Pengaruh Jumlah Unit Kamera, Jumlah Durasi, dan Jumlah Transaksi Terhadap Omzet Penyewaan Kamera di Joe Kamera

Nadia Dewi Dwi Suryani

2024-05-31


> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")

1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Analisis regresi merupakan teknik dalam statistika untuk mempelajari hubungan antara beberapa variabel dan mekukan prediksi terhadap suatu variabel. Sebelum dilakukan analisis regresi, perlu menentukan satu variabel terikat dan beberapa variabel bebas. Ketika yang dianalisis adalah pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat, maka analisis menggunakan model regresi linier sederhana. Sedangkan ketika menganalisis pengaruh dua atau lebih varibel bebas, maka digunakan model regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah unit kamera, jumlah durasi, dan jumlah transaksi terhadap omzet penyewaan kamera.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat hubungan(pengaruh) antara jumlah unit kamera, jumlah durasi, dan jumlah transaksi terhadap omzet penyewaan kamera?
2. Apakah terdapat hubungan(pengaruh) antara jumlah unit kamera terhadap omzet penyewaan kamera?
3. Apakah terdapat hubungan(pengaruh) antara jumlah durasi terhadap omzet penyewaan kamera?
4. Apakah terdapat hubungan(pengaruh) antara jumlah transaksi terhadap omzet penyewaan kamera?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui hubungan(pengaruh) antara jumlah unit kamera, jumlah durasi, dan jumlah transaksi terhadap omzet penyewaan kamera.
2. Untuk mengetahui hubungan(pengaruh) antara jumlah unit kamera terhadap omzet penyewaan kamera
3. Untuk mengetahui hubungan(pengaruh) antara jumlah durasi terhadap omzet penyewaan kamera.
4. Untuk mengetahui hubungan(pengaruh) antara jumlah transaksi terhadap omzet penyewaan kamera.

2 Tinjauan Pustaka

2.1 Regresi Linier

Regresi Linier digunakan untuk memprediksi nilai variabel Y (variabel respons) berdasarkan satu atau lebih variabel X (prediktor). Tujuannya adalah untuk membangun hubungan linier antara variabel prediktor dan variabel respons, sehingga persamaan ini nantinya akan digunakan untuk memperkirakan nilai variabel Y ketika nilai variabel X diketahui. Terdapat dua model dalam regresi linear yaitu model regresi linier sederhana dan model regresi linear berganda (Suyono, 2012). Model regresi linear sederhana dinyatakan \[Y=β_0+β_1 X_1+ε\] \(Y=\) Variabel terikat

\(β_0=\) Intercept (konstanta)

\(β_1=\) Koefisien regresi

\(X_1=\) Variabel bebas

\(ε=\) Sisa

Model regresi linear berganda dinyatakan :\[Y=β_0+β_1 X_1+β_2 X_2+⋯+β_i X_i+ε\] \(Y=\) Variabel terikat

\(β_0=\) Intercept (konstanta)

\(β_i=\) Koefisien regresi ke-i

\(X_i=\) Variabel bebas ke-i

\(ε=\) Sisa

2.2 Uji Hipotesis Regresi Linier

2.2.1 Uji Simultan

Uji Simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui apakah variabel prediktor secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel respons.

Hipotesis

\(H_0: β_1=⋯=β_i= 0\)

\(H_0:\) Minimal terdapat satu \(β_i≠ 0\)

Statistik Uji

\(JKR=β^T (X^T Y)-nY ̅^2\)

\(JKT=Y^T Y-nY ̅^2\)

\(JKG=JKT-JKR\)

\(〖DB〗_R= i\)

\(〖DB〗_G=n-2\)

\(〖DB〗_T=n-1\)

\(〖KT〗_R=JKR/i\)

\(〖KT〗_G=JKG/(n-2)\)

\(F_{hitung}=KTR/KTG i\)

Keputusan

\(F_{hitung}>F_{tabel}\) , maka Tolak \(H_0\)

\(p_{value}<α\), maka Tolak \(H_0\)

2.2.2 Uji Parsial

Uji parsial (Uji T) digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel prediktor berpengaruh terhadap variabel respons.

Hipotesis

\(H_0: β_i=0\)

\(H_1: β_i≠0\)

Statistik Uji

\(t_{hitung}=(β ̂_1-β_0)/s_d\)
Keputusan

\(t_{hitung}>t_{tabel}\), maka Tolak \(H_0\)

\(p_{value}<α\), maka Tolak \(H_0\)

2.3 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi bertujuan mengukur kemampuan model dalam menerangkan seberapa besar pengaruh variabel prediktor secara bersama-sama terhadap variabel respons. \[R^2=\frac{JKR}{JKT}\]

2.4 Asumsi Regresi Linier

2.4.1 Normalitas Galat

Pengecekan normalitas galat bertujuan untukmengetahui apakah nilai residual dari persamaan regresi terdistribusi secara normal atau tidak, dapat dicek salah satunya dengan uji Jarque Bera.

