Library:

> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Statistika yang merupakan ilmu analisis data dibagi menjadi dua cabang utama, yaitu statistika deskriptif dan inferensial. Statistika deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakteristik data melalui tabel, grafik, dan ukuran-ukuran ringkasan seperti mean, median, dan standar deviasi. Di sisi lain, statistika inferensial berfokus pada pembuatan generalisasi tentang populasi berdasarkan sampel data, menggunakan teknik seperti pengujian hipotesis, regresi, dan interval kepercayaan.

Deret waktu (time series) adalah serangkaian data yang dicatat pada interval waktu tertentu dan berurutan. Data deret waktu berbeda dari data biasa karena mempertimbangkan urutan temporal dan seringkali menunjukkan pola seperti tren, musiman, dan siklus. Analisis deret waktu sangat penting dalam berbagai aplikasi seperti ekonomi, keuangan, produksi, kesehatan, dan cuaca.

Analisis deret waktu adalah salah satu aplikasi praktis dari statistika yang memanfaatkan teknik-teknik statistika untuk memahami dan memprediksi perilaku data dari waktu ke waktu. Analisis deret waktu merupakan metode yang digunakan untuk mengamati, menganalisis, dan memprediksi data yang dikumpulkan secara berurutan dari waktu ke waktu. Dalam konteks analisis statistik, deret waktu digunakan untuk mengidentifikasi pola, tren, siklus, dan variabilitas dalam data yang berubah dari waktu ke waktu.

Beberapa aspek penting yang menghubungkan statistika dan deret waktu:

1. Pengumpulan dan Penyusunan Data
Pengumpulan data deret waktu memerlukan metode yang tepat untuk memastikan keakuratan dan relevansi data. Statistika menyediakan alat dan teknik untuk mengumpulkan dan menyusun data dengan cara yang sistematis.

2. Deskripsi dan Visualisasi
Statistika deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan memvisualisasikan data deret waktu. Grafik seperti plot garis, plot musiman, dan diagram kotak membantu dalam memahami pola dan karakteristik data deret waktu.

3. Modeling dan Analisis
Statistika inferensial menyediakan metode untuk membangun model yang menggambarkan struktur data deret waktu. Model seperti ARIMA, SARIMA, dan Exponential Smoothing digunakan untuk menangkap tren, musiman, dan siklus dalam data.

4. Peramalan
Salah satu tujuan utama analisis deret waktu adalah peramalan. Teknik peramalan yang dikembangkan dalam statistika, seperti model ARIMA dan teknik peramalan eksponensial, digunakan untuk memprediksi nilai masa depan berdasarkan data historis.

5. Validasi dan Evaluasi
Statistika juga menyediakan metode untuk mengevaluasi dan memvalidasi model deret waktu, seperti pengujian keakuratan prediksi dan analisis residu.

Pentingnya analisis deret waktu ini dilakukan dalam sebuah data yaitu :
1. Untuk mengidentifikasi tren dan pola dalam data historis;
2. Penting juga untuk dapat membuat prediksi berdasarkan data masa lalu;
3. Penting untuk membantu perusahaan atau organisasi dalam merencanakan strategi bisnis berdasarkan prediksi yang dibuat atas data-data yang ada sebelumnya;
4. Penting untuk dapat mengidentifikasi outliers atau kejadian tak terduga yang bisa mempengaruhi keputusan suatu rancangan bisnis.

Seperti contoh kasus data deret waktu yaitu jumlah penjualan alkohol di setiap bulannya mulai dari tahun 1992 sampai tahun 2019.Penjualan alkohol cenderung menunjukkan pola musiman yang kuat. Misalnya, penjualan bisa meningkat selama liburan atau musim tertentu seperti akhir tahun dan musim panas. Analisis deret waktu dapat membantu mengidentifikasi dan mengukur pola musiman ini.

Analisis deret waktu dapat mengungkapkan tren jangka panjang dalam penjualan alkohol. Misalnya, apakah ada peningkatan atau penurunan yang konsisten dalam penjualan selama beberapa tahun terakhir. Tren ini bisa disebabkan oleh perubahan dalam kebijakan, ekonomi, atau preferensi konsumen.Selain pola musiman, penjualan alkohol juga bisa dipengaruhi oleh siklus ekonomi yang lebih panjang, seperti siklus bisnis (resesi dan ekspansi ekonomi). Analisis deret waktu dapat membantu mengidentifikasi dan memodelkan variasi siklis ini.

Analisis deret waktu sering kali melibatkan dekomposisi data menjadi beberapa komponen utama: tren, musiman, dan residual (irregular). Dengan menganalisis setiap komponen ini, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan. Dengan menggunakan model deret waktu seperti ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average), SARIMA (Seasonal ARIMA), atau model machine learning lainnya, kita bisa membuat prediksi penjualan alkohol di masa depan. Peramalan ini sangat penting untuk manajemen inventaris, perencanaan produksi, dan strategi pemasaran.

1.2 Tinjauan Pustaka

Analisis deret waktu adalah cabang dari statistika yang khusus mempelajari data yang diobservasi secara berurutan dalam waktu. Metode ini sangat penting untuk memahami dinamika dan memprediksi fenomena dalam berbagai bidang seperti ekonomi, keuangan, kesehatan, dan meteorologi.

1.2.1 Konsep dan Komponen Deret Waktu

Analisis deret waktu melibatkan studi data yang diambil pada interval waktu yang tetap, bertujuan untuk mengidentifikasi pola, tren, musiman, dan komponen acak dalam data tersebut. Menurut Brockwell dan Davis (2002), deret waktu harus dianalisis dengan mempertimbangkan sifat autokorelasi antar pengamatan, yang merupakan perbedaan utama dengan data cross-sectional.

Data deret waktu biasanya terdiri dari beberapa komponen utama:

  • Tren (Trend): Tren mengacu pada arah jangka panjang dari data deret waktu, yang bisa bersifat naik, turun, atau stabil. Menurut Hyndman dan Athanasopoulos (2018), tren dapat diidentifikasi melalui metode smoothing dan dapat dihilangkan untuk analisis lebih lanjut.
  • Musiman (Seasonality): Komponen musiman menggambarkan pola yang berulang pada interval waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan. Box et al. (2015) menekankan pentingnya identifikasi komponen musiman dalam meningkatkan akurasi peramalan.
  • Siklis (Cyclic): Siklus mengacu pada fluktuasi yang terjadi pada periode lebih panjang daripada musiman, biasanya terkait dengan siklus ekonomi. Hamilton (1994) membedakan antara pola siklis dan musiman berdasarkan durasi dan penyebabnya.
  • Irregular (Acak): Variasi acak adalah komponen yang tidak dapat diprediksi dan tidak mengikuti pola tertentu. Ini mencakup noise dalam data yang tidak dapat dijelaskan oleh komponen tren, musiman, atau siklis.

Stasioneritas adalah asumsi kunci dalam banyak model deret waktu. Sebuah deret waktu dikatakan stasioner jika karakteristik statistiknya (mean, varians, autokorelasi) konstan sepanjang waktu. Brockwell dan Davis (2016) menjelaskan bahwa data stasioner lebih mudah dimodelkan dan diprediksi. Untuk mencapai stasioneritas, teknik seperti differencing, detrending, dan transformasi musiman sering digunakan.

Autokorelasi mengukur hubungan antara pengamatan dalam deret waktu yang dipisahkan oleh lag tertentu. Plot Autokorelasi (ACF) dan Plot Autokorelasi Parsial (PACF) adalah alat utama untuk mengidentifikasi pola dalam data deret waktu. Menurut Box et al. (2015), ACF digunakan untuk mengidentifikasi lag yang signifikan, sedangkan PACF membantu menentukan orde model autoregresif.

Peramalan adalah tujuan utama dari analisis deret waktu, di mana model yang telah dibangun digunakan untuk memprediksi nilai masa depan. Hyndman dan Athanasopoulos (2018) menjelaskan bahwa teknik peramalan memanfaatkan pola yang teridentifikasi dalam data historis untuk memperkirakan nilai masa depan.

1.2.2 Metode Utama Analsisi Deret Waktu

Berbagai metode telah dikembangkan untuk analisis deret waktu, dari model statistik klasik hingga pendekatan modern yang lebih kompleks.

1. Dekomposisi deret waktu
Dekomposisi deret waktu adalah teknik yang digunakan untuk memecah data deret waktu menjadi beberapa komponen utama: tren, musiman, dan sisa (residual). Tujuannya adalah untuk lebih memahami struktur data dan mengidentifikasi pola yang mendasari, yang dapat digunakan untuk peramalan dan analisis lebih lanjut.

Additive Model

\[\begin{align*} &\text{Dalam dekomposisi aditif, nilai deret waktu } Y_{t} \text{ dianggap sebagai penjumlahan dari empat komponen yaitu } \text{ komponen tren } (T_{t}),\\ &\text{ komponen musiman } (S_{t}), \text{ komponen siklis } (C_{t}), \text{ dan komponen residual } (I_{t}). \text{ Dengan rumus sebagai berikut : } \end{align*}\]

\[\begin{align*} &Y_{t} = T_{t} + S_{t} + C_{t} + I_{t}\\ \end{align*}\]

Dengan keterangan sebagai berikut

\[\begin{align*} \text{ Komponen tren } &Y_{t} = \text{Menggambarkan perubahan jangka panjang dalam data deret waktu.}\\ \text{ Komponen tren } &S_{t} = \text{Menggambarkan pola berulang yang terjadi dalam periode tetap (misalnya, tahunan atau bulanan).}\\ \text{ Komponen tren } &C_{t} = \text{Menggambarkan fluktuasi yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada pola musiman, biasanya terkait dengan siklus ekonomi atau fenomena jangka panjang lainnya.}\\ \text{ Komponen tren } &I_{t} = \text{Menggambarkan fluktuasi acak yang tidak dapat dijelaskan oleh tren atau pola musiman.}\\ \end{align*}\]

Multiplicative Model

\[\begin{align*} &\text{Dalam dekomposisi multiplikatif, nilai deret waktu } Y_{t} \text{ dianggap sebagai hasil kali dari empat komponen yaitu } \text{ komponen tren } (T_{t}),\\ &\text{ komponen musiman } (S_{t}), \text{ komponen siklis } (C_{t}), \text{ dan komponen residual } (I_{t}). \text{ Dengan rumus sebagai berikut : } \end{align*}\]

\[\begin{align*} &Y_{t} = T_{t} \times S_{t} \times C_{t} \times I_{t}\\ \end{align*}\]

Dengan keterangan sebagai berikut

\[\begin{align*} \text{ Komponen tren } &Y_{t} = \text{Menggambarkan perubahan jangka panjang dalam data deret waktu.}\\ \text{ Komponen tren } &S_{t} = \text{Menggambarkan pola berulang yang terjadi dalam periode tetap (misalnya, tahunan atau bulanan).}\\ \text{ Komponen tren } &C_{t} = \text{Menggambarkan fluktuasi yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada pola musiman, biasanya terkait dengan siklus ekonomi atau fenomena jangka panjang lainnya.}\\ \text{ Komponen tren } &I_{t} = \text{Menggambarkan fluktuasi acak yang tidak dapat dijelaskan oleh tren atau pola musiman.}\\ \end{align*}\]

2. Model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)
Box dan Jenkins (1970) mengembangkan model ARIMA, yang merupakan gabungan dari tiga komponen: autoregresi (AR), differencing (I), dan moving average (MA). Model ini berguna untuk data non-stasioner dengan tren dan komponen musiman yang dapat dihilangkan melalui differencing.

\[\begin{align*} &AR(p) : Y_{t} = c + \sum_{i=1}^{p}\phi_{i} Y_{t-i} + \varepsilon_{t}\\ &MA(q) : Y_{t} = c + \sum_{i=1}^{p}\theta_{i}Y_{t-i} + \varepsilon_{t}\\ &I(d) : \text{ untuk mengurangi tren atau membuat data stasioner melalui differencing }\\ \end{align*}\]

3. Exponential Smoothing
Hyndman dan Athanasopoulos (2008) menjelaskan metode exponential smoothing yang memberikan bobot lebih besar pada observasi terbaru. Metode ini efektif untuk data dengan tren dan musiman yang kuat, termasuk metode seperti Simple Exponential Smoothing (SES), Holt’s Linear Trend Model, dan Holt-Winters Seasonal Model.
Simple Exponential Smoothing: Digunakan untuk data tanpa tren atau musiman.
Holt’s Linear Trend Model: Menggunakan dua parameter untuk level dan tren.
Holt-Winters Seasonal Model: Menangani data dengan komponen musiman.

