Library:
> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang berkembang dan berkelanjutan. Provinsi Bali, yang terkenal dengan keindahan alamnya, juga memiliki komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan untuk semua warga. Dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas dan kesetaraan akses pendidikan, penting untuk memahami perbedaan dalam jumlah murid sekolah dasar/sederajat di antara kabupaten-kabupaten di Provinsi Bali.
Analisis variansi satu arah (ANOVA one-way) digunakan untuk mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata jumlah murid di antara kabupaten/kota Provinsi Bali 2021-2023. Melalui analisis ini, kita dapat mengidentifikasi kabupaten-kabupaten yang memiliki jumlah murid yang signifikan secara statistik berbeda dari yang lain, serta faktor-faktor yang mungkin memengaruhi variabilitas jumlah murid di setiap wilayah.
2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Statistika Deskriptif
Statistika Deskriptif adalah bagian dari statistik yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami (Hasan. 2001). Statistika Deskriptif berfungsi untuk menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Statistika deskriptif ditunjukkan melalui ukuran penyebaran data, ukuran pemusatan data, grafik, diagram, histogram, dan lain-lain untuk menyajikan informasi yang mudah dipahami.
2.2 Analisis of Varians (ANOVA) One- Way
Analisis Variansi atau ANOVA adalah metode statistik yang dikembangkan oleh R.A. Fisher pada tahun 1925. ANOVA satu arah merupakan analisis yang digunakan pada data yang terdiri dari masing-masing satu variabel bebas dan terikat. Uji ini digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari beberapa kelompok dengan perlakuan yang berbeda.
Hipotesis:
Hipotesis nol (\(H_0\)) dan hipotesis alternatif (\(H_a\)) dinyatakan sebagai:
\[ H_0: \mu_1 = \mu_2 = \mu_3 = \cdots = \mu_k \] \[ H_1: \text{Setidaknya ada dua rata-rata yang berbeda} \] Di mana:
- \(\mu_k\) adalah rata-rata populasi dari kelompok ke-k.
Keputusan:
Keputusan dalam ANOVA didasarkan pada perbandingan nilai statistik \(F\) yang dihitung dengan nilai kritis \(F\) dari tabel distribusi \(F\) pada tingkat signifikansi (\(\alpha\)) tertentu.
- Jika \(F_{hitung} > F_{tabel}\), maka tolak \(H_0\).
- Jika \(F_{hitung} \leq F_{tabel}\), maka gagal untuk menolak \(H_0\).
Dalam bentuk lain, keputusan ini juga dapat diambil berdasarkan nilai \(p\) :
- Jika \(p\)-value \(\leq \alpha\), maka tolak \(H_0\).
- Jika \(p\)-value \(> \alpha\), maka gagal untuk menolak \(H_0\).
Keterangan:
\(F_{hitung}\) adalah nilai \(F\) yang diperoleh dari perhitungan ANOVA.
\(F_{tabel}\) adalah nilai kritis \(F\) dari tabel distribusi \(F\) berdasarkan derajat kebebasan \(DB_{kelompok}\) dan \(DB_{galat}\).
\(p\)-value adalah probabilitas mendapatkan nilai \(F\) yang sama atau lebih ekstrem jika \(H_0\) benar.
\(\alpha\) adalah tingkat signifikansi yang ditetapkan (misalnya 0.05).
Dengan rumus sebagai berikut:
\[ F_{hitung} = \frac{KT_{kelompok}}{KT_{galat}} \]
Di mana:
\[ JK_{kelompok} = \sum_{i=1}^{k} n_i (\bar{X}_i - \bar{X})^2 \] \[ JK_{total} = \sum_{i=1}^{k} \sum_{j=1}^{n_i} (X_{ij} - \bar{X}_i)^2 \]
\[ JK_{galat} = {JK_{total}}-{JK_{kelompok}} \]
\[ DB_{kelompok} = k - 1 \]
\[ DB_{total} = N - 1 \]
\[ DB_{galat} = ( N - 1 ) - (k - 1) \]
\[ KT_{kelompok} = \frac{JK_{kelompok}}{DB_{kelompok}} \]
\[ KT_{galat} = \frac{JK_{galat}}{DB_{galat}} \]
Keterangan:
\(k\) adalah jumlah kelompok
\(n_i\) adalah ukuran sampel dari kelompok ke-i
\(\bar{X}_i\) adalah rata-rata kelompok ke-i
\(\bar{X}\) adalah rata-rata total
\(N\) adalah total jumlah sampel.
