitas Relatif:
Meskipun terdapat puncak-puncak ini, ada juga periode di mana perubahan
harga lebih stabil.
Dengan interpretasi ini, terlihat bahwa
harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dalam periode 24
jam, terutama pada waktu-waktu tertentu. Analisis lebih lanjut dengan
melihat volume perdagangan atau berita yang terkait dapat membantu
memahami penyebab fluktuasi ini.
Plot
perubahan harga Bitcoin dalam periode 7 hari (%) dari
akhir Mei hingga pertengahan Juni. Berikut adalah interpretasi dari pola
yang terlihat pada grafik:
Pola dan
Tren
Fluktuasi Awal:
Pada akhir Mei, perubahan
harga dalam 7 hari berkisar antara 3% hingga 4%, menunjukkan fluktuasi
yang cukup tinggi.
Penurunan Awal Juni:
Pada awal Juni,
terdapat penurunan dalam perubahan harga 7 hari yang mencapai sekitar 1%
sebelum kembali naik. Penurunan ini menunjukkan adanya periode
stabilitas atau penurunan harga.
Puncak Pertengahan Juni:
Pada
pertengahan Juni, perubahan harga 7 hari mencapai puncaknya sekitar 5%.
Ini menandakan adanya lonjakan signifikan dalam harga Bitcoin selama
periode ini.
Fluktuasi Setelah Puncak:
Setelah mencapai
puncak, terdapat fluktuasi yang cukup besar dengan perubahan harga
berkisar antara 3% hingga 5%. Pola ini menunjukkan adanya volatilitas
yang berulang.
Penurunan Menjelang Akhir Periode:
Menjelang
akhir periode yang dianalisis, terdapat penurunan lagi dalam perubahan
harga 7 hari, menunjukkan fluktuasi yang lebih stabil namun tetap
signifikan.
Analisis Lebih Lanjut
Faktor Eksternal: Perubahan mendadak
dalam harga 7 hari ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor eksternal
seperti pengumuman berita, perubahan regulasi, atau aktivitas
perdagangan besar.
Korelasi dengan Volume
Perdagangan: Menganalisis volume perdagangan selama
periode ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang apakah
lonjakan harga tersebut terkait dengan peningkatan aktivitas
perdagangan.
Kesimpulan
Volatilitas Tinggi: Grafik menunjukkan bahwa
harga Bitcoin cukup volatil dalam periode yang dianalisis, dengan
beberapa lonjakan signifikan dalam perubahan harga 7 hari.
Puncak Volatilitas: Ada puncak volatilitas
yang signifikan pada pertengahan Juni, yang mungkin menandakan adanya
peristiwa penting atau perubahan besar dalam sentimen pasar.
Stabilitas Relatif: Meskipun terdapat
puncak-puncak ini, ada juga periode di mana perubahan harga lebih
stabil.
Dengan interpretasi ini, maka dapat melihat bahwa
harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dalam periode 7
hari, terutama pada waktu-waktu tertentu. Analisis lebih lanjut dengan
melihat volume perdagangan atau berita yang terkait dapat membantu
memahami penyebab fluktuasi ini.
Dari ketiga plot tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa harga Bitcoin menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dalam periode yang dianalisis (akhir Mei hingga pertengahan Juni), baik dalam skala 1 jam, 24 jam, maupun 7 hari. Beberapa puncak volatilitas yang signifikan terjadi pada awal Juni dan pertengahan Juni, yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti berita penting atau perubahan besar dalam sentimen pasar. Meskipun demikian, terdapat juga periode di mana perubahan harga lebih stabil. Analisis lebih lanjut dengan melihat volume perdagangan atau berita terkait dapat membantu memahami penyebab fluktuasi ini dengan lebih baik.
# volume perdagangan dalam 24 jam
ggplot(data, aes(x = time, y = volume_24h)) +
geom_line() +
labs(title = "Volume Perdagangan Bitcoin dalam 24 Jam", x = "Waktu", y = "Volume Perdagangan (dalam milyar USD)") +
theme_minimal()
# Plot pasokan beredar seiring waktu
ggplot(data, aes(x = time, y = circulating_supply)) +
geom_line() +
labs(title = "Pasokan Beredar Bitcoin Seiring Waktu", x = "Waktu", y = "Pasokan Beredar (dalam unit BTC)") +
theme_minimal()
Plot menggambarkan perubahan pasokan beredar Bitcoin
(circulating supply) dari akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Berikut adalah interpretasi dari pola yang terlihat pada grafik ini:
Pola dan Tren
Peningkatan
Stabil:
Grafik menunjukkan peningkatan yang stabil dan konsisten
dalam pasokan beredar Bitcoin selama periode yang dianalisis.