1.2.3 Langkah-langkah Analisis Deret Waktu

1. Visualisasi Data
Langkah pertama dalam analisis deret waktu adalah visualisasi data. Gunakan grafik garis atau plot lainnya untuk memperlihatkan tren, fluktuasi musiman, dan pola lain dalam data. Ini dapat membantu memahami karakteristik dasar dari deret waktu.

2. Pemeriksaan Stasioneritas
Pemeriksaan stasioneritas adalah penting dalam analisis deret waktu. Stasioneritas mengacu pada kondisi di mana statistik dasar seperti mean dan varians tetap konstan sepanjang waktu. Untuk deret waktu dapat menggunakan metode seperti Augmented Dickey-Fuller (ADF) atau uji Kwiatkowski-Phillips-Schmidt-Shin (KPSS) untuk memeriksa stasioneritas.

3. Identifikasi Model
Setelah memastikan bahwa data stasioner, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi model yang sesuai. Ini melibatkan pemilihan model yang cocok untuk data, seperti model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), model regresi, atau model spasial-temporal, tergantung pada karakteristik data. Menggunakan Autocorrelation Function (ACF) dan Partial Autocorrelation Function (PACF) untuk menentukan parameter AR dan MA.

4. Estimasi Parameter
Estimasi parameter model adalah proses untuk menentukan nilai parameter dalam model yang dipilih. Ini melibatkan menggunakan teknik seperti metode maksimum likelihood atau metode kuadrat terkecil untuk menyesuaikan model dengan data deret waktu.

5. Diagnosis Model
Setelah model diestimasi, lakukan diagnosis model untuk memeriksa kecocokan model dengan data. Ini melibatkan analisis residu untuk memastikan bahwa tidak ada pola yang tersisa dalam data setelah model diterapkan. Untuk hal ini juga dapat menggunakan uji statistik untuk memverifikasi bahwa model memiliki kinerja yang baik.

6. Prediksi Model
Setelah model diuji dan didiagnosis, selanjutnya dapat menggunakan model tersebut untuk membuat prediksi tentang nilai masa depan dari deret waktu. Ini melibatkan menggunakan model yang telah diidentifikasi dan diestimasi untuk memperkirakan nilai-nilai yang akan datang dalam deret waktu.

Lalu diakhir jangan lupa untuk melakukan interpretasi hasil prediksi model penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Analisis hasil dapat memberikan wawasan tentang tren pasar, pola konsumen, atau perilaku lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan bisnis atau investasi.

1.3 Data

Data yang digunakan adalah data penumpang udara pada tahun 1992 hingga 2019. Data diperoleh dari website kaggle dengan judul “For simple exercises time series forecasting : Alcohol_Sales.csv”. Data sebagai berikut :

> install.packages("readr")
Error in contrib.url(repos, "source"): trying to use CRAN without setting a mirror
> library(readr)
> Alcohol_Sales <- read_csv("C:/Users/ASUS/Downloads/Alcohol_Sales.csv", 
+                           col_types = cols(DATE = col_date(format = "%Y-%m-%d"), 
+                                            SALES = col_number()))
> Alcohol_Sales
# A tibble: 325 × 2
   DATE       SALES
   <date>     <dbl>
 1 1992-01-01  3459
 2 1992-02-01  3458
 3 1992-03-01  4002
 4 1992-04-01  4564
 5 1992-05-01  4221
 6 1992-06-01  4529
 7 1992-07-01  4466
 8 1992-08-01  4137
 9 1992-09-01  4126
10 1992-10-01  4259
# ℹ 315 more rows
> View(Alcohol_Sales)

Sumber data : https://www.kaggle.com/datasets/bulentsiyah/for-simple-exercises-time-series-forecasting?select=Alcohol_Sales.csv

1.4 Tujuan

Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memprediksi tren jumlah penjualan alkohol, atau memberikan ramalan apakah jumlah penjualan alkohol akan mengalami suatu pola, yang dimana pola nya akan meningkat atau menurun di masa depan untuk kepentingan bisnis.

2 SOURCE CODE

2.1 Library

> library(readr)
> library(TSA)
> library(tseries)
> library(forecast)
> library(MASS)
> library(lmtest)

2.2 Impor Dataset

> install.packages("readr")
> library(readr)
> Alcohol_Sales <- read_csv("C:/Users/ASUS/Downloads/Alcohol_Sales.csv", 
+                           col_types = cols(DATE = col_date(format = "%Y-%m-%d"), 
+                                            SALES = col_number()))
> Alcohol_Sales
# A tibble: 325 × 2
   DATE       SALES
   <date>     <dbl>
 1 1992-01-01  3459
 2 1992-02-01  3458
 3 1992-03-01  4002
 4 1992-04-01  4564
 5 1992-05-01  4221
 6 1992-06-01  4529
 7 1992-07-01  4466
 8 1992-08-01  4137
 9 1992-09-01  4126
10 1992-10-01  4259
# ℹ 315 more rows
> View(Alcohol_Sales)

2.3 Pendefinisian Data Deret Waktu

> install.packages("tseries")
> library(tseries)
> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> deretwaktu.ts <- ts(Alcohol_Sales$SALES, start = c(1992,1), frequency = 12)
> deretwaktu.ts
       Jan   Feb   Mar   Apr   May   Jun   Jul   Aug   Sep   Oct   Nov   Dec
1992  3459  3458  4002  4564  4221  4529  4466  4137  4126  4259  4240  4936
1993  3031  3261  4160  4377  4307  4696  4458  4457  4364  4236  4500  4974
1994  3075  3377  4443  4261  4460  4985  4324  4719  4374  4248  4784  4971
1995  3370  3484  4269  3994  4715  4974  4223  5000  4235  4554  4851  4826
1996  3699  3983  4262  4619  5219  4836  4941  5062  4365  5012  4850  5097
1997  3758  3825  4454  4635  5210  5057  5231  5034  4970  5342  4831  5965
1998  3796  4019  4898  5090  5237  5447  5435  5107  5515  5583  5346  6286
1999  4032  4435  5479  5483  5587  6176  5621  5889  5828  5849  6180  6771
2000  4243  4952  6008  5353  6435  6673  5636  6630  5887  6322  6520  6678
2001  5082  5216  5893  5894  6799  6667  6374  6840  5575  6545  6789  7180
2002  5117  5442  6337  6525  7216  6761  6958  7070  6148  6924  6716  7975
2003  5326  5609  6414  6741  7144  7133  7568  7266  6634  7626  6843  8540
2004  5629  5898  7045  7094  7333  7918  7289  7396  7259  7268  7731  9058
2005  5557  6237  7723  7262  8241  8757  7352  8496  7741  7710  8247  8902
2006  6066  6590  7923  7335  8843  9327  7792  9156  8037  8640  9128  9545
2007  6627  6743  8195  7828  9570  9484  8608  9543  8123  9649  9390 10065
2008  7093  7483  8365  8895  9794  9977  9553  9375  9225  9948  8758 10839
2009  7266  7578  8688  9162  9369 10167  9507  8923  9272  9075  8949 10843
2010  6558  7481  9475  9424  9351 10552  9077  9273  9420  9413  9866 11455
2011  6901  8014  9832  9281  9967 11344  9106 10469 10085  9612 10328 11483
2012  7486  8641  9709  9423 11342 11274  9845 11163  9532 10754 10953 11922
2013  8395  8888 10110 10493 12218 11385 11186 11462 10494 11540 11138 12709
2014  8557  9059 10055 10977 11792 11904 10965 10981 10828 11817 10470 13310
2015  8400  9062 10722 11107 11508 12904 11869 11224 12022 11983 11506 14183
2016  8648 10321 12107 11420 12238 13681 10950 12700 12272 11905 13016 14421
2017  9043 10452 12481 11491 13545 14730 11416 13402 11907 12711 13261 14265
2018  9564 10415 12683 11919 14138 14583 12640 14257 12396 13914 14174 15504
2019 10718                                                                  

2.3.1 Visualisasi Data Deret Waktu

> install.packages("tseries")
> library(tseries)
> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> ts.plot(deretwaktu.ts, main = 'Data Penjualan Alkohol pada 1992-2019', ylab = "Jumlah Penjualan Alkohol", xlab = "Tahun Penjualan")

2.4 Time Lag data deret waktu dalam R

> install.packages("TSA")
> library(TSA)
> l_deretwaktu.ts <- zlag(deretwaktu.ts,1)
> l_deretwaktu.ts
  [1]    NA  3459  3458  4002  4564  4221  4529  4466  4137  4126  4259  4240
 [13]  4936  3031  3261  4160  4377  4307  4696  4458  4457  4364  4236  4500
 [25]  4974  3075  3377  4443  4261  4460  4985  4324  4719  4374  4248  4784
 [37]  4971  3370  3484  4269  3994  4715  4974  4223  5000  4235  4554  4851
 [49]  4826  3699  3983  4262  4619  5219  4836  4941  5062  4365  5012  4850
 [61]  5097  3758  3825  4454  4635  5210  5057  5231  5034  4970  5342  4831
 [73]  5965  3796  4019  4898  5090  5237  5447  5435  5107  5515  5583  5346
 [85]  6286  4032  4435  5479  5483  5587  6176  5621  5889  5828  5849  6180
 [97]  6771  4243  4952  6008  5353  6435  6673  5636  6630  5887  6322  6520
[109]  6678  5082  5216  5893  5894  6799  6667  6374  6840  5575  6545  6789
[121]  7180  5117  5442  6337  6525  7216  6761  6958  7070  6148  6924  6716
[133]  7975  5326  5609  6414  6741  7144  7133  7568  7266  6634  7626  6843
[145]  8540  5629  5898  7045  7094  7333  7918  7289  7396  7259  7268  7731
[157]  9058  5557  6237  7723  7262  8241  8757  7352  8496  7741  7710  8247
[169]  8902  6066  6590  7923  7335  8843  9327  7792  9156  8037  8640  9128
[181]  9545  6627  6743  8195  7828  9570  9484  8608  9543  8123  9649  9390
[193] 10065  7093  7483  8365  8895  9794  9977  9553  9375  9225  9948  8758
[205] 10839  7266  7578  8688  9162  9369 10167  9507  8923  9272  9075  8949
[217] 10843  6558  7481  9475  9424  9351 10552  9077  9273  9420  9413  9866
[229] 11455  6901  8014  9832  9281  9967 11344  9106 10469 10085  9612 10328
[241] 11483  7486  8641  9709  9423 11342 11274  9845 11163  9532 10754 10953
[253] 11922  8395  8888 10110 10493 12218 11385 11186 11462 10494 11540 11138
[265] 12709  8557  9059 10055 10977 11792 11904 10965 10981 10828 11817 10470
[277] 13310  8400  9062 10722 11107 11508 12904 11869 11224 12022 11983 11506
[289] 14183  8648 10321 12107 11420 12238 13681 10950 12700 12272 11905 13016
[301] 14421  9043 10452 12481 11491 13545 14730 11416 13402 11907 12711 13261
[313] 14265  9564 10415 12683 11919 14138 14583 12640 14257 12396 13914 14174
[325] 15504