Hipotesis

\(H_0\): Residual berdistribusi normal

\(H_0\): Residual tidak berdistribusi normal Statistik Uji \[JB=\frac{n}{6} (S^2+\frac{(K-3)^2}{4})\] Dengan nilai S dan K adalah sebagai berikut : \(S=\frac{\frac{1}{n} ∑(x_i-x ̅ )^3}{(\frac{1}{n} ∑(x_i-x̅^2 ) )^{3/2}}\)

\(K=\frac{\frac{1}{n} ∑(x_i-x ̅ )^4 )}{(\frac{1}{n}) ∑(x_i-x̅^2 ) )^2}\)

Keputusan

\(JB>X_{tabel}^2\) , maka Tolak \(H_0\)

\(p_{value}<α\), maka Tolak \(H_0\)

2.4.2 Homoskedastisitas

Pengecekan homoskedastisitas dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan ragam residual pada satu pengamatan ke pengamatan lainnya, dapat dicek salah satunya dengan uji Breusch Pagan.

Hipotesis \(H_0\): Ragam galat homogen. \(H_0\): Ragam galat tidak homogen

Statistik Uji \[LM=\frac{nT}{2(T-1)} (\frac{∑_{i=1}^n(∑_{i=1}^nu ̂_{it})^2} {(∑_{i=1}^n∑_{i=1}^nu ̂_{it}^2 )}-1)\] Keputusan \(LM>X_{tabel}^2\) , maka Tolak \(H_0\)

\(p_{value}<α\), maka Tolak \(H_0\)

2.4.3 Non Autokorelasi

Suatu model regresi dikatakan baik apabila bebas dari autokorelasi. Pengencekan non autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model ada korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya, dapat dicek dengan uji Durbin Watson.

Hipotesis

\(H_0:\) Tidak terjadi autokorelasi

\(H_0\): Terjadi autokorelasi

Statistik Uji \[d=\frac{∑_{t=2}^n(e ̂_t-e ̂_{t-1})^2}{∑_{t=1}^ne ̂_t^2}\]

2.4.4 Keputusan

\(d<dL\) atau \(d>4-dL\), maka Tolak \(H_0\)

\(p_{value}<α\), maka Tolak \(H_0\)

2.4.5 Non Multikolinearitas

Suatu model regresi dikatakan baik apabila tidak mengandung multikolinearitas. Pengecekan mulikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar variabel bebas pada model regresi (Ghozali, 2011)., dapat dicek menggunakan Variance Inflation Factor (VIF).

Hipotesis

\(H_0\): Tidak terjadi multikolinearitas

\(H_1\): Terjadi multikolinearitas

Statitsik Uji

\[VIF_j=\frac{1}{1-R_j^2}\]

Keputusan Jika \(VIF > 10\), maka Tolak \(H_0\)

3 Source Code

3.1 Input Data

> library(readxl)
> data <- read_excel("C:/Users/inggarnadalia/Downloads/komstat3.xlsx")
> data
# A tibble: 16 × 4
     Omzet Jumlah_Unit Jumlah_Durasi Jumlah_Transaksi
     <dbl>       <dbl>         <dbl>            <dbl>
 1 3425000          17           565               76
 2 5020000          18           735               92
 3 7760000          17          1301              125
 4 5200000          17           784              101
 5 5800000          17          1003              102
 6 5480000          16           857              117
 7 3035000          16           493               69
 8 2745000          15           388               61
 9 1590000          16           215               46
10 4660000          16           662              105
11 2010000          17           322               46
12 4165000          17           632               60
13 1910000          17           294               49
14 1890000          17           270               52
15 2150000          17           291               49
16 1985000          17           278               40

3.2 Regresi Linier

> #Model Regresi Linier Berganda, Uji Simultan & Parsial, serta Koefisien Determinasi
> berganda <- lm(Omzet~Jumlah_Unit+Jumlah_Durasi+Jumlah_Transaksi, data=data)
> summary(berganda)

Call:
lm(formula = Omzet ~ Jumlah_Unit + Jumlah_Durasi + Jumlah_Transaksi, 
    data = data)

Residuals:
    Min      1Q  Median      3Q     Max 
-290106 -159304  -24671  150697  366592 

Coefficients:
                 Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
(Intercept)       -900923    1519766  -0.593   0.5643    
Jumlah_Unit         55912      88089   0.635   0.5375    
Jumlah_Durasi        4657        531   8.769 1.45e-06 ***
Jumlah_Transaksi    13431       5716   2.350   0.0367 *  
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

Residual standard error: 217500 on 12 degrees of freedom
Multiple R-squared:  0.9886,    Adjusted R-squared:  0.9857 
F-statistic: 346.5 on 3 and 12 DF,  p-value: 6.451e-12

3.3 Asumsi Regresi Linier

3.3.1 Normalitas Galat

> library(tseries)
> sisa <- residuals(berganda)
> jarque.bera.test(sisa)

    Jarque Bera Test

data:  sisa
X-squared = 0.74504, df = 2, p-value = 0.689

3.3.2 Homoskedastisitas

> library(lmtest)
> bptest(berganda)

    studentized Breusch-Pagan test

data:  berganda
BP = 3.3052, df = 3, p-value = 0.3469

3.3.3 Non Autokorelasi

> dwtest(berganda)