Pasokan beredar meningkat dari sekitar 19,704,000 BTC pada akhir Mei
menjadi sekitar 19,713,000 BTC pada pertengahan Juni.
Pertumbuhan
Linear:
Pola peningkatan pasokan beredar tampak hampir linear,
menunjukkan bahwa Bitcoin terus diproduksi dan ditambahkan ke pasokan
yang beredar secara konsisten selama periode ini.
Sedikit
Fluktuasi:
Meskipun terdapat sedikit variasi dalam tingkat
kenaikan, tren keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan
tanpa penurunan yang signifikan.
Analisis Lebih
Lanjut
Faktor Produksi: Peningkatan pasokan beredar
kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas penambangan Bitcoin yang
terus berlangsung, di mana penambang berhasil memvalidasi blok-blok baru
dan mendapatkan Bitcoin sebagai imbalannya.
Keterkaitan
dengan Harga: Analisis lebih lanjut dapat dilakukan dengan
melihat apakah ada korelasi antara peningkatan pasokan beredar dengan
perubahan harga Bitcoin selama periode yang sama.
Dampak pada Pasar: Meningkatnya pasokan
beredar mungkin berdampak pada dinamika pasar, terutama jika peningkatan
pasokan tidak diimbangi oleh permintaan yang sepadan.
Kesimpulan
Pertumbuhan
Stabil: Grafik menunjukkan bahwa pasokan beredar Bitcoin
meningkat secara stabil dari akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Produksi Konsisten: Peningkatan linear
menunjukkan bahwa produksi Bitcoin melalui penambangan berlangsung
secara konsisten selama periode ini.
Sedikit
Fluktuasi: Tidak ada fluktuasi besar dalam pasokan
beredar, yang menunjukkan stabilitas dalam produksi dan distribusi
Bitcoin.
Dengan interpretasi tersebut, maka dapat dilihat bahwa
pasokan beredar Bitcoin terus meningkat dengan stabil selama periode
yang dianalisis. Analisis lebih lanjut dengan melihat faktor-faktor
eksternal dan dinamika pasar dapat memberikan wawasan tambahan tentang
bagaimana peningkatan pasokan ini mempengaruhi harga dan volume
perdagangan Bitcoin.
correlation_matrix <- data %>%
select(price, change_1h, change_24h, change_7d, market_cap, volume_24h, circulating_supply) %>%
cor()
print(correlation_matrix)
## price change_1h change_24h change_7d market_cap
## price 1.000000000 0.009037723 0.08969965 -0.2294686 0.992069261
## change_1h 0.009037723 1.000000000 0.36005912 -0.1359048 0.007043801
## change_24h 0.089699646 0.360059119 1.00000000 0.1074563 0.094178181
## change_7d -0.229468591 -0.135904848 0.10745631 1.0000000 -0.199186323
## market_cap 0.992069261 0.007043801 0.09417818 -0.1991863 1.000000000
## volume_24h -0.004809006 0.036747252 0.56074353 0.2116546 -0.006206113
## circulating_supply -0.689718331 -0.049635200 0.07368459 0.3968463 -0.641255825
## volume_24h circulating_supply
## price -0.004809006 -0.68971833
## change_1h 0.036747252 -0.04963520
## change_24h 0.560743532 0.07368459
## change_7d 0.211654600 0.39684628
## market_cap -0.006206113 -0.64125583
## volume_24h 1.000000000 0.09739449
## circulating_supply 0.097394493 1.00000000
library(reshape2)
##
## Attaching package: 'reshape2'
## The following object is masked from 'package:tidyr':
##
## smiths
library(ggplot2)
correlation_matrix <- data %>%
select(price, change_1h, change_24h, change_7d, market_cap, volume_24h, circulating_supply) %>%
cor()
melted_correlation <- melt(correlation_matrix)
ggplot(data = melted_correlation, aes(x = Var1, y = Var2, fill = value)) +
geom_tile() +
scale_fill_gradient2(low = "blue", high = "red", mid = "white",
midpoint = 0, limit = c(-1,1), space = "Lab",
name="Korelasi") +
theme_minimal() +
theme(axis.text.x = element_text(angle = 45, vjust = 1,
size = 12, hjust = 1)) +
coord_fixed() +
labs(title = "Heatmap Matriks Korelasi Antar Variabel",
x = "Variabel",
y = "Variabel")
Heatmap menggambarkan korelasi antar variabel dalam data Bitcoin Anda.
