Halo teman-teman semua!
Teman-teman semua sudah tidak asing kan dengan aku?
Perkenalan aku Boemi sebagai maskot yang menggemaskan dan lucu dari kelompok SUPERHOT.
Pada zaman dahulu Boemi bisa ‘dikatakan’ sangat asri, di mana Boemi merupakan planet
yang sangat layak ditinggali karena kelimpahan kekayaan alam dan tidak terbatasnya oksigen
untuk makhluk hidup bertahan hidup. Kini, Boemi lebih sering dirusak, dicemari, dan terus menerus
diekpoitasi oleh manusia itu sendiri. Seandainya para manusia peka terhadap Boemi yang sudah mulai lelah,
dan perlahan-lahan merasakan sakit. Jika terus dibiarkan seperti ini, Boemi akan segera berakhir.
Boemi sayang teman-teman semua yang berada di dalam Boemi. Tapi, apakah teman-teman semua sayang dengan Boemi?
Halo teman-teman Boemi! Teman-teman tau bukan belakangan ini suhu Boemi meningkat,
Boemi sering sakit, sehingga curah hujan sering kali tidak menentu, gunung es mencair
dan menyebabkan volume air laut meningkat. Teman-teman terdampak pasti sedih bukan
akan semua bencana tersebut? Boemi juga.
Kenaikan suhu Boemi tersebut adalah kondisi Global Warming, jika kondisi ini meningkat
terus menerus maka akan menyebabkan perubahan iklim di banyak wilayah di Boemi.
Global warming adalah kondisi dimana suhu permukaan bumi meningkat secara signifikan
dan merata. Pada tahun 2018, IPCC mengeluarkan laporan bahwa suhu bumi meningkat sebesar
1,5⁰C, pernyataan tersebut telah disetujui oleh pemerintah dunia.
Bencana Global Warming yang dialami Boemi disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup di Boemi,
khususnya aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Aktivitas tersebut meliputi penggunaan
bahan bakar fosil, penggunaan transportasi dengan energi pembakaran, produksi gas metana dari
peternakan dan pertanian, aktivitas penebangan pohon, dan penggunaan pupuk kimia berlebihan.
Ekploitasi berlebih terhadap Boemi menyebabkan kerusakan.
Teman-teman semua, perlu diketahui bahwa perubahan iklim pasti terjadi tetapi,
cepat atau lambatnya perubahan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya
adalah jumlah gas rumah kaca. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang dapat menyimpan radiasi,
contohnya seperti CO2, CH4, CFC, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana gas rumah kaca ini
dapat menyebabkan Global Warming? Gas rumah kaca berfungsi untuk menjaga suhu Boemi agar
tidak terlalu dingin untuk ditinggali makhluk hidup. Namun, jika jumlahnya di atmosfer
terlalu banyak maka yang terjadi adalah panas yang disimpan menjadi berlebih, sehingga
menyebabkan suhu Boemi meningkat.
Perlu diketahui teman-teman, matahari memancarkan radiasi ke Boemi, radiasi tersebut
ada yang langsung mencapai permukaan Boemi, disebarkan, dan dipantulkan. Kemudian,
radiasi yang sampai ke permukaan Boemi dipantulkan kembali dalam bentuk gelombang panjang,
nah radiasi inilah yang sering kali terperangkap di dalam Boemi karena adanya gas rumah kaca.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.