Library:
> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah kebutuhan pokok manusia yang memiliki tujuan lebih tinggi dari sekedar hidup. Pendidikan memiliki peran penting dalam kemajuan suatu bangsa, dan tujuan pendidikan dasar adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta menumbuhkan sikap dasar yang diperlukan masyarakat. Pendidikan tidak hanya berhenti di sekolah dasar, tetapi juga mencakup sekolah menengah dan tinggi. Pendidikan harus terus diperbaiki secara kuantitas dan kualitas untuk meningkatkan kemampuan individu dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan zaman. Komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Salah satu pendidikan yang membutuhkan pembelajaran secara menyenangkan adalah pelajaran Kimia di Sekolah Menengah Atas. Pembelajaran kimia dengan materi larutan elektrolit dan non elektrolit membutuhkan strategi yang efektif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual adalah salah satu strategi yang dapat digunakan. Media audio visual dapat membantu siswa memahami bahan, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar. Gaya kognitif siswa juga mempengaruhi bagaimana mereka memproses dan memahami informasi. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA, termasuk materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Misalnya, penelitian Taufiq (2019) menemukan bahwa penggunaan media audio visual meningkatkan hasil belajar IPA Konsep Gaya pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Al Abrar Makassar.
2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah cabang dari statistik yang berkaitan dengan pengumpulan, penyajian, dan analisis data untuk memberikan gambaran yang jelas tentang suatu kumpulan data. Tujuan utamanya adalah untuk menyajikan data dalam bentuk yang mudah dipahami tanpa membuat kesimpulan lebih lanjut atau generalisasi mengenai populasi yang lebih besar. Beberapa konsep utama dalam statistika deskriptif meliputi:
- Ukuran Pemusatan: Mengukur titik pusat dari distribusi data (Rata-rata, Median, dan Modus).
- Ukuran Penyebaran: Mengukur seberapa jauh data tersebar dari titik pusat (Rentang, Simpangan Baku, dan Varians).
- Ukuran Bentuk Distribusi seperti Kemiringan (Skewness) dan Kurtosis.
- Visualisasi Data seperti Histogram, Boxplot, Diagram Lingkaran, dan Grafik Batang.
2.2 ANOVA Satu Arah
Merupakan metode untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen dengan satu atau lebih variabel. Model linier analisis ragam satu arah atau one-way ANOVA, yaitu :
\[ Y_{ij}= \mu_i+\epsilon_{ij}, \\ i = 1, ..., k \\k = 1, ..., n_i \]
Dimana \(n_i\) adlaah banyaknya pengamatan atau ulangan di setiap kelompok i = 1, …, k. Jika banyaknya amatan atau ulangan di setiap kelompok sama maka :
\[ n_1=n_2=...=n_i=n \] Hipotesis yang digunakan ketika terdapat k kelompok, yaitu :
\[ H_0 : \mu_1=...=\mu_k\\ H_1 : Sekurang-kurangnya\;dua\;\mu_i\;berbeda \] Keputusan yang digunakan ialah
- Menggunakan \(F~hitung~\)
-Jika Fhitung > Ftabel, maka Tolak \(H_0\),
-Jika Fhitung <= Ftabel, maka Terima \(H_0\)
- Menggunakan p-value
-Jika p-value <= \(\alpha\), maka Tolak \(H_0\)
-Jika p-value > \(\alpha\), maka Terima \(H_0\)
2.3 Asumsi
2.3.1 Uji Normalitas
Data yang akan dianalisis harus berasal dari populasi yang sebarannya normal. Uji yang biasanya digunakan adalah Kolmogoro Smirnof, Anderson Darling, Shapiro Wilk, dan lainnya. \[ H_0 : Galat\;menyebar\;normal \\ H_1 : Galat\;tidak\;menyebar\;normal \]
2.3.2 Uji Homogenitas
Uji ini digunakan untuk menguji apakah ragam galat homogen. Salah satu ujinya adalah Uji Barret. \[ H_0 : \sigma^{2}_1=...=\sigma^{2}_k\\ H_1 : Sekurang-kurangnya\;dua\;\sigma^{2}_i\;berbeda \]