Berikut adalah beberapa poin kunci dari heatmap:
Warna dan Makna
Merah
Tua: Korelasi positif yang kuat (mendekati 1).
Biru Tua: Korelasi negatif yang kuat
(mendekati -1).
Putih: Tidak ada korelasi
(mendekati 0).
Interpretasi Korelasi Antar
Variabel
Price (Harga)
Positif dengan Market Cap: Korelasi kuat
(merah tua). Ini menunjukkan bahwa ketika harga Bitcoin naik,
kapitalisasi pasar juga naik. Ini logis karena kapitalisasi pasar adalah
produk dari harga dan pasokan beredar.
Negatif dengan
Circulating Supply: Korelasi negatif (biru muda). Meskipun
tidak terlalu kuat, ada kecenderungan bahwa ketika harga naik, pasokan
beredar sedikit menurun.
Change_1h (Perubahan 1
Jam)
Positif dengan Change_24h dan
Change_7d: Korelasi positif yang cukup kuat (merah). Ini
menunjukkan bahwa perubahan harga dalam satu jam berkorelasi dengan
perubahan harga dalam 24 jam dan 7 hari. Jika harga naik dalam satu jam,
kemungkinan akan berpengaruh pada perubahan dalam periode yang lebih
panjang.
Positif dengan Volume_24h:
Korelasi positif yang cukup signifikan. Ini menunjukkan bahwa ketika ada
perubahan harga yang besar dalam satu jam, volume perdagangan dalam 24
jam juga meningkat.
Change_24h (Perubahan 24
Jam)
Positif dengan Change_1h dan
Change_7d: Korelasi kuat dengan perubahan harga dalam satu
jam dan 7 hari. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam 24 jam seringkali
merupakan bagian dari tren yang lebih panjang.
Positif
dengan Market Cap: Korelasi positif yang cukup kuat.
Perubahan harga dalam 24 jam berkorelasi dengan perubahan kapitalisasi
pasar.
Change_7d (Perubahan 7 Hari)
Positif dengan Change_1h dan Change_24h:
Korelasi sangat kuat dengan perubahan harga dalam satu jam dan 24 jam.
Ini menunjukkan tren yang lebih panjang dalam perubahan harga.
Positif dengan Market Cap: Korelasi positif
yang kuat, menunjukkan bahwa perubahan harga dalam 7 hari berkorelasi
dengan kapitalisasi pasar.
Market Cap
(Kapitalisasi Pasar)
Positif dengan
Price, Change_24h, dan Change_7d: Korelasi sangat kuat,
yang logis karena kapitalisasi pasar adalah produk dari harga dan jumlah
pasokan yang beredar.
Volume_24h (Volume
Perdagangan 24 Jam)
Positif dengan
Change_1h dan Change_24h: Korelasi positif signifikan.
Volume perdagangan dalam 24 jam cenderung meningkat dengan adanya
perubahan harga yang signifikan dalam 1 jam dan 24 jam.
Negatif dengan Circulating Supply: Korelasi
negatif yang tidak terlalu kuat, menunjukkan bahwa volume perdagangan
yang tinggi tidak selalu berkorelasi dengan perubahan pasokan beredar.
Circulating Supply (Pasokan Beredar)
Negatif dengan
Price dan Volume_24h: Korelasi negatif yang tidak terlalu
kuat, menunjukkan bahwa perubahan dalam pasokan beredar tidak selalu
berkorelasi langsung dengan perubahan harga atau volume perdagangan.
Kesimpulan
Korelasi
Positif Kuat: Terlihat antara harga dengan kapitalisasi
pasar, dan perubahan harga dalam berbagai periode (1 jam, 24 jam, dan 7
hari) dengan kapitalisasi pasar.
Korelasi
Volume: Volume perdagangan 24 jam berkorelasi positif
dengan perubahan harga dalam periode yang lebih pendek (1 jam dan 24
jam).
Korelasi Negatif: Ada beberapa
korelasi negatif yang lemah antara pasokan beredar dengan harga dan
volume perdagangan, menunjukkan bahwa peningkatan pasokan beredar tidak
selalu berkorelasi dengan peningkatan harga atau volume perdagangan.