\(JK_{kelompok}\) adalah Jumlah Kuadrat Antar Kelompok
\(JK_{galat}\) adalah Jumlah Kuadrat galat/sisa
\(JK_{total}\) adalah Jumlah Kuadrat seluruh data amatan
\(DB_{kelompok}\) adalah Derajat Kebebasan Antar Kelompok
\(DB_{galat}\) adalah Derajat Kebebasan galat/sisa
\(DB_{total}\) adalah Derajat Kebebasan seluruh data amatan
\(KT_{kelompok}\) adalah Rata-rata Kuadrat Antar Kelompok
\(KT_{galat}\) adalah Rata-rata Kuadrat galat/sisa
2.3 Asumsi ANOVA
2.3.1 Asumsi Normalitas Galat
Uji Normalitas merupakan uji yang yang digunakan untuk mengetahui apakah data menyebar dengan berdistribusi normal atau tidak dengan cara uji normalitas pada galat. Untuk melakukan uji normalitas ini dapat menggunakan uji Jarque Berra, Saphiro Wilk, Kolmogorov Smirnov ataupun menggunakan Q-Q Plot. Jika data menyebar secara normal, maka pola grafik akan cenderung membentuk seperti lonceng.
Hipotesis:
H0 : pengamatan berdistribusi normal
H1 : pengamatan tidak berdistribusi normal
Kriteria :
Apabila P-Value > α, maka keputusan H0 diterima. Disimpulkan bahwa data yang digunakan sudah berdistribusi normal
Apabila P-Value < α, maka keputusan H0 ditolak. Disimpulkan bahwa data yang digunakan tidak berdistribusi normal
2.3.2 Asumsi Homogenitas Ragam
uji Homogenitas Ragam digunakan untuk mengetahui ragam dari kedua sampel sama atau tidak. Untuk menguji normalitas data, dapat menggunakan Uji Uji Levene, Uji Bartlett, dan Uji Breusch-Pagan
\[ H_0: \sigma_1^2 = \sigma_2^2 = \cdots = \sigma_k^2 \] \[ H_1: \text{Setidaknya ada dua varians yang berbeda} \]
Kriteria :
Apabila P-Value > α, maka keputusan H0 diterima. Disimpulkan bahwa data mempunyai ragam galat yang homogen
Apabila P-Value < α, maka keputusan H0 ditolak. Disimpulkan bahwa data mempunyai ragam galat yang tidak homogen
2.3.3 Asumsi Independensi
Hipotesis:
H0 : data antar perlakuan bersifat independen
H1 : data antar perlakuan tidak bersifat independen
Kriteria :
Apabila P-Value > α, maka keputusan H0 diterima. Disimpulkan bahwa data antar perlakuan bersifat independen
Apabila P-Value < α, maka keputusan H0 ditolak. Disimpulkan bahwa data antar perlakuan tidak bersifat independen
3 SOURCE CODE
3.2 Input Data
> Data1 <- data.frame(
+ Jembrana = c(27539, 27744, 27398),
+ Tabanan = c(34178, 34352, 34978),
+ Badung = c(58126, 58041, 59528),
+ Gianyar = c(44637, 44308, 44288),
+ Klungkung = c(17464, 17367, 17325),
+ Bangli = c(22688, 22352, 21951),
+ Karangasem = c(46466, 45829, 44799),
+ Buleleng = c(74065, 72841, 72135),
+ Denpasar = c (83334, 81777, 83585))
>
> Data1
Jembrana Tabanan Badung Gianyar Klungkung Bangli Karangasem Buleleng Denpasar
1 27539 34178 58126 44637 17464 22688 46466 74065 83334
2 27744 34352 58041 44308 17367 22352 45829 72841 81777
3 27398 34978 59528 44288 17325 21951 44799 72135 83585> Data1 <- Data1 %>%
+ pivot_longer(c(Jembrana,Tabanan,Badung, Gianyar,Klungkung, Karangasem, Buleleng, Denpasar))
> names(Data1) <- c("Tahun", "Kabupaten", "Jumlah_Murid")
> Data1$Kabupaten <- as.factor(Data1$Kabupaten)
> Data1
# A tibble: 24 × 3
Tahun Kabupaten Jumlah_Murid
<dbl> <fct> <dbl>
1 22688 Jembrana 27539
2 22688 Tabanan 34178
3 22688 Badung 58126
4 22688 Gianyar 44637
5 22688 Klungkung 17464
6 22688 Karangasem 46466
7 22688 Buleleng 74065
8 22688 Denpasar 83334
9 22352 Jembrana 27744
10 22352 Tabanan 34352
# ℹ 14 more rows3.3 Statistika Deskriptif
3.4 Menampilkan Hasil ANOVA
3.5 Mendapatkan Residu dari ANOVA
> residu
1 2 3 4 5 6
-21.33333 -324.66667 -439.00000 226.00000 78.66667 768.00000
7 8 9 10 11 12
1051.33333 435.33333 183.66667 -150.66667 -524.00000 -103.00000
13 14 15 16 17 18
-18.33333 131.00000 -172.66667 -1121.66667 -162.33333 475.33333
19 20 21 22 23 24
963.00000 -123.00000 -60.33333 -899.00000 -878.66667 686.33333 3.6 Uji Asumsi ANOVA
3.6.1 Asumsi Normalitas Galat
3.6.2 Asumsi Homogenitas Ragam
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Statistika Deskriptif
> summary(Data1)
Tahun Kabupaten Jumlah_Murid
Min. :21951 Badung :3 Min. :17325
1st Qu.:21951 Buleleng :3 1st Qu.:32570
Median :22352 Denpasar :3 Median :44718
Mean :22330 Gianyar :3 Mean :48004
3rd Qu.:22688 Jembrana :3 3rd Qu.:62680
Max. :22688 Karangasem:3 Max. :83585
(Other) :6 Dilihat dari histogram dan ringkasan 5 angka yang ada,
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Jembrana adalah pada tahun 2022 sebesar 27539, dengan rata-rata sebesar 27560 murid.