2.5 Stasioneritas

2.5.1 Stasioneritas Terhadap Ragam

> install.packages("MASS")
> library(MASS)
> boxcox(lm(deretwaktu.ts~1))

2.5.1.1 Transformasi Data Deret Waktu

> transform <- sqrt(deretwaktu.ts)
> transform
           Jan       Feb       Mar       Apr       May       Jun       Jul
1992  58.81326  58.80476  63.26136  67.55738  64.96922  67.29785  66.82814
1993  55.05452  57.10517  64.49806  66.15890  65.62774  68.52737  66.76826
1994  55.45268  58.11196  66.65583  65.27634  66.78323  70.60453  65.75713
1995  58.05170  59.02542  65.33758  63.19810  68.66586  70.52659  64.98461
1996  60.81940  63.11101  65.28399  67.96323  72.24265  69.54135  70.29225
1997  61.30253  61.84658  66.73829  68.08083  72.18033  71.11259  72.32565
1998  61.61169  63.39558  69.98571  71.34424  72.36712  73.80379  73.72245
1999  63.49803  66.59580  74.02027  74.04728  74.74624  78.58753  74.97333
2000  65.13831  70.37045  77.51129  73.16420  80.21845  81.68843  75.07330
2001  71.28815  72.22188  76.76588  76.77239  82.45605  81.65170  79.83733
2002  71.53321  73.76991  79.60528  80.77747  84.94704  82.22530  83.41463
2003  72.97945  74.89326  80.08745  82.10359  84.52219  84.45709  86.99425
2004  75.02666  76.79844  83.93450  84.22589  85.63294  88.98314  85.37564
2005  74.54529  78.97468  87.88060  85.21737  90.77995  93.57884  85.74380
2006  77.88453  81.17881  89.01124  85.64461  94.03723  96.57639  88.27231
2007  81.40639  82.11577  90.52624  88.47599  97.82638  97.38583  92.77931
2008  84.21995  86.50434  91.46037  94.31331  98.96464  99.88493  97.73945
2009  85.24084  87.05171  93.20944  95.71834  96.79359 100.83154  97.50385
2010  80.98148  86.49277  97.33961  97.07729  96.70057 102.72293  95.27329
2011  83.07226  89.52095  99.15644  96.33795  99.83486 106.50822  95.42536
2012  86.52167  92.95698  98.53426  97.07214 106.49883 106.17909  99.22197
2013  91.62423  94.27619 100.54850 102.43535 110.53506 106.70052 105.76389
2014  92.50405  95.17878 100.27462 104.77118 108.59098 109.10545 104.71390
2015  91.65151  95.19454 103.54709 105.38975 107.27535 113.59577 108.94494
2016  92.99462 101.59232 110.03181 106.86440 110.62549 116.96581 104.64225
2017  95.09469 102.23502 111.71840 107.19608 116.38299 121.36721 106.84568
2018  97.79571 102.05391 112.61883 109.17417 118.90332 120.76009 112.42775
2019 103.52777                                                            
           Aug       Sep       Oct       Nov       Dec
1992  64.31951  64.23395  65.26101  65.11528  70.25667
1993  66.76077  66.06058  65.08456  67.08204  70.52659
1994  68.69498  66.13622  65.17668  69.16647  70.50532
1995  70.71068  65.07688  67.48333  69.64912  69.46942
1996  71.14773  66.06815  70.79548  69.64194  71.39328
1997  70.95069  70.49823  73.08899  69.50540  77.23341
1998  71.46328  74.26305  74.71948  73.11635  79.28430
1999  76.73982  76.34134  76.47876  78.61298  82.28609
2000  81.42481  76.72679  79.51101  80.74652  81.71903
2001  82.70429  74.66592  80.90117  82.39539  84.73488
2002  84.08329  78.40918  83.21058  81.95120  89.30286
2003  85.24084  81.44937  87.32697  82.72243  92.41212
2004  86.00000  85.19977  85.25257  87.92611  95.17353
2005  92.17375  87.98295  87.80661  90.81299  94.35041
2006  95.68699  89.64932  92.95160  95.54057  97.69852
2007  97.68828  90.12769  98.22932  96.90201 100.32447
2008  96.82458  96.04686  99.73966  93.58419 104.11052
2009  94.46163  96.29122  95.26279  94.59915 104.12973
2010  96.29642  97.05668  97.02062  99.32774 107.02803
2011 102.31813 100.42410  98.04081 101.62677 107.15876
2012 105.65510  97.63196 103.70149 104.65658 109.18791
2013 107.06073 102.44023 107.42439 105.53672 112.73420
2014 104.79027 104.05768 108.70603 102.32302 115.36897
2015 105.94338 109.64488 109.46689 107.26602 119.09240
2016 112.69428 110.77906 109.11004 114.08769 120.08747
2017 115.76701 109.11920 112.74307 115.15642 119.43618
2018 119.40268 111.33733 117.95762 119.05461 124.51506
2019                                                  

2.5.1.2 Menjadikan Data Deret Waktu dari Data yang sudah Transformasi

> deretwaktu.ts1 <- ts(transform, start = c(1992,1), frequency = 12)
> deretwaktu.ts1
           Jan       Feb       Mar       Apr       May       Jun       Jul
1992  58.81326  58.80476  63.26136  67.55738  64.96922  67.29785  66.82814
1993  55.05452  57.10517  64.49806  66.15890  65.62774  68.52737  66.76826
1994  55.45268  58.11196  66.65583  65.27634  66.78323  70.60453  65.75713
1995  58.05170  59.02542  65.33758  63.19810  68.66586  70.52659  64.98461
1996  60.81940  63.11101  65.28399  67.96323  72.24265  69.54135  70.29225
1997  61.30253  61.84658  66.73829  68.08083  72.18033  71.11259  72.32565
1998  61.61169  63.39558  69.98571  71.34424  72.36712  73.80379  73.72245
1999  63.49803  66.59580  74.02027  74.04728  74.74624  78.58753  74.97333
2000  65.13831  70.37045  77.51129  73.16420  80.21845  81.68843  75.07330
2001  71.28815  72.22188  76.76588  76.77239  82.45605  81.65170  79.83733
2002  71.53321  73.76991  79.60528  80.77747  84.94704  82.22530  83.41463
2003  72.97945  74.89326  80.08745  82.10359  84.52219  84.45709  86.99425
2004  75.02666  76.79844  83.93450  84.22589  85.63294  88.98314  85.37564
2005  74.54529  78.97468  87.88060  85.21737  90.77995  93.57884  85.74380
2006  77.88453  81.17881  89.01124  85.64461  94.03723  96.57639  88.27231
2007  81.40639  82.11577  90.52624  88.47599  97.82638  97.38583  92.77931
2008  84.21995  86.50434  91.46037  94.31331  98.96464  99.88493  97.73945
2009  85.24084  87.05171  93.20944  95.71834  96.79359 100.83154  97.50385
2010  80.98148  86.49277  97.33961  97.07729  96.70057 102.72293  95.27329
2011  83.07226  89.52095  99.15644  96.33795  99.83486 106.50822  95.42536
2012  86.52167  92.95698  98.53426  97.07214 106.49883 106.17909  99.22197
2013  91.62423  94.27619 100.54850 102.43535 110.53506 106.70052 105.76389
2014  92.50405  95.17878 100.27462 104.77118 108.59098 109.10545 104.71390
2015  91.65151  95.19454 103.54709 105.38975 107.27535 113.59577 108.94494
2016  92.99462 101.59232 110.03181 106.86440 110.62549 116.96581 104.64225
2017  95.09469 102.23502 111.71840 107.19608 116.38299 121.36721 106.84568
2018  97.79571 102.05391 112.61883 109.17417 118.90332 120.76009 112.42775
2019 103.52777                                                            
           Aug       Sep       Oct       Nov       Dec
1992  64.31951  64.23395  65.26101  65.11528  70.25667
1993  66.76077  66.06058  65.08456  67.08204  70.52659
1994  68.69498  66.13622  65.17668  69.16647  70.50532
1995  70.71068  65.07688  67.48333  69.64912  69.46942
1996  71.14773  66.06815  70.79548  69.64194  71.39328
1997  70.95069  70.49823  73.08899  69.50540  77.23341
1998  71.46328  74.26305  74.71948  73.11635  79.28430
1999  76.73982  76.34134  76.47876  78.61298  82.28609
2000  81.42481  76.72679  79.51101  80.74652  81.71903
2001  82.70429  74.66592  80.90117  82.39539  84.73488
2002  84.08329  78.40918  83.21058  81.95120  89.30286
2003  85.24084  81.44937  87.32697  82.72243  92.41212
2004  86.00000  85.19977  85.25257  87.92611  95.17353
2005  92.17375  87.98295  87.80661  90.81299  94.35041
2006  95.68699  89.64932  92.95160  95.54057  97.69852
2007  97.68828  90.12769  98.22932  96.90201 100.32447
2008  96.82458  96.04686  99.73966  93.58419 104.11052
2009  94.46163  96.29122  95.26279  94.59915 104.12973
2010  96.29642  97.05668  97.02062  99.32774 107.02803
2011 102.31813 100.42410  98.04081 101.62677 107.15876
2012 105.65510  97.63196 103.70149 104.65658 109.18791
2013 107.06073 102.44023 107.42439 105.53672 112.73420
2014 104.79027 104.05768 108.70603 102.32302 115.36897
2015 105.94338 109.64488 109.46689 107.26602 119.09240
2016 112.69428 110.77906 109.11004 114.08769 120.08747
2017 115.76701 109.11920 112.74307 115.15642 119.43618
2018 119.40268 111.33733 117.95762 119.05461 124.51506
2019                                                  

2.5.1.3 Stasioneritas terhadap Ragam yang sudah di Transformasi

> install.packages("MASS")
> library(MASS)
> boxcox(lm(deretwaktu.ts1~1))