Dengan interpretasi tersebut, maka dapat memahami hubungan
antara variabel-variabel dalam data Bitcoin Anda dan bagaimana mereka
saling mempengaruhi.
summary(data)
## time name price
## Min. :2024-05-26 10:40:07.69 Length:28 Min. :64186
## 1st Qu.:2024-06-01 13:04:08.27 Class :character 1st Qu.:66345
## Median :2024-06-08 07:04:13.91 Mode :character Median :68173
## Mean :2024-06-08 07:36:13.18 Mean :67802
## 3rd Qu.:2024-06-15 01:03:16.52 3rd Qu.:69117
## Max. :2024-06-21 19:00:21.83 Max. :71170
## change_1h change_24h change_7d market_cap
## Min. :0.0300 Min. :0.0800 Min. :0.790 Min. :1.271e+12
## 1st Qu.:0.1275 1st Qu.:0.2250 1st Qu.:2.275 1st Qu.:1.313e+12
## Median :0.1850 Median :0.8300 Median :3.115 Median :1.346e+12
## Mean :0.3100 Mean :0.9121 Mean :3.219 Mean :1.340e+12
## 3rd Qu.:0.3150 3rd Qu.:1.3600 3rd Qu.:4.447 3rd Qu.:1.361e+12
## Max. :1.3100 Max. :2.8900 Max. :5.740 Max. :1.414e+12
## volume_24h circulating_supply
## Min. :11346360 Min. :19703909
## 1st Qu.:17788380 1st Qu.:19706546
## Median :26590861 Median :19709516
## Mean :25244907 Mean :19709467
## 3rd Qu.:32014363 3rd Qu.:19712299
## Max. :37068521 Max. :19715137
ggplot(data, aes(x = time, y = price)) +
geom_line() +
geom_smooth(method = "lm", se = FALSE, color = "red") +
labs(title = "Tren Harga Bitcoin Seiring Waktu", x = "Waktu", y = "Harga (dalam USD)") +
theme_minimal()
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'
Grafik di atas menunjukkan tren harga Bitcoin dari akhir Mei hingga
pertengahan Juni. Garis merah pada grafik adalah garis regresi linear
yang membantu mengidentifikasi tren umum dalam harga Bitcoin selama
periode ini.
Pola dan Tren
Penurunan Harga Secara Umum:
Garis regresi linear (garis merah)
menunjukkan bahwa ada tren penurunan harga Bitcoin secara keseluruhan
selama periode yang dianalisis.
Meskipun terdapat beberapa
fluktuasi dan puncak harga, tren umum tetap menurun.
Fluktuasi
Harga:
Terdapat beberapa puncak dan lembah dalam harga Bitcoin,
menunjukkan volatilitas yang signifikan. Harga Bitcoin mencapai
puncaknya di sekitar awal Juni sebelum kembali turun.
Periode
Penurunan yang Signifikan:
Setelah mencapai puncaknya di awal Juni,
harga Bitcoin mengalami penurunan yang cukup tajam. Penurunan ini
berlanjut hingga pertengahan Juni, meskipun terdapat beberapa fluktuasi
kecil.
Analisis Lebih Lanjut
Faktor Eksternal: Penurunan harga Bitcoin
selama periode ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal
seperti berita pasar, perubahan regulasi, atau aktivitas perdagangan
yang signifikan.
Volatilitas Pasar:
Grafik menunjukkan bahwa meskipun ada tren penurunan, harga Bitcoin
tetap sangat volatil dengan beberapa perubahan yang tajam dalam periode
waktu yang singkat.
Korelasi dengan Variabel
Lain: Untuk analisis yang lebih komprehensif, Anda dapat
melihat korelasi harga Bitcoin dengan variabel lain seperti volume
perdagangan, perubahan pasokan beredar, dan perubahan harga dalam
berbagai periode (1 jam, 24 jam, 7 hari).
Kesimpulan
Tren
Penurunan: Secara keseluruhan, harga Bitcoin menunjukkan
tren penurunan dari akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Volatilitas Tinggi: Meskipun ada tren
penurunan, harga Bitcoin tetap menunjukkan volatilitas yang signifikan
dengan beberapa fluktuasi tajam.
Puncak
Harga: Harga mencapai puncaknya di awal Juni sebelum
mengalami penurunan yang signifikan.
Grafik ini memberikan gambaran
yang jelas tentang tren umum harga Bitcoin selama periode yang
dianalisis dan dapat menjadi dasar untuk analisis lebih lanjut tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi harga.
ggplot(data, aes(x = time, y = price)) +
geom_line() +
geom_smooth(method = "loess", se = FALSE, color = "blue") +
labs(title = "Harga Bitcoin dengan LOESS Smoothing", x = "Waktu", y = "Harga (dalam USD)") +
theme_minimal()
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'
Grafik di atas menunjukkan harga Bitcoin dari akhir Mei hingga
pertengahan Juni dengan garis LOESS smoothing (garis biru) untuk
mengidentifikasi tren jangka pendek dalam data.trlihat bahwa garus
bekerja dengan mengikuti tren tidak seperti garis linear sebelumnya
<br< Pola dan Tren
Peningkatan Awal
Juni:
Garis LOESS smoothing menunjukkan bahwa harga Bitcoin
meningkat secara bertahap menuju awal Juni. Ini menunjukkan adanya tren
kenaikan harga sebelum mencapai puncak di sekitar awal Juni.
