Handphone pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876.Alat ini merupakan sarana komunikasi yang praktis sehingga berkembang dengan pesat.Sedangkan penemu handphone adalah Martin Cooper yang bekerja di Motorolla, Cooper memiliki ide untuk membuat alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian.
Handphone merupakan alat telekomunikasi elektronik dua arah yang tentunya memberikan sangat banyak kemudahan kepada manusia. Saat ini, manusia hampir selalu bergantung pada telepon genggam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi, telepon genggam kini memiliki berbagai fungsi tambahan. Tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga berfungsi sebagai media hiburan, media bisnis, dan lain-lain.
Dalam penelitian ini, digunakan metode ANOVA untuk mengetahui pengaruh merk handphone terhadap penjualan handphone. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bagaimana pengaruh merk handphone terhadap penjualan handphone.
Statistika deskriptif merupakan cabang ilmu statistika yang mempelajari mengenai cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dari suatu penelitian. Statistika Deskriptif adalah bagian dari statistika yang bertujuan untuk merangkum, menyajikan, dan mendeskripsikan data dalam format yang mudah dipahami sehingga informasi yang diberikan lebih lengkap. Statistika deskriptif terbatas pada aktivitas menggambarkan atau memberikan penjelasan mengenai data, keadaan, atau fenomena tertentu, dengan kata lain hanya memberikan gambaran umum dari data yang diperoleh.
Analisis varians (analysis of variance, ANOVA) adalah metode analisis statistika yang termasuk dalam cabang statistika inferensial. Dalam literatur Indonesia, metode ini juga dikenal dengan sebutan analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Dalam praktiknya, analisis varians dapat digunakan sebagai uji hipotesis maupun untuk pendugaan (terutama dalam genetika terapan).
ANOVA adalah salah satu teknik analisis multivariat yang digunakan untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Analisis varians termasuk dalam kategori statistika parametrik. One-Way ANOVA (analisis ragam satu arah) umumnya digunakan untuk menguji rata-rata atau pengaruh perlakuan dari suatu percobaan yang melibatkan satu faktor, di mana faktor tersebut memiliki tiga atau lebih kelompok. Disebut “satu arah” karena peneliti hanya fokus pada satu faktor dalam penelitiannya. Dengan kata lain, One-Way ANOVA mengelompokkan data berdasarkan satu kriteria saja.
Hipotesis yang digunakan dalam ANOVA : \[ H_0: \mu_1 = \mu_2 = \mu_3 = \cdots = \mu_p \]
\[ H_1: \text{paling tidak ada satu } \mu_p \text{ yang berbeda} \]
Penarikan Keputusan dan kesimpulan :
Keputusan dalam ANOVA didasarkan pada perbandingan nilai statistik \(F\) yang dihitung dengan nilai kritis \(F\) dari tabel distribusi \(F\) pada tingkat signifikansi (\(\alpha\)) tertentu.
Keputusan dalam ANOVA juga dapat diambil berdasarkan nilai \(p\) :
Keterangan :
\(F_{hitung}\) adalah nilai \(F\) yang diperoleh dari perhitungan ANOVA.
\(F_{tabel}\) adalah nilai kritis \(F\) dari tabel distribusi \(F\) berdasarkan derajat kebebasan \(df_{antara}\) dan \(df_{dalam}\).
\(p\)-value adalah probabilitas mendapatkan nilai \(F\) yang sama atau lebih ekstrem jika \(H_0\) benar.
\(\alpha\) adalah tingkat signifikansi yang ditetapkan (misalnya 0.05).
Dengan perhitungan sebagai berikut :
\[ F = \frac{RK_{antara}}{RK_{dalam}} \]
Di mana:
\[ RK_{antara} = \frac{JK_{antara}}{DK_{antara}} \]
\[ RK_{dalam} = \frac{JK_{dalam}}{DK_{dalam}} \]
\[ JK_{antara} = \sum_{i=1}^{k} n_i (\bar{X}_i - \bar{X})^2 \]
\[ JK_{dalam} = \sum_{i=1}^{k} \sum_{j=1}^{n_i} (X_{ij} - \bar{X}_i)^2 \]
\[ DK_{antara} = k - 1 \]
\[ DK_{dalam} = N - k \]
Keterangan : - \(RK_{dalam}\) merupakan Rata-rata Kuadrat Dalam Kelompok
\(RK_{antara}\) merupakan Rata-rata Kuadrat Antar Kelompok
\(JK_{dalam}\) merupakan Jumlah Kuadrat Dalam Kelompok
\(JK_{antara}\) merupakan Jumlah Kuadrat Antar Kelompok
\(DK_{dalam}\) merupakan Derajat Kebebasan Dalam Kelompok
\(DK_{antara}\) merupakan Derajat Kebebasan Antar Kelompok
\(k\) merupakan jumlah kelompok
\(N\) merupakan total jumlah sampel.