2.5.2 Stasioneritas terhadap Rata-rata

2.5.2.1 Differensiasi Data terhadap Rata-rata yang sudah di Transformasi

> deretwaktu.ts.diff <- diff(deretwaktu.ts1, difference=1)
> deretwaktu.ts.diff
               Jan           Feb           Mar           Apr           May
1992                -0.008502098   4.456600904   4.296020400  -2.588159533
1993 -15.202153847   2.050647707   7.392895845   1.660837642  -0.531161590
1994 -15.073908198   2.659278371   8.543871550  -1.379496772   1.506895747
1995 -12.453617853   0.973717159   6.312166642  -2.139483658   5.467756363
1996  -8.650012934   2.291608504   2.172981674   2.679230374   4.279421334
1997 -10.090748498   0.544055888   4.891710470   1.342539454   4.099495423
1998 -15.621725256   1.783896239   6.590129385   1.358523099   1.022883679
1999 -15.786267106   3.097764198   7.424471832   0.027014697   0.698955172
2000 -17.147771931   5.232133965   7.140841157  -4.347090605   7.054252847
2001 -10.430883149   0.933732659   4.543997495   0.006513034   5.683658028
2002 -13.201671586   2.236703495   5.835363641   1.172195900   4.169570219
2003 -16.323406335   1.913808211   5.194194827   2.016140900   2.418593336
2004 -17.385458490   1.771775556   7.136060787   0.291388486   1.407050831
2005 -20.628237482   4.429391238   8.905921331  -2.663231696   5.562584613
2006 -16.465880789   3.294285056   7.832420275  -3.366620704   8.392612129
2007 -16.292127898   0.709383976   8.410467358  -2.050253848   9.350391369
2008 -16.104523454   2.284385021   4.956038782   2.852933717   4.651332499
2009 -18.869682916   1.810873487   6.157732811   2.508895219   1.075258028
2010 -23.148247419   5.511294901  10.846837405  -0.262322874  -0.376720028
2011 -23.955776007   6.448689566   9.635494781  -2.818495217   3.496916817
2012 -20.637087139   6.435305712   5.577278705  -1.462119878   9.426688160
2013 -17.563678816   2.651957393   6.272305767   1.886849700   8.099716848
2014 -20.230146702   2.674725182   5.095843764   4.496556332   3.819796441
2015 -23.717459400   3.543023759   8.352553078   1.842662086   1.885593833
2016 -26.097777600   8.597699044   8.439491037  -3.167413522   3.761094290
2017 -24.992778470   7.140333701   9.483372625  -4.522313961   9.186906430
2018 -21.640469997   4.258201896  10.564918811  -3.444653365   9.729149303
2019 -20.987285279                                                        
               Jun           Jul           Aug           Sep           Oct
1992   2.328621950  -0.469707647  -2.508622863  -0.085567513   1.027066985
1993   2.899628758  -1.759110866  -0.007489009  -0.700188662  -0.976017879
1994   3.821301004  -4.847403541   2.937849091  -2.558754927  -0.959540108
1995   1.860733130  -5.541977167   5.726064555  -5.633800505   2.406453661
1996  -2.701292082   0.750892480   0.855486542  -5.079586989   4.727333445
1997  -1.067742940   1.213065644  -1.374965334  -0.452460172   2.590759930
1998   1.436674335  -0.081341458  -2.259175199   2.799768709   0.456429381
1999   3.841293454  -3.614202227   1.766491581  -0.398481436   0.137416484
2000   1.469980731  -6.615134957   6.351514427  -4.698023922   2.784217507
2001  -0.804349590  -1.814364684   2.866957888  -8.038369897   6.235251665
2002  -2.721742084   1.189326772   0.668665024  -5.674108903   4.801393115
2003  -0.065096740   2.537162987  -1.753417399  -3.791464507   5.877601001
2004   3.350206883  -3.607503917   0.624359446  -0.800234742   0.052800686
2005   2.798890029  -7.835039322   6.429944534  -4.190796080  -0.176347220
2006   2.539167960  -8.304088669   7.414683748  -6.037672926   3.302283524
2007  -0.440546220  -4.606522554   4.908971709  -7.560592547   8.101636324
2008   0.920293649  -2.145484240  -0.914865903  -0.777720094   3.692797557
2009   4.037947854  -3.327696606  -3.042213655   1.829592515  -1.028430521
2010   6.022359539  -7.449637192   1.023126263   0.760267090  -0.036068103
2011   6.673351996 -11.082852141   6.892767831  -1.894030643  -2.383292863
2012  -0.319732297  -6.957120615   6.433125889  -8.023137282   6.069532706
2013  -3.834546848  -0.936627486   1.296842452  -4.620503955   4.984165542
2014   0.514477892  -4.391557650   0.076370798  -0.732590409   4.648349277
2015   6.320427914  -4.650834347  -3.001559117   3.701500216  -0.177991350
2016   6.340312620 -12.323559287   8.052029014  -1.915217303  -1.669023191
2017   4.984222940 -14.521528274   8.921324276  -6.647806513   3.623869864
2018   1.856770673  -8.332338165   6.974925456  -8.065354759   6.620294230
2019                                                                      
               Nov           Dec
1992  -0.145732012   5.141389897
1993   1.997478944   3.444551405
1994   3.989782916   1.338853085
1995   2.165789322  -0.179702866
1996  -1.153538696   1.751335608
1997  -3.583591384   7.728016985
1998  -1.603129731   6.167952930
1999   2.134220808   3.673110281
2000   1.235511425   0.972513879
2001   1.494213940   2.339492437
2002  -1.259371257   7.351650503
2003  -4.604544348   9.689692987
2004   2.673539395   7.247420392
2005   3.006388991   3.537416039
2006   2.588966991   2.157948554
2007  -1.327311161   3.422461221
2008  -6.155474420  10.526331502
2009  -0.663640086   9.530572453
2010   2.307123969   7.700293376
2011   3.585960297   5.531992597
2012   0.955086570   4.531330164
2013  -1.887668550   7.197477201
2014  -6.383007654  13.045955360
2015  -2.200865527  11.826376657
2016   4.977649374   5.999782547
2017   2.413344626   4.279760058
2018   1.096989811   5.460450012
2019                            

2.5.2.2 Stasioneritas terhadap Rata-rata yang sudah di differensiasi

> install.packages(tseries)
Error in install.packages(tseries): object 'tseries' not found
> library(tseries)
> adf.test(deretwaktu.ts.diff)

    Augmented Dickey-Fuller Test

data:  deretwaktu.ts.diff
Dickey-Fuller = -10.225, Lag order = 6, p-value = 0.01
alternative hypothesis: stationary

2.5.2.3 Visualisasi pada stasioner terhadap rata-rata

> ts.plot(deretwaktu.ts.diff, main = 'Data Penjualan Alkohol pada 1992-2019', ylab = "Jumlah Penjualan Alkohol", xlab = "Tahun Penjualan")

2.6 Identifikasi Model

2.6.1 Batang ACF

> install.packages(forecast)
Error in basename(pkg): a character vector argument expected
> library(forecast)
> par(mfrow = c(1,2))
> acf(deretwaktu.ts.diff, lag.max = 25)

2.6.2 Batang PACF

> install.packages(forecast)
Error in basename(pkg): a character vector argument expected
> library(forecast)
> par(mfrow = c(1,2))
> pacf(deretwaktu.ts.diff, lag.max = 25)

2.7 Estimasi Parameter

> install.packages("lmtest")
> library(lmtest)
> model.1 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.1)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value  Pr(>|z|)    
ma1 -0.866073   0.021047 -41.149 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.2 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.2)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ma1 -0.796094   0.060115 -13.2429   <2e-16 ***
ma2 -0.069967   0.056892  -1.2298   0.2188    
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.3 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.3)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ma1 -0.807023   0.057487 -14.0383  < 2e-16 ***
ma2 -0.152747   0.073403  -2.0809  0.03744 *  
ma3  0.092401   0.061416   1.5045  0.13245    
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.4 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,0), method = "ML")
> coeftest(model.4)

z test of coefficients:

    Estimate Std. Error z value  Pr(>|z|)    
ar1 -0.42793    0.05135 -8.3336 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.5 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.5)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ar1  0.068707   0.060524   1.1352   0.2563    
ma1 -0.875215   0.021093 -41.4931   <2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.6 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.6)

z test of coefficients:

    Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)  
ar1 -0.40844    0.23868 -1.7113  0.08703 .
ma1 -0.37825    0.22478 -1.6828  0.09242 .
ma2 -0.43327    0.19310 -2.2438  0.02485 *
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.7 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.7)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)   
ar1  0.503258        NaN     NaN      NaN   
ma1 -1.326436        NaN     NaN      NaN   
ma2  0.248773   0.101980  2.4394 0.014711 * 
ma3  0.138414   0.050742  2.7278 0.006376 **
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.8 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,0), method = "ML")
> coeftest(model.8)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value  Pr(>|z|)    
ar1 -0.568864   0.053401 -10.6527 < 2.2e-16 ***
ar2 -0.336093   0.053355  -6.2992 2.992e-10 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.9 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.9)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ar1  0.064188   0.060516   1.0607   0.2888    
ar2 -0.077309   0.059601  -1.2971   0.1946    
ma1 -0.865281   0.023761 -36.4162   <2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model.10 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.10)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)
ar1 -0.309594   0.310721 -0.9964   0.3191
ar2 -0.051120   0.067672 -0.7554   0.4500
ma1 -0.489136   0.306883 -1.5939   0.1110
ma2 -0.329112   0.269201 -1.2226   0.2215
> 
> model.11 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.11)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value  Pr(>|z|)    
ar1 -1.083940   0.022475 -48.2285 < 2.2e-16 ***
ar2 -0.913707   0.023852 -38.3067 < 2.2e-16 ***
ma1  0.416103   0.024763  16.8031 < 2.2e-16 ***
ma2 -0.105174   0.030003  -3.5055 0.0004558 ***
ma3 -0.863579   0.023886 -36.1549 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

2.8 Diagnosis Model

2.8.1 Penentuan model terbaik

> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> aic.model <- data.frame(Nama  = c("model.1", "model.2", "model.3", "model.4", "model.5", "model.6", "model.7", "model.8", "model.9", "model.10", "model.11" ),
+                         Model = c("ARIMA(0,1,1)","ARIMA(0,1,2)", "ARIMA(0,1,3)", "ARIMA(1,1,0)", "ARIMA(1,1,1)", "ARIMA(1,1,2)", "ARIMA(1,1,3)", "ARIMA(2,1,0)", "ARIMA(2,1,1)", "ARIMA(2,1,2)", "ARIMA(2,1,3)"),
+                         AIC   = c(model.1$aic, model.2$aic, model.3$aic, model.4$aic, model.5$aic, model.6$aic, model.7$aic, model.8$aic, model.9$aic, model.10$aic, model.11$aic))
> print(aic.model)
       Nama        Model      AIC
1   model.1 ARIMA(0,1,1) 5421.650
2   model.2 ARIMA(0,1,2) 5422.132
3   model.3 ARIMA(0,1,3) 5422.006
4   model.4 ARIMA(1,1,0) 5517.065
5   model.5 ARIMA(1,1,1) 5422.357
6   model.6 ARIMA(1,1,2) 5422.968
7   model.7 ARIMA(1,1,3) 5418.787
8   model.8 ARIMA(2,1,0) 5481.674
9   model.9 ARIMA(2,1,1) 5422.693
10 model.10 ARIMA(2,1,2) 5424.446
11 model.11 ARIMA(2,1,3) 5364.595

2.8.2 Residual model terbaik

> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> checkresiduals(model.11)


    Ljung-Box test

data:  Residuals from ARIMA(2,1,3)
Q* = 590.28, df = 19, p-value < 2.2e-16

Model df: 5.   Total lags used: 24

2.9 Prediksi data deret waktu masa depan

> ramalan <- forecast(deretwaktu.ts, model = model.11, h = 12)
> ramalan
         Point Forecast    Lo 80    Hi 80    Lo 95    Hi 95
Feb 2019       12779.32 11588.65 13969.98 10958.35 14600.28
Mar 2019       13376.76 12123.56 14629.96 11460.15 15293.36
Apr 2019       13012.40 11758.51 14266.28 11094.74 14930.05
May 2019       12861.46 11600.98 14121.94 10933.72 14789.19
Jun 2019       13357.98 12048.89 14667.08 11355.90 15360.07
Jul 2019       12957.69 11648.25 14267.13 10955.08 14960.31
Aug 2019       12937.90 11616.77 14259.03 10917.41 14958.39
Sep 2019       13325.10 11967.33 14682.88 11248.56 15401.64
Oct 2019       12923.48 11565.35 14281.62 10846.40 15000.57
Nov 2019       13005.03 11630.60 14379.45 10903.03 15107.03
Dec 2019       13283.60 11882.16 14685.05 11140.28 15426.93
Jan 2020       12907.14 11505.08 14309.19 10762.88 15051.39

2.9.1 Visualisasi prediksi data deret waktu

> plot(ramalan)

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Pendefinisian dan Visualisasi plot Data Deret Waktu

Data yang terlampir ini merupakan data deret waktu kasus jumlah penjualan alkohol pada bulan dan tahun penjualan alkohol. Data jumlah penjualan alkohol tersebut dimulai pada tahun 1992 sampai ke tahun 2019.