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Tabanan adalah pada tahun 2023 sebesar 34978, dengan rata-rata sebesar 34502 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Badung adalah pada tahun 2021 sebesar 58126, dengan rata-rata sebesar 58565 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Gianyar adalah pada tahun 2021 sebesar 44637, dengan rata-rata sebesar 44411 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Klungkung adalah pada tahun 2021 sebesar 17464, dengan rata-rata sebesar 17385 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Bangli adalah pada tahun 2021 sebesar 22688, dengan rata-rata sebesar 22330 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten Karangasem adalah pada tahun 2021 sebesar 46466, dengan rata-rata sebesar 45698 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kabupaten BUleleng adalah pada tahun 2021 sebesar 74065, dengan rata-rata sebesar 73013 murid
- Dinyatakan bahwa Jumlah murid sekolah dasar/sederajat palig tinggi di Kota Denpasar adalah pada tahun 2021 sebesar 83585, dengan rata-rata sebesar 82898 murid
4.2 Hasil ANOVA
> summary(Hasil_Anova)
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Kabupaten 7 1.053e+10 1.505e+09 3373 <2e-16 ***
Residuals 16 7.137e+06 4.461e+05
---
Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1Pada studi kasus ini, ingin dilakukan pengujian apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata jumlah murid sekolah dasar/sederajat antara kabupaten/kota di Provinsi Bali 2021-2023. Dari Hasil ANOVA didapatkan F-hitung sebesar 3373 dan P-value sebesar <2e-16.
- Karena P-value (<2e-16) < alpha (0.05) dengan menggunakan taraf nyata 5%, maka didapatkan keputusan tolak H0.
Yang artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam rata-rata jumlah murid di kabupaten/kota Provinsi Bali.
4.3 Asumsi Normalitas Galat
> jarque.bera.test(Data1$Jumlah_Murid)
Jarque Bera Test
data: Data1$Jumlah_Murid
X-squared = 1.4252, df = 2, p-value = 0.4904Berdasarkan hasil uji Jarque Bera, diperoleh P-value sebesar 0.4904 Karena P-value > alpha(0.05), maka didapatkan keputusan terima H0 yang artinya pengamatan menyebar normal.
4.4 Asumsi Homogenitas Ragam
> homogenitas
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
Df F value Pr(>F)
group 7 0.6837 0.6843
16 Ragam Berdasarkan hasil uji Levene, diperoleh P-value sebesar 0.6843 Karena P-value > alpha(0.05), maka didapatkan keputusan terima H0 yang artinya data mempunyai ragam galat yang homogen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi homogenitas varians dalam ANOVA terpenuhi.
5 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil uji ANOVA, hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata jumlah murid sekolah dasar/sederajat antara kabupaten/kota di Provinsi Bali 2021-2023, sehingga tidak pelu dilakukan uji lanjut. Selain itu, semua asumsi yang diperlukan dalam penggunaan metode ANOVA sudah terpenuhi.
6 DAFTAR PUSTAKA
- Husnul, N. R. I., Prasetya, E. R., Sadewa, P., Ajimat, & Purnomo, L. I. (2020). Statistik Deskriptif. Banten: Unpam Press.
- Muchson. (2017). Statistik Deskriptif. Cibubur: Guepedia.
- Model Statistik Inferens(2018). MODUL STATISTIK INFERENS (MIK 411) Materi 4 ANOVA (Analysis of Variance). Diakses pada 1 Juni 2024, dari https://lms-paralel.esaunggul.ac.id/pluginfile.php?file=/67032/mod_resource/content/1/Modul4+MIK+411+-+ANOVA.pdf
- Badan Pusat Statistik Bali. (2024, June 3). Jumlah Murid Sekolah Dasar Sederajat Provinsi Bali Menurut Kabupaten Kota.