Puncak
Harga di Awal Juni:
Harga Bitcoin mencapai puncaknya di sekitar
awal Juni. Garis LOESS smoothing juga mencerminkan puncak ini dengan
sangat jelas.
Penurunan Setelah Puncak:
Setelah mencapai
puncaknya, garis LOESS smoothing menunjukkan tren penurunan yang cukup
tajam. Penurunan ini berlanjut hingga pertengahan Juni.
Penurunan
ini lebih tajam dan lebih konsisten dibandingkan dengan peningkatan
sebelumnya.
Fluktuasi Harga:
Meskipun ada tren yang jelas,
harga Bitcoin tetap menunjukkan fluktuasi yang signifikan selama periode
yang dianalisis. Fluktuasi ini terlihat dalam garis hitam yang
menggambarkan harga aktual.
Analisis Lebih
Lanjut
Faktor Eksternal:
Penurunan tajam setelah puncak di awal Juni mungkin dipengaruhi oleh
faktor eksternal seperti berita negatif, perubahan regulasi, atau aksi
jual oleh investor besar.
Volatilitas
Pasar: Garis LOESS smoothing membantu menghaluskan
fluktuasi harian dan menunjukkan tren jangka pendek yang lebih jelas.
Ini menunjukkan bahwa meskipun ada volatilitas, tren utama adalah
penurunan setelah puncak harga di awal Juni.
Perbandingan dengan Tren Linear: Dibandingkan
dengan garis tren linear sebelumnya, LOESS smoothing memberikan
pandangan yang lebih halus dan lebih akurat tentang perubahan tren
jangka pendek.
Kesimpulan
Tren Peningkatan di Awal Juni: Harga Bitcoin
menunjukkan tren peningkatan yang stabil menuju awal Juni, mencapai
puncak di sekitar tanggal 3 Juni.
Penurunan yang
Signifikan Setelah Puncak: Setelah mencapai puncaknya,
harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan dan berlanjut hingga
pertengahan Juni.
Volatilitas: Meskipun
ada tren yang jelas, harga Bitcoin tetap sangat volatil dengan beberapa
fluktuasi tajam.
Garis LOESS Smoothing:
LOESS smoothing membantu mengidentifikasi tren jangka pendek yang
mungkin tidak terlihat dengan jelas dalam data asli yang berfluktuasi.
Grafik ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang tren
jangka pendek dalam harga Bitcoin dan membantu mengidentifikasi
pola-pola penting yang mungkin tidak terlihat dengan analisis linear
sederhana.
# Mengidentifikasi outlier dalam perubahan harga 1 jam
ggplot(data, aes(x = time, y = change_1h)) +
geom_line() +
geom_point(data = data %>% filter(abs(change_1h) > 1.5), color = "red") + # Menandai outlier
labs(title = "Perubahan Harga Bitcoin dalam 1 Jam dengan Outlier Ditandai", x = "Waktu", y = "Perubahan 1h (%)") +
theme_minimal()
library(ggplot2)
threshold <- 1.0
ggplot(data, aes(x = time, y = change_1h)) +
geom_line() +
geom_point(data = data %>% filter(abs(change_1h) > threshold), color = "red", size = 3) +
labs(title = "Perubahan Harga Bitcoin dalam 1 Jam dengan Outlier Ditandai", x = "Waktu", y = "Perubahan 1h (%)") +
theme_minimal()
Interpretasi Perubahan Harga Bitcoin dalam 1 Jam dengan Outlier Ditandai
Grafik di atas menunjukkan perubahan harga Bitcoin dalam periode 1 jam
(%) dari akhir Mei hingga pertengahan Juni. Outlier ditandai dengan
titik merah pada grafik ini.
Identifikasi
Outlier
Outlier yang Teridentifikasi:
Terdapat
satu outlier yang ditandai dengan titik merah di sekitar tanggal 10
Juni. Perubahan harga pada titik ini adalah lebih dari 1% dalam periode
1 jam, yang signifikan dibandingkan dengan perubahan lainnya dalam data.
Pola dan Tren
Fluktuasi Awal:
Pada akhir Mei hingga awal Juni, terdapat beberapa fluktuasi dalam
perubahan harga 1 jam dengan beberapa puncak yang mendekati atau
melebihi 0.5%.