> install.packages("tseries")
> library(tseries)
> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> deretwaktu.ts <- ts(Alcohol_Sales$SALES, start = c(1992,1), frequency = 12)
> deretwaktu.ts
       Jan   Feb   Mar   Apr   May   Jun   Jul   Aug   Sep   Oct   Nov   Dec
1992  3459  3458  4002  4564  4221  4529  4466  4137  4126  4259  4240  4936
1993  3031  3261  4160  4377  4307  4696  4458  4457  4364  4236  4500  4974
1994  3075  3377  4443  4261  4460  4985  4324  4719  4374  4248  4784  4971
1995  3370  3484  4269  3994  4715  4974  4223  5000  4235  4554  4851  4826
1996  3699  3983  4262  4619  5219  4836  4941  5062  4365  5012  4850  5097
1997  3758  3825  4454  4635  5210  5057  5231  5034  4970  5342  4831  5965
1998  3796  4019  4898  5090  5237  5447  5435  5107  5515  5583  5346  6286
1999  4032  4435  5479  5483  5587  6176  5621  5889  5828  5849  6180  6771
2000  4243  4952  6008  5353  6435  6673  5636  6630  5887  6322  6520  6678
2001  5082  5216  5893  5894  6799  6667  6374  6840  5575  6545  6789  7180
2002  5117  5442  6337  6525  7216  6761  6958  7070  6148  6924  6716  7975
2003  5326  5609  6414  6741  7144  7133  7568  7266  6634  7626  6843  8540
2004  5629  5898  7045  7094  7333  7918  7289  7396  7259  7268  7731  9058
2005  5557  6237  7723  7262  8241  8757  7352  8496  7741  7710  8247  8902
2006  6066  6590  7923  7335  8843  9327  7792  9156  8037  8640  9128  9545
2007  6627  6743  8195  7828  9570  9484  8608  9543  8123  9649  9390 10065
2008  7093  7483  8365  8895  9794  9977  9553  9375  9225  9948  8758 10839
2009  7266  7578  8688  9162  9369 10167  9507  8923  9272  9075  8949 10843
2010  6558  7481  9475  9424  9351 10552  9077  9273  9420  9413  9866 11455
2011  6901  8014  9832  9281  9967 11344  9106 10469 10085  9612 10328 11483
2012  7486  8641  9709  9423 11342 11274  9845 11163  9532 10754 10953 11922
2013  8395  8888 10110 10493 12218 11385 11186 11462 10494 11540 11138 12709
2014  8557  9059 10055 10977 11792 11904 10965 10981 10828 11817 10470 13310
2015  8400  9062 10722 11107 11508 12904 11869 11224 12022 11983 11506 14183
2016  8648 10321 12107 11420 12238 13681 10950 12700 12272 11905 13016 14421
2017  9043 10452 12481 11491 13545 14730 11416 13402 11907 12711 13261 14265
2018  9564 10415 12683 11919 14138 14583 12640 14257 12396 13914 14174 15504
2019 10718                                                                  

Data deret waktu tersebut di visualisasikan sebagai berikut :

> install.packages("tseries")
> library(tseries)
> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> ts.plot(deretwaktu.ts, main = 'Data Penjualan Alkohol pada 1992-2019', ylab = "Jumlah Penjualan Alkohol", xlab = "Tahun Penjualan")

Dari hasil penggambaran plot diatas, yang diperoleh sesuai dengan data deret waktu yang sudah diimport sebelumnya, diketahui bahwa jumlah penjualan alkohol meningkat secara signifikan dari tahun awal pengamatan yaitu tahun 1992 sampai ke tahun 2019. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari garis grafik yang semakin tahun cenderung menaik ke arah atas kanan yang berarti semakin meningkat jumlahnya.

3.2 Time Lag data deret waktu dalam R

> install.packages("TSA")
> library(TSA)
> l_deretwaktu.ts <- zlag(deretwaktu.ts,1)
> l_deretwaktu.ts
  [1]    NA  3459  3458  4002  4564  4221  4529  4466  4137  4126  4259  4240
 [13]  4936  3031  3261  4160  4377  4307  4696  4458  4457  4364  4236  4500
 [25]  4974  3075  3377  4443  4261  4460  4985  4324  4719  4374  4248  4784
 [37]  4971  3370  3484  4269  3994  4715  4974  4223  5000  4235  4554  4851
 [49]  4826  3699  3983  4262  4619  5219  4836  4941  5062  4365  5012  4850
 [61]  5097  3758  3825  4454  4635  5210  5057  5231  5034  4970  5342  4831
 [73]  5965  3796  4019  4898  5090  5237  5447  5435  5107  5515  5583  5346
 [85]  6286  4032  4435  5479  5483  5587  6176  5621  5889  5828  5849  6180
 [97]  6771  4243  4952  6008  5353  6435  6673  5636  6630  5887  6322  6520
[109]  6678  5082  5216  5893  5894  6799  6667  6374  6840  5575  6545  6789
[121]  7180  5117  5442  6337  6525  7216  6761  6958  7070  6148  6924  6716
[133]  7975  5326  5609  6414  6741  7144  7133  7568  7266  6634  7626  6843
[145]  8540  5629  5898  7045  7094  7333  7918  7289  7396  7259  7268  7731
[157]  9058  5557  6237  7723  7262  8241  8757  7352  8496  7741  7710  8247
[169]  8902  6066  6590  7923  7335  8843  9327  7792  9156  8037  8640  9128
[181]  9545  6627  6743  8195  7828  9570  9484  8608  9543  8123  9649  9390
[193] 10065  7093  7483  8365  8895  9794  9977  9553  9375  9225  9948  8758
[205] 10839  7266  7578  8688  9162  9369 10167  9507  8923  9272  9075  8949
[217] 10843  6558  7481  9475  9424  9351 10552  9077  9273  9420  9413  9866
[229] 11455  6901  8014  9832  9281  9967 11344  9106 10469 10085  9612 10328
[241] 11483  7486  8641  9709  9423 11342 11274  9845 11163  9532 10754 10953
[253] 11922  8395  8888 10110 10493 12218 11385 11186 11462 10494 11540 11138
[265] 12709  8557  9059 10055 10977 11792 11904 10965 10981 10828 11817 10470
[277] 13310  8400  9062 10722 11107 11508 12904 11869 11224 12022 11983 11506
[289] 14183  8648 10321 12107 11420 12238 13681 10950 12700 12272 11905 13016
[301] 14421  9043 10452 12481 11491 13545 14730 11416 13402 11907 12711 13261
[313] 14265  9564 10415 12683 11919 14138 14583 12640 14257 12396 13914 14174
[325] 15504

Pada obyek “deretwaktu” berisi 325 amatan mulai dari tahun 1992 sampai ke tahun 2019 Pada obyek timelag 1-nya, l_deretwaktu :

  • Pada tahun 1992 : NA (merujuk tahun 1991, yang tidak ada)
  • Pada tahun 1993, digunakan pengamatan tahun 1992
  • Pada tahun 1994, digunakan pengamatan tahun 1993 dst

Data tahun 1991 tidak ada (NA) dan terjadi dikarenakan adanya pergeseran pola tren data.

3.3 Uji Stasioneritas

\[\begin{align*} \text{Hipotesis :}\\ &H_{0} = \text{Data tidak stasioner}\\ &H_{1} = \text{Data stasioner}\\ \\ \text{Daerah kritis :}\\ &\text{p-value } < \alpha (0,05) \text{ , maka tolak } H_{0}\\ &\text{p-value } > \alpha (0,05) \text{ , maka terima } H_{0}\\ \\ \end{align*}\]

3.3.1 Stasioneritas Terhadap Ragam

Dilakukan pengecekan stasioneritas terhadap ragam dari data deret waktu tersebut yaitu :

> install.packages("MASS")
> library(MASS)
> boxcox(lm(deretwaktu.ts~1))

Berdasarkan boxcos tersebut, ternyata nilai 𝜆 yang dihasilkan tidak memiliki selang yang memuat nilai 1, artinya secara statistik dapat dikatakan bahwa data perlu ditransformasi karena belum stasioner terhadap ragam.

3.3.1.1 Transformasi Data Deret Waktu

Karena data tersebut tidak stasioner, maka perlu dilakukan Transformasi agar data menjadi stasioner. Kemudian setelahnya akan dilakukan uji stasioneritas terhadap Ragam kembali menggunakan data transformasi. Berikut merupakan data hasil transformasi yaitu :

> transform <- sqrt(deretwaktu.ts)
> transform
           Jan       Feb       Mar       Apr       May       Jun       Jul
1992  58.81326  58.80476  63.26136  67.55738  64.96922  67.29785  66.82814
1993  55.05452  57.10517  64.49806  66.15890  65.62774  68.52737  66.76826
1994  55.45268  58.11196  66.65583  65.27634  66.78323  70.60453  65.75713
1995  58.05170  59.02542  65.33758  63.19810  68.66586  70.52659  64.98461
1996  60.81940  63.11101  65.28399  67.96323  72.24265  69.54135  70.29225
1997  61.30253  61.84658  66.73829  68.08083  72.18033  71.11259  72.32565
1998  61.61169  63.39558  69.98571  71.34424  72.36712  73.80379  73.72245
1999  63.49803  66.59580  74.02027  74.04728  74.74624  78.58753  74.97333
2000  65.13831  70.37045  77.51129  73.16420  80.21845  81.68843  75.07330
2001  71.28815  72.22188  76.76588  76.77239  82.45605  81.65170  79.83733
2002  71.53321  73.76991  79.60528  80.77747  84.94704  82.22530  83.41463
2003  72.97945  74.89326  80.08745  82.10359  84.52219  84.45709  86.99425
2004  75.02666  76.79844  83.93450  84.22589  85.63294  88.98314  85.37564
2005  74.54529  78.97468  87.88060  85.21737  90.77995  93.57884  85.74380
2006  77.88453  81.17881  89.01124  85.64461  94.03723  96.57639  88.27231
2007  81.40639  82.11577  90.52624  88.47599  97.82638  97.38583  92.77931
2008  84.21995  86.50434  91.46037  94.31331  98.96464  99.88493  97.73945
2009  85.24084  87.05171  93.20944  95.71834  96.79359 100.83154  97.50385
2010  80.98148  86.49277  97.33961  97.07729  96.70057 102.72293  95.27329
2011  83.07226  89.52095  99.15644  96.33795  99.83486 106.50822  95.42536
2012  86.52167  92.95698  98.53426  97.07214 106.49883 106.17909  99.22197
2013  91.62423  94.27619 100.54850 102.43535 110.53506 106.70052 105.76389
2014  92.50405  95.17878 100.27462 104.77118 108.59098 109.10545 104.71390
2015  91.65151  95.19454 103.54709 105.38975 107.27535 113.59577 108.94494
2016  92.99462 101.59232 110.03181 106.86440 110.62549 116.96581 104.64225
2017  95.09469 102.23502 111.71840 107.19608 116.38299 121.36721 106.84568
2018  97.79571 102.05391 112.61883 109.17417 118.90332 120.76009 112.42775
2019 103.52777                                                            
           Aug       Sep       Oct       Nov       Dec
1992  64.31951  64.23395  65.26101  65.11528  70.25667
1993  66.76077  66.06058  65.08456  67.08204  70.52659
1994  68.69498  66.13622  65.17668  69.16647  70.50532
1995  70.71068  65.07688  67.48333  69.64912  69.46942
1996  71.14773  66.06815  70.79548  69.64194  71.39328
1997  70.95069  70.49823  73.08899  69.50540  77.23341
1998  71.46328  74.26305  74.71948  73.11635  79.28430
1999  76.73982  76.34134  76.47876  78.61298  82.28609
2000  81.42481  76.72679  79.51101  80.74652  81.71903
2001  82.70429  74.66592  80.90117  82.39539  84.73488
2002  84.08329  78.40918  83.21058  81.95120  89.30286
2003  85.24084  81.44937  87.32697  82.72243  92.41212
2004  86.00000  85.19977  85.25257  87.92611  95.17353
2005  92.17375  87.98295  87.80661  90.81299  94.35041
2006  95.68699  89.64932  92.95160  95.54057  97.69852
2007  97.68828  90.12769  98.22932  96.90201 100.32447
2008  96.82458  96.04686  99.73966  93.58419 104.11052
2009  94.46163  96.29122  95.26279  94.59915 104.12973
2010  96.29642  97.05668  97.02062  99.32774 107.02803
2011 102.31813 100.42410  98.04081 101.62677 107.15876
2012 105.65510  97.63196 103.70149 104.65658 109.18791
2013 107.06073 102.44023 107.42439 105.53672 112.73420
2014 104.79027 104.05768 108.70603 102.32302 115.36897
2015 105.94338 109.64488 109.46689 107.26602 119.09240
2016 112.69428 110.77906 109.11004 114.08769 120.08747
2017 115.76701 109.11920 112.74307 115.15642 119.43618
2018 119.40268 111.33733 117.95762 119.05461 124.51506
2019                                                  