    Durbin-Watson test

data:  berganda
DW = 2.7474, p-value = 0.9246
alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0

3.3.4 Non Multikolinearitas

> library(car)
> vif(berganda)
     Jumlah_Unit    Jumlah_Durasi Jumlah_Transaksi 
        1.219777         8.614155         8.353611 

4 Hasil dan Pembahasan

4.1 Regresi Linier Berganda

4.1.1 Estimasi Koefisien Regresi Linier Berganda

Model regresi linier berganda yang didapat adalah : \[Ŷ=-900923+55912X_1+4657X_2-13431X_3\]

\(β_0=-900923\) Jika jumlah unit kamera (\(X_1\)), jumlah durasi (\(X_2\)), dan jumlah transaksi (\(X_3\)) memiliki nilai 0, maka omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022 sebesar -900923.

\(β_1=5591\) Jika jumlah durasi (\(X_2\)) dan jumlah transaksi (\(X_3\)) memiliki nilai yang konstan dan jumlah unit kamera (\(X_1\)) meningkat sebesar 1%, maka omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022 meningkat sebesar 5591.

\(β_2=4657\) Jika jumlah unit kamera (\(X_1\)) dan jumlah transaksi (\(X_3\)) memiliki nilai yang konstan dan jumlah durasi (\(X_2\)) meningkat sebesar 1%, maka omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022 meningkat sebesar 4657.

\(β_3=-13431\) Jika jumlah unit kamera (\(X_1\)) dan dan jumlah durasi (\(X_2\)) memiliki nilai yang konstan dan jumlah transaksi (\(X_3\)) meningkat sebesar 1%, maka omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022 menurun sebesar 13431.

4.1.2 Uji Hipotesis Regresi Linier Berganda

Uji Simultan (Uji F)

\(p_{value}= 6,451×10^{-12}\)

Karena \(p_{value} (6,451×10^{-12} )<α (0,05)\), maka \(Tolak\) \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa minimal terdapat satu dari variabel jumlah unit kamera, jumlah durasi, dan jumlah transaksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022.

Uji Parsial (Uji T)

\(X_1\) (Jumlah Unit) \(p_{value}= 0,5375\)

Karena \(p_{value} (0,5375 )>α (0,05)\), maka Terima \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa jumlah unit kamera tidak berpengaruh secara signifikan terhadap omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022.

\(X_2\) (Jumlah durasi) \(p_{value}=1,45×10^{-6}\)

Karena \(p_{value} (1,45×10^{-6})<α (0,05)\), maka Tolak \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa jumlah durasi berpengaruh secara signifikan terhadap omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022.

\(X_3\) (Jumlah transaksi) \(p_{value}=0,0367\)

Karena \(p_{value} (0,0367)<α (0,05)\), maka Tolak \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa jumlah transaksi berpengaruh secara signifikan terhadap omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022.

4.1.3 Koefisien Determinasi

\(R_{adj}^2=0,9857\)

Variabel jumlah unit kamera, jumlah durasi, dan jumlah transaksi secara bersama-sama mempengaruhi omzet penyewaan kamera sebesar 98,57%, sedangkan 1,43% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.

4.2 Asumsi Regresi Linier Berganda

4.2.1 Normalitas Galat

\(p_{value} = 0,689\)

Karena \(p_{value}(0,689})>α(0,05)\), maka Terima \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

4.2.2 Homoskedastisitas

\(p_{value}=0,3469\)

Karena \(p_{value}(0,3469)>α (0,05)\), maka Terima \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa ragam galat homogen.

4.2.3 Asumsi Non Autokorelasi

\(p_{value}= 0.9246\)

Karena \(p_{value}(0.9246)>α (0,05)\), maka Terima \(H_0\)

Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

4.2.4 Asumsi Non Multikolinieritas

\(VIF_{X_1}= 1.219777\) \(VIF_{X_2}= 8.614155\) \(VIF_{X_3}= 8.353611\)

Karena \(VIF\) seluruh variabel \(<10\), maka Terima \(H_0\)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel.

5 Kesimpulan

Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa jumlah durasi dan jumlah transaksi berpengaruh secara signifikan terhadap omzet penyewaan kamera di JOe Kamera pada Agustus 2021 sampai November 2022 dengan semua asumsi regresi linier berganda terpenuhi.

6 Daftar Pustaka

Anggara, A., Auliasari, K., & Pranoto, Y. A. (2023). METODE REGRESI LINIER BERGANDA UNTUK PREDIKSI OMSET PENYEWAAN KAMERA DI JOE KAMERA. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 7(1), 852-858.

Ghozali, I. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hair, J.F., Black, W.C., Babin, B.J., Anderson, R.E., & Tatham, R.L. 2006. Multivariate Data Analysis (6th ed.). Pearson Prentice Hall.

Sumarminingsih, Eni, Achmad Efendi, dan Adji Achmad Rinaldo F. 2022. Komputasi Statistika. Malang: UB Press.

Suyono. 2012. Analisis Regresi untuk Penelitian. Yogyakarta: Deepublish.