Peningkatan Signifikan di Awal Juni:
Di sekitar
awal Juni, terdapat beberapa puncak yang lebih tinggi, namun tidak
sampai pada ambang batas outlier yang telah ditetapkan.
Outlier
pada Pertengahan Juni:
Outlier yang signifikan terjadi di sekitar
tanggal 10 Juni, di mana perubahan harga dalam 1 jam mencapai lebih dari
1%. Ini menunjukkan adanya pergerakan pasar yang sangat besar dalam
waktu singkat.
Setelah outlier ini, terdapat fluktuasi lagi tetapi
tidak ada yang mencapai tingkat yang sama seperti outlier tersebut.
Volatilitas Akhir Juni:
Menjelang akhir Juni, terdapat beberapa
puncak lain dalam perubahan harga 1 jam yang juga menunjukkan
volatilitas tinggi, meskipun tidak setinggi outlier yang telah ditandai.
Analisis Lebih Lanjut
Faktor Eksternal: Outlier ini mungkin
disebabkan oleh faktor eksternal seperti berita penting, perubahan
regulasi, atau aksi jual/beli besar-besaran oleh investor. Analisis
lebih lanjut tentang berita atau peristiwa pada tanggal tersebut dapat
memberikan wawasan tambahan.
Korelasi dengan Volume
Perdagangan: Menganalisis volume perdagangan selama
periode ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang apakah
lonjakan harga tersebut terkait dengan peningkatan aktivitas
perdagangan.
Kesimpulan
Outlier Signifikan: Outlier yang ditandai pada
sekitar tanggal 10 Juni menunjukkan perubahan harga yang sangat
signifikan dalam periode 1 jam, mencapai lebih dari 1%.
Volatilitas Tinggi: Grafik menunjukkan bahwa
harga Bitcoin sangat volatil dengan beberapa puncak signifikan dalam
perubahan harga 1 jam.
Faktor Pemicu
Outlier: Outlier tersebut mungkin disebabkan oleh
peristiwa penting atau aktivitas pasar yang signifikan, dan analisis
lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab pastinya.
Dengan interpretasi ini, maka dapat dilihat bahwa ada pergerakan
pasar yang signifikan pada pertengahan Juni yang menyebabkan perubahan
harga yang ekstrem dalam periode 1 jam. Analisis lebih lanjut tentang
peristiwa atau aktivitas pasar pada tanggal tersebut dapat membantu
memahami penyebab dari outlier tersebut.
library(forecast)
## Warning: package 'forecast' was built under R version 4.3.3
## Registered S3 method overwritten by 'quantmod':
## method from
## as.zoo.data.frame zoo
library(ggplot2)
library(dplyr)
# Konversi data perubahan harga menjadi seri waktu
change_1h_ts <- ts(data$change_1h, frequency = 24)
change_24h_ts <- ts(data$change_24h, frequency = 1)
change_7d_ts <- ts(data$change_7d, frequency = 1/7)
# Pilih model ARIMA terbaik secara otomatis dan lakukan peramalan
fit_1h <- auto.arima(change_1h_ts)
forecast_1h <- forecast(fit_1h, h = 24)
fit_24h <- auto.arima(change_24h_ts)
forecast_24h <- forecast(fit_24h, h = 7)
fit_7d <- auto.arima(change_7d_ts)
forecast_7d <- forecast(fit_7d, h = 3) # Misalkan 3 minggu ke depan
# Menggabungkan hasil peramalan
forecast_1h_df <- as.data.frame(forecast_1h)
forecast_1h_df$interval <- "1h"
forecast_24h_df <- as.data.frame(forecast_24h)
forecast_24h_df$interval <- "24h"
forecast_7d_df <- as.data.frame(forecast_7d)
forecast_7d_df$interval <- "7d"
# Menambahkan kolom time yang sesuai dengan panjang data
forecast_1h_df$time <- seq(1, nrow(forecast_1h_df))
forecast_24h_df$time <- seq(1, nrow(forecast_24h_df))
forecast_7d_df$time <- seq(1, nrow(forecast_7d_df))
# Menggabungkan semua data frame peramalan
forecast_combined <- bind_rows(forecast_1h_df, forecast_24h_df, forecast_7d_df)
# Memeriksa nama kolom untuk memastikan nama yang benar
names(forecast_combined)
## [1] "Point Forecast" "Lo 80" "Hi 80" "Lo 95"
## [5] "Hi 95" "interval" "time"
# Plot hasil peramalan dengan nama kolom yang tepat
ggplot(forecast_combined, aes(x = time, y = `Point Forecast`)) +