3.3.1.2 Menjadikan Data Deret Waktu dari Data yang sudah Transformasi

Setelah dilakukan transformasi pada data tersebut, maka selanjutnya didefinisikan kembali deret waktu pada data yang sudah ditransformasi tersebut.

> deretwaktu.ts1 <- ts(transform, start = c(1992,1), frequency = 12)
> deretwaktu.ts1
           Jan       Feb       Mar       Apr       May       Jun       Jul
1992  58.81326  58.80476  63.26136  67.55738  64.96922  67.29785  66.82814
1993  55.05452  57.10517  64.49806  66.15890  65.62774  68.52737  66.76826
1994  55.45268  58.11196  66.65583  65.27634  66.78323  70.60453  65.75713
1995  58.05170  59.02542  65.33758  63.19810  68.66586  70.52659  64.98461
1996  60.81940  63.11101  65.28399  67.96323  72.24265  69.54135  70.29225
1997  61.30253  61.84658  66.73829  68.08083  72.18033  71.11259  72.32565
1998  61.61169  63.39558  69.98571  71.34424  72.36712  73.80379  73.72245
1999  63.49803  66.59580  74.02027  74.04728  74.74624  78.58753  74.97333
2000  65.13831  70.37045  77.51129  73.16420  80.21845  81.68843  75.07330
2001  71.28815  72.22188  76.76588  76.77239  82.45605  81.65170  79.83733
2002  71.53321  73.76991  79.60528  80.77747  84.94704  82.22530  83.41463
2003  72.97945  74.89326  80.08745  82.10359  84.52219  84.45709  86.99425
2004  75.02666  76.79844  83.93450  84.22589  85.63294  88.98314  85.37564
2005  74.54529  78.97468  87.88060  85.21737  90.77995  93.57884  85.74380
2006  77.88453  81.17881  89.01124  85.64461  94.03723  96.57639  88.27231
2007  81.40639  82.11577  90.52624  88.47599  97.82638  97.38583  92.77931
2008  84.21995  86.50434  91.46037  94.31331  98.96464  99.88493  97.73945
2009  85.24084  87.05171  93.20944  95.71834  96.79359 100.83154  97.50385
2010  80.98148  86.49277  97.33961  97.07729  96.70057 102.72293  95.27329
2011  83.07226  89.52095  99.15644  96.33795  99.83486 106.50822  95.42536
2012  86.52167  92.95698  98.53426  97.07214 106.49883 106.17909  99.22197
2013  91.62423  94.27619 100.54850 102.43535 110.53506 106.70052 105.76389
2014  92.50405  95.17878 100.27462 104.77118 108.59098 109.10545 104.71390
2015  91.65151  95.19454 103.54709 105.38975 107.27535 113.59577 108.94494
2016  92.99462 101.59232 110.03181 106.86440 110.62549 116.96581 104.64225
2017  95.09469 102.23502 111.71840 107.19608 116.38299 121.36721 106.84568
2018  97.79571 102.05391 112.61883 109.17417 118.90332 120.76009 112.42775
2019 103.52777                                                            
           Aug       Sep       Oct       Nov       Dec
1992  64.31951  64.23395  65.26101  65.11528  70.25667
1993  66.76077  66.06058  65.08456  67.08204  70.52659
1994  68.69498  66.13622  65.17668  69.16647  70.50532
1995  70.71068  65.07688  67.48333  69.64912  69.46942
1996  71.14773  66.06815  70.79548  69.64194  71.39328
1997  70.95069  70.49823  73.08899  69.50540  77.23341
1998  71.46328  74.26305  74.71948  73.11635  79.28430
1999  76.73982  76.34134  76.47876  78.61298  82.28609
2000  81.42481  76.72679  79.51101  80.74652  81.71903
2001  82.70429  74.66592  80.90117  82.39539  84.73488
2002  84.08329  78.40918  83.21058  81.95120  89.30286
2003  85.24084  81.44937  87.32697  82.72243  92.41212
2004  86.00000  85.19977  85.25257  87.92611  95.17353
2005  92.17375  87.98295  87.80661  90.81299  94.35041
2006  95.68699  89.64932  92.95160  95.54057  97.69852
2007  97.68828  90.12769  98.22932  96.90201 100.32447
2008  96.82458  96.04686  99.73966  93.58419 104.11052
2009  94.46163  96.29122  95.26279  94.59915 104.12973
2010  96.29642  97.05668  97.02062  99.32774 107.02803
2011 102.31813 100.42410  98.04081 101.62677 107.15876
2012 105.65510  97.63196 103.70149 104.65658 109.18791
2013 107.06073 102.44023 107.42439 105.53672 112.73420
2014 104.79027 104.05768 108.70603 102.32302 115.36897
2015 105.94338 109.64488 109.46689 107.26602 119.09240
2016 112.69428 110.77906 109.11004 114.08769 120.08747
2017 115.76701 109.11920 112.74307 115.15642 119.43618
2018 119.40268 111.33733 117.95762 119.05461 124.51506
2019                                                  

3.3.1.3 Stasioneritas terhadap Ragam yang sudah di Transformasi

Setelah didefisinikan data deret waktunya, kemudian kembali dicek stasioneritas terhadap ragam yang datanya sudah di transformasi sebelumnya lalu digambarkan dan dicek stasioneritasnya melalui boxcos berikut :

> install.packages("MASS")
> library(MASS)
> boxcox(lm(deretwaktu.ts1~1))

Nilai 𝜆 yang dihasilkan sudah memiliki selang yang memuat nilai 1, artinya secara statistik sudah dapat dikatakan bahwa data yang ditransformasi sudah stasioner terhadap ragam.

3.3.2 Stasioneritas terhadap Rata-rata

3.3.2.1 Differensiasi Data terhadap Rata-rata yang sudah di Transformasi

Karena data tersebut tidak stasioner, maka perlu dilakukan differensiasi agar data menjadi stasioner. Kemudian dilakukan uji stasioneritas kembali terhadap rata-rata data. Berikut merupakan data hasil differensiasi terhadap rata-rata tersebut yaitu :

> deretwaktu.ts.diff <- diff(deretwaktu.ts1, difference=1)
> deretwaktu.ts.diff
               Jan           Feb           Mar           Apr           May
1992                -0.008502098   4.456600904   4.296020400  -2.588159533
1993 -15.202153847   2.050647707   7.392895845   1.660837642  -0.531161590
1994 -15.073908198   2.659278371   8.543871550  -1.379496772   1.506895747
1995 -12.453617853   0.973717159   6.312166642  -2.139483658   5.467756363
1996  -8.650012934   2.291608504   2.172981674   2.679230374   4.279421334
1997 -10.090748498   0.544055888   4.891710470   1.342539454   4.099495423
1998 -15.621725256   1.783896239   6.590129385   1.358523099   1.022883679
1999 -15.786267106   3.097764198   7.424471832   0.027014697   0.698955172
2000 -17.147771931   5.232133965   7.140841157  -4.347090605   7.054252847
2001 -10.430883149   0.933732659   4.543997495   0.006513034   5.683658028
2002 -13.201671586   2.236703495   5.835363641   1.172195900   4.169570219
2003 -16.323406335   1.913808211   5.194194827   2.016140900   2.418593336
2004 -17.385458490   1.771775556   7.136060787   0.291388486   1.407050831
2005 -20.628237482   4.429391238   8.905921331  -2.663231696   5.562584613
2006 -16.465880789   3.294285056   7.832420275  -3.366620704   8.392612129
2007 -16.292127898   0.709383976   8.410467358  -2.050253848   9.350391369
2008 -16.104523454   2.284385021   4.956038782   2.852933717   4.651332499
2009 -18.869682916   1.810873487   6.157732811   2.508895219   1.075258028
2010 -23.148247419   5.511294901  10.846837405  -0.262322874  -0.376720028
2011 -23.955776007   6.448689566   9.635494781  -2.818495217   3.496916817
2012 -20.637087139   6.435305712   5.577278705  -1.462119878   9.426688160
2013 -17.563678816   2.651957393   6.272305767   1.886849700   8.099716848
2014 -20.230146702   2.674725182   5.095843764   4.496556332   3.819796441
2015 -23.717459400   3.543023759   8.352553078   1.842662086   1.885593833
2016 -26.097777600   8.597699044   8.439491037  -3.167413522   3.761094290
2017 -24.992778470   7.140333701   9.483372625  -4.522313961   9.186906430
2018 -21.640469997   4.258201896  10.564918811  -3.444653365   9.729149303
2019 -20.987285279                                                        
               Jun           Jul           Aug           Sep           Oct
1992   2.328621950  -0.469707647  -2.508622863  -0.085567513   1.027066985
1993   2.899628758  -1.759110866  -0.007489009  -0.700188662  -0.976017879
1994   3.821301004  -4.847403541   2.937849091  -2.558754927  -0.959540108
1995   1.860733130  -5.541977167   5.726064555  -5.633800505   2.406453661
1996  -2.701292082   0.750892480   0.855486542  -5.079586989   4.727333445
1997  -1.067742940   1.213065644  -1.374965334  -0.452460172   2.590759930
1998   1.436674335  -0.081341458  -2.259175199   2.799768709   0.456429381
1999   3.841293454  -3.614202227   1.766491581  -0.398481436   0.137416484
2000   1.469980731  -6.615134957   6.351514427  -4.698023922   2.784217507
2001  -0.804349590  -1.814364684   2.866957888  -8.038369897   6.235251665
2002  -2.721742084   1.189326772   0.668665024  -5.674108903   4.801393115
2003  -0.065096740   2.537162987  -1.753417399  -3.791464507   5.877601001
2004   3.350206883  -3.607503917   0.624359446  -0.800234742   0.052800686
2005   2.798890029  -7.835039322   6.429944534  -4.190796080  -0.176347220
2006   2.539167960  -8.304088669   7.414683748  -6.037672926   3.302283524
2007  -0.440546220  -4.606522554   4.908971709  -7.560592547   8.101636324
2008   0.920293649  -2.145484240  -0.914865903  -0.777720094   3.692797557
2009   4.037947854  -3.327696606  -3.042213655   1.829592515  -1.028430521
2010   6.022359539  -7.449637192   1.023126263   0.760267090  -0.036068103
2011   6.673351996 -11.082852141   6.892767831  -1.894030643  -2.383292863
2012  -0.319732297  -6.957120615   6.433125889  -8.023137282   6.069532706
2013  -3.834546848  -0.936627486   1.296842452  -4.620503955   4.984165542
2014   0.514477892  -4.391557650   0.076370798  -0.732590409   4.648349277
2015   6.320427914  -4.650834347  -3.001559117   3.701500216  -0.177991350
2016   6.340312620 -12.323559287   8.052029014  -1.915217303  -1.669023191
2017   4.984222940 -14.521528274   8.921324276  -6.647806513   3.623869864
2018   1.856770673  -8.332338165   6.974925456  -8.065354759   6.620294230
2019                                                                      
               Nov           Dec
1992  -0.145732012   5.141389897
1993   1.997478944   3.444551405
1994   3.989782916   1.338853085
1995   2.165789322  -0.179702866
1996  -1.153538696   1.751335608
1997  -3.583591384   7.728016985
1998  -1.603129731   6.167952930
1999   2.134220808   3.673110281
2000   1.235511425   0.972513879
2001   1.494213940   2.339492437
2002  -1.259371257   7.351650503
2003  -4.604544348   9.689692987
2004   2.673539395   7.247420392
2005   3.006388991   3.537416039
2006   2.588966991   2.157948554
2007  -1.327311161   3.422461221
2008  -6.155474420  10.526331502
2009  -0.663640086   9.530572453
2010   2.307123969   7.700293376
2011   3.585960297   5.531992597
2012   0.955086570   4.531330164
2013  -1.887668550   7.197477201
2014  -6.383007654  13.045955360
2015  -2.200865527  11.826376657
2016   4.977649374   5.999782547
2017   2.413344626   4.279760058
2018   1.096989811   5.460450012
2019                            