\(n_i\) merupakan ukuran sampel dari kelompok ke-i
\(\bar{X}_i\) merupakan rata-rata kelompok ke-i
\(\bar{X}\) merupakan rata-rata total
Sebelum melakukan ANOVA, ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi untuk memastikan validitas hasilnya.
Nilai galat dalam setiap perlakuan (grup) yang terkait dengan nilai pengamatan Yi harus berdistribusi normal. Metode pengujian kenormalan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
Melihat secara grafis (Histogram & QQ Plot)
Melakukan uji statistik (Jarque-Bera, Shapiro-Wilk, Kolmogorov-Smirnof, dan lainnya)
Hipotesis yang digunakan :
H0 : Pengamatan menyebar normal
H1 : Pengamatan tidak menyebar normal
Keputusan dan Kesimpulan :
Apabila P-Value > α maka TERIMA H0 dan dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan menyebar normal.
Apabila P-Value < α maka TOLAK H0 dan dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan tidak menyebar normal.
Analisis ragam menghendaki terpenuhinya asumsi bahwa ragam galat konstan dari pengamatan yang satu ke pengamatan yang lain. Dalam praktiknya, hal ini berarti bahwa Yij pada setiap level variabel independen masing-masing bervariasi di sekitar nilai rata-ratanya. Metode pengujian asumsi homogenitas ragam dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
Melihat secara grafis (Plot Fitted Value vs Redisual)
Melakukan uji statistik (Breusch-Pagan dan Levene)
Hipotesis yang digunakan :
\[ H_0: \sigma_1^2 = \sigma_2^2 = \cdots = \sigma_k^2 \](ragam galat homogen)\[ H_1: \sigma_i^2 ≠ \sigma_j^2 \text{untuk paling tidak satu pasang i,j} \](ragam galat tidak homogen)
Keputusan dan Kesimpulan :
Apabila P-Value > α maka TERIMA H0 dan dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan mempunyai ragam galat yang homogen.
Apabila P-Value < α maka TOLAK H0 dan dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan mempunyai ragam galat yang tidak homogen.
Asumsi independensi menghendaki pengamatan dalam satu kelompok tidak bergantung pada pengamatan dalam kelompok lain.
Hipotesis yang digunakan :
H0 : data antar perlakuan bersifat independen
H1 : data antar perlakuan tidak bersifat independen
Keputusan dan Kesimpulan :
Apabila P-Value > α maka TERIMA H0 dan dapat disimpulkan bahwa data antar perlakuan bersifat independen.
Apabila P-Value < α maka TOLAK H0 dan dapat disimpulkan bahwa data antar perlakuan tidak bersifat independen.