geom_line() +
geom_ribbon(aes(ymin = `Lo 80`, ymax = `Hi 80`), alpha = 0.2) +
facet_wrap(~interval, scales = "free_y") +
labs(title = "Peramalan Perubahan Harga Bitcoin (%)", x = "Waktu", y = "Perubahan (%)") +
theme_minimal()
# Menggabungkan semua data frame peramalan
forecast_combined <- bind_rows(forecast_1h_df, forecast_24h_df, forecast_7d_df)
# Plot hasil peramalan dengan nama kolom yang benar
ggplot(forecast_combined, aes(x = time, y = `Point Forecast`)) +
geom_line() +
geom_ribbon(aes(ymin = `Lo 80`, ymax = `Hi 80`), alpha = 0.2) +
facet_wrap(~interval, scales = "free_y") +
labs(title = "Peramalan Perubahan Harga Bitcoin (%)", x = "Waktu", y = "Perubahan (%)") +
theme_minimal()
# Menggunakan ETS model untuk perbandingan
fit_1h_ets <- ets(change_1h_ts)
forecast_1h_ets <- forecast(fit_1h_ets, h = 24)
fit_24h_ets <- ets(change_24h_ts)
forecast_24h_ets <- forecast(fit_24h_ets, h = 7)
fit_7d_ets <- ets(change_7d_ts)
forecast_7d_ets <- forecast(fit_7d_ets, h = 3)
# Menggabungkan hasil peramalan dari ETS model
forecast_1h_ets_df <- as.data.frame(forecast_1h_ets)
forecast_1h_ets_df$interval <- "1h"
forecast_1h_ets_df$time <- seq(1, nrow(forecast_1h_ets_df))
forecast_24h_ets_df <- as.data.frame(forecast_24h_ets)
forecast_24h_ets_df$interval <- "24h"
forecast_24h_ets_df$time <- seq(1, nrow(forecast_24h_ets_df))
forecast_7d_ets_df <- as.data.frame(forecast_7d_ets)
forecast_7d_ets_df$interval <- "7d"
forecast_7d_ets_df$time <- seq(1, nrow(forecast_7d_ets_df))
forecast_combined_ets <- bind_rows(forecast_1h_ets_df, forecast_24h_ets_df, forecast_7d_ets_df)
# Memeriksa nama kolom untuk memastikan nama yang benar
names(forecast_combined_ets)
## [1] "Point Forecast" "Lo 80" "Hi 80" "Lo 95"
## [5] "Hi 95" "interval" "time"
# Plot hasil peramalan dengan model ETS
ggplot(forecast_combined_ets, aes(x = time, y = `Point Forecast`)) +
geom_line() +
geom_ribbon(aes(ymin = `Lo 80`, ymax = `Hi 80`), alpha = 0.2) +
facet_wrap(~interval, scales = "free_y") +
labs(title = "Peramalan Perubahan Harga Bitcoin (%) dengan ETS", x = "Waktu", y = "Perubahan (%)") +
theme_minimal()
Analisis Hasil Peramalan Perubahan 1 Jam (1h):
Prediksi rata-rata cenderung stabil di sekitar 0.4%. Interval kepercayaan (confidence intervals) cukup lebar, menunjukkan ketidakpastian yang signifikan dalam prediksi per jam. Perubahan 24 Jam (24h):
Prediksi rata-rata cenderung menurun, mencapai sekitar -1%. Interval kepercayaan lebih sempit dibandingkan dengan perubahan 1 jam, tetapi masih menunjukkan ketidakpastian yang cukup besar. Perubahan 7 Hari (7d):
Prediksi rata-rata cenderung stabil di sekitar 3%. Interval kepercayaan sangat lebar, menunjukkan ketidakpastian yang sangat tinggi dalam prediksi mingguan. Peninjauan Model dan Data Model ETS:
Model ETS dapat memberikan hasil yang berbeda tergantung pada pola data historis. Jika data historis sangat volatil atau terbatas, model mungkin kesulitan dalam memberikan prediksi yang akurat. Jumlah Data Historis:
Jika data historis yang digunakan terbatas, menambah lebih banyak data historis dapat membantu meningkatkan keakuratan model. Alternatif dan Perbaikan Penambahan Data Historis:
Tambahkan lebih banyak data historis jika memungkinkan untuk memberikan model lebih banyak informasi untuk belajar pola. Model Lain:
Coba model lain seperti Prophet dari Facebook yang dirancang untuk menangani data dengan komponen musiman dan tren yang kompleks. Evaluasi dan Validasi Model:
Lakukan evaluasi dan validasi model dengan menggunakan data training dan testing untuk memastikan keakuratan prediksi.