Setelah dilakukan differensiasi pada data tersebut, maka selanjutnya kembali dicek stasioneritas terhadap rata-rata yang datanya sudah di differensiasi tersebut yaitu :

> install.packages(tseries)
Error in install.packages(tseries): object 'tseries' not found
> library(tseries)
> adf.test(deretwaktu.ts.diff)

    Augmented Dickey-Fuller Test

data:  deretwaktu.ts.diff
Dickey-Fuller = -10.225, Lag order = 6, p-value = 0.01
alternative hypothesis: stationary

\[\begin{align*} \text{Hipotesis :}\\ &H_{0} = \text{Data tidak stasioner}\\ &H_{1} = \text{Data stasioner}\\ \\ \text{Daerah kritis :}\\ &\text{p-value } < \alpha (0,05) \text{ , maka tolak } H_{0}\\ &\text{p-value } > \alpha (0,05) \text{ , maka terima } H_{0}\\ \\ \text{Statistik uji :}\\ &\text{p-value } = 0,01 \\ \text{Keputusan : }\\ &\text{Karena nilai p-value (0,01)} < \alpha (0,05) \text{ sehingga keputusannya tolak } H_{0}\\ \\ \text{Kesimpulan : }\\ &\text{Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa data terbukti stasioner }\\ \end{align*}\]

3.3.2.2 Visualisasi pada data yang telah stasioner

Berikut digambarkan plot data yang telah stasioner terhadap rata-rata menggunakan data differenasiasi sebelumnya yaitu sebagai berikut :

> ts.plot(deretwaktu.ts.diff, main = 'Data Penjualan Alkohol pada 1992-2019', ylab = "Jumlah Penjualan Alkohol", xlab = "Tahun Penjualan")

Dari hasil plot data yang telah stasioner diatas, didapatkan ternyata deret waktu sedikit lebih stabil daripada plot deret waktu yang sebelumnya, yang sudah didapatkan sebelumnya pada plot pendefinisian data deret waktu. Dari plot penjualan alkohol tersebut juga dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut ternyata dapat menghilangkan trend pada deret waktu asalnya.

3.4 Identifikasi Model

Kemudian dilanjutkan untuk menentukan model ARIMA yang diperoleh melalui korelogram, yakni batang ACF dan batang PACF.

3.4.1 Batang ACF

> install.packages(forecast)
Error in basename(pkg): a character vector argument expected
> library(forecast)
> par(mfrow = c(1,2))
> acf(deretwaktu.ts.diff, lag.max = 25)

3.4.2 Batang PACF

> install.packages(forecast)
Error in basename(pkg): a character vector argument expected
> library(forecast)
> par(mfrow = c(1,2))
> pacf(deretwaktu.ts.diff, lag.max = 25)

Berdasarkan korelogram, batang ACF keluar hingga lag ke-3 yang menunjukan orde MA yaitu 𝑞 = 3. Sementara batang PACF keluar pada lag ke-2, yang menunjukan orde AR yaitu 𝑝 = 2. Dengan sebelumnya dilakukan differencing orde 1, 𝑑 = 1, diperoleh model ARIMA(2,1,3).

3.5 Estimasi Parameter

Overfitting terhadap model dapat dilakukan dengan memilih model yang memiliki orde lebih rendah atau kombinasi dari orde pada model utama, yaitu :

\[\begin{align*} &ARIMA(0,1,1)\\ &ARIMA(0,1,2)\\ &ARIMA(0,1,3)\\ &ARIMA(1,1,0)\\ &ARIMA(1,1,1)\\ &ARIMA(1,1,2)\\ &ARIMA(1,1,3)\\ &ARIMA(2,1,0)\\ &ARIMA(2,1,1)\\ &ARIMA(2,1,2)\\ &ARIMA(2,1,3)\\ \end{align*}\]

Setelah mendapatkan kesebelas model tersebut, akan dilihat apakah koefisiennya signifikan terhadap model atau tidak, dengan melakukan estimasi parameter model.

Mulai dari model pertama sampai dengan model sebelas yaitu :

> install.packages("lmtest")
> library(lmtest)
> model.1 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.1)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value  Pr(>|z|)    
ma1 -0.866073   0.021047 -41.149 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (0,1,1) }\\ &(1 - B)y_{t} = (1 + \theta_{1}B)\epsilon _{t} \\ &(1 - B)y_{t} = (1 - 0,866B)\epsilon _{t} \\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 0 : Tidak ada komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 1 : Ada satu komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• MA1 (𝑞 = 1) : Koefisien MA1 adalah -0,866, yang menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak dipengaruhi oleh error residual pada periode sebelumnya.

> model.2 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.2)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ma1 -0.796094   0.060115 -13.2429   <2e-16 ***
ma2 -0.069967   0.056892  -1.2298   0.2188    
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (0,1,2) }\\ &(1 - B)y_{t} = (1 + \theta_{1}B + \theta_{2}B^{2})\epsilon _{t}\\ &(1 - B)y_{t} = (1 - 0,796B - 0,069B^{2})\epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 0 : Tidak ada komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 2 : Ada dua komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• MA1 (𝑞 = 1) dan MA2 (𝑞 = 2) : Koefisien MA1 adalah -0,796 dan koefisien MA2 adalah -0.069 keduanya tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak secara signifikan dipengaruhi oleh error residual pada dua periode sebelumnya.

> model.3 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(0,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.3)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ma1 -0.807023   0.057487 -14.0383  < 2e-16 ***
ma2 -0.152747   0.073403  -2.0809  0.03744 *  
ma3  0.092401   0.061416   1.5045  0.13245    
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (0,1,3) }\\ &(1 - B)y_{t} = (1 + \theta_{1}B + \theta_{2}B^{2} + \theta_{3}B^{3})\epsilon _{t}\\ &(1 - B)y_{t} = (1 - 0,807B - 0,153B^{2} + 0,092B^{3}\epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 0 : Tidak ada komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 3 : Ada tiga komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• MA1 (𝑞 = 1), MA2 (𝑞 = 2), dan MA3 (𝑞 = 3) : Koefisien MA1 adalah -0,807, koefisien MA2 adalah -0.153, dan koefisien MA3 adalah 0,092. MA1 dan MA2 tidak signifikan secara statistik dan MA3 signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat sedikit dipengaruhi oleh error residual pada dua periode sebelumnya.

> model.4 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,0), method = "ML")
> coeftest(model.4)

z test of coefficients:

    Estimate Std. Error z value  Pr(>|z|)    
ar1 -0.42793    0.05135 -8.3336 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (1,1,0) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - B)y_{t} = \epsilon _{t}\\ &(1 + 0,423B)(1 - B)y_{t} = \epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 1 : Ada satu komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 0 : Tidak ada komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) : Koefisien AR1 adalah -0.423, yang tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak secara signifikan dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.

> model.5 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.5)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ar1  0.068707   0.060524   1.1352   0.2563    
ma1 -0.875215   0.021093 -41.4931   <2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (1,1,1) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B)\epsilon _{t}\\ &(1 - 0,069B)(1 - B)y_{t} = (1 - 0,875B)\epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 1 : Ada satu komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 1 : Ada satu komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) : Koefisien AR1 adalah 0.069, yang signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1) : Koefisien MA1 adalah -0.875, yang tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak secara signifikan dipengaruhi oleh error residual pada periode sebelumnya.

> model.6 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.6)

z test of coefficients:

    Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)  
ar1 -0.40844    0.23868 -1.7113  0.08703 .
ma1 -0.37825    0.22478 -1.6828  0.09242 .
ma2 -0.43327    0.19310 -2.2438  0.02485 *
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (1,1,2) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B + \theta _{2}B^{2})\epsilon _{t}\\ &(1 + 0,408B)(1 - B)y_{t} = (1 - 0,378B - 0,433B^{2})\epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 1 : Ada satu komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 2 : Ada dua komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) : Koefisien AR1 adalah -0.408, yang tidak signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak secara signifikan dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1) dan MA2 (𝑞 = 2) : Koefisien MA1 adalah -0.378 dan koefisien MA2 adalah -0.433. Keduanya tidak signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa error residual pada periode sebelumnya tidak memiliki pengaruh pada perubahan dalam nilai observasi saat ini.

> model.7 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(1,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.7)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)   
ar1  0.503258        NaN     NaN      NaN   
ma1 -1.326436        NaN     NaN      NaN   
ma2  0.248773   0.101980  2.4394 0.014711 * 
ma3  0.138414   0.050742  2.7278 0.006376 **
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (1,1,3) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B + \theta _{2}B^{2} + \theta _{3}B^{3})\epsilon _{t}\\ &(1 - 0,503B)(1 - B)y_{t} = (1 - 1,326B + 0,249B^{2} + 0,138B^{3})\epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 1 : Ada satu komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 3 : Ada tiga komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) : Koefisien AR1 adalah 0.503, yang signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini secara signifikan dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1), MA2 (𝑞 = 2) dan MA3 (𝑞 = 3): Koefisien MA1 adalah -1.326, koefisien MA2 adalah 0,249 dan koefisien MA3 adalah -0.138. MA1 tidak signifikan secara statistik, MA2 dan MA3 signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa error residual pada periode sebelumnya cukup memiliki pengaruh pada perubahan dalam nilai observasi saat ini.