library(dplyr)
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
library(tidyr)
library(AOV1R)
library(tseries)
## Registered S3 method overwritten by 'quantmod':
## method from
## as.zoo.data.frame zoo
library(car)
## Loading required package: carData
##
## Attaching package: 'car'
## The following object is masked from 'package:dplyr':
##
## recode
Data1 = data.frame (Samsung = c(52,45,48,36,39,41,42,35,60,55),
Oppo = c(48,36,33,38,49,51,35,42,40,39),
Vivo = c(34,32,37,35,42,41,43,45,41,40),
Lenovo = c(32,33,36,39,38,35,32,29,40,43))
Data1
## Samsung Oppo Vivo Lenovo
## 1 52 48 34 32
## 2 45 36 32 33
## 3 48 33 37 36
## 4 36 38 35 39
## 5 39 49 42 38
## 6 41 51 41 35
## 7 42 35 43 32
## 8 35 42 45 29
## 9 60 40 41 40
## 10 55 39 40 43
Data1 = Data1 %>%
pivot_longer(c(Samsung,Oppo,Vivo,Lenovo))
names(Data1) = c("MerkHandphone","Penjualan")
Data1$MerkHandphone = as.factor(Data1$MerkHandphone)
Data1
## # A tibble: 40 × 2
## MerkHandphone Penjualan
## <fct> <dbl>
## 1 Samsung 52
## 2 Oppo 48
## 3 Vivo 34
## 4 Lenovo 32
## 5 Samsung 45
## 6 Oppo 36
## 7 Vivo 32
## 8 Lenovo 33
## 9 Samsung 48
## 10 Oppo 33
## # ℹ 30 more rows
Hasil_ANOVA <- aov(Penjualan ~ MerkHandphone, data=Data1)
Hasil_ANOVA
## Call:
## aov(formula = Penjualan ~ MerkHandphone, data = Data1)
##
## Terms:
## MerkHandphone Residuals
## Sum of Squares 484.875 1309.100
## Deg. of Freedom 3 36
##
## Residual standard error: 6.030248
## Estimated effects may be unbalanced
summary(Hasil_ANOVA)
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## MerkHandphone 3 484.9 161.62 4.445 0.00933 **
## Residuals 36 1309.1 36.36
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
residu<- residuals(Hasil_ANOVA)
residu
## 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
## 6.7 6.9 -5.0 -3.7 -0.3 -5.1 -7.0 -2.7 2.7 -8.1 -2.0 0.3 -9.3
## 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
## -3.1 -4.0 3.3 -6.3 7.9 3.0 2.3 -4.3 9.9 2.0 -0.7 -3.3 -6.1
## 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39
## 4.0 -3.7 -10.3 0.9 6.0 -6.7 14.7 -1.1 2.0 4.3 9.7 -2.1 1.0
## 40
## 7.3
jarque.bera.test(Data1$Penjualan)
##
## Jarque Bera Test
##
## data: Data1$Penjualan
## X-squared = 5.6394, df = 2, p-value = 0.05962
homogenitas <- leveneTest(Hasil_ANOVA)
homogenitas
## Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
## Df F value Pr(>F)
## group 3 1.8529 0.1551
## 36
independensi <- durbinWatsonTest(Hasil_ANOVA)
independensi
## lag Autocorrelation D-W Statistic p-value
## 1 -0.06058361 2.046169 0.772
## Alternative hypothesis: rho != 0
Pada studi kasus ini, ingin diketahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dalam penjualan merk handphone Samsung, Oppo, Vivo, dan Lenovo. Sesuai dengan pengujian analisis ANOVA didapatkan bahwa F-Value (4.445) dan P-Value (0,00933) maka didapat keputusan tolak H0 yang artinya terdapat pengaruh signifikan dari keempat merk handphonde terhadap penjualan handphone tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa variasi dalam merk handphone memiliki kontribusi secara signifikan terhadap penjualan handphone.
Berdasarkan hasil uji Jarque Bera, diperoleh P-Value sebesar 0.05962. Karena P-Value > alpha(0.05), maka didapatkan keputusan terima H0 dan dapat disimpulkan bahwa data pengamatan menyebar normal. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas galat dalam ANOVA terpenuhi.
Berdasarkan hasil uji Levene, diperoleh P-Value sebesar 0.1551. Karena P-Value > alpha (0.05), maka didapatkan keputuusan terima H0 dan dapat disimpulkan bahwa data pengamatan mempunyai ragam galat yang homogen.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa asumsi homogenitas ragam dalam ANOVA terpenuhi.
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson, diperoleh P-Value sebesar 0.768. Karena P-Value > alpha (0.05), maka didapatkan keputuusan terima H0 dan dapat disimpulkan bahwa data antar perlakuan bersifat independen. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa asumsi independensi dalam ANOVA terpenuhi.
Berdasarkan uji asumsi ANOVA yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa semua uji asumsi ANOVA telah terpenuhi yaitu uji asumsi normalitas galat, uji asumsi homogenitas ragam, dan uji asumsi independensi. Setelah melakukan uji asumsi, dilakukan uji analisis variansi satu arah dengan empat faktor perlakuan yaitu empat merk handphone terhadap penjualan handphone, dapat disimpulkan bahwa rata rata keempat penjualan merk handphone tersebut berbeda secara signifikan terhadap penjualan handphone. Oleh karena itu diperlukan uji lanjut untuk mencari kelompok mana saja yang memiliki rata-rata penjualan yang sama dan tidak sama.
Hidayat, A. 2017. Penjelasan Lengkap ANOVA Sebagai Analisis Statistik.Statistikian.
Walpole, R.E.1993.Pengantar Statistika. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Edisi ke-3.