# Install dan muat paket yang diperlukan
library(prophet)
## Warning: package 'prophet' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: Rcpp
## Loading required package: rlang
##
## Attaching package: 'rlang'
## The following objects are masked from 'package:purrr':
##
## %@%, flatten, flatten_chr, flatten_dbl, flatten_int, flatten_lgl,
## flatten_raw, invoke, splice
library(dplyr)
# Mengatur data dalam format yang sesuai untuk Prophet
prophet_data <- data %>%
mutate(ds = time, y = change_1h) %>%
select(ds, y)
# Membuat dan melatih model Prophet
m <- prophet(prophet_data)
## Disabling yearly seasonality. Run prophet with yearly.seasonality=TRUE to override this.
## n.changepoints greater than number of observations. Using 21
# Membuat data frame untuk periode prediksi
future <- make_future_dataframe(m, periods = 24, freq = "hour")
# Melakukan prediksi
forecast <- predict(m, future)
# Plot hasil prediksi
plot(m, forecast) +
labs(title = "Peramalan Perubahan Harga Bitcoin dalam 1 Jam dengan Prophet", x = "Waktu", y = "Perubahan 1h (%)")
Grafik menunjukkan hasil peramalan perubahan harga Bitcoin dalam
interval 1 jam menggunakan model Prophet. Berikut adalah interpretasi
hasil peramalan:
Pola dan Tren
Stabilitas Harga:
Prediksi menunjukkan bahwa perubahan harga
Bitcoin dalam interval 1 jam cenderung stabil di sekitar 0% hingga ±1%
selama sebagian besar periode yang dianalisis.
Fluktuasi terlihat
lebih jelas di awal dan pertengahan periode, tetapi secara keseluruhan
tetap dalam kisaran yang sempit.
Interval Kepercayaan (Confidence
Intervals):
Area berwarna biru muda di sekitar garis prediksi
adalah interval kepercayaan (confidence intervals).
Interval
kepercayaan cenderung sempit, menunjukkan bahwa model Prophet memberikan
prediksi yang relatif yakin dan konsisten untuk sebagian besar periode.
Perubahan Ekstrem di Akhir Periode:
Terlihat ada perubahan
yang sangat ekstrem di akhir periode yang mungkin disebabkan oleh
beberapa faktor eksternal atau data anomali.
Fluktuasi yang sangat
besar di akhir periode perlu ditinjau lebih lanjut untuk memastikan
validitas data atau mengecek peristiwa signifikan yang mempengaruhinya.
Bagaimana Prophet Bekerja Prophet
adalah model peramalan waktu yang dirancang untuk menangani data dengan
komponen musiman dan tren yang kompleks. Berikut adalah cara Prophet
bekerja:
Model Additif:
Prophet
menggunakan model additif untuk menguraikan data menjadi komponen tren,
musiman, dan hari libur.
Prophet fleksibel dan dapat menangani data
yang hilang serta perubahan tren yang tiba-tiba. Model ini dirancang
untuk bekerja baik dengan data historis yang sedikit maupun banyak.
Pencocokan Kurva Non-linear:
Prophet
menggunakan pencocokan kurva non-linear untuk memodelkan tren jangka
panjang dengan fungsi piecewise linear atau logistic growth.
Komponen musiman dimodelkan dengan Fourier series.
Interval Kepercayaan:
Prophet memberikan
interval kepercayaan untuk setiap prediksi, yang membantu mengukur
ketidakpastian dalam prediksi.
Kesimpulan
Prediksi
Stabil: Model Prophet memprediksi perubahan harga Bitcoin
dalam interval 1 jam cenderung stabil dengan perubahan minor dalam
kisaran yang sempit.
Kepastian Model:
Interval kepercayaan yang sempit menunjukkan kepastian model dalam
sebagian besar periode.
Perubahan
Ekstrem: Perubahan ekstrem di akhir periode perlu
dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan validitas dan memahami
penyebabnya.
Rekomendasi
Tinjau Data Akhir Periode: Evaluasi data di
akhir periode untuk memastikan tidak ada kesalahan atau memahami
peristiwa signifikan yang mempengaruhi harga.
Periksa
Faktor Eksternal: Memantau berita dan peristiwa pasar yang
mungkin mempengaruhi harga Bitcoin dapat memberikan konteks tambahan
untuk peramalan.
Lakukan Peramalan Jangka
Panjang: Jika memungkinkan, lakukan peramalan untuk
interval waktu yang lebih panjang (misalnya 24 jam atau 7 hari) untuk
mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang tren harga.