3 SOURCE CODE
3.1 ANOVA Satu Arah
> Data <- data.frame(Siswa = seq(1, 26, 1),
+ GayaKognitif = c("FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD"),
+ Nilai = c(60, 65, 60, 75, 80, 60, 60, 65, 80, 65, 75, 80, 70, 70, 60, 65, 70, 50, 70, 70, 60, 65, 55, 60, 60, 60))
>
> N <- nrow(Data)
> p <- length(unique(Data$GayaKognitif))
> DBt <- N - 1
> DBp <- p - 1
> DBg <- N - p
>
> mean.perlakuan <- aggregate(Nilai ~ GayaKognitif, Data, mean)[,2]
> n <- aggregate(Nilai ~ GayaKognitif, Data, length)[,2]
> grand.mean <- mean(Data$Nilai)
>
> JKt <- sum((Data$Nilai - grand.mean)^2)
> JKp <- sum(n * (mean.perlakuan - grand.mean)^2)
> JKg <- JKt - JKp
>
> KTp <- JKp / DBp
> KTg <- JKg / DBg
> F.hitung <- KTp / KTg
> pValue <- pf(F.hitung, DBp, DBg, lower.tail = FALSE)
>
> data.frame(SK = c("Perlakuan", "Galat", "Total"),
+ DB = c(DBp, DBg, DBt),
+ JK = c(JKp, JKg, JKt),
+ KT = c(KTp, KTg, NA),
+ Fhit = c(F.hitung, NA, NA),
+ p.value = c(pValue, NA, NA))
SK DB JK KT Fhit p.value
1 Perlakuan 1 302.7701 302.77015 5.898861 0.02301079
2 Galat 24 1231.8452 51.32688 NA NA
3 Total 25 1534.6154 NA NA NA3.2 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
> # Memuat data
> GayaKognitif <- c("FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD")
> Nilai <- c(60, 65, 60, 75, 80, 60, 60, 65, 80, 65, 75, 80, 70, 70, 60, 65, 70, 50, 70, 70, 60, 65, 55, 60, 60, 60)
> # Uji Kolmogorov-Smirnov
> ks.test(Nilai ~ GayaKognitif)
Exact two-sample Kolmogorov-Smirnov test
data: Nilai by GayaKognitif
D = 0.35714, p-value = 0.1514
alternative hypothesis: two-sided3.3 Uji Homogenitas
> # Memuat data
> GayaKognitif <- c("FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FI","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD","FD")
> Nilai <- c(60, 65, 60, 75, 80, 60, 60, 65, 80, 65, 75, 80, 70, 70, 60, 65, 70, 50, 70, 70, 60, 65, 55, 60, 60, 60)
> # Uji Bartlett
> bartlett.test(Nilai ~ GayaKognitif)
Bartlett test of homogeneity of variances
data: Nilai by GayaKognitif
Bartlett's K-squared = 0.64793, df = 1, p-value = 0.42094 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 ANOVA Satu Arah
Hipotesis dari data diatas adalah sebagai berikut : \[ H_0 : Tidak\;ada\;pengaruh\;antara\;nilai\;terhadap\;gaya\;kognitif \\ H_1 : Terdapat\;pengaruh\;antara\;nilai\;terhadap\;gaya\;kognitif \\ \] Berdasarkan data diatas, \(\alpha\) yang digunakan sebesar 0.05, diperoleh kesimpulan bahwa Tolak \(H_0\) karena nilai \(*p-value*\) \(>\) \(\alpha\) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara nilai terhadap gaya kogntif.
4.2 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
Berdasarkan data diatas, nilai signifikan \(>\) 0.05, diperoleh kesimpulan bahwa Terima \(H_0\), sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
4.3 Uji Homogenitas
Berdasarkan data diatas, nilai signifikan \(>\) 0.05, diperoleh kesimpulan bahwa Terima \(H_0\), sehingga dapat disimpulkan bahwa Kedua data bersifat homogen.
5 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil uji ANOVA dan uji asumsi dari data diatas, dengan \(\alpha\) yang digunakan sebesar 0.05 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara nilai terhadap gaya kognitif serta data berdistribusi normal dan bersifat homogen.
6 DAFTAR PUSTAKA
Walpole, Ronald. E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Mulyadi, M. T. (2019). Pengaruh Media Audio Visual terhadap Hasil Belajar Ipa. digilibadmin.unismuh.ac.id, 112.
Hidayat, A. (n.d.). Penjelasan Lengkap ANOVA Sebagai Analisis Statistik. Retrieved from Statistikian: https://www.statistikian.com/2017/06/anova-sebagai-analisis-statistik.html