> model.8 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,0), method = "ML")
> coeftest(model.8)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value  Pr(>|z|)    
ar1 -0.568864   0.053401 -10.6527 < 2.2e-16 ***
ar2 -0.336093   0.053355  -6.2992 2.992e-10 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (2,1,0) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - \phi_{2}B^{2})(1 - B)y_{t} = \epsilon _{t}\\ &(1 + 0,569B)(1 + 0,336B^{2})(1 - B)y_{t} = \epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 2 : Ada dua komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 0 : Tidak ada komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) dan AR2 (𝑝 = 2) : Koefisien AR1 adalah -0.569 dan koefisien AR2 adalah -0.336, dimana kedua koefisien tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini secara signifikan tidak dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.

> model.9 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,1), method = "ML")
> coeftest(model.9)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value Pr(>|z|)    
ar1  0.064188   0.060516   1.0607   0.2888    
ar2 -0.077309   0.059601  -1.2971   0.1946    
ma1 -0.865281   0.023761 -36.4162   <2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (2,1,1) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - \phi_{2}B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B) \epsilon _{t}\\ &(1 - 0,064B)(1 + 0,077B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 - 0,865B) \epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 2 : Ada dua komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 1 : Ada satu komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) dan AR2 (𝑝 = 2) : Koefisien AR1 adalah 0.064 dan koefisien AR2 adalah -0.077, dimana AR1 signifikan secara statistik dan koefisien AR2 tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini secara signifikan kurang dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1): Koefisien MA1 adalah -0.865, yang tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini tidak secara signifikan dipengaruhi oleh error residual pada periode sebelumnya.

> model.10 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,2), method = "ML")
> coeftest(model.10)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error z value Pr(>|z|)
ar1 -0.309594   0.310721 -0.9964   0.3191
ar2 -0.051120   0.067672 -0.7554   0.4500
ma1 -0.489136   0.306883 -1.5939   0.1110
ma2 -0.329112   0.269201 -1.2226   0.2215

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (2,1,2) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - \phi_{2}B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B + \theta _{2}B^{2}) \epsilon _{t}\\ &(1 + 0,310B)(1 + 0,051B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 - 0,489B - 0,329B^{2}) \epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 2 : Ada dua komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 2 : Ada dua komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) dan AR2 (𝑝 = 2) : Koefisien AR1 adalah -0.310 dan koefisien AR2 adalah -0.051, dimana kedua koefisien tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini secara signifikan tidak dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1) dan MA2 (𝑞 = 2) : Koefisien MA1 adalah -0.489 dan koefisien MA2 adalah -0.329. Keduanya tidak signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa error residual pada periode sebelumnya tidak memiliki pengaruh pada perubahan dalam nilai observasi saat ini.

> model.11 <- arima(deretwaktu.ts, order = c(2,1,3), method = "ML")
> coeftest(model.11)

z test of coefficients:

     Estimate Std. Error  z value  Pr(>|z|)    
ar1 -1.083940   0.022475 -48.2285 < 2.2e-16 ***
ar2 -0.913707   0.023852 -38.3067 < 2.2e-16 ***
ma1  0.416103   0.024763  16.8031 < 2.2e-16 ***
ma2 -0.105174   0.030003  -3.5055 0.0004558 ***
ma3 -0.863579   0.023886 -36.1549 < 2.2e-16 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

\[\begin{align*} &\text{Bentuk model ARIMA (2,1,3) }\\ &(1 - \phi_{1}B)(1 - \phi_{2}B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 + \theta _{1}B + \theta _{2}B^{2} + \theta _{3}B^{3}) \epsilon _{t}\\ &(1 + 1,084B)(1 + 0,914B^{2})(1 - B)y_{t} = (1 + 0,416B - 0,105B^{2} - 0,864B^{3}) \epsilon _{t}\\ \end{align*}\]

• AR (Autoregressive) Orde 𝑝 = 2 : Ada dua komponen autoregressive.
• Differencing Orde 𝑑 = 1 : Data telah didifferensiasikan sekali untuk mencapai stasionaritas.
• MA (Moving Average) Orde 𝑞 = 3 : Ada tiga komponen moving average dalam model.

Interpretasi :
• Differencing (𝑑 = 1) : Dengan orde differencing 1, model ini mengurangi tren linear dan membuat data lebih stasioner.
• AR1 (𝑝 = 1) dan AR2 (𝑝 = 2) : Koefisien AR1 adalah -1,084 dan koefisien AR2 adalah -0.914, dimana kedua koefisien tidak signifikan secara statistik dengan p-value yang sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam nilai observasi saat ini secara signifikan tidak dipengaruhi oleh nilai observasi pada periode sebelumnya setelah differencing.
• MA1 (𝑞 = 1), MA2 (𝑞 = 2) dan MA3 (𝑞 = 3) : Koefisien MA1 adalah 0.416, koefisien MA2 adalah -0,105 dan koefisien MA3 adalah -0.864. MA1 signifikan secara statistik, MA2 dan MA3 tidak signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa error residual pada periode sebelumnya kurang memiliki pengaruh pada perubahan dalam nilai observasi saat ini.

3.6 Diagnosis Model

3.6.1 Penentuan model terbaik

> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> aic.model <- data.frame(Nama  = c("model.1", "model.2", "model.3", "model.4", "model.5", "model.6", "model.7", "model.8", "model.9", "model.10", "model.11" ),
+                         Model = c("ARIMA(0,1,1)","ARIMA(0,1,2)", "ARIMA(0,1,3)", "ARIMA(1,1,0)", "ARIMA(1,1,1)", "ARIMA(1,1,2)", "ARIMA(1,1,3)", "ARIMA(2,1,0)", "ARIMA(2,1,1)", "ARIMA(2,1,2)", "ARIMA(2,1,3)"),
+                         AIC   = c(model.1$aic, model.2$aic, model.3$aic, model.4$aic, model.5$aic, model.6$aic, model.7$aic, model.8$aic, model.9$aic, model.10$aic, model.11$aic))
> print(aic.model)
       Nama        Model      AIC
1   model.1 ARIMA(0,1,1) 5421.650
2   model.2 ARIMA(0,1,2) 5422.132
3   model.3 ARIMA(0,1,3) 5422.006
4   model.4 ARIMA(1,1,0) 5517.065
5   model.5 ARIMA(1,1,1) 5422.357
6   model.6 ARIMA(1,1,2) 5422.968
7   model.7 ARIMA(1,1,3) 5418.787
8   model.8 ARIMA(2,1,0) 5481.674
9   model.9 ARIMA(2,1,1) 5422.693
10 model.10 ARIMA(2,1,2) 5424.446
11 model.11 ARIMA(2,1,3) 5364.595

Setelah melakukan estimasi parameter dari kesebelas model,selanjutnya membandingkan kesebelas model yang telah dibentuk menggunakan AIC dengan melihat nilai AIC yang paling kecil.Diperoleh AIC yang paling kecil adalah model ARIMA(2,1,3) sebesar 5364.595 yang menjadi model terbaik.

3.6.2 Residual model terbaik

• Setelah mendapatkan model terbaik, yaitu model ARIMA(2,1,3), kemudian kita uji apakah model yang terbentuk atau terpilih telah sesuai dan layak digunakan untuk tahap peramalan data atau tidak menggunakan uji Ljung-Box.
• Uji Ljung-Box digunakan untuk menguji independensi residual antar lag pada model ARIMA (p,d,q).

\[\begin{align*} \text{Hipotesis :}\\ &H_{0} : k = 0 \text{ (tidak ada autokorelasi residual antar lag) vs }\\ &H_{1} : \text{paling sedikit ada satu k } \neq0 \text{ dengan k = 1,2,... (ada autokorelasi residual antar lag)}\\ \\ \text{Taraf Signifikasi : } &\alpha \\ \\ \text{Statistik uji :}\\ &\text{Q } = n(n+2)\sum_{k=1}^{m}\frac{re_{k}^{2}}{n-k} \text{ , dimana n : jumlah resdidual, k : jumlah lag, dan m : jumlah lag yang sedang diuji } \\ \\ \text{Kriteria uji : }\\ &H_{0} \text{ ditolak jika Q } > \chi_{df}^{2} \text{ atau p-value } < \alpha \\ \end{align*}\]

> install.packages("forecast")
> library(forecast)
> checkresiduals(model.11)


    Ljung-Box test

data:  Residuals from ARIMA(2,1,3)
Q* = 590.28, df = 19, p-value < 2.2e-16

Model df: 5.   Total lags used: 24

Keputusan :

\[\begin{align*} \text{Karena nilai p-value } (2,2 \times 10^{-16})< \alpha (0,05) \text{ sehingga keputusannya tolak } H_{0} \end{align*}\]

Kesimpulan :
Sehingga terdapat autokorelasi residual antar lag. Dengan kata lain, model ARIMA(2,1,3) tampaknya kurang menangkap struktur dalam data dengan baik, dan residualnya berkorelasi.

3.7 Prediksi data deret waktu masa depan

Hasil peramalan data deret waktu yang diperoleh selama 12 bulan kedepan adalah sebagai berikut :

> ramalan <- forecast(deretwaktu.ts, model = model.11, h = 12)
> ramalan
         Point Forecast    Lo 80    Hi 80    Lo 95    Hi 95
Feb 2019       12779.32 11588.65 13969.98 10958.35 14600.28
Mar 2019       13376.76 12123.56 14629.96 11460.15 15293.36
Apr 2019       13012.40 11758.51 14266.28 11094.74 14930.05
May 2019       12861.46 11600.98 14121.94 10933.72 14789.19
Jun 2019       13357.98 12048.89 14667.08 11355.90 15360.07
Jul 2019       12957.69 11648.25 14267.13 10955.08 14960.31
Aug 2019       12937.90 11616.77 14259.03 10917.41 14958.39
Sep 2019       13325.10 11967.33 14682.88 11248.56 15401.64
Oct 2019       12923.48 11565.35 14281.62 10846.40 15000.57
Nov 2019       13005.03 11630.60 14379.45 10903.03 15107.03
Dec 2019       13283.60 11882.16 14685.05 11140.28 15426.93
Jan 2020       12907.14 11505.08 14309.19 10762.88 15051.39

• Diketahui model ARIMA(2,1,3) tampaknya memperkirakan nilai konstan di masa depan karena tidak ada tren yang kuat dalam data setelah differencing.
• Dimana model ini cukup baik dalam menangkap pola acak dalam data tetapi mungkin tidak menangkap tren yang lebih kompleks.

3.7.1 Visualisasi prediksi data deret waktu

> plot(ramalan)

• Garis hitam merupakan data historis.
• Garis biru merupakan nilai peramalan.
• Area berwarna abu-abu/biru untuk interval prediksi 80% dan 95%.
• Lebarnya kipas interval prediksi mencerminkan ketidakpastian yang meningkat seiring dengan prediksi yang semakin jauh ke depan.

4 KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan analisis deret waktu, dapat disimpulkan bahwa jumlah penjualan alkohol 12 bulan kedepan diprediksi akan mengalami tren positif, yang dimana artinya angka penjualan akan semakin meningkat.
Metode deret waktu dengan berbagai model perhitungannya terbukti sangat membantu memodelkan dan meramalkan angka penjualan alkohol seiring waktu di setiap bulan dan tahunnya.

5 DAFTAR PUSTAKA

Brockwell, P. J., & Davis, R. A. (2002). Introduction to Time Series and Forecasting. Springer.
Zhang, G. P. (2020). Time series forecasting using a hybrid ARIMA and neural network model.
Neurocomputing, 50, 159-175.
Tim Dosen Statistika. (2024). P12 Analisis Deret Waktu dalam